image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Adu Kuat Jokowi versus Prabowo

Image

kiri-kanan) Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'aruf Amin dan Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sedang berdoa bersama saat Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut dibuat untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA guna menjaga terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pemilu hanya tinggal 133 hari lagi. Hari pencoblosan, yang menentukan Indonesia lima tahun ke depan, itu semakin dekat. Persaingan antar sesama kandidat capres dan cawapres pun semakin seru, panas, dan mendebarkan. Masing-masing ingin menang, walaupun harus sikut-sikutan, melakukan hujatan, kebencian, dan dendam.

Panasnya Pilpres, bukan hanya karena dua pasang capres dan cawapres yang berhadap-hadapan, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Tetapi Pilpres 2019 adalah rematch. Pertandingan ulang, Pilpres 2014, yang mempertemukan Jokowi versus Prabowo. Jokowi-Ma’ruf akan bertahan untuk menjaga singgasana kekuasaannya. Dan untuk menang lagi. Sedangkan Prabowo akan bermain habis-habisan dan ofensif, layaknya gelandang serang, yang siap menjebol gawang lawan.

Reuni alumni 212 kemarin, merupakan bukti betapa kerasnya persaingan itu. Aksi reuni yang damai, tertib, dan aman tersebut, memberi pesan kepada petahana, bahwa Prabowo siap untuk menantang, berjuang, dan menang di Pilpres 2019 mendatang. Perdebatan apakah reuni akbar 212 tersebut, kampanye atau bukan, ditunggangi atau tidak, yang pasti dan jelas reuni akbar alumni 212, telah menjadi panggung bagi Prabowo.

baca juga:

Prabowo ingin membuktikan, bahwa dia masih kuat, pengikutnya banyak, pemilihnya loyal, pendukungnya solid, dan siap untuk mengambil alih, tongkat kepemimpinan nasional di 2019 secara konstitusional. Karena pra-reuni akbar alumni 212 kemarin. Wacana dan narasi Prabowo dalam berkampanye, selalu mendapat sorotan negatif dari lawan politik. Ucapan tampang Boyolali yang menjadi viral salah satu contohnya. Prabowo merasa sering menjadi korban, dari ganasnya persaingan Pilpres.   

Pasca reuni akbar alumni 212, bisa saja istana gelisah dan khawatir. Karena yang dihadapi adalah kekuatan umat Islam. Dan umat Islam tersebut telah menunjukkan, bahwa mereka membawa Islam yang damai, menyejukkan, aman, damai, dan tertib. Massa tersebut ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Rahmat bagi semesta alam. Bukan hanya bagi Indonesia. Tetapi juga bagi dunia.

Kubu Jokowi-Ma’ruf, tentu menghitung betul kekuatan pertemuan reuni akbar 212 tersebut. Karena bagaimanapun, secara historis, gerakan 212 telah menjatuhkah Ahok dari kursi gubernur DKI Jakarta. Dan memasukannya kedalam penjara. Gerakan yang awalnya, menuntut keadilan bagi Ahok untuk dihukum, karena telah menista agama Islam. Bisa saja menjadi gerakan yang mengancam kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

Yang hadir direuni akbar 212 itu, bisa saja merupakan massa yang kecewa terhadap kepemimpinan Jokowi. Dan simpati terhadap Prabowo-Sandi. Namun yang pasti, kita sebagai anak bangsa jangan terprovokasi. Islam yang damai harus tetap dikedepankan. Dan menjaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan hukumnya wajib dalam Islam.

Seratus tiga puluh hari (133) hari, merupakan waktu yang cukup untuk unjuk adu kekuatan. Adu ide dan gagasan. Adu visi, misi, dan program-program terbaik. Narasi yang dikembangkan capres dan cawapres juga harus mencerahkan, mendidik, memberdayakan, produktif, membawa kebaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik.  

Jangan lagi melakukan kampanye-kampanye yang kontra produktif. Disaat bangsa-bangsa lain, telah menjelajah ke luar angkasa. Menikmati kemakmuran sebagai bangsa. Dua kubu capres dan cawapres, masih saling serang, adu nyinyiran, merasa paling benar, disana salah, disini benar.

Merasa paling Indonesia, disini pribumi, disana antek asing, merasa paling pintar, sedangkan kubu lain bodoh, merasa paling hebat dan kuat, sehingga kelompok lain diangap lemah, merasa terdzolimi, padahal sama-sama saling mendzolimi, dan merasa difitnah, padahal saling fitnah.

Indonesia adalah milik kita bersama. Pilpres hanya sarana untuk mencari dan memilih pemimpin terbaik. Jangan rusak republik ini hanya gara-gara adu kuat dan gengsi dalam perebutan kursi presiden. Sekeras apapun adu kuat, antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Jangan membuat bangsa ini terpecah.

Menjaga Indonesia lebih penting dari sekedar Pilpres. Pemimpin akan silih berganti. Namun Indonesia harus tetap terpelihara dan terjaga. Adu kekuatan dalam Pilpres, sejatinya bukan untuk saling menjelekan, mencari-cari kesalahan, dan membusuki lawan. Adu kekuatan Prabowo-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi harus menjadi sumber kekuatan. Bahwa kompetisi untuk menjadi presiden dan wakil presiden, silahkan dilalui. Namun harus mengutamakan kesejukan, cinta, kasih sayang, dan perdamaian.

Tak mungkin bangsa ini dibangun, dengan narasi saling menjelekan dan menafikan. Tetapi republik ini dibangun, atas dasar kebersamaan. Kebersamaan sebagai anak bangsa, jauh lebih penting dari sekedar dukung mendukung capres dan cawapres. Pilihan boleh beda. Namun pesaudaraan harus tetap dijaga.

Sesama saudara tidak mungkin saling menyakiti. Sesama anak bangsa, tidak mungkin saling mendzolimi. Kesadaran elit dua kubu yang berseberangan dalam Pilpres, menjadi keniscayaan. Kesadaran untuk berkomitmen membangun kampanye yang damai dan penuh keadaban.

Kita lihat, strategi apa yang akan dilakukan para tim sukses kedua kubu, untuk memenangkan jagonya masing-masing. Adu kuat Jokowi-MA dan Prabowo-Sandi akan terus terjadi. Tentu persaingan akan semakin keras. Di udara akan ramai dengan perdebatan, antara yang pro dan kontra. Dan di darat akan semakin seru, dengan saling sapa dan tebar pesona ke rakyat untuk menambah dukungan.

Saling gempur antar kedua kubu akan terus meningkat. Apapun strategi yang akan dimainkan dan digunakan oleh kedua kubu, jangan sampai rakyat yang menjadi korban. Rakyat harus dibahagiakan. Bukan untuk dikorbankan. Dan rakyat harus disejahterakan. Bukan untuk dinihilkan dan dinafikan.

Momentum Pilres adalah momentum untuk berkampanye, dengan janji-janji yang dapat terimplementasi. Pilpres juga harus membahagiakan, menyenangkan, dan membanggakan. Momentum adu kekuatan capres dan cawapres, untuk memberdayakan dan mencerahkan. Bukan untuk saling menyingkirkan dan menjatuhkan. Narasi yang dikembangkan dua kubu, haruslah penuh kebaikan. Bukan nyinyiran. Bukankah begitu.[]

 

Editor: Ridwansyah Rakhman

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Dear Capres, Infrastruktur Pertanian Jangan Hanya Terkonsentrasi di Pulau Jawa

Image

News

Mantan Komisioner KPU: TKI Jangan Golput, Ayo Kita Awasi Pemilu

Image

News

Debat Pilpres 2019

Debat Capres ke-2, Isu Lingkungan Akan Tenggelam, Kalah Pamor dengan Energi dan Pangan

Image

News

Debat Pilpres 2019

Tommy Tjokro Sebut Jokowi dan Prabowo Akan Debat Terbuka Tanpa Pembatasan Waktu

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Ingin Sukses, Ini yang Harus Ditawarkan Pasangan Calon Soal Isu Lingkungan

Image

News

Achmad Zaky Diundang Khusus ke Istana, Jokowi Minta Jangan Uninstall Bukalapak

Image

News

Pendukung dari Bumi Serambi Mekkah: Aceh Juga Kampung Halaman Bagi Jokowi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Menyentuh! Begini Komentar dan Harapan Para Milenial untuk Debat Nanti

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Dagang, Tambah Catatan Prestasi Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Wapres Jusuf Kalla Bertolak ke Bengkulu

Usai menutup Tanwir Muhammadiyah, Wapres dijadwalkan menghadiri acara Dewan Masjid Indonesia di Masjid Baitul Izzah Kota Bengkulu.

Image
News

Wapres JK Bertolak ke Bengkulu, Tutup Tanwir Muhammadiyah Hingga Tinjau PT Pelindo

Wapres JK bersama Mufidah Kalla dan rombongan menggunakan pesawat khusus kepresidenan BAe RJ-85 dari Pangkalan Udara TNI AU.

Image
News

Mohammed bin Salman Kunjungi Pakistan untuk Kesepakatan Investasi

Bagian dari agendanya adalah kesepakatan untuk membangun pengilangan minyak di wilayah selatan Pakistan, Pelabuhan Gwadar

Image
News

Joko Driyono Akan Diperiksa Sebagai Tersangka Pada Pekan Depan

Senin (18/2) akan dipanggil untuk berikan keterangan dalam rangka klarifikasi kesengajaan atau ketidaksengajaan peristiwa pidana.

Image
News
Prakiraan Cuaca

BPBD: Waspadai Potensi Hujan Kencang Disertai Angin dan Petir di Jakarta Sore Ini

Seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan akan mengalami berawan tebal pada Minggu pagi.

Image
News

Hujan Disertai Angin Kencang Menerjang Tiga Kecamatan di Lumajang

Menurutnya tiga kecamatan yang dilanda cuaca ekstrem di Lumajang yakni Kecamatan Lumajang, Kecamatan Sukodono, dan Kecamatan Randuagung.

Image
News

Toko Sembako Milik Warga Terbakar di Kapuas Hulu Kalbar

Saat itu kebetulan ada acara tunangan di daerah itu, sehingga warga berhamburan datang untuk menolong.

Image
News

Mantan Komisioner KPU: TKI Jangan Golput, Ayo Kita Awasi Pemilu

Ia mengajak para TKI untuk ikut dalam gerakan relawan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawal suara di TPS.

Image
News

Hujan Semalaman, Empat Wilayah di Jakarta Selatan Banjir

Hujan lokal menyebabkan 44 RT di delapan RW di enam kelurahan di empat kecamatan di Jakarta Selatan terdampak banjir.

Image
News

Ketua DPR Berikan Apresiasi Kepada Anang Hermansyah yang Berjuang Keras RUU Permusikan Masuk Prolegnas

Atas nama pimpinan DPR, tentu kami patut memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Anang Hermansyah.

trending topics

terpopuler

  1. Cak Imin: Gara-gara Uninstall Saya Jadi Kerepotan

  2. Prabowo Tidak Pamer Salat Jumat, Tengku: Khawatir Massa Histeris Ingin Menyalami

  3. Pramono Anung Sebut Jokowi Telah Menerima Permintaan Maaf CEO Bukalapak

  4. Pendiri Bukalapak Sebut 'Presiden Baru', Rian Ernest: Menurutku Dia Sudah Jelas Dukung 02

  5. Ada yang Baru di Kota Tua

  6. Fahri Hamzah: Debat Pilpres Kedua Harus Ungkap Siapa Mereka Sebenarnya

  7. Yunarto Wijaya: Kalo Anda Melarang Zaky Mendukung Salah Satu Capres, Saya akan Bela Dia

  8. 'Skenario' Ahok Gantikan Ma'ruf Amin, Rustam: Pikiran Konspiratif yang Merendahkan

  9. Ketua BTP Mania Dipolisikan Alumni 212, Fahri Hamzah: Ahok Kembali Jadi Masalah

  10. SBY: Kami Enggak Sangka Itu Kanker

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Kejutan Debat Kedua

Image
Hervin Saputra

Al Araibi: Olahraga, Politik, atau Hak Asasi Manusia?

Image
Cosmas Kopong Beda

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Image
Cosmas Kopong Beda

The Blues (Harus) Bersabar dengan Kerja Maurizio Sarri

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
News

Dari Ketemu Raisa hingga Pejuang Kanker, 10 Potret Sutopo Purwo yang Menginspirasi

Image
Hiburan

Ingin Sukses Jadi Youtuber seperti Jess No Limit? Berikut Tipsnya!

Image
Olahraga

Valentino Rossi

Rossi, Sosok yang Penuh Perhatian dan "Kepala Dingin"