image
Login / Sign Up
Image

DAMAI MENDROFA

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah & kontributor daerah AKURAT.CO wilayah Sumatera Utara.

Hoaks Ratna, Jurnalisme, dan Kesalahan Persepsi

Image

Aktivis ratna Sarumpaet mengadakan jumpa media untuk mengklarifikasi berita pemukulan di kediamannya di kawasan Kampung Melayu Kecil 5, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Ratna Sarumpaet mengakui bahwa berita tentang pemukulan yang terjadi pada 21 September silam adalah bohong. Fakta yang sebenarnya ibunda dari Atiqah Hasiholan itu melakukan operasi sedot lemak pada bagian wajah. Karena terlanjur cerita kepada anaknya bahwa itu adalah pemukulan, maka berita tersebut kini menyebar luas. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Hoaks memuncaki pentasnya. Pelakunya merupakan aktivis dus seniman pentas sekaliber Ratna Sarumpaet. Pegiat isu perempuan dan isu korupsi sejak lawas dan dikenal oleh banyak aktivis lain bahkan di luar negeri karena dedikasinya. 

Sadis, cadas, memalukan dan entah apalagi ucapan yang pantas dialamatkan kepada Ratna saat titik klimaks drama itu berakhir. Hujatan dari warga dan warganet Indonesia yang dikenal paling kejam di dunia mengalir deras bak tsunami dan gempa dahsyat: bertubi-tubi nyaris tak mau sepi.

Ulah Ratna, mengorbankan emosional jutaan anak bangsa yang bergelut dalam beberapa hari sejak kebohongan dikemas oleh Ratna sendiri sebagai sebuah kebenaran. Anak-anak negeri ini berada pada blok pembelaan terhadap Ratna dan blok penuh kecurigaaan.

baca juga:

Debat panjang semakin mengkristal menyusul pernyataan-pernyataan para elit bangsa yang terbawa arus dan seolah berada di lokasi kejadian saat Ratna di keroyok. Video pernyataan disebar, pernyataan di hadapan wartawan diungkap. Sialnya, Capres Prabowo dan Cawapres Sandiaga Uno juga ikut mengeluarkan pernyataan. Lalu ada sederet nama lain, termasuk Amien Rais, Djoko Santoso, Fadli Zon, Fahri Hamzah. Blok kian jelas, gerbong-gerbong Pilpres pun terseret-seret.

Padahal khilafnya (atau mungkin disengaja khilafnya) cuma satu. Cek dan ricek yang tak dilakukan. Lalu belakangan, Ratna membuka suara. Ia berbohong, mengarang cerita, ia berdusta. Ia beralasan kekerasan itu hanya untuk konsumsi ia dan anak-anaknya. Tapi dibalik itu ia juga mengaku kali ini sebagai pelaku hoaks. Air matanya ikut tumpah. Ia meminta maaf dan menyebut mendapat bisikan setan.

Dimaafkan? Sebagian ya, tapi sebagian lagi tidak. Pelaporan dialamatkan ke Polri: Ratna Sarumpaet harus diganjar hukuman setimpal. Belakangan ia ditangkap dan akan di proses hukum. Pasal dalam UU IT dikenakan.

Menyoal Ratna dan pentas drama hoaksnya tidak melulu urusan politis penuh drama dan beririsan dengan Pilpres, Pileg dan tetek bengek politik. Ada urusan lain yang tak kalah penting! Yakni persepsi di masyarakat yang belum lurus. Ketika wartawan dan media online dibawa-bawa dan disebut-sebut menjadi dalang menyebarnya berita hoaks Ratna. Jurnalis kali ini jadi korban telak dari kesalahan fatal dari persepsi itu!!!

Kalimat-kalimat latah suka-suka berkembang di tengah karakteristik warganet Indonesia yang kejam dan tanpa ampun mempersalahkan media dan kalangan jurnalis yang menuliskan pernyataan-pernyataan Ratna sebelum kebohongan itu terbongkar.

Begini kira-kira pernyataan yang kerap muncul dari warganet:

"Media penyebar berita hoaks Ratna harus diusut"

Atau ada lagi pernyataan begini:

"Media-media online itulah semuanya penyebarnya utamanya (hoaks Ratna-red),".

Tapi mari kita mulai membedah. KBBI Daring dalam laman resminya https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/berita: cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; laporan; pemberitahuan; pengumuman.

Dari pengertian tersebut, maka berita berdefenisi luas dan tidak dikerangkeng sebagai produk jurnalistik semata. Karena itu, masyarakat awam, warga dan warganet juga bisa menyajikan sebuah berita.

Pengertian selanjutnya yakni tentang hoaks sebagaimana dijelaskan dalam laman https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/hoaks, menyebut hoaks sebagai berikut: berita bohong: mereka mengumpulkan -- yang lalu lalang di banyak milis. Sementara itu, defenisi berita dijelaskan: cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat: laporan: pemberitahuan; pengumuman.

Dari pengertian tersebut menurut penulis, maka hoaks adalah sebuah proses mengumpulkan sesuatu dari banyak informasi, dari banyak pernyataan, dari banyak sumber. Proses pengumpulan ini dilakukan dengan sengaja secara bersama-sama dalam sebuah kesadaran kelompok atau pribadi dalam rangka memproduksi sebuah kebohongan.

Lalu mari kita bandingkan dengan pekerjaan Jurnalis atau wartawan atau pewarta atau sebutan lain. Di laman yang sama disebutkan bahwa Jurnalis adalah: Orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita dalam surat kabar dan sebagainya; wartawan. Lalu wartawan juga didefinisikan sebagai berikut: orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi; juru warta; jurnalis. Dalam konteks wartawan dan Jurnalis, sebagai sebuah profesi, maka ianya diatur dengan UU nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik yang mengikat.

Dua hal disebut diatas, sama tapi tak serupa. Sama-sama memproduksi berita, dan informasi. Kesamaan lain adalah ketika pembuat hoaks dan jurnalis kini sama-sama bergerak di tengah geliat teknologi yang serba canggih: internet.

Namun dari kesamaan itu, perbedaan keduanya begitu banyak dari caranya bekerja dan orientasinya. Dari caranya bekerja, pertama pembuat hoaks memproduksi berita dengan mengumpulkan hal-hal yang belum menjadi fakta dan masih opini atau asumsi dan menjadikannya sebagai sebuah fakta. Sementara jurnalis memproduksi berita dari fakta menjadi fakta.

Keduapembuat hoaks memproduksi berita tanpa kebenaran yang terkonfirmasi. Sementara jurnalis memproduksi berita dengan narasumber terkonfirmasi dan data yang faktual.

Ketiga, pembuat fakta tak punya etika meski sering dibumbui estetika ilutif, sementara Jurnalis bekerja dengan diatur UU nomor 40 tahun 1999 serta dijaga oleh kode etik ke-profesian yang dipadu dengan estetika yang mendidik. Dan keempat, pembuat hoaks bukanlah profesi sementara jurnalis adalah pekerjaan profesi yang penuh dengan batasan-batasan.

Sementara dari sisi orientasi, perbedaan keduanya dimana pembuat hoaks memproduksi kebohongan dengan tujuan agar kebohongan menjadi kebenaran dan mempengaruhi banyak orang. Sementara jurnalis memproduksi informasi-informasi dari fakta dengan tujuan munculnya berita fakta serta munculnya fakta-fakta baru.

Dari perbedaan keduanya, maka tersimpulkan bahwa sejatinya pembuat berita hoaks bukanlah jurnalis, sementara produk jurnalistik tidak pernah memproduksi berita hoaks. Pun ini bukan mengartikan seorang jurnalis tidak berpotensi menjadi aktor menjadi pembuat berita hoaks. Tapi ketika jurnalis sebagai pelakunya dan bekerja di luar rel kode etik dan undang-undang, maka berita tersebut bukanlah produk jurnalistik, tapi sampah.

Dalam kasus Ratna, jurnalis dan media yang memberitakan pernyataan Ratna secara tegas penulis sebut tidak memproduksi berita hoaks. Melainkan memproduksi fakta pernyataan dari Ratna Sarumpaet. Sementara, Ratnalah memproduksi hoaks dan kebohongan dan menyampaikannya dengan penuh drama kepada jurnalis dan media. Apakah tidak terjadi cek dan ricek dari jurnalis dan media? Jawabannya dilakukan! Jurnalis dan media mencari kebenaran itu dengan berangkat dari framing nalar jurnalismenya dan dituntun kode etiknya. Konfirmasi kepolisian, pencarian fakta kepada pihak rumah sakit dan meminta pendapat pakar atau dokter. Close!!. Jurnalisme dalam kasus Ratna tidak memproduksi berita hoaks.

Bagaimana dengan viralnya pengakuan Ratna yang menggelinding bak air bah dan memunculkan asumsi liar dan melabrak etika bahkan estetika? Dan bagaimana tudingan warganet yang menyebut media-media online lah yang menjadi penyebabnya?

Maka mari kita telusuri arti viral dan bagaimana ia bekerja. Kembali pada defenisi KBBI: maka viral di diartikan sebagai sesuatu berkenaan dengan virus;  bersifat menyebar luas dan cepat seperti virus:

Dari pengertian itu, maka terdefenisikan bahwa berita viral adalah proses menyebarnya sebuah berita secara meluas dengan waktu yang cepat. Dengan  teknologi kekinian, proses persebaran berita dan informasi ini didukung dengan kemajuan teknologi yang serba canggih: internet.

Dalam kasus Ratna, alurnya kira-kira begini: Ratna mengeluarkan pengakuan dikeroyok > dianiaya (sebelum kebohongan terungkap) > (internet dan media sosial) > diterima elit sebagai sebuah kebenaran > (internet dan media sosial) > diterima Jurnalis/media sebagai sebuah kebenaran dan fakta (berdasarkan pernyataan Ratna dan elit dan fakta empirik sementara berupa foto lebam) > (internet dan media sosial) >viral > cek dan ricek jurnalis/media-polisi-rumah sakit-pakar kedokteran > (internet dan media sosial) > terungkap!!! Ratna mengaku bohong > Jurnalis dan media juga memberitakan pengakuan bohong Ratna > dan case close!!.

Dari rangkaian tersebut, terdapat tahapan dan proses dimana informasi yang disampaikan Ratna dalam framing jurnalis adalah sebuah berita yang musti disebarkan. Mengapa menjadi konsumsi pemberitaan bagi jurnalis dan media? Selain disebabkan Ratna adalah aktivis terkenal, vokal dan terlibat banyak di kancah perpolitikan dan seni, faktor lain yakni terjadinya kekerasan terhadap perempuan, sudah tua pula dan tentu memunculkan daya tarik empati yang kuat. Publik harus digugah.

Dalam konteks ini, jurnalis dan media dengan menjaga standar profesionalitasnya bekerja dengan bertanggung jawab? Jurnalis bekerja memberitakan informasi bernilai berita yang disampaikan oleh Ratna dan yang dibenarkan oleh kalangan elit yang terpercaya serta kredibel. Jurnalis dan media menyebarkannya menjadi informasi publik.

Pertanyaan yang kemudian juga cukup mendasar adalah, apakah setiap berita yang ditulis jurnalis dan media berkategori viral? Tentu tidak, informasi dan berita akan memenuhi unsur-unsur viral ketika didukung beberapa faktor,misalnya tingkat keterkenalan tokoh, tingkat bombastisnya sebuah peristiwa yang diberitakan, hangatnya isu yang sedang diberitakan dan orientasi si pembuat berita atau informasi awal.

Viralnya sebuah peristiwa juga tidak melulu adalah kabar bohong atau hoaks. Berbagai peristiwa, pernyataan dan informasi yang meski bukanlah produk jurnalistik, menyajikan fakta dan kebenaran.

Dan penegasan terakhir penulis, jurnalis sejatinya tak punya ruang memproduksi berita hoaks ketika bekerja sesuai UU dan kode etik. Dan bahwa berita hoaks jika dilakukan oleh jurnalis maka tidak layak disebut sebagai produk jurnalistik.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

Facebook Messenger Diperbarui Dengan Balasan Berulir

Image

News

Jokowi Klaim Berhasil Bantah Empat Isu Hoaks

Image

News

Di Hadapan Pendukungnya, Jokowi: Jangan Diam, Lawan Hoaks!

Image

News

Sindir Kubu Prabowo-Sandi, TKN: Mereka Merasa Lebih Mulia dari Nabi

Image

News

GP Ansor Deklarasi Perang Lawan Hoaks dan Fitnah

Image

Iptek

Upaya Baru Cegah Hoaks dari WhatsApp, Cek 2 Fitur Barunya

Image

Iptek

Facebook Eratkan Hubungan Antara Konten Kreator dengan Platform

Image

News

Pemilu 2019

Bawaslu Bakal Tegas Soal Aturan Kampanye di Media Sosial

Image

Iptek

Cegah Hoaks, Platform Vidio Batasi Konten Hanya dari Partner

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hari Ini, Jaksa KPK Bacakan Tuntutan Terhadap Irwandi Yusuf

Jaksa KPK mendakwa Irwandi telah menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar.

Image
News

Parpol dan Caleg Tak Manfaatkan Hari Pertama Kampanye

Pada Minggu (24/3) tidak ada pemberitahuan surat yang masuk.

Image
News

MPR Imbau Kontestan Pemilu Tak Bawa Isu SARA saat Kampanye Terbuka

ara kontestan pemilu serentak tidak mengusik atau membawa-bawa isu SARA yang berpotensi memecah belah bangsa

Image
News

Peresmian Ratangga Fase I dan Rencana Jokowi Perluas Jangkauan MRT hingga Luar Jakarta

Kehadiran moda angkutan massal canggih ini oleh Gubernur Anies diklaim bisa menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota metropolitan modern.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Menggetarkan, Ini Sejumlah Fakta Kampanye Akbar Perdana Jokowi di Banten

Jokowi ingin kalahkan Prabowo di Banten.

Image
News
Angkutan Tempoe Doeloe

Delman Ibu Kota, Siap Dibina, Tak Siap Dibinasakan

Delman-delman itu biasanya dipakai untuk melayani wisatawan di sekitar Monumen Nasional atau Kota Tua.

Image
News

Hasto: Kebijakan Publik Jokowi-JK Bawa Perbuhan Total

Daya dan terobosan Presiden Jokowi yang ketika menjadi gubernur DKI mampu hasilkan kebijakan transportasi yang mengedepankan publik

Image
News
Angkutan Tempoe Doeloe

Sisa-sisa Kejayaan Delman Ibu Kota

Delman merupakan kendaraan beroda dua yang ditarik seekor kuda.

Image
News

Ini Alasan Sandi Memilih Kabupaten Sragen Saat Kampanye Terbuka

Kepada anak muda di seluruh pelosok negeri, termasuk Sragen bahwa kita memiliki potensi luar biasa

Image
News

TKN Sebut Prabowo-Sandi Didukungg Eks HTI

Semaki nyata Prabowo-Sandi didukung kelompok eks HTI. Indikasinya, keberanian mereka mengibarkan bendera HTI dalam kampanye Prabowo

trending topics

terpopuler

  1. Fakta-fakta Pembunuhan Perempuan Berjilbab dalam Mobil

  2. Kelakuan Norak Penumpang MRT Jakarta ini Jadi Sorotan, Jangan Ditiru

  3. Ahmad Dhani Mendekam di Penjara, Dul Jaelani: Sekarang Saya Cari Uang Sendiri

  4. Suami Sulaeha Masih Shock Mengetahui Istrinya Tewas di Tangan Rekan Dosennya Sendiri

  5. GARBI Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019

  6. Hasil Sementara, Jokowi Tumbang di Polling Denny Siregar

  7. Lucu! Begini Pengalaman Ruth Permatasari 'TJ' Naik MRT di London

  8. 5 Potret Keren Legenda Milan dan Liverpool, Menguak Memori Istanbul 2015

  9. Gunakan Dana Pribadi, KPP Datangi Rumah Warga untuk Menangkan Jokowi

  10. Bos MRT: Anggaran Fase II Senilai Rp22,5 Triliun dari Pinjaman Pemerintah Jepang

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru

kolom

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
News

Anto Purnomo, Sosok di Balik Sukses Evakuasi KRL 1722 di Bogor

Image
News

Sibuk Kampanye, 8 Potret Hangat Sandiaga Uno saat Luangkan Waktu Bersama Anak

Image
News

Serius Berpolitik, 10 Gaya Blusukan ala Dina Lorenza