image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Membidik Amien Rais

Image

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua dewan kehormatan PAN Amien Rais hadir dalam pertemuan di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Pertemuan tersebut merupakan agenda silahturahmi para tokoh politik. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Sebagai tokoh oposan, Amien Rais kerap mengritik keras kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Kritikan Amien Rais tentu membuat pemerintah geram, marah, dan bisa saja meng-kick balik serangan dari Amien Rais tersebut. Karena keras dan seringnya Amien Rais mengkritik pemerintah, dengan segala cara pemerintah dengan semua instrumen yang dimilikinya bisa saja memukul balik Amien Rais.

Terlebih-lebih Amien Rais juga merupakan tokoh sentral dibalik gerakan damai 212 yang fenomenal dan berada dalam gerbong Prabowo-Sandi. Menjadi pihak yang berlawanan dengan pemerintah tentu memiliki banyak resiko. Resiko dikerjai dan dibully merupakan makanan sehari-hari bagi para kritikus seperti Amien Rais.  

Amien Rais mungkin sudah siap dengan semua resiko yang akan dihadapinya. Berhadap-hadapan dengan pemerintah menjadi keniscayaan baginya. Mungkin juga Amien Rais sudah merasa akan dibidik sejak lama. Mulai dari tuduhan menerima aliran uang haram yang dikait-kaitkan dengan dirinya. Padahal tidak terbukti. Sampai kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang diulik polisi.

baca juga:

Kita tentu masih percaya dengan institusi kepolisian. Institusi kepolisian harus bekerja profesional dan bekerja berdasarkan norma-norma keadilan. Siapapun di republik ini bisa diperiksa oleh penegak hukum tanpa kecuali. Termasuk Amien Rais. Namun pemeriksaan tersebut haruslah benar-benar untuk mengakkan keadilan. Bukan yang lainnya. Apalagi atas dasar pesanan atasan. Bekerja demi bangsa dan negara lebih membanggakan, daripada bekerja hanya untuk kepentingan atasan.

Keadilan harus ditegakkan bagi siapapun. Dan polisi jangan main dan masuk wilayah politik. Fokus pada penegakkan hukum yang adil bagi setiap warga negara. Karena jika polisi sampai main mata apalagi bekerja berdasarkan pesanan, maka pertaruhannya sangat besar. Kita mendukung polisi yang jujur dan bekerja untuk bangsa dan negara. Bukan bekerja demi penguasa dan kekuasaan.

Karena jika sampai kepolisian dalam menangani suatu perkara berbuat tidak adil, tebang pilih, dan bekerja atas dasar tekanan dari atasan, maka kasihan bangsa ini. Negara ini butuh polisi yang kuat dan independen dalam menjalankan tugasnya. Bangsa ini akan rusak, jika polisinya rusak dan bangsa ini akan jaya, jika polisinya baik. Kita masih percaya dan akan selalu percaya bahwa polisi akan bekerja secara profesional.

Tokoh oposisi seperti Amien Rais dibidik itu soal biasa. Kesalahnnya dicari-cari juga soal biasa. Namun yang luar biasa dan berbahaya jika institusi penegak hukum dijadikan alat untuk membidik seseorang. Kita percayakan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang menyeret-nyeret nama Amien Rais hingga diperiksa sebagai saksi ke pihak Polda Metro Jaya. Kita semua yakin dan percaya pihak kepolisian bekerja dengan baik dan profesional.

Pihak kepolisian memeriksa Amien Rais tentu sudah diperhitungan dengan matang dan berdasarkan laporan masyarakat. Bola panas pemeriksaan Amien Rais jangan sampai menjadi liar. Sebagai warga negara yang baik Amien Rais sudah datang untuk memenuhi pemeriksaan polisi. Dan sebagai penegak hukum, polisi juga harus adil kepada siapapun termasuk kepada Amien Rais. Dengan hadirnya Amien Rais memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet, menjadikan Amien Rais sebagai negarawan. Dan dengan enjoynya Amien Rais saat diperiksa oleh penyidik, menandakan polisi bekerja dengan profesional.

Aksi Kawal Amien Rais saat Diperiksa Polda Metro. AKURAT.CO/Sopian

Begitu cepatnya pihak kepolisian dalam memanggil dan memeriksa Amien Rais. Dan itu menjadi hak dan kuasa dari pihak penyidik. Dikasus yang lain. Mengapa pihak kepolisian, lama dan tidak pernah memeriksa Megawati yang telah dilaporkan masyarakat dalam hal penodaan agama. Mungkin karena Amien Rais sedang menjadi oposan sehingga harus dibidik dan dijinakan. Sementara Megawati sedang berkuasa. Sehingga sulit dan tidak tersentuh hukum. Tapi apapun itu, kita harus husnudzon kepada pihak kepolisian.

Keadilan harus ditegakkan. Ya, keadilan harus ditegakkan. Tak peduli kepada siapapun. Entah kepada mantan Ketua MPR RI, mantan Presiden RI, anggota DPR RI, atau siapapun yang bermasalah di negeri ini. Jika hukum tidak ditegakkan dengan adil, maka tunggulah kehancuran sebuah negara. Dan jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum. Hukum harus tegak siapapun penguasanya. Penguasa boleh silih berganti. Namun penegakkan hukum di republik ini jangan sampai mati.

Sangat banyak anggota Bhayangkara di negeri ini yang berhati jernih, berpikiran positif, dan bertindak untuk kebaikan. Jadi kita berharap kasus kebohongan Ratna Sarumpaet tersebut diselesaikan dengan tuntas dan seadil-adilnya. Indonesia akan baik dan maju jika pihak kepolisian menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. Lupakan pesanan dan tekanan atasan. Walaupun jabatan taruhannya. Dan Lupakan sogokan. Walaupun harus hidup penuh kesederhanaan.

Pemeriksaan Amien Rais tentu berdampak politik. Bukan hanya kepada Amien Rais secara pribadi. Tetapi juga kepada pasangan Prabowo-Sandi. Karena bagaimanapun Amien Rais merupakan tokoh sentral dalam kubu Prabowo-Sandi. Ratna Sarumpaet memang hebat, sekali berbohong banyak orang terserempet dan banyak tokoh terkibuli. Kebohongannya menjadi isu seksi dalam menjatuhkan kredibilitas dan elektabilitas Prabowo-Sandi. Cukup hanya dengan Ratna Sarumpaet, kubu Prabowo-Sandi terpepet.

Suka atau tidak suka. Senang atau tidak senang. Tahun politik telah diwarnai oleh aneka warna hoaks. Hoaks sangat berbahaya dan membahaya bagi siapapun. Termasuk bisa menghancurkan suatu negara. Anehnya jagat media sosial kita diwarnai dan dipenuhi dengan pertentangan, nyinyiran, dan hoaks yang merusak. Hoaks masih merajalela. Agar bangsa tetap terjaga, solusinya adili para penyebar hoaks, siapapun dan apapun latar belakangnya.

Jangan-jangan hoaks diproduksi dan dikelola dalam rangka untuk menjatuhkan lawan politik. Hoaks disebarkan untuk memfitnah dan menghantam kubu lawan. Hoaks disengaja untuk dikembangkan menjadi sebuah industri di dunia politik kita. Jika bangsa ini mau besar dan jaya, maka stop-lah hoaks. Seorang warga negara yang baik dan seorang politisi yang berjiwa negarawan tidak akan dan tidak mau untuk menebar hoaks.

Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet telah membawa-bawa Amien Rais keranah hukum. Walaupun diperiksa hanya sebagai saksi. Namun sudah cukup bagi lawan politik Amien Rais untuk bisa tersenyum sumringah dan penuh keceriaan. Amien Rais adalah target. Membidiknya adalah keniscayaan. Target untuk dibungkam agar diam. Dan hanya dengan melalui instrumen hukum seorang tokoh bisa ditaklukan dan dikendalikan. Hukum dan penegak hukum jangan menjadi alat kekuasaan. Biarkan hukum menemukan jalannya. Seperti cinta akan menemukan jalannya.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

News

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image

News

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image

News

Ngeri-ngeri Sedap Pemilu 2019

Image

News

Rasmu tidak menentukan Islammu!

Image

Ekonomi

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image

News

Jurus Baru Penyelamatan Data Pemilih

Image

News

Kolom

Jebakan Demokrasi

Image

News

Antisipasi Kecurangan Pemilu 2019

Image

News

Kolom

Hantu Debat Perdana

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Pertanyakan Kongres Nasdem

"Sudah suatu kewajiban di dalam AD/ART bahwa kepemimpinan baik di DPD, Dewan Pertimbangan, Dewan Pakar dan DPP harus dilaksanakan 5 tahun"

Image
News

Tanggapi Penolakan, Tengku Zulkarnain: Spanduk Provokatif Buatan Kelompok Pengecut Kepanasan

Tengku Zulkarnain menyebut pemasang spanduk tersebut sebagai pengecut yang mengatasnamakan elemen masyarakat Islam.

Image
News

Selandia Baru Segera Larang Peredaran Senjata dengan Spesifikasi Militer

Kebijakan ini diikuti dengan skema pembelian kembali bagi para pemilik senjata

Image
News
Menuju Pilpres 2019

TKD Siapkan 16 Ribu Orang Saksi untuk Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumatera Barat

Para saksi yang telah ditunjuk ini juga dapat bekerja sebagai tim sukses meyakinkan masyarakat untuk memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Image
News

Korban Selamat Topan Idai Putus Asa Harapkan Bantuan

Sebagian dari mereka memperbaiki atap logam mereka, sementara yang lain mengikat ranting pohon pinus untuk tidur di bawahnya.

Image
News

Polisi Tanggapi Pernyataan Wiranto Soal Penyebar Hoaks Bisa Dijerat UU Terorisme

Harus ada bukti pelaku terlibat dengan jaringan terorisme.

Image
News

Anggota DPRD Usulkan MRT Gratis Khusus Buat Warga Jakarta sampai Akhir Tahun

MRT rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Saat ini, pembahasan tarif masih dibahas.

Image
News

Tanggapi Pernyataan Mahfud Soal Kursi 5 M, Rektor UIN Alauddin: Itu Pernyataan Ngawur

"Maka saya terpilih sebagai rektor yang dipilih oleh senat dan selanjutnya dilantik oleh Menteri," Musafir Pababbari menambahkan.

Image
News

Topan Idai Telan 217 Korban, Upaya Penyelamatan Terus Berlangsung

Beira adalah kota di Mozambik yang terdampak paling parah akibat bencana tersebut

Image
News

Di Surabaya, KPK Periksa 12 Orang Terkait Kasus Suap Jabatan di Kemenag

"Tim mendalami proses seleksi yang dilakukan untuk mengisi jabatan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur"

trending topics

terpopuler

  1. Buntut Pernyataan Mahfud di ILC, Rektor UIN Syarief Hidayatullah Didemo Mahasiswa

  2. Survei Litbang Kompas Berpolitik? Ini Analisis Denny JA

  3. Punya 4 Anak, Ririn Dwi Ariyanti Belum seperti Emak-emak

  4. Dirut Cantik Pertamina Tersinggung Dituduh Rugi, Pengamat: Jangan Sewot Dong!

  5. Berhasil Selamat Dari Kekerasan Berujung Maut, Ibunda Tsania Marwa Sangat Bersyukur

  6. Program OKE OCE Agak Sadis Kalau Dibilang Gagal, Misbakhun: Sebut Saja Kurang Berhasil

  7. 10 Potret Blusukan Dico Ganinduto, Suami Chacha Frederica saat Kampanye

  8. Bun, Bedak Tabur Ternyata Tak Baik untuk Kesehatan si Kecil

  9. 4 Manfaat Bermain Game yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

  10. Soal Sawit, Menko Luhut: Kami Bukan Negara Bodoh, Jangan Dikte Kami Tentang Lingkungan!

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Momen Manis Amien Rais saat Momong Cucu

Image
News

10 Momen Manis Djarot Saiful Hidayat Bersama Istri, Bak Pengantin Baru!

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu