image
Login / Sign Up

Fakta-fakta Kasus Guru Baiq Nuril yang Mengguncang Dunia Hukum

Ratu Amanda Distania

Image

Guru Honorer Baiq Nuril Maknun | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Baiq Nuril Maknun merupakan guru honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dia menjadi korban pelecehan, namun justru terjerat UU Informasi Transaksi Elektronik. Baiq Nuril merekam pembicaraan dirinya dengan pimpinannya di SMAN 7 Mataram H. Muslim.

Dia memutuskan merekam pembicaraan itu sebagai cara untuk melindungi diri dari pelecehan yang dilakukan pimpinan sekolah. Kemudian, dia dilaporkan pimpinannya ke polisi karena dianggap telah mendistribusikan rekaman perbicangan itu.

Dalam putusan pengadilan tingkat pertama, Baiq Nuril tidak terbukti melakukan pendistibusian rekaman atau melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan akhirnya divonis bebas.

baca juga:

Jaksa kemudian banding sampai tingkat kasasi. Mahkamah Agung lalu memutus Baiq Nuril bersalah pada 26 September 2018. Dia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan kasasi itu kemudian dikecam banyak pihak karena dianggap menciderai dunia hukum di Indonesia, dimana seseorang yang menjadi korban pelecehan dan melindungi dirinya, tetapi justru menjadi pesakitan.

Berikut ini kronologis kasus Baiq Nuril.

1. Dituduh menyebarkan rekaman

Baiq Nuril merekam percakapan dirinya dan Muslim yang diduga terdapat kata-kata yang menjurus pada pelecehan seksual. Namun, Baiq Nuril justru dituduh menyebarkan rekaman tersebut dan membuat Muslim melaporkannya ke ranah hukum.

Kuasa hukum Baiq Nuril, Aziz Fauzi, mengatakan alasan kliennya merekam pembicaraan dengan Muslim sebagai bentuk pembelaan diri. Sebab, di lingkungan ia bekerja, beredar isu kedekatan Nuril dengan Muslim.

“Di sekolah berhembus kabar, klien kami punya hubungan spesial dengan kepala sekolah dan mitra kerjanya. Nuril merekam untuk membantah tudingan itu. Bu Nuril melakukan rekaman itu untuk membela dirinya,” kata Aziz saat menghadiri konferensi pers di Lembaga Bantuan Hukum Pers, Kalibata, Jakarta Selatan.

“Nuril melakukan perekaman karena sudah risih dengan hal-hal yang tidak sepantasnya dibicarakan kepala sekolah kepada dirinya,” dia menambahkan.

2. Dilaporkan ke ranah hukum

Setelah merekam percakapan dengan Muslim ketika menggodanya di tempat kerja, kasus mencuat sampai Muslim dimutasi dan menjadi pejabat di Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Baiq Nuril dilaporkan Muslim ke polisi atas tuduhan mentransmisikan rekaman elektronik berisi konten pornografi. Baiq Nuril dijerat UU ITE karena dituduh menyebarkan rekaman telepon atasannya yang mengandung unsur asusila.

Baiq Nuril didakwa dengan Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

3. Mendapat vonis bebas dari PN Mataram tahun 2017

Baiq Nuril divonis bebas oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Mataram pada 26 Juli 2017. Dalam pembacaan vonis, Ketua Majelis Hakim Albertus Usada menyatakan dia tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum. Hakim memerintahkan agar Baiq Nuril segera dibebaskan dari tahanan kota.

"Kami tim penasehat hukum sangat mengapresiasi putusan ini. Putusannya bahwa terdakwa Baiq Nuril Maknun dinyatakan bebas murni dari segala tuntutan pidana, dibebaskan dari segala dakwaan," kata Azis Fauzi.

Menurut Azis majelis hakim tidak hanya mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan. Namun hakim juga menggali lebih dalam terkait berbagai aspek. Dia menilai, tuntutan polisi dan kejaksaan dalam kasus ini dipaksakan.

"Karena putusannya dinyatakan bebas, kami dari tim penasehat hukum akan mengupayakan untuk mengajukan gugatan ganti rugi kepada Kejaksaan Negeri Mataram, Kejaksaan Tinggi NTB, dan Kejaksaan Agung," kata Azis.

Rencana gugatan ganti rugi tersebut, menurut Azis, akan dilakukan setelah putusan kasus Nuril berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya, ia akan mengambil langkah sesuai pasal 1 angka 22 KUHP, pasal 1 angka 23 KUHP, dan Pasal 95 KUHP. Dalam aturan tersebut, terdakwa yang diproses tidak berdasarkan undang-undang dapat mengajukan ganti rugi atau rehabilitasi. Bentuk ganti rugi yang dimaksud bisa berupa uang.

4. Kembali divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta

Putusan kasasi MA nomor 574K/PID.SUS/2018, tanggal 26 September 2018 mengabulkan permohonan kasasi dari jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Mataram dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mataram sebelumnya yang memvonis bebas Baiq Nuril.

Dalam putusan kasasi, Baiq Nuril dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana ITE dan terancam pidana penjara enam bulan kurungan serta denda Rp500 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

5. Tulis Surat untuk Presiden Jokowi

Baiq Nuril meminta keadilan dengan berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo atas vonis Mahkamah Agung.

Surat tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan beberapa akun Twitter mengunggah surat tersebut.

Dalam surat, Baiq Nuril berharap Presiden Jokowi membebaskannya dari jerat hukum. "Saya tidak bersalah. Saya minta keadilan yang seadil-adilnya," tulis Baiq Nuril.

Tak hanya itu, Rafi, anak baiq Nuril juga membuat surat yang ditujukan untuk Jokowi. Rafi berharap ibunya tidak sering meninggalkannya dengan alasan pergi ke sekolah. "Kepada Bapak Jokowi, Jangan suruh ibu saya sekolah lagi, dari Rafi," kata Rafi. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Drama dan Lagu

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Peringatan Prabowo Soal Unicorn, Bisa Terbukti

Image

News

Debat Pilpres 2019

TGB Minta Produksi Fitnah terhadap Jokowi Dihentikan

Image

Ekonomi

Indef Sebut Impor Beras Terjadi Karena Data Tidak Valid

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Kebijakan Impor Harusnya Jadi Opsi Terakhir

Image

Ekonomi

JK Klaim Perusahaan Rintisan Unicorn Justru Datangkan Investasi

Image

News

Pendukung Jokowi: Apakah Tak Ada Lagi Kebakaran Hutan atau Apakah Berkurang, Bagi Saya Tak Penting

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Fadli Zon Beberkan Banyaknya Fakta Kebohongan Jokowi

Image

News

Antasari: Saya Targetkan Suara yang Didapat Jokowi Minimal Harus Sama seperti Pemilu 2014

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPK Apresiasi KPU karena Telah Mengumumkan 32 Caleg Mantan Napi Korupsi

"Ada tambahan yang saya baca itu beberapa caleg yang teridentifikasi oleh KPU yang pernah jadi terpidana kasus korupsi, kami sambut positif.

Image
News

TKN Tanggapi Laporan Relawan Prabowo ke Bawaslu: Ya, Kami Hormati Hak Hukumnya

"Ya, kami hormati hak hukumnya untuk melaporkan. Kan sudah dilaporkan juga ke Bawaslu," kata Arsul Sani.

Image
News

Komunitas Blogger Nyatakan Kekecewannya Karena Capres Tak Paham Unicorn

Masa kecewa karena menganggap ada capres tak paham dengan istilah unicorn

Image
News

Pakistan Meminta PBB Campur Tangan Redakan Ketegangan dengan India

India menyalahkan Pakistan terkait insiden tersebut.

Image
News

Dari Madura, Khofifah Pimpin Rapat Penataan Jawa Timur Lima Tahun ke Depan

Gubernur yang terpilih pada pilkada 27 Juni 2018 itu menggelar rapat kerja gubernur bersama bupati se-Madura di Bakorwil Pamekasan.

Image
News

Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Drama dan Lagu

Iriana menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, pornografi, dan hoaks serta promosi kesehatan dan kebersihan via drama, lagu, kuis.

Image
News

BMKG Sebut Fenomena 'Super Snow Moon' Dapat Terlihat di Banjarnegara

"Super snow moon" dapat diamati pada hari selasa (19/2/2019) malam dari seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Banjarnegara.

Image
News

Pengamat Sebut Jokowi 'Gentlement' karena Akui Salah Kutip Data Debat

"Pak Jokowi sudah menunjukkan sikap gentlement. Dia mengklarifikasi, menyampaikan kepada publik bahwa dia salah dalam mengutip data,"

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Jokowi Pernah Kerja Bareng Prabowo, Hasto: Artinya Pak Jokowi Itu Pengalamannya Luas

"Mau kerja di industri mebel atau Aceh itu enggak ada persoalan, yang penting ini menunjukkan kualifikasi dari Pak Jokowi sebagai pemimpin"

Image
News

Orang Tua Harap Messi Bisa Jadi TNI

"Saat itu, Kopda Devry diminta tolong oleh saudara Geri"

trending topics

terpopuler

  1. Catat, Tanggal 19-20 Februari Hindari Ruas Jalan Berikut Ini

  2. Fenomena Super Snow Moon, BMKG Minta Masyarakat Waspada

  3. Komik Ini Pasti Bikin Jera Perokok yang Merokok Sambil Berkendara

  4. Tak Percaya Jokowi Bangun 191 Ribu Km Jalan, BPN Prabowo-Sandi Diajari Warganet Soal Usus Manusia

  5. Supermoon Terbesar Tahun Ini Akan Muncul Nanti Malam

  6. WNA yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Kini Mengaku Disiksa di Lapas

  7. Caleg PDIP Berjoget di Atas Sajadah, JS Prabowo: Mungkin Itu Sajadah Bekas, Tapi Tetap Tidak Etis

  8. Potret Ani Yudhoyono saat Berjemur Matahari di RS Singapura

  9. Sri Mulyani Bengong, Dua Bulan Jelang Pemilu Ekonomi Indonesia Malah Menguat

  10. 5 Potret Kenangan Roberto Baggio, Legenda yang Baru Saja Berulang Tahun ke-52

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Rajin Jaga Kesehatan, 10 Potret Sandiaga Uno Berolahraga

Image
News

10 Potret Jalaluddin Mannagalli, Putra Khofifah yang Keren Abis

Image
News

7 Potret Bobby Nasution Momong Sedah Mirah, Kebapakan Banget!