image
Login / Sign Up

Lubuk Larangan Persaudaraan Lumut, Geliat Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Alam

Damai Mendrofa

Image

Suasana para pemancing di Lubuk Larangan Persaudaraan yang berada di Lingkungan X Ramayana, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO  Strike. Seorang pemancing bertopi dan menyandang ransel menarik ulur joran. Seekor ikan gurami rupanya menyantap umpan. Mata kail tersangkut di bibir gurami.

Pemancing beruntung itu berdiri di atas bongkahan batu di tepian sungai sambil menggulung tali nilon perlahan-lahan. Jika tergesa-gesa, ikan bisa saja lepas dan kembali berenang ke dasar sungai.

Tapi ikan itu letih bergeliat dengan nilon joran dan akhirnya pasrah saat masuk ke dalam tangguk. Pria itu lantas melempar senyum tipis, seperti melesatkan kebanggaan ke hadapan seratusan pemancing lain karena menjadi satu di antara yang paling beruntung hari itu.

baca juga:

Ikan berbobot sekitar 4 kilogram ia peluk erat. Sejenak memamerkannya kepada pemancing lain sebelum memasukkan ke Koja, jaring kecil yang ia gunakan sebagai tempat menyimpan ikan hasil pancingan.

"Tabo nai ate (enak kali ya)," celetuk seorang pemancing dari kejauhan menggunakan bahasa batak. Sementara sebagian lain bertepuk riuh dan bersorak-sorak memberi selamat kepada pria itu.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Dan, pria itu lagi-lagi beruntung. Tak lama setelahnya ia kembali strike. Kali ini ikan mas yang juga berbobot besar, ditaksir seberat ikan Gurami sebelumnya: 4 kilogram. Senyum tipisnya kembali mengembang. Ia kembali diberi aplaus pemancing lain dengan sorak-sorak.

Tak mau ketinggalan, seorang pemancing lain di seberang sungai juga berhasil strike. Ikan Bawal berbobot sekitar 6 kilogram berwarna kehitaman dengan sisik-sisik yang besar memakan umpan pemancing itu.

Buru-buru ia membawa ikan itu ke tepian sungai dan memasukkannya ke Koja. Orang-orang yang tadinya menonton di pinggiran sungai ikut berkerumun menyaksikan ikan bawal raksasa.

Saat memancing, waktu memang tak terasa bergerak cepat. Jam menunjukkan pukul 11.30 WIB di hari Minggu (23/9). Tapi hanya sedikit dari antara seratusan lebih pemancing yang beranjak dari tempatnya.

Mereka masih asyik melempar joran, lalu strike bergantian. Ikan-ikan jurung kecil adalah ikan paling lahap menyantap umpan di mata kail para pemancing. Sorak-sorak terus terdengar. Celetuk air saat mata pancing menyentuh permukaan air juga terdengar dramatis.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Padahal, sejak pukul 08.00 WIB, sebagian besar pemancing sudah berada di Lubuk Larangan Persaudaraan yang terletak di Lingkungan X Ramayana, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Aku malah udah dari jam lima subuh tadi sampai. Ada juga tadi malam jam dua belas udah sampai,” kata Madan Pasaribu (36), pemancing asal Desa Hapesong, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, kepada AKURAT.CO sembari menyantap makan siangnya di warung kecil di tepian sungai.

Sepengalaman Madan yang datang khusus menyalurkan hobinya, memancing di Lubuk Larangan memang harus datang lebih awal. Intinya, agar mendapatkan tempat memancing yang tepat.

“Karena sepandai-pandainya pemancing, kalau gak dapat tempat bagus, gak dapat ikannya," katanya.

Dukungan Kelestarian Lubuk Larangan

Madan adalah satu dari ratusan pemancing lain yang selalu berburu lokasi pemancingan, seperti di lubuk Larangan Persaudaraan di Kecamatan Lumut. Ia mengaku sangat mendukung agar lubuk itu tetap dijaga dan dilestarikan. Lubuk Larangan menurut dia menjadi ajang penyaluran hobi para pemancing seperti dirinya.

"Daripada main judi atau kemana-mana gak jelas, mending mancing. Tahun lalu juga mancing kesini, udah banyak tempat lah kalau mancing," tutur Madan.

Selain itu, Madan juga setuju jika keberadaan Lubuk Larangan menjadi penopang kelestarian hutan dan alam.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

"Lingkungan juga bisa terjaga, sungai gak dirusak, di Desa saya Hapesong juga ada lubuk larangan, ya dijaga kayak gini," katanya.

Siregar (51), penduduk Lingkungan III Kelurahan Lumut, kecamatan Lumut juga mengaku hal serupa. Ia yang bermukim di kelurahan dimana Lubuk itu berada akan memastikan Lubuk itu tetap dipertahankan.

“Sudah sepuluh tahun lebih ini. Pasti dipertahankan masyarakat, ini udah berapa, ratusan orang ini yang mancing, kalau peminatnya banyak lah,” kata Siregar.

Manfaat Lubuk Bagi Masyarakat

Abdul Haris Simanjuntak, Kepala Lingkungan X menjadi penanggungjawab pengelolaan Lubuk Larangan Persaudaraan. Ditemui saat meninjau para pemancing di tepian Lubuk, Haris menuturkan ihwal ‘Persaudaraan’ bagi penamaan lubuk itu.

“Kenapa kita kasih persaudaraan, kita ingin rasa persaudaraan di masyarakat kita itu makin terjalin,” tutur Haris.

Ia menceritakan berbagai manfaat-manfaat dan keuntungan yang telah didapatkan masyarakat sejak lubuk tersebut dilarang dan dikelola, terutama bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Di antaranya, warga lingkungan yang kini sudah memiliki tanah wakaf sendiri, berhasil membeli teratak pesta sebanyak dua kavling yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga serta bisa dipinjamkan ke masyarakat di luar lingkungan.

“Ada juga keranda mayat. Ke depan masjid di sini belum serah terima dengan masyarakat, nanti akan kita selesaikan, sampai puncaknya nanti pengadaan air bersih. Kita akan buat mata air sendiri, insyaallah kita akan mengalokasikan dari hasil Lubuk Larangan ini,” beber pria berjambang dan berkumis ini.

Ia mencontohkan potensi pemasukan desa yang akan diperoleh pada pembukaan lubuk kali ini. Sedikitnya 250 orang telah mendaftarkan diri untuk memancing dan telah menyerahkan pembayaran tiketnya.

“Bagi masyarakat lokal dikenakan tarif Rp50 ribu dan pemancing luar sebesar Rp100 ribu. Jadi ada taksasi yang terkumpul sekitar Rp25 juta,” kata Haris.

Selain keuntungan dalam bentuk uang, jadwal panen bersama yang digelar bersama-sama seluruh warga lingkungan juga bermanfaat. Hasil tangkapan saat panen bersama akan dibagi secara merata kepada seluruh warga di lingkungan itu untuk dikonsumsi.

Lubuk Larangan Sebagai Ikon Pelestarian Alam

Haris menjelaskan belasan tahun lalu lubuk larangan itu tak dimanfaatkan. Sungai hanya sekedar pembuangan limbah, khususnya dari rumah tangga terutama kotoran manusia.

Sadar dengan kerusakan itu, masyarakat akhirnya menyepakati agar sungai itu dijadikan sebagai Lubuk Larangan dan dijaga dengan memberlakukan aturan ketat. Diantaranya pengenaan denda bagi yang memancing diluar jadwal panen yang ditetapkan, yakni setiap bulan September tiba.

“Jadi kalau orang dalam (warga lingkungan) kena denda administrasi Rp4 juta dan orang luar Rp7 juta. Jadi sungai ini sangat dijaga karena manfaatnya sangat dirasakan,” kata Haris.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Soal keberadaan ikan-ikan di Lubuk Larangan, Haris menerangkan adalah hasil dari kekayaan alami yang terkandung di dalam sungai. Keragaman ikannya kemudian didukung bibit-bibit ikan yang ditabur oleh warga.

Meski masih saja ditemukan sampah-sampah plastik di beberapa tempat, kini kejernihan air di Lubuk Larangan itu kian terjaga. Terbukti, ikan-ikan di lubuk itu bisa dilihat dengan kasat mata berenang-renang di kedalaman air.

“Ya seperti bapak lihat sendiri, kalau namanya kotoran manusia tidak pernah lagi Nampak. Karena ini semua kan dimanfaatkan masyarakat dan sekarang sudah tak nampak lagi (kotoran)” kata Haris.

Potensi Obyek Wisata

Haris mengatakan pembukaan lubuk larangan yang dilakukan setiap tahun berhasil menarik minat para pengunjung. Menurut dia yang datang setiap kali Lubuk Larangan dibuka tidak saja para pemancing tapi juga pengunjung yang hanya sekedar menonton dan menyaksikan keseruan aksi para pemancing.

Melihat potensi, Haris akan mengusulkan agar even ini mendapat pengakuan dan payung hukum yang tegas dari Pemerintah setempat.

“Ya, kalau diakui dan ada payung hukumnya kan lebih bisa berkembang, bisa juga dijadikan sebagai objek wisata,” katanya.

memancing. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Tengah Rahmad Jambak yang dihubungi terpisah mengaku mendukung tetap terjaganya Lubuk Larangan Persaudaraan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

“Sebenarnya tidak di Lumut saja, di Desa Lopian juga minggu lalu ada yang dibuka juga Lubuk Larangannya,” kata Rahmad.

Rahmad setuju dengan potensi kewisataan dari lubuk larangan. Ia berharap, agar lubuk larangan dapat dikembangkan dan dilestarikan oleh pemerintah Desa atau Kelurahan sebagai tujuan wisatawan ke kabupaten Tapanuli Tengah.

“Dan tentu saja disamping menjaga kelestarian lingkungan juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” katanya. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

KPU Tapanuli Tengah Gelar Lomba Selfie Pemilu 2019 Berhadiah Lebih dari Rp10 Juta

Image

Ekonomi

FOTO Produksi Ikan Asin Menurun

Image

Gaya Hidup

Makanan Seperti Apa yang Bikin Kulit Makin Glowing?

Image

Ekonomi

Keliling Tiga Pesantren di Jabar, Menteri Susi Kampanye Gemar Ikan

Image

Ekonomi

Kritik Susi Soal Cantrang, Menko Luhut : Jangan Hanya Larang, Tapi Tak Ada Solusi!

Image

Ekonomi

KKP Tangkap 27 Kapal Maling Ikan, 2 Kapal Terakhir Berbendera Malaysia

Image

Ekonomi

Menteri Susi Sarankan Bupati Banyuwangi Benahi Sarana Prasarana Pasar Ikan Muncar 

Image

News

Cegah Pengrusakan Terumbu Karang di Sulsel, Polisi Sita Bom Ikan Nelayan Bone

Image

Ekonomi

Menteri Susi Apresiasi Panama Ungkap Data Kapal Penangkapan Ikan di GFW

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

bagus nih programnya. bikin persaudaraan makin erat dan bisa jadi potensi wisata. semoga didukung pemerintah setempat

terkini

Image
News

Situasi di Kalbar Dipastikan Aman Pasca Pencoblosan

Kapolda mengatakan, hingga saat ini tidak ada gangguan yang cukup signifikan

Image
News

Wajah Lesu dan Tidak Senyum Sandi, BPN: Beliau Kurang Sehat Karena Kecapean

Suaranya juga sudah terlihat serak-serak

Image
News

Prabowo Jawab Salam Netizen di Instagram

Postingan tersebut pun dibanjiri oleh komentar netizen

Image
News

Ini Kronologis dan Data Korban Kecelakaan di Jakarta Selatan

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut

Image
News

KPK Dalami Temuan BPK Terkait Proyek SPAM

Untuk mendalaminya, KPK pada Kamis(18/4/2019) memeriksa auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Janu Hasnowo sebagai saksi

Image
News
Pemilu 2019

KNPI Siap Hadapi Gerakan Inkonstitusional yang Ingin Dilakukan Oleh Siapapun

"Sejatinya, perselisihan pemilu ditempuh melaui jalur hukum, bukan aksi jalanan"

Image
News

Tabrak Pejalan Kaki di Kawasan Tendean, Sedan Camry Dirusak Massa

Massa mengerubungi mobil Toyota Camry warna hitam dengan nopol B 1885 TOD yang dikemudikan seorang pria.

Image
News
Pemilu 2019

Prabowo: Saya dan Sandi akan Tetap Bersahabat dengan Pak Jokowi

Inilah saat yang tepat bagi kita semua anak bangsa untuk segera saling mempererat persaudaraan.

Image
News

Ugal-ugalan, Mobil Sedan Tabrak 15 Pengendara di Jalan Tendean

Akibat kejadian ini 15 orang pengendara menjadi korban.

Image
News
Pemilu 2019

Ketua DPR RI Apresiasi Keberhasilan TNI dan Polri Amankan Pemilu

Siapapun yang melakukan pelanggaran langsung ditindak tegas.

trending topics

terpopuler

  1. Warga Boyolali Kompak Tampar Prabowo Dengan 0 Persen Suara

  2. Jangan People Power, KPU: Sengketa Hasil Pemilu 2019 Bisa Diselesaikan di MK

  3. Duh, Situs KPU Tumbang

  4. BPN Sebut Ada Kertas Suara Telah Dicoblos 01, TKN: Kita juga Punya Bukti Kertas Telah Dicoblos 02

  5. Berlangsung Sukses dan Damai, Dubes Australia Ucapkan Selamat untuk Pemilu Indonesia

  6. Diretas, Website LSI Belum Juga Pulih

  7. Surat Menyentuh Ketua PSI Grace Natalie, We Shall Return Soon

  8. Ini 9 Parpol yang Dipastikan Melenggang ke Senayan

  9. Doa Lewat Puasa dan Salat Malam, Jadi Kekuatan untuk Kemenangan Jokowi dari Sang Ibunda

  10. Jangan Coba-coba Mobilisasi Massa, Kapolri: Kita akan Bubarkan!

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe

kolom

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Image
Muhammad Adnan RS

Pegon Dalam Pilpres 2019

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Gemas, 8 Potret Kedekatan Prabowo Subianto dengan Bobby The Cat

Image
News

Pakai Baju Couple, 10 Potret Adu Gaya Agus-Annisa versus Ibas-Aliya Yudhoyono Saat Nyoblos

Image
News

10 Potret Pasangan Capres-Cawapres 02 Saat Nyoblos, Kompak Pose 2 Jari