image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI)

Gubernur Dukung Jokowi

Image

Presiden Joko Widodo melantik Sembilan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih hasil Pilkada Serentak 2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9) | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO 

AKURAT.CO, Sembilan Gubernur dan Wakil Gubernur baru hasil Pilkada serentak 2018 telah dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di istana negara kemarin. Tak ada yang aneh dalam prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut.

Namun yang unik dan menarik, para Gubernur tersebut sebelum dan sesudah dilantik sudah menyatakan diri akan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden dua periode.

baca juga:

Hak para Gubernur, begitu juga hak para Wakil Gubernur untuk dukung mendukung pada Pilpres 2019 yang akan datang. Para Gubernur mendukung Jokowi sah-sah saja dan tidak dilarang. Yang dilarang adalah ketika para Gubernur tersebut mendukung petahana menggunakan kekuasaan, jabatan, dan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye sang incumbent.

Yang paling penting, rakyat tidak terpecah karena Gubernurnya mendukung calon tertentu. Dan rakyatnya mendukung calon yang lain. Banjir dan mengalirnya dukungan para Gubernur, baik yang sedang menjabat maupun yang baru dilantik kemarin, merupakan fenomena politik yang wajar.

Dan bukan perbuatan kurang ajar. Bisa menjadi kurang ajar, jika para Gubernur tersebut mendukung Prabowo, karena akan dianggap berbeda pilihan dan melawan petahana.

Gerbong dukungan para Gubernur tersebut tentu menguntungkan Jokowi sang petahana dan merugikan Prabowo sang penantang. Dukungan para Gubernur ke Jokowi bisa saja karena kecocokan visi dan misi para Gubernur tersebut dengan pemerintahan Jokowi.

Oleh karena itu, bisa dilanjutkan untuk dua periode. Atau bisa juga karena kedekatan emosional para Gubernur dan partai-partai pendukungnya dengan Jokowi. Atau biasa juga karena ketika Pilkada kemarin para Gubernur tersebut mendapat dukungan dan sokongan dari pemerintah.

Namun yang paling berbahaya dan mengerikan, jika dukungan para Gubernur tersebut disebabkan tekanan hukum dari oknum tertentu kepada mereka agar mendukung calon tertentu.

Karena kita sama-sama mafhum, di republik ini, hukum masih bisa dijadikan alat untuk menekan mereka yang berkasus “korupsi” untuk “disandera” secara politik guna kepentingan dukungan dalam Pemilu.

Para pejabat dan para Gubernur sangat takut akan hal ini. Dan demi kemanan dan keselamatan diri terpaksa atau dipaksa untuk mendukung calon tertentu.

Para Gubernur yang memiliki kasus “korupsi” memang dalam dilema, galau, dan was-was. Bagaikan makan buah simalakama, dimakan ayah mati, tidak dimakan ibu meninggal. Dua-duanya pilihan yang membingungkan. Ditekan via jalur hukum memang menyiksa. Seolah tidak ada apa-apa. Padahal was-was, suatu saat bisa masuk penjara.

Jadi mendukung petahana bagi para Gubernur merupakan pilihan dan tindakan rasional demi mengamankan dirinya dan tentu menyenangkan sang incumbent. Hanya ada dua pilihan bagi para Gubernur yang bermasalah secara hukum, mendukung sang incumbent atau terkena kasus hukum lalu masuk penjara.

Oleh karena itu, tidak heran jika ada Gubernur yang tadinya vokal, ingin jadi Capres atau Cawapres, tetapi setelah diperiksa KPK, dia diam seribu bahasa dan berbalik arah mendukung yang sedang berkuasa.

Dan kita juga menemukan banyak Gubernur yang berasal dari partai barisan koalisi Prabowo yang menyebrang dan mendukung Jokowi. Atau bisa juga karena kebaikan petahana membantu para Gubernur sehingga para Gubernur merasa memiliki hutang budi, lalu balik mendukung sang petahana. Pilihan wajar dan rasional yang saling menguntungkan.

Setidaknya saya teringat dengan pidato Sir Winston Churchill di Majelis Rendah, London, 20 Agustus 1940 yang mengatakan “Dalam sejarah perjuangan manusia belum pernah ada begitu banyak hutang budi yang begitu besar kepada begitu sedikit orang”. Dan hati-hati dengan hutang budi, jangan sampai dibawa mati. Mendukung kembali orang yang telah berjasa merupakan langkah yang tepat dan penuh perhitungan.

Pilpres 2019 bukan hanya pertarungan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno semata. Namun juga menjadi ajang pengamanan dan penyelamatan bagi mereka-mereka yang memiliki jabatan di kementerian, kejaksaan, kepolisian, TNI dan lembaga negara lainnya.

Paling tidak, jika Jokowi terpilih kembali mereka akan aman dan nyaman serta kokoh dalam singgasana jabatannya. Namun jika rezim berganti dan yang terpilih Prabowo, maka otomatis mereka banyak yang akan terlempar dan akan diganti oleh pejabat yang lain.

Secara teori para pejabat tersebut harus netral, namun dalam kenyataannya mereka memihak diam-diam. Bagaimana dengan rakyat sang pemilik suara dan sang pemilik kedaulatan.

Bagi rakyat siapapun yang terpilih, entah Jokowi-MA atau Prabowo-Sandi yang terpenting rakyat kenyang, tidak lapar, sembako murah, lapangan kerja terbuka, hukum ditegakkan dengan tidak tebang pilih, dan syukur-syukur rakyat bisa sejahtera dan makmur.

Namun sepertinya kesejahteran dan kemakmuran masih jauh dari angan-angan rakyat Indonesia. Tetapi kita tidak boleh pesimis dan harus tetap optimis. Walaupun aset-aset banyak dikuasai pihak swasta dan hutang negara membumbung tinggi. Namun kita tidak boleh putus asa dan kehilangan harapan.

Indonesia masih bisa bangkit. Pilpres 2019 harus menjadi momentum kebangkitan bangsa. Rakyat harus rasional dalam memilih Capres dan Cawapresnya. Jangan atas dasar pertimbangan siapa yang memberi “uang cendol” dihari H, lalu menggadaikan nasib selama lima tahun. Rakyat harus rasional se rasional para Gubernur dalam memilih Capres dan Cawapres.

Pilih sesuai hati nurani, pilih yang mengerti, pilih yang bisa melayani, pilih yang tidak korupsi, dan pilih yang mencintai Anda sehidup semati. Jika hanya mengumbar janji-janji, hindari dan pergi, karena yang pasti rakyat akan rugi. Bahkan bisa mati karena termakan janji-janji para Capres dan Cawapres.

Tak masalah dan tak apa para Gubernur mendukung Jokowi dan berlawanan dengan Prabowo. Itu hak politik mereka. Justru menjadi aneh jika para Gubernur tersebut tidak mendukung Jokowi.

Ya, aneh jika para Gubernur mendukung Prabowo. Pepatah mengatakan, ada gula ada semut. Incumbent adalah gula yang akan selalu dikerubuti semut. Petahana punya kuasa dan wibawa, jika para Gubernur mbalelo dan tak mendukungnya, bisa saja mereka akan menerima akibat dari yang dilakukannya tersebut.

Gubernur dukung Jokowi merupakan urusan dan perkara kecil. Hal besar adalah bagaimana rakyat dapat menentukan sesuai hati nurani dan pilihannya. Dan tentu tidak dipaksa oleh para Gubernur yang sudah memiliki pilihan sendiri.

Rakyat berdaulat negara akan hebat dan kuat. Rakyat berkhidmat republik akan dahsyat. Rakyat dikhianati negara akan mati. Rakyat diberi janji tanpa realisasi, bangsa akan mati suri. Rakyat dibodohi, maka negara akan kualat, berdosa, lalu merana. Dan rakyat punya pilihannya sendiri.

Tak penting para Gubernur tersebut mendukung siapa. Yang terpenting adalah para Gubernur menjaga keteladanan. Dukung mendukung dalam Pilpres tidak menjadikan masyarakat bercerai berai dan terpecah. Jaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Biarkan para Gubernur tersebut memilih dan mendukung Jokowi. Kita pun punya hak untuk memilih siapapun yang kita kehendaki. Mendukung dan memilih Jokowi-MA atau Prabowo-Sandi itu hak Anda.

Namun yang pasti, Anda dan kita semua berdagang, berkerja, bertani, berlayar, bernyanyi, dan berkarya sendiri, bukan dibantu oleh Capres dan Cawapres itu.

Tak perlu saling mencaci. Tak perlu saling menyakiti. Tak perlu saling memfitnah. Tak perlu saling mengkhinati. Tak perlu saling beradu fisik. Tak perlu saling menolak. Dan tak perlu saling membenci.

Karena seperti kata Clerence Darrow, seorang penulis, pembicara, dan dosen hebat dan juga pengacara kenamaan Amerika, “saya percaya Anda tidak dapat melakukan apapun dengan kebencian”.

Ya, kita tak akan bisa melakukan apapun dengan kebencian. Bukankah begitu!!!

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Kiai Sarang Buat Buku dengan Judul "Memilih Ir Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin Perspektif Fikih”

Image

News

Debat Pilpres 2019

Debat Capres ke-2, Isu Lingkungan Akan Tenggelam, Kalah Pamor dengan Energi dan Pangan

Image

News

Debat Pilpres 2019

Tommy Tjokro Sebut Jokowi dan Prabowo Akan Debat Terbuka Tanpa Pembatasan Waktu

Image

News

Debat Pilpres 2019

BPN Pertanyakan Klaim Pemerintahan Jokowi Ambil Alih PT Freeport, Sudirman: Itu Lebay

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Ingin Sukses, Ini yang Harus Ditawarkan Pasangan Calon Soal Isu Lingkungan

Image

Ekonomi

Bertemu Bukalapak, Jokowi Ingatkan Eratnya Koneksi Bisnis Daring Dengan UMKM

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Menyentuh! Begini Komentar dan Harapan Para Milenial untuk Debat Nanti

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Dagang, Tambah Catatan Prestasi Jokowi

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Jokowi Akan Sampaikan Realisasi Data Ekonomi, Lingkungan, Energi dan Pangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Joko Driyono Akan Diperiksa Sebagai Tersangka Pada Pekan Depan

Senin (18/2) akan dipanggil untuk berikan keterangan dalam rangka klarifikasi kesengajaan atau ketidaksengajaan peristiwa pidana.

Image
News
Prakiraan Cuaca

BPBD: Waspadai Potensi Hujan Kencang Disertai Angin dan Petir di Jakarta Sore Ini

Seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan akan mengalami berawan tebal pada Minggu pagi.

Image
News

Hujan Disertai Angin Kencang Menerjang Tiga Kecamatan di Lumajang

Menurutnya tiga kecamatan yang dilanda cuaca ekstrem di Lumajang yakni Kecamatan Lumajang, Kecamatan Sukodono, dan Kecamatan Randuagung.

Image
News

Toko Sembako Milik Warga Terbakar di Kapuas Hulu Kalbar

Saat itu kebetulan ada acara tunangan di daerah itu, sehingga warga berhamburan datang untuk menolong.

Image
News

Mantan Komisioner KPU: TKI Jangan Golput, Ayo Kita Awasi Pemilu

Ia mengajak para TKI untuk ikut dalam gerakan relawan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawal suara di TPS.

Image
News

Hujan Semalaman, Empat Wilayah di Jakarta Selatan Banjir

Hujan lokal menyebabkan 44 RT di delapan RW di enam kelurahan di empat kecamatan di Jakarta Selatan terdampak banjir.

Image
News

Ketua DPR Berikan Apresiasi Kepada Anang Hermansyah yang Berjuang Keras RUU Permusikan Masuk Prolegnas

Atas nama pimpinan DPR, tentu kami patut memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Anang Hermansyah.

Image
News

Mantan Kardinal AS Theodore McCarrick Dipecat dari Status Uskup

Theodore McCarrick dibebani sejumlah tuduhan pelecehan seksual

Image
News

Polri Temukan Hasil Komunikasi Korban Mutilasi dengan Pelaku dan Bukti Transfer

Hasil percakapan itu akan dijadikan bahan penelusuran kasus oleh pihak PDRM.

Image
News

Ini Penjelasan Ketua DPR Terkait Kronologis Pembahasan RUU Permusikan yang Jadi Polemik

Bamsoet menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang ada, terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan yang ditarik dari Prolegnas.

trending topics

terpopuler

  1. Cak Imin: Gara-gara Uninstall Saya Jadi Kerepotan

  2. Prabowo Tidak Pamer Salat Jumat, Tengku: Khawatir Massa Histeris Ingin Menyalami

  3. Pramono Anung Sebut Jokowi Telah Menerima Permintaan Maaf CEO Bukalapak

  4. Pendiri Bukalapak Sebut 'Presiden Baru', Rian Ernest: Menurutku Dia Sudah Jelas Dukung 02

  5. Ada yang Baru di Kota Tua

  6. Fahri Hamzah: Debat Pilpres Kedua Harus Ungkap Siapa Mereka Sebenarnya

  7. Yunarto Wijaya: Kalo Anda Melarang Zaky Mendukung Salah Satu Capres, Saya akan Bela Dia

  8. Ketua BTP Mania Dipolisikan Alumni 212, Fahri Hamzah: Ahok Kembali Jadi Masalah

  9. 'Skenario' Ahok Gantikan Ma'ruf Amin, Rustam: Pikiran Konspiratif yang Merendahkan

  10. Polemik Tweet CEO Bukalapak, Jack Boyd Lapian: Beda Pendapat dan Kritik Itu Hal yang Wajar

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Kejutan Debat Kedua

Image
Hervin Saputra

Al Araibi: Olahraga, Politik, atau Hak Asasi Manusia?

Image
Cosmas Kopong Beda

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Image
Cosmas Kopong Beda

The Blues (Harus) Bersabar dengan Kerja Maurizio Sarri

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
News

Dari Ketemu Raisa hingga Pejuang Kanker, 10 Potret Sutopo Purwo yang Menginspirasi

Image
Hiburan

Ingin Sukses Jadi Youtuber seperti Jess No Limit? Berikut Tipsnya!

Image
Olahraga

Valentino Rossi

Rossi, Sosok yang Penuh Perhatian dan "Kepala Dingin"