image
Login / Sign Up
Image

Pangi Syarwi Chaniago

Analis Politik, Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting

Reuni 212 dan Pengaruhnya di Pilpres 2019

Menuju Pilpres 2019

Image

Calon Presiden No urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan jutaan umat muslim dalam aksi reuni 212 di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Penyelenggaraan reuni ini merupakan kali kedua setelah juga dilakukan pada 2017 yang dikuti dari 21 Provinsi di Indonesia. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Capres petahana Jokowi sepertinya sedang galau, bagaimana tidak upaya kubu petahana dalam satu tahun terakhir untuk mencitrakan diri terkesan dekat dengan umat tiba-tiba saja buyar dalam sekejap. Reuni 212 adalah salah satu pokok perkaranya.

Upaya serius Jokowi untuk meredam citra negatif terhadap pemerintahannya satu tahun terakhir sangat gencar dilakukan. Citra rezim anti Islam dan tuduhan meng-kriminalisasi ulama menjadi titik lemah Jokowi untuk kembali terulang pertarungan lama head to head antara Jokowi vs Prabowo dalam pilpres 2019 mendatang.

Sadar akan citra negatif tersebut, Jokowi dan partai pengusungnya melakukan pendekatan yang intensif kepada simpul-simpul basis massa pemilih muslim.

baca juga:

Kunjungan ke pesantren menjadi agenda rutin sang presiden dengan intensitas yang cukup tinggi untuk kembali meyakinkan para ulama dan kiyai di pesantren  bahwa pemerintahannya berpihak pada umat dan bukan anti Islam seperti yang dituduhkan selama ini.

Salah satu bukti keberpihakan Jokowi terhadap umat, menit-menit terahir (last minute) Jokowi memutuskan memilih ulama yaitu Kiyai Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

Pilihan politik ini tentu punya motif yang sangat jelas, Jokowi ingin meredam sentimen anti Islam yang dicitrakan pada dirinya dan sekaligus merespon isu SARA yang dituduhkan selama ini.

Apakah Ma’ruf Amin sebetulnya gagal atau berhasil dongkrak elektabilitas Jokowi di mata umat? Saya mencermati Kiyai Ma’ruf Amin yang diharapkan Jokowi mampu mengambil empati ceruk segmen pemilih muslim dianggap belum berhasil, belum menemukan isu dan momentumnya, kesimpulan yang tidak terlalu prematur.

Apakah ada aroma politis dalam reuni 212? Saya katakan tentu ada, gerakan moral melawan kriminalisasi ulama, penistaan agama dan ghiroh persaudaraan, persatuan sesama umat adalah agenda utamanya. Sementara konsolidasi politik mengarah pada salah satu capres hanya bagian dari bonus saja.

Penolakan secara halus dengan pelbagai alasan penyelenggara reuni 212 sehingga tidak jadi mengundang Jokowi dalam reuni tersebut jelas bau amis aroma politisnya. Hilang aroma politisnya apabila Jokowi dan Prabowo hadir dalam reuni tersebut, menyusun kata dan diksi yang meneduhkan, menyejukkan dan menyematkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Prabowo hadir, apakah Prabowo diuntungkan secara elektoral? Prabowo mendapat panggung sehingga tercitrakan sebagai capres yang empati, peduli dan bagian dari umat, hadir memberikan semangat, menyapa dan menyalami massa reuni 212.

Prabowo angkat topi dan sangat bangga dengan persaudaraan dan persatuan umat Islam. Itu yang saya maksud bahwa Prabowo cukup berhasil memainkan, mengelola perasaan sentimen umat.

Pertanyaan sederhana, seberapa besar pengaruh massa alumni 212 dalam Pilpres 2019? Benarkah suara mereka lebih cenderung ke Prabowo? Sulit secara logika sehat massa reuni 212 memilih Jokowi.

Ada hubungan kausalitas sebab akibat, karena pemerintah terkesan membiarkan kriminalisasi terhadap ulama dan penistaan agama terus berlanjut, sehingga memantik gerakan reuni massa  212 terulang dan nampaknya akan terus membesar sampai menemukan titik momentumnya, yang jelas massa reuni 212 anti tesis dari Jokowi, mereka menyampaikan pendapat, pikiran, aspirasi dan berkumpul dalam peristiwa tersebut.

Ketidak-hadiran Jokowi dalam reuni 212  apakah merugikan elektabilitas Jokowi? tentu sangat merugikan dirinya, di mana panggung "gratis" ummat Islam menjadi milik Prabowo, alumni 212 dan umat Islam semakin solid menguatkan dukungannya pada Prabowo karena soal sikap dan keberpihakan Prabowo terhadap umat.

Tidak bisa dinatikan show of force reuni 212 mengerdilkan Jokowi, acara peringatan Maulid Nabi di Mesjid Istiqlal dihadiri sedikit orang. Jokowi tidak bisa menandingi ghiroh reuni 212.  Lagi-lagi langkah keliru, salah langka (jebakan batman) menggapa Jokowi harus menghadiri hajatan Maulid Nabi di Mesjid Istiqlal yang waktunya bersamaan dengan konsolidasi massa reuni 212?

Semestinya Jokowi jangan membiarkan panggung "besar" umat Islam tersebut dinikmati Prabowo. Dengan kehadiran Jokowi dapat dipastikan panggung itu akan menjadi miliknya layaknya aksi 212 terdahulu, semua sorot mata dan kamera akan tertuju pada Jokowi, Prabowo hanya akan menjadi pelengkap saja.

Tidak hanya itu, kehadiran Jokowi dalam reuni tersebut bisa menjadi pertimbangan kembali sebagian massa reuni 212 memilih Jokowi. Namun setelah Jokowi tidak hadir dalam peristiwa monumental reuni 212, sudah dipastikan massa reuni 212 dan umat Islam semakin mantap meninggalkan Jokowi.

Nasi sudah jadi bubur, momentum politik sudah berlalu dan Prabowo mendapat poin istimewa. Selain Prabowo menemukan momentumnya dan berhasil melakukan konsolidasi politik menjelang hajatan pilpres lima tahunan.

Jokowi dan timnya harus harus mengakui kepiawaian dan kemahiran tim lingkaran Prabowo menggoreng sintemen dan berselancar dengan papan isu.

Tidak ada kata lain selain tim Jokowi segera berbenah diri dan lebih jeli membaca fenomena dan peristiwa penting hajatan politik jika tidak ingin terus-terusan tergilas oleh kuatnya arus yang  meng-inginkan perubahan.

Kita juga patut apresiasi sikap pemerintah yang tidak menghalang-halangi, tidak represif dan reaktif, menjamin keamanan peserta reuni 212 sehingga pulang dengan selamat ke rumah masing-masing.

Pemerintah sudah memberikan ruang yang cukup luas bagi umat Islam untuk kebebasan berpendapat (freedom of expression), kebebasan berbicara (freedom of speech), bergerak dalam persaudaraan (solidarity) sesama umat  dengan tetap menyematkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Semoga, Islam Rahmatal Lil Alamin terwujud di Bumi Indonesia, setia menjaga pancasila, persatuan, kebhinekaan, toleransi, pluralisme dan keberagaman.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Sindiran Said Didu: Demi Politik Seseorang Mudah Meminta Maaf, Itu Oportunis!

Image

News

Berita Populer Dugaan Keterlibatan Anggota TNI hingga Rumah Sakit Jiwa untuk Politisi 'Gila'

Image

News

Faizal: Apa yang Salah Bila Pak La Nyalla Ikuti Jejak Sejarah Sahabat Nabi

Image

News

La Nyalla Tobat, Permadi: Masih Banyak Orang Baik Waras dan Punya Hati Nurani

Image

Ekonomi

Rustam Tantang Sebutkan Orang yang Membangun Bisnis Tanpa Utang, Ada?

Image

News

Sandiaga: Semua Harta Kita Ini Titipan Allah, Saya Tidak Ingin Hitung-hitungan

Image

News

Pengakuan La Nyalla, Fahri Bingung, Rustam Puas: Sekarang Tobat, Ini Kemenangan Politik Besar Jokowi

Image

Ekonomi

Jokowi: Pasar Rakyat Perlu Sentuhan Khusus

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Raja Juli: Terima Kasih PAN Kalsel, sudah Bicara dengan Hati Nurani

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Relawan KMA Kerja Keras Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Banten

Kami terus bergerak membangun jaringan relawan militan di tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

Image
News

Bawaslu: Pengawasan Aktifitas Kampanye Terus Dilakukan hingga ke Desa-desa

Bawaslu belum ada menemukan indikasi dugaan pelanggaran.

Image
News

Hentikan Reklamasi, Anies Baswedan Dapat Penghargaan

“Terima kasih telah menitipkan amanat ini."

Image
News

Teridentifikasi, 700 Polisi Buru Pelaku Penembakan Pasar Natal Perancis

Polisi menghimbau warga kota untuk langsung menghubungi polisi apabila melihat pelaku.

Image
News

Tidak Kapok, Baru Bebas Dua Bulan Pria Ini Kembali Edarkan Sabu di Johar Baru

Pria berinisial WH (22) kembali meresahkan warga dengan mengedarkan narkoba jenis sabu di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Image
News

Pemuda Pengangguran, Harusnya Kerja Malah Jualan Sabu di Rumahnya

Tersangka sempat melawan petugas saat diamankan.

Image
News

Gunakan Paspor Palsu, 6 Warga Nigeria Dideportasi

Mereka diamankan lantaran menggunakan paspor palsu Negara Ghana.

Image
News

Sindiran Said Didu: Demi Politik Seseorang Mudah Meminta Maaf, Itu Oportunis!

Muhammad Said Didu mengaku tak percaya.

Image
News

Spesialis Pembobol Mesin ATM Lintas Daerah Dibekuk Polresta Tangerang

Dari aksi ini, pelaku raup uang hingga miliaran rupiah.

Image
News

Nenek 102 Tahun Jadi Skydiver Tertua di Dunia

Perempuan berusia lebih dari seabad itu memang terkenal sebagai pecandu adrenalin.

trending topics

terpopuler

  1. Peramal Buta Bulgaria Beberkan Prediksi Untuk Tahun 2019, Indonesia Disebut

  2. Kericuhan di Polsek Ciracas, Saksi Mata: Mirip Perang, Terdengar Suara Letusan

  3. Kena Bogem Mentah, Kapolsek Ciracas Dirawat di RS Polri Kramatjati

  4. Ironi, Sandi Janji Bangun Infrastruktur Tanpa Utang tapi Utangnya Sendiri Melimpah

  5. Faizal Assegaf: Jokowi Sibuk Cerdaskan Rakyat, Lupa Perbanyak Rumah Sakit Jiwa untuk Politisi 'Gila'

  6. Pengeroyok Kapten Komarudin Diringkus Saat Tidur

  7. Markas Polisi Dibakar, Gubernur Anies: Saya Pantau Laporan dari Semalam

  8. Makin Mesra, 10 Potret Mikha Tambayong dan Daniel Wenas

  9. Sindiran Fadli Zon Tentang Keluarga Jokowi hingga Garuda Bakal Terbang dari Halim Perdanakusuma

  10. Intip 10 Gaya Artis saat Belanja, Lapar Mata

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Iptek

Evelyn Berezin, Pionir Pencipta Prosesor Kata Tutup Usia

Image
Iptek

Hebat! Pendiri GoJek Masuk Daftar 'Bloomberg 50'

Image
Ekonomi

Founder GOJEK Terpilih Jadi Tokoh Penentu Bisnis Global