image
Login / Sign Up
Image

Pangi Syarwi Chaniago

Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Menuju Pilpres 2019

Image

Capres nomor urut 1 Joko Widodo (kiri) berbincang dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kanan) saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut dibuat untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA guna menjaga terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Narasi kampanye pilpres 2019 masih jauh dari substansi, sangat dangkal gagasan, berkutat pada perang diksi yang minim isi. Situasi ini menganggu kualitas demokrasi substansial akibat degalan politik murahan yang tak mutu.

Perang saling sindir ini dilakukan dengan melontarkan diksi dan frasa seperti politik sontoloyo, politik kebohongan, politik gendoruwo, tampang Bayolali, budek/buta, tempe setipis ATM, impor ugal-ugalan dan lain-lain. Diksi dan frasa ini pada ujungnya mendapat hubungan aksi dan reaksi (kausalitas) yang justru membuat bising dan memekakkan di ruang opini publik.

Pertanyaan adalah, apakah politik saling sindir ini sentimen-nya positif terhadap citra kandidat atau justru mengembosi elektabilitas capres itu sendiri, dengan arti kata justru akan menjadi senjata makan tuan.

Presiden Jokowi mestinya menjaga konsistensi-nya yang terkenal dengan politik santun, tenang, tidak nyinyir, tidak suka menyerang, tidak menyindir dan tidak menuding yang pada pemilu 2014 mengantarkannya memenangkan pemilu.

Namun pada hajatan pemilu kali ini, sepertinya Jokowi memainkan taktik formasi menyerang. Kita tidak melihat Jokowi seperti yang dulu, terjebak pada politik reaktif namun belum masuk ke hal-hal yang lebih substantif.

Yang paling di-khawatirkan adalah Jokowi dikalahkan oleh dirinya sendiri (bunuh diri politik). Semakin banyak ngomong, semakin banyak salah, blunder dan memantik polemik.

Mestinya Jokowi fokus saja mem-promosikan kinerja dan prestasinya ke publik seperti infastruktur menjadi proyek andalannya sehingga masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya.

Kalau masyarakat tahu kerja nyata Jokowi, maka masyarakat puas (approval rating), kalau puas maka otomaticly memilih Jokowi dengan sendirinya. Tapi jangan coba-coba buka kotak pandora SARA, menyerang karakter pribadi atau fisik. Ingat, ketika masuk ke wilayah pusaran tersebut, tinggal menunggu waktu tenggelam dengan sendirinya. Baiknya Jokowi belajar kasus Ahok, dikalahkan oleh kata- kata dan dikalahkan oleh dirinya sendiri.

Patut diduga, narasi kampanye yang dangkal ini apakah memang sengaja didesain untuk mengarahkan para kandidat terjebak dalam perang kata-kata, saling sindir sehingga terjauh dari substansi (konten) persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Dengan kata lain, ini merupakan bagian dari strategi politik untuk mengalihkan perbincangan publik untuk tidak terlalu dalam masuk menyentuh persoalan yang lebih substantif karena ada pihak-pihak yang merasa khawatir bisa berpotensi merugikan kepentingan politiknya jika perdebatan politik mengarah pada hal-hal yang lebih substansi.

Sehingga rakyat digiring dengan isu murahan dan persoalan remeh temeh, konsekuensinya publik teralihkan perhatiannya dari persoalan nyata yang sedang dihadapi rakyat dalam kesehariannya.

Strategi politik semacam ini membuat publik tidak akan mendapatkan informasi yang cukup tentang kandidat, sehingga pada akhirnya alasan mereka menentukan pilihan hanya berdasarkan sentimen berkaitan suka atau tidak suka, bukan pada basis visi dan gagasan yang jelas.

Perang urat saraf dan politik saling sindir ini pada dasarnya tidak memberikan azaz kemanfaatan bagi masyarakat. Sementara pada saat yang sama rakyat sedang berkutat pada kesulitan ekonomi dan beragam persoalan lainnya.

Sehingga sangat tidak elok membuat kebisingan dengan memainkan sentimen publik, sementara pada saat yang sama kebisingan tersebut tidak memberi dampak apapun terhadap rakyat.

Menggapa Jokowi dan Prabowo memainkan gimik politik saling sindir? Apakah karena waktu kampanye pilpres cukup lama, atau memang capres dan cawapres yang ber-kontestasi kehilangan trayek imajinasi/narasi menjadi bangsa yang besar.

Mestinya perilaku politik Jokowi dan Prabowo sebagai capres berpanduan pada moral dan habitus politik yang baik. Bukan politik saling sindir, menyudutkan dan membuat polemik setiap pernyataan (statement) politiknya.

Oleh karena itu, keluarkan dan susun-lah kata-kata (diksi) yang meneduhkan, menyematkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bertarung, jangan justru sebaliknya membuat gesekan, memantik polemik, blunder politik sehingga ujung-nya bunuh diri politik.

Dan perlu diingat oleh pasangan capres-cawapres dan timnya bahwa mereka sebetulnya punya beban moral untuk menjaga keutuhan bangsa dengan tidak mempertajam pembelahan dan konflik sosial, sehingga sikap politik dari masing-masing kandidat dan timnya harus lebih arif dan bijak dalam membuat pernyataan politik. Semoga!

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Ini Nama Pengusaha Tionghoa yang Berikan Dana Kepada Prabowo

Image

News

Pengamat Transportasi Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak yang Sebabkan Kecelakaan

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Sisa Masa Kampanye, Sandi Akan Fokus di Jawa Tengah

Image

News

Menuju Pilpres 2019

DPW PAN Kalsel Deklarasikan Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Kepindahan Markas Prabowo-Sandi Pacu Semangat RJB Jateng Menangkan Jokowi

Image

News

Timses Jokowi Tuding Tim Prabowo-Sandi Sebar Isu Jokowi PKI

Image

News

Pilpres Seperti Main Basket, Sandiaga: Kalah Dulu Menang Kemudian

Image

News

Gangguan Jiwa Boleh Nyoblos, Habiburokhman: Jangan Sampai Suara Mereka Dimanipulasi

Image

News

Masyarakat Cenderung Permisif dengan Praktik Politik Uang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Dalami Terbakarnya Ruang Ketua KPU Barito Selatan

Penyebab terbakarnya ruang ketua KPU sedang didalami dan diselidiki.

Image
News

BPBD Dirikan Pos Penanganan Darurat Bencana di Magetan

Sesuai Surat Keputusan Bupati (Magetan) pos PDB tersebut beroperasi mulai 30 November 2019 hingga 27 Februari 2019.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ini Nama Pengusaha Tionghoa yang Berikan Dana Kepada Prabowo

Prabowo mendapat dana sebesar Rp 435 juta. Dari jumlah tersebut, salah satu peserta yang hadir bernama Kasidi yang akrab disapa Ahok.

Image
News

Blunder Politik Prabowo saat Tampil di Reuni 212

Prabowo harus minta maaf kepada umat Islam.

Image
News

Hari Ini Akan Terjadi Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta

Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Image
News

PKS Nilai Hutang BPJS Capai Rp8,02 Triliuan Jadi Ancaman Serius Layanan Kesehatan bagi Rakyat

Fraksi PKS DPR bisa jadi akan mengusulkan penggunaan Hak DPR dengan membentuk Pansus BPJS.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Hadiri Diskusi di IPB, Sandi Minta Pemerintah untuk Benahi Data Pertanian

Konsep yang kita tawarkan jelas harus benahi dulu datanya, sehingga kita tahu data tersebut bisa digunakan membuat kebijakan untuk petani.

Image
News

Pelaku Pembongkaran Rumah Ditembak Polisi Karena Berusaha Melawan

Pihaknya langsung mencari informasi tentang keberadaan pelaku. Dan aparat kepolisian mendapat informasi terkait keberadaan pelaku.

Image
News

BPBD Minta Masyarakat Lebak Waspadai Hujan Dini Hari Guna Antisipasi Bencana

Dan curah hujan tersebut berpotensi terjadi bencana banjir dan longsor.

Image
News

Pengamat Transportasi Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak yang Sebabkan Kecelakaan

Pemerintah daerah maupun Pemerintah pusat bisa dikenakan sanksi jika membiarkan jalan rusak, sehingga mengakibatkan jatuh korban.

trending topics

terpopuler

  1. Ingin Tahu IQ Wakil Ketua DPR, Fadli: Saya Juara Umum dari Kelas 1 SD...

  2. Saidiman: Suka Saya Melihat Keluarga Ini, Tidak Berlebihan

  3. Kaesang Pangarep Protes ke Jokowi, Bos Sang Pisang Malah Diledekin Warganet

  4. Ma'ruf Amin Dilarang Kampanye

  5. Aljazair Jadi Negara Muslim Pertama yang Lakukan Beatifikasi

  6. Pantai di Yunani ini Jadi Salah Satu yang Terbaik di Dunia

  7. 10 Potret Cut Hawwa, Putri Shireen Sungkar yang Bikin Gemas

  8. Lewat Babi, Ilmuwan Jepang Ciptakan Pankreas Manusia

  9. Ada Cinta Di Lapas Kelas I Cipinang, Satu Napi Berhasil Kabur Dibantu Petugas

  10. Motret Keluarga Jokowi, Tompi: Melihat Sendiri Bagaimana Beliau Maknai Keluarga

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Narasi Capres yang Dangkal dan Tak Berkelas

Image
Ujang Komarudin

Adu Kuat Jokowi versus Prabowo

Image
M. Dwi Cahyono

Dongeng Ken Dedes, Pararaton dan Polowijen

Image
Lukni Maulana

Nh. Dini, Hidup dan Berkarya dalam Sunyi

Wawancara

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (1)

"Asian Games Membuat Olahraga Bukan Hanya Sepakbola dan Bulutangkis"

Image
Ekonomi

Tak Hanya Cari Keuntungan, LMAN Juga Berikan Manfaat Pembangunan

Image
Ekonomi

Rahayu Puspasari, Nahkoda LMAN yang Berjiwa Milenial

Sosok

Image
Ekonomi

Twitter Indonesia Umumkan Jokowi Sosok Paling Populer

Image
Hiburan

Dulu Hanya Penikmat Kartun Koran, Kini Karya Kartunis Arif Diakui Dunia

Image
Ekonomi

Tukangi SKK Migas, Mantan Dirut Pertamina Makin Bersinar di Usia Senja