image
Login / Sign Up

Ketua DPR Minta ASEAN Segera Selesaikan Krisis Kemanusiaan di Myanmar

Muslimin

Image

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, ditemani oleh Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun saat sedang bertemu dengan Deputi PM Singapura Teo Chee Hean dan Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan Jin dalam pertemuan ke-39 Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Singapura, Selasa (4/9). | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Association of South East Asia Nations (ASEAN) diminta untuk segera menyelesaikan krisis kemanusiaan terhadap etnis Rohingya yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, dalam Sidang Umum Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) di Singapura, Selasa (4/9).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengingatkan, jika para anggota AIPA serius membangun ASEAN yang terfokus pada kesejahteraan masyarakatnya, maka pemenuhan hak-hak masyarakat menjadi suatu keharusan. Permasalahan kemanusiaan yang masih terjadi di kawasan, seperti di Myanmar, harus segera diselesaikan dengan baik.

baca juga:

"Krisis kemanusiaan di Myanmar telah mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan terus menjadi perhatian dunia. Karena itu, Indonesia mendukung penuh segala upaya untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, penegakan hukum serta rekonsiliasi secara menyeluruh di kawasan ASEAN," ungkapnya.

Selain itu, Bamsoet juga meminta ASEAN untuk peduli dan terlibat aktif agar mewujudkan ASEAN yang tangguh. Terlebih, telah menjadi komitmen bersama untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang berorientasi ke luar dengan tetap mempertahankan sentralitas ASEAN.

"Masa depan ASEAN tergantung dari bagaimana negara-negara ASEAN mampu meraih peluang dan menghadapi berbagai tantangan global saat ini. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan aktif serta kekompakan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk menguatkan kerjasama kawasan," ujarnya.

Wakil Ketua Umum KADIN itu juga meminta AIPA berbenah diri dan memperbaharui sistem pengambilan keputusan. AIPA harus mampu menawarkan pembaharuan dan tidak anti reformasi. Sehingga, resolusi-resolusi yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kebutuhan di kawasan.

"AIPA harus memiliki alternatif pengambilan keputusan yang berpihak pada mayoritas negara anggota AIPA. Sehingga, tidak lagi kita temui pengalaman suatu Komisi di AIPA tidak dapat bersidang karena Komisi Eksekutif tidak mencapai kata sepakat mengenai agenda di Komisi tersebut," katanya.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini menandaskan, terlepas dari perbedaan sistem politik atau ukuran konstituen, anggota parlemen yang tergabung dalam AIPA harus melihat dirinya sebagai agen perubahan. Inklusivitas Komunitas ASEAN bergantung pada upaya para anggota parlemen untuk menjangkau konstituen dan menyebarkan kesadaran akan posisi mereka sebagai warga ASEAN.

"Tidak akan ada komunitas tanpa rakyat. Oleh karena itu, kepentingan rakyat harus menjadi inti dari Visi ASEAN 2025. AIPA sebagai legitimasi perwakilan rakyat ASEAN, tentunya harus mengambil posisi strategis untuk mewujudkan Visi ASEAN 2025 melalui kerangka mandat konstitusi pembentukan legislasi, persetujuan penganggaran dan pelaksanaan pengawasan," ungkapnya.

Sekadar informasi, hadir dalam pertemuan tersebut Presiden AIPA Tan Chuan Jin, Sekjen AIPA Tan Isra Sunthornvut, serta delegasi AIPA dari negara Myamar, Vietnam, Laos, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam serta Filipina.

Sementara, Bamsoet didampingi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Ketua BKSAP DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, Juliari Batubara (Fraksi PDI-P), Endang Srikarti Handayani (Fraksi Partai Golkar), Jon Erizal (Fraksi PAN), Abdul Kadir Karding (Fraksi PKB), Jazuli Juwaini (Fraksi PKS), Kartika Yudhisti (Fraksi PPP), Amelia Anggraini (Fraksi Nasdem), Sudiro Asno (Fraksi Hanura) dan Mukhamad Misbakhun (Fraksi Partai Golkar).[]

Editor: Deni Muhtarudin

Sumber:

berita terkait

Image

News

300 Mahasiswa Dipaksa Kerja, DPR: Taiwan Telah Merendahkan Indonesia

Image

News

Nasir Djamil Sebut Rutan Kelas IIB Takengon Kelebihan Kapasitas

Image

News

Kapolda Metro Jaya Janji Tuntaskan Kasus yang Mangkrak di 2018

Image

News

Nasir Djamil Harap Nelayan Aceh Bisa Dibarter dengan Nelayan Myanmar

Image

News

Tak Mampu Bantu Uighur, DPR: Berarti Kita Sudah Tak Merdeka Lagi

Image

News

Kunker ke Kalsel, Komisi III DPR Soroti Eksekusi Program dan Kendala di Lapangan

Image

News

Marak OTT Kepala Daerah, Mardani: Ada Sistem yang Salah dalam Negara Ini

Image

News

Anggota DPR Sebut Pembantaian di Papua Bukan Aksi Kriminal Biasa

Image

News

Aboe Bakar Sebut Pembantaian di Papua Adalah Tindakan Terorisme

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kasus Sari Rejo, Pahala: Ada Warga Minta Boikot Pemilu 17 April dengan Cara Demo ke Jalan

Pahala Napitupulu mengungkapkan sebagian warga mengusulkan untuk memboikot pemilu dan dan demonstrasi.

Image
News

Alasan Ba'asyir Tolak Teken Pembebasan Bersyarat: Islam Tidak Bertentangan dengan Pancasila

Ba'asyir juga mengaku tidak pernah mendanai pelatihan teroris di Aceh.

Image
News

Beginilah Penampakan Rumah Joni yang Dijanjikan Jokowi

Dinding rumah Joni ada tulisan 'Rumah Joni'

Image
News

Ini Kata Sekjen PDIP Soal Ajakan Wiranto Tak Pilih 'Pemimpin Brengsek'

Pak Wiranto kan punya banyak pengalaman.

Image
News

Makedonia Ganti Nama, Warga Yunani Rusuh di Ibu Kota

Tidak ada kesepakatan yang tepat antara kedua pihak

Image
News

Ombudsman Sebut Preman Tanah Abang Berpenghasilan Rp25 Juta Per Hari

Preman di Tanah Abang kehilangan mata pencahariannya usai Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge beroperasi.

Image
News

Bencana Datang, Paranormal: Berdoa dan Selalu Waspada, Bencana Tak Dapat Dihindari

Sekarang warga Desa Wotanmas Jedong sudah bisa membersihkan puing-puing sampah dan juga pohon akibat terjangan banjir bandang.

Image
News

Ciptakan Metode Edit Gen Bayi, Ilmuwan China Ini Dianggap Langgar Hukum

Bayi yang gennya diedit oleh He telah lahir November lalu

Image
News

Golkar: Pendidikan Politik Sadarkan Masyarakat Soal Hak dan Kewajibannya dalam Pemilu

Artinya seluruh partai politik yang ada di Indonesia memiliki kewajiban untuk melakukan pendidikan politik kepada seluruh lapisan masyarakat

Image
News

KPK Lelang Rumah Bekas Bupati Garut Agus Supriadi

"Kedua objek tersebut akan dijual satu paket dengan harga limit Rp3.948.496.000."

trending topics

terpopuler

  1. Prabowo Diminta Tak Ngomong Sembarangan, Petani Klaten: Kami Tak Nangis karena Beras Impor

  2. Media Asing Sebut Kelemahan Krusial Jokowi Dalam Pemilu Adalah Ekonomi

  3. Pujian Rakyat Filipina Mengalir untuk Sang Legenda Manny Pacquiao

  4. Gila Jika MU Tak Permanenkan Solskjaer

  5. Polisi Tangkap Pemalak Supir Truk Yang Viral di Tanjung Priok

  6. Vietnam Melaju ke Perempat Final Lewat Drama Adu Penalti

  7. Selama Sepekan Kondisi Gemini Dan Pisces Lagi Kurang Mujur

  8. Lewat Bamusi, PDIP Siap Rebut Suara Umat Islam dari PKS

  9. Hasto Sebut Tren Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf di Jabar Terus Meningkat

  10. Indonesia Ekspor 50.000 Metrik Ton Baja ke AS  

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Hendra Mujiraharja

Edy Mundur, Joko Driyono Meragukan?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Perdana Pilpres Tontonan Paling Memalukan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat