image
Login / Sign Up

Arif Dulu Cuma Penikmat Kartun Koran, Kini Karyanya Diakui Dunia

Ambar Adi Winarso

Image

Adi Harnowo dan kartunis asal Semarang Abdul Arif | Dokumentasi

AKURAT.CO Dari menikmati, lama-lama timbul rasa ingin memiliki, begitulah Abdul Arif -- kartunis asal Semarang, Jawa Tengah. Dunia kartun lewat goresan lukis sudah dalam genggam tangannya. Karyanya diakui kartunis internasional.

"Saat masih sekolah MTs (setara SMP) gemar nonton kartun di kolom koran tiap hari Minggu. Namun saat itu belum bisa menggambar," kata pria kelahiran Kudus pada 11 Mei 1989.

Arif sapaan akrabnya, lantas berhasrat ingin bisa menggambar kartun dengan lebih dari sekadar tampil di koran dan cukup disimak banyak orang. Menurutnya seni kartun bisa menembus level tertinggi lewat ajang penghargaan.

baca juga:

"Dalam kartun ada gagasan dan pesan yang disampaikan. Perlu pembelajaran yang dalam menyatukan ide dan pesan," katanya.

Keinginan awal terwujud, dia mulai belajar menggambar kartun di bangku kuliah, pada 2010. Saat itu, Surat Kabar Mahasiswa Amanat milik IAIN Walisongo Semarang, tempat dia kuliah, menerimanya sebagai tenaga ilustrator.

"Sejak itu bertekad memperdalam seni kartun, lalu saya bergabung dengan Semarang Cartoon Club. Untuk mengasah keterampilan menggambar saya," ujarnya.

Lewat SECAC, gerbang profesionalitas kartunis Arif tumbuh, terutama saat ikut pameran kartun di Galeri Merak, Kota Lama Semarang, 27 Februari 2011 silam. Gelaran itu kini menjadi landmark helatan para kartunis Semarang.

Sejak itu, dia banyak berkenalan dengan banyak kartunis senior, sebut saja Jitet Koestana, Koesnan Hoesie, dan Slamet Widodo, yang membimbingnya matang hingga sekarang.

"Saya belajar menuangkan ide dan pesan karena kartun kuatnya disitu. Kualitas gambar itu nomer dua bagi kartunis pemula seperti saya saat itu," kata Arif.

"Saya biasanya mengamati isu-isu terkini melalui media sebagai bahan untuk menghasilkan karya. Lalu mendiskusikan gagasan itu dengan sejumlah kartunis senior lainnya sebelum diikut sertakan dalam pameran maupun kontes. Biasanya mereka memberikan masukan," Arif menambahkan.

Selebihnya, untuk mengasah keterampilan menggambar dia menerima orderan karikatur wajah untuk hadiah, kenang-kenangan, wedding dan lainnya.

"Ini saya jadikan sebagai bahan latihan," ujarnya.

Cukup kenyang dengan orderan kartun, Arif mencoba peruntungan dengan ikut beberapa lomba kartun tingkat nasional dan dunia.

Bermacam kontes pameran dunia dia ikuti seperti di Korea, Cina, Belgia dan negara lainnya. Hasilnya belum cukup maksimal. Karyanya tak pernah lolos masuk pameran.

Karya terbaiknya saat itu hanya mampu masuk 100 besar yang dipamerkan di International Contest of Caricature and Cartoon Vianden 2013.

"Sempat frustasi juga, apalagi melihat teman-teman sudah pernah menyabet penghargaan atau sebatas ikut lolos pameran kartun dunia," katanya.

Tak mau tenggelam dalam kefrustasian, prestasi kawan-kawannya dia gunakan sebagai penyemangat. Cukup lama, butuh empat tahun berselang untuk membuktikan karyanya.

Kabar baik mulai dituai Arif, pada periode rentang itu beberapa karyanya cukup memuaskan, mampu menjadi finalis lomba dan pameran seperti di The 6th Sejong International Cartoon Contest, Korea 2017, Gafsa International Forum 2017Jitet and Friends Exhibition 2017, Internationaal Cartoonfestival Knokke-Heist 2017, Gouden Hoed10th Don Quichotte International Cartoon Contest 2017, International Contest of Caricature and Cartoon Vianden 2017, dan International Contest of Caricature and Cartoon Vianden 2016.

Terlebih saat kabar baik dalam lomba di China pada 2017, lewat ajang The International Environmental Protection Comics & Illustrator Contest 2017. Dia meraih kategori Excellent Award.

Dia membuat gambar kartun pesan kritik sosial tentang pohon yang tumbuh di tiang fly over. Ada seorang pengendara kaget saat melihat ada pohon yang menyembul di tiang penyangga fly over.

"Pohon semakin hari tak memiliki ruang untuk tumbuh. Sementara manusia terus disibukkan dengan pembangunan. Alhamdulillah karya ini mendapat penghargaan 'Excellent Award' kategori mahasiswa. Saya lihat, kebanyakan peserta merupakan mahasiswa dari jurusan seni. Mungkin hanya saya yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni. Ini bagi saya capaian yang membanggakan," paparnya.

Sementara, anugerah karya terbaiknya terkini saat dia sabet pada Februari 2018 lewat ajang 5th KalDer Bursa International Cartoon Contest, Turkey 2018. Arif mengirimkan dua karya dalam lomba itu yang bertema 'Managing Transformation'.

Salah satu karya Arif dinobatkan sebagai pemenang dengan titel First Prize. Karya tersebut mampu memukau dewan juri, yang mampu memvisualisasikan transformasi media cetak ke digital.

Karya itu bercerita seorang ayah didampingi anaknya, digambarkan Arif sedang menata buku. Buku-buku tampak menumpuk memenuhi ruangan yang kemudian disusun ke dalam rak berbentuk gawai.

"Ada 262 kartunis dari 43 negara. Kalder Bursa merilis 112 karya yang lolos penjurian awal, termasuk salah satu punya saya. Dan Alhamdulilah karya saya dinobatkan menjadi pemenang," kata Arif. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Sebelum Suami Istri Itu Meninggal Mengenaskan, Ada yang Menulis: Aku Benci Perceraian

Image

News

Cegah Banjir, 10 Sungai di Kudus Akan Segera Dinormalisasi

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Bhayangkara Fokus Cari pengganti Paulo Sergio

Image

News

Fadli Zon: Incognito ke Tambak Lorok Siang Ini, bukan Tengah Malam

Image

Olahraga

Bhayangkara FC 1-1 PSIS Semarang

Meski Tanpa Skuat Utama, PSIS Mampu Tampil Sesuai Rencana

Image

Olahraga

Bhayangkara FC 1-1 PSIS Semarang

Alvredo Vera Anggap Bhayangkara Masuk Perangkap PSIS

Image

Olahraga

Bhayangkara FC 1-1 PSIS Semarang

Cedera Kepala, Jajang Mulyana Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Image

Olahraga

Piala Indonesia 2018-2019

Gol Pengujung Laga Selamatkan Bhayangkara dari Kekalahan

Image

News

Kisah Orangtua Beri Nama Anaknya Joko Widodo Ma'ruf: Spontan Saja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bawaslu Analisis Dugaan Kampanye dalam Munajat 212

Bawaslu DKI mendapat tugas untuk mengkaji acara Munajat 212.

Image
News

Dengan Anies Tidak Ada Masalah, Jokowi: Jangan Dikompor-komporin

"Orang berpikir saya dengan pak Gubernur DKI ada masalah Setiap hari saya ketemu pak Gubernur,"

Image
News

Lilin Sembahyang Pemicu Kebakaran di Teluk Gong

Mustakim memastikan jika lilin di area sembahyang menjadi penyabab awal terjadinya kebakaran.

Image
News

Choirul Anam Terpilih Jadi Ketua KPU Jawa Timur

Choirul Anam berucap syukur masih dipercaya sebagai penyelenggara pemilu.

Image
News

Jenazah Hangus dengan Posisi Saling Berpelukan Ternyata Korban Pembunuhan

Motif kasus ini diduga Jamal terlilit utang sehingga tidak bisa membayar. Dia dicari-cari orang.

Image
News

8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

Pria kelahiran 19 April 1979 ini merupakan cucu presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno

Image
News

Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

Budiman mengomentari sikap Dahnil yang menganggu Dedek Prayudi ketika sedang berbicara.

Image
News

Jokowi: Kalau Ada yang Bilang Pembagian Seritifikat Tanah Enggak Ada Gunanya, Silakan Ngomong Begitu

Hal ini disampaikan Jokowi menjawab tudingan pihak tertentu yang menyebut program bagi - bagi sertifikat ini adalah program tak penting.

Image
News

Demi Bayar Utang Negara, Warga AS Bikin Petisi Jual Wilayah Montana

Utang negara AS telah mencapai USD 22 triliun (Rp309 kuadriliun)

Image
News

Munajat 212, Jubir Timses Jokowi: Terlalu Kentara Acara Itu Berbau Politik dengan Yel-yel seperti Kampanye

Itu sebabnya, dia meminta Badan Pengawas Pemlu untuk mengambil tindakan.

trending topics

terpopuler

  1. Sudirman Said Diramal Bakal Berakhir Seperti Ratna Sarumpaet

  2. 32 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Hary Tanoesoedibjo dan Istri

  3. Rasyid Rajasa ke Ani Yudhoyono: Memo Gak Sendirian, Doaku Selalu Menyertai

  4. Terkait Surat Ahmad Dhani, Ma'ruf Amin: Dia Tahu Apa Tentang NU? Dia Kan Nggak Paham NU

  5. Jokowi, Zulhas, Sutiyoso, Marty Natalegawa hingga Rocky Gerung Jenguk Ani Yudhoyono Hari Ini

  6. 8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja

  7. TKW di Malaysia Ini Diculik dan Dijual, Keluarga Minta Tolong Jokowi dan Prabowo

  8. Siswa yang Melawan Gurunya di Yogyakarta, Ternyata Pernah Tidak Naik Kelas

  9. 5 Fakta Perjalanan Karier Sudirman Said, dari Aktivis Antikorupsi hingga Tuai Kontroversi

  10. Simeone: Leg Kedua akan Menjadi Penderitaan bagi Atletico

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
News

8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

Image
News

Dari Aktor hingga Wagub, 5 Fakta Perjalanan Karier Deddy Mizwar

Image
News

8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja