image
Login / Sign Up

Andi Arief: Mungkin Pak Prabowo Kesal Kok Zaman Presidennya Sipil Kok Pers Bisa Set Back

Maidian Reviani

Image

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai pertemuan dengan petinggi Partai Demokrat di kediaman SBY, Jakarta, Jumat (10/8). Andi Arief menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak mendukung koalisi Partai Gerindra karena Partai Demokrat merasa dikhianati oleh koalisi partai pimpinan Prabowo dengan mengusung Sandiaga Uno sebagai Cawapres. | ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/18.

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Andi Arief memuji era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada waktu itu, demonstrasi tak pernah dilarang-larang.

"Apapun demonstrasi jaman SBY tidak dilarang, tidak pernah ada media yang ditelepon untuk tidak menyiarkan," kata dia melalui akun Twitter.

Andi Arief menambahkan walaupun Susilo Bambang Yudhoyono berlatar belakang militer, tetaplah menghormati kebebasan pers.

baca juga:

"Itulah jaman normal. Presiden dari TNI memberi jalan pers sebebas-bebasnya," kata dia.

Andi Arief kemudian menyinggung teguran calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto kepada media yang dinilai tidak adil memberitakan reuni alumni 212.

"Mungkin Pak Prabowo kesal koq di jaman presidennya sipil seperti sekarang koq pers bisa set back," kata dia.

Ketika berpidato di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12/2018), Prabowo Subianto menyoal jumlah peserta aksi 212. Menurut dia jumlahnya mencapai 11 juta orang, tetapi media menyebut hanya sekitar 15.000 orang.

"Buktinya media hampir semua tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang kumpul," kata Prabowo. "Belum pernah terjadi di dunia. Saya kira ini kejadian pertama. Ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapapun. Mereka dibiayai oleh dirinya sendiri dan oleh mereka-mereka yang ingin membantu rakyat sekitarnya. Saya kira itu, belum pernah terjadi."

Namun, dia kecewa dengan sikap media massa, bahkan menyebut bagian dari usaha memanipulasi demokrasi. "Tapi hebatnya media-media yang kondang, media-media dengan nama besar, media-media yang mengatakan dirinya obyektif, tak bertanggungjawab untuk membela demokrasi. Padahal justru mereka ikut bertanggungjawab, mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi," katanya. "Sudah saatnya kita bicara apa adanya. Kita bicara yang benar-benar, dan yang salah itu salah. Mereka mau mengatakan yang 11 juta itu hanya 15 ribu."

Teguran Prabowo Subianto kepada media kemudian menjadi polemik.

Partai Gerindra melalui akun Twitter resmi mereka, @Gerindra, meluruskan opini yang berkembang di media sosial mengenai pernyataan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto yang berisi teguran kepada media massa terkait pemberitaan terhadap jumlah peserta aksi reuni alumni 212.

Semula, netter dengan akun @habibthink menuliskan tweet berisi ungkapan kaget setelah menyaksikan video tentang sikap Prabowo Subianto menanggapi wartawan. "Sungguh kaget melihat video ini!! Ga nyangka Pak Prabowo bisa seperti itu. Yang sabar ya mas wartawan, yang penting anda sudah bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga," kata akun @habibthink.

Admin akun Twitter Partai Gerindra berharap @habibthink tak buru-buru mengambil kesimpulan sebelum menyaksikan konten video secara keseluruhan. Menurut dia, kritik Prabowo Subianto tidak ditujukan kepada semua wartawan.

"Silakan lihat full videonya. Pak Prabowo tidak menggeneralisir semua wartawan dan stasiun TV. Yang dikritik adalah wartawan dan stasiun TV yang mengkhianati tugasnya sebagai wartawan dan jurnalis," kata dia.

Partai Gerindra menyebut pola yang dipakai wartawan yang dikritik itu adalah sama ketika memberitakan pernyataan Prabowo Subianto tentang "tampang Boyolali" dan "driver Ojol."

"Sama polanya seperti ‘tampang Boyolali’ dan ‘driver Ojol’ kemarin. Opini digiring agar seolah-olah pak Prabowo mengejek atau mendiskreditkan sesuatu," katanya.

Partai Gerindra sependapat dengan pernyataan netter dengan akun @conan_idn. @conan_idn mengatakan: "Kalau jadi Jurnalis tidak memberitakan yang seharusnya diberitakan. Lebih baik membubarkan diri jadi Jurnalis. Wartawan begitu, gak usah nyari berita ke Prabowo laaah. @Gerindra. Gerindra: Prabowo Kecewa karena Pers Tak Adil soal Reuni 212 – VIVA."

Menurut Partai Gerindra jurnalis seperti itu yang dimaksudkan Prabowo Subianto.

"Dan ini tidak hanya mengenai pemberitaan 212 saja, sejak pilpres sebelumnya pun pak Prabowo pernah menegur jurnalis dan stasiun TV yang seperti ini atas banyak hal, khususnya pemberitaan tentang Pak Prabowo sendiri," katanya.

Partai Gerindra menjelaskan alasan nada suara Prabowo Subianto meninggi ketika itu sebagai ekspresi puncak kekecewaan.

"Alasan Pak Prabowo 'mengeraskan' teguran ini sekarang karena ini adalah puncak kekecewaan Pak Prabowo terhadap wartawan dan stasiun TV yang seperti itu," kata dia.

Pemerhati politik Permadi Arya mengatakan belum terpilih saja sudah hilang kesabaran hilang gara-gara tidak diliput media, bagaimana kalau nanti terpilih.

"Katanya lillahi ta'ala? Kok baper mewek gak diliput?" kata Permadi Arya melalui akun Twitter @permadiaktivis.

Permadi Arya kemudian menjelaskan kenapa mayoritas media nasional tidak meliput peristiwa hari Minggu itu. Menurut dia karena media sudah tahu motivasi aksi.

"Pak @prabowo, media tidak liput 212 karena sudah tahu itu kampanye terselubung jelang pilpres. Dan kenapa ogah akui 11 juta karena Arafah luas ribuan hektar saja cuma muat 2 juta, kok Monas-Merdeka-Thamrin cuma 80 hektar bisa 11 juta? Hati-hati dengan pendukung bapak sendiri. Nanti salah sujud sukur lagi," kata dia. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Pengamat: Strategi 02 Gempur Basis Suara Jokowi

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Prabowo Bertekad Habiskan Sisa Hidup untuk Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Image

News

Dituding Politisasi Orang Sakit, Addie ke Warganet: Hidupmu Penuh Kebencian

Image

News

Pagi Ini, Gunung Merapi Alami Enam Kali Guguran

Image

News

KPU Pastikan Pemilih Disabilitas Mental Gunakan Hak Pilihnya

Image

News

Kekerasan Terhadap Jurnalis, Permadi: Pak Prabowo Pahamkan Kenapa Media Alergi Liput 212?

Image

News

Soal Video Tepuk Pundak Dahnil Anzar, Dedek Prayudi: Itu Upaya untuk Mengintimidasi Alam Pikir

Image

Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Mahal Karena Dolar AS Menguat

Image

News

Mantan Panglima NATO dan Amerika Serikat Isi Ceramah di Markas Prabowo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

OSO Ingatkan Masyarakat Pilih Pemimpin yang Amanah

Pilih orang yang betul-betul bertanggung jawab yang bisa mampu dalam membangun negara.

Image
News

Dugaan Intimidasi Wartawan Saat Munajat 212, JK: Tentu Salah

"Mengintimidasi kepada siapa saja, wartawan, kepada yang lain-lain kepada masyarakat, tentu salah,"

Image
News

Pengamat Intelijen: Pemilu 2019 Masih Berpotensi Terjadi Polemik

Strateginya KPU, Bawaslu harus bisa memastikan DPT tidak bermasalah.

Image
News

Polisi Bandara Sita Senpi Rakitan Tujuan Aceh

Senjata api rakitan yang disita polisi berjenis revolver dan peluru kaliber 38 sebanyak 35 butir.

Image
News

Bawaslu Sayangkan Kekerasan Terhadap Wartawan di Acara Munajat 212

Tidak boleh ada ancaman, paksaan dan intimidasi kepada Insan Pers.

Image
News

Terjadi Ledakan, 3 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru

"Menurut berita yang kami terima sekitar pukul 15.44 WIB terjadi ledakan."

Image
News

Pengamat: Strategi 02 Gempur Basis Suara Jokowi

Adi Prayitno memprediksi Jokowi sulit membalap perolehan suara Prabowo Subianto di Jawa Barat dalam Pilpres 2019.

Image
News

Hasto: Saatnya Door To Door Menangkan Jokowi-Ma'ruf 

Saat ini perolehan suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Kota Bandung dan Kota Cimahi sudah mencapai 51persen.

Image
News

Sesalkan Pernyataan Wali Kota Makassar, Bawaslu: ASN Itu Harus Netral

Pribadi yang dimaksud, silakan memilih di TPS.

Image
News

Deklarasikan Dukungan ke Jokowi, Ganjar Pranowo Dinyatakan Bersalah

Nama jabatan kepala daerah tidak untuk kepentingan politik salah satu golongan atau kelompok

trending topics

terpopuler

  1. Kenyang! Jumbonya Nougat di Ropang OTW

  2. Dahnil Banjir Sindiran, Penulis Buku: Emang Jalan Raya Bentuknya Lurus Kayak Jalanan Babi?

  3. Ketimun Berceceran di Bioskop, Warganet Gagal Paham

  4. Diduga Langgar Kampanye, Timses Jokowi Sesalkan Anies Izinkan Acara Munajat 212

  5. Tanggapi Sudirman Said, Said Didu Sebut Negosiasi Freeport Hanya Target Politik

  6. Bimbim Slank Akui Sudah Tinggalkan Narkoba, Alkohol dan Nikotin, Tapi...

  7. Meski Kalahkan Myanmar, Malaysia Tetap Gagal ke Semifinal

  8. Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

  9. Presiden Erdogan dengan Lantang Usir IMF dari Turki

  10. Redmi 7 Pro Rilis 28 Februari, Harganya Rp3,3 Jutaan

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Caleg Milenial yang Terdompleng Latar Belakang Keluarganya, Siapa Saja Mereka?

Image
News

Mertua Idaman, 8 Potret Keakraban Aburizal Bakrie dengan Menantu

Image
News

Selalu Saling Dukung, 10 Potret Mesra Sudirman Said dan Istri