image
Login / Sign Up

Mengenal Faisal Rizal, Totalitas Seorang Pendongeng

Sunardi Panjaitan

Sosok Inspiratif

Image

Faisal Rizal sedang mendongeng dihadapan anak-anak dan warga Perumahan Taman Mutiara Pesanggarahan, Bojonggede, Bogor | AKURAT.CO/Sunardi Panjaitan

AKURAT.CO, Geerrr… suara tawa anak-anak di Perumahan Taman Mutiara Pesanggrahan, Bojonggede, Bogor, Sabtu (18/7) malam pecah saat Faisal Rizal memulai dongengnya. Rizal berhasil ‘menyihir’ puluhan anak-anak dan orang tua yang mendengarkan antraksinya sebagai pendongen. Meski hanya tampil sekitar 30 menit, namun ‘sihir’ dongeng Rizal mampu membuat anak-anak riang gembira dan antusias. Terlebih sesekali dia menyelipkan humor-humor yang mampu mengocok perut penontonnya.

Malam itu, seperti yang diceritakan Rizal, dirinya tidak hanya mengisi disatu acara. Sejak siang, dirinya sudah mengisi dibeberapa tempat, memberikan suasana kegembiraan kepada anak-anak yang mendengarkannya. Namun, tak tampak raut muka kelelahan di wajahnya meski seharian berkeliling mengisi acara diberbagai tempat. “Dari siang saya sudah keliling mas. Mulai dari menjadi pembawa acara, ngisi dongeng. Malam ini juga sudah ditunggu oleh Lurah Gandul (Depok), diajak berkeliling kebeberapa acara warga,” terang Rizal kepada AKURAT.CO yang menemuinya sebelum acara.

Kak Rizal, begitu dia disapa oleh orang-orang disekitarnya adalah salah satu pendongeng yang ada di Kota Depok. Ketertarikannya pada dunia dongen dimulai sejak tahun 2016 saat dirinya masih menjadi pengajar di salah satu sekolah dasar di Kota Depok. Perkenalannya dengan dunia dongeng diawali dengan pertemuannya dengan Awam Prakoso, pendiri Kampung Dongeng Indonesia.

baca juga:

Faisal Rizal. AKURAT.CO/Sunardi Panjaitan

“September 2016, sekolah tempat saya mengajar, mengundang Kak Awam (Prakoso) untuk menghibur siswa. Saya melihat beliau dapat menirukan 130 suara binatang, suara orang dewasa, kakek-kakek hingga anak kecil kala mendongen di hadapan anak-anak. Dari situ saya mulai tertarik dengan dongeng. Akhirnya saya berkenalan dengan beliau dan banyak bercerita seputar dunia dongeng,” cerita Rizal.

Dari perkenalan tersebut, Rizal akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelatihan dongeng yang diadakan oleh Kampung Dongeng Indonesia. Dalam pelatihan yang berlangsung selama 3 hari tersebut, Rizal mulai belajar tentang teknik-teknik mendongeng dan dilatih langsung oleh Awam Prakoso.

“Saya diajarkan langsung oleh dia, dan itu bener-bener total, sampai saya mulai mencoba dongeng,” ujarnya.

Meski sudah mendapat training langsung dari Awam Prakoso, kemampuan mendongeng Rizal tidak otomatis berjalan mulus. Bahkan saat pertama kali mencoba mendongeng dihadapan murid-murid TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) yang ada di rumahnya, respon muridnya malah terlihat bingung. “Pertama kali saya coba tampil mendongeng itu, anak-anak murid saya malah bengong aja. Nggak ada ekspresi. Kayaknya mereka mikir, Kak Rizal ini lagi ngapain ya? ujar Rizal terkekeh.

Tak patah arang, Rizal terus belajar teknik-teknik mendongeng. Dirinya juga tak segan menimba ilmu dan pengalaman kepada sesama rekan pendongeng yang sudah dulu terjun menekuni dunia dongeng. “Saya bahkan belajar karakter suara kakek-kakek dari teman saya pengdongeng di Bogor,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga berlatih secara otodidak. “Saya di rumah itu, belajar menggunakan cermin. Jadi saya ngomong aja di depan cermin, seperti saya mendongeng di depan anak-anak,” tambahnya.

Selama hampir dua bulan berlatih, Rizal akhirnya mulai percaya diri dan siap untuk kembali tampil mendongeng. Karena belum ada yang mengetahui kemampuannya mendongeng, maka dirinya pun jemput bola dengan melakukan ‘roadshow’ ke beberapa TK (Taman Kanak-Kanak) yang ada di sekitar Gandul menawarkan dirinya mendongeng di hadapan murid-murid TK.

“Saya datangi satu-satu TK yang ada di sekitar Gandul. Saya bilang ke pihak sekolah, bisa nggak saya mendongeng di TK ini. Nggak usah dibayar. Saya cuma mau belajar. Alhamdulillah guru-gurunya malah senang,” cerita Rizal.

Lambat laun, nama Rizal sebagai pendongeng mulai dikenal masyarakat. Undangan mengisi acara pun mulai berdatangan. Namun, masalah baru justru muncul. Istri dan orang tuanya menolak Rizal total terjun ke dunia dongeng.

Rizal menuturkan, awalnya sang istri tidak suka dirinya terjun ke dunia dongeng. Faktor ekonomi jadi pertimbangan utama. Terlebih, dirinya bertekat terjun penuh ke dunia dongeng dan memilih keluar dari tempatnya mengajar. Keputusan itu otomatis akan menghilangkan pendapatan utamanya selama ini. Apalagi, dunia dongeng bukan tempat untuk mencari untung, melainkan menghibur anak-anak. Sehingga, dirinya tidak pernah mematok biaya setiap diundang untuk mendongeng. “Dikasih uang syukur Alhamdulillah. Nggak dikasih, juga nggak masalah. Saya nggak pikirkan uangnya. Saya cinta dunia anak-anak. Saya cinta dongeng. Jadi saya nggak pernah mikirin uangnya,” tuturnya.

“Cara saya menyakinkan istri saya kalau pendapatan saya nggak akan hilang, ya dengan cara selalu mengajak dia ke tempat acara mendongeng. Kalau ada yang kasih amplop, istri saya yang terima. Jadi dia tahu dapat berapa. Mulai dari situ dia akhirnya dukung saya menekuni dunia dongeng,” tambahnya.

Cara yang hampir sama juga dilakukannya untuk menyakinkan orang tuanya yang awalnya juga keberatan dengan keputusannya untuk berhenti mengajar dan fokus ke dunia dongeng. Syukurnya, orang tuanya pun merestui keputusannya untuk fokus ke dunia dongeng.

Masya Allah, hati saya sudah kuat untuk terjun di dongeng. Bismillah, orang tua saya dukung, istri juga dukung. Dengan doa dari keluarga dan istri saya, Alhamdulillah, job mendongeng mulai datang dari mana-mana. Luar biasa banget. Doa ibu itu benar-benar luar biasa,” ungkapnya.

Disela-sela kesibukannya mendongeng, Rizal juga mengelola Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di rumahnya. Soal TPQ tersebut, dirinya bercerita, bahwa saat ini jumlah siswa di TPA itu mencapai sekitar 150 siswa. Dia juga aktif melatih beberapa anak-anak muda di lingkungannya untuk mendongeng.

“Saya ingin terus memberikan keceriaan dan terus bikin senyum anak bangsa lewat dongeng,” tutup pria yang baru saja dinobatkan sebagai juara I Pemuda Pelopor Kota Depok tahun 2018.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Bacakan Cerita Pada Anak Sejak Dini, Ini Manfaatnya

komentar

Image

2 komentar

Image
Kak Rizal

Terimakasih apresiasinya Kak Resta. Salam hormat dari Saya.

Image
Resta Apriatami

salut sama kerja keras dan keyakinannya. semoga makin maju kak rizal!

terkini

Image
News

Dari Madura, Khofifah Pimpin Rapat Penataan Jawa Timur Lima Tahun ke Depan

Gubernur yang terpilih pada pilkada 27 Juni 2018 itu menggelar rapat kerja gubernur bersama bupati se-Madura di Bakorwil Pamekasan.

Image
News

Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Drama dan Lagu

Iriana menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, pornografi, dan hoaks serta promosi kesehatan dan kebersihan via drama, lagu, kuis.

Image
News

BMKG Sebut Fenomena 'Super Snow Moon' Dapat Terlihat di Banjarnegara

"Super snow moon" dapat diamati pada hari selasa (19/2/2019) malam dari seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Banjarnegara.

Image
News

Pengamat Sebut Jokowi 'Gentlement' karena Akui Salah Kutip Data Debat

"Pak Jokowi sudah menunjukkan sikap gentlement. Dia mengklarifikasi, menyampaikan kepada publik bahwa dia salah dalam mengutip data,"

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Jokowi Pernah Kerja Bareng Prabowo, Hasto: Artinya Pak Jokowi Itu Pengalamannya Luas

"Mau kerja di industri mebel atau Aceh itu enggak ada persoalan, yang penting ini menunjukkan kualifikasi dari Pak Jokowi sebagai pemimpin"

Image
News

Orang Tua Harap Messi Bisa Jadi TNI

"Saat itu, Kopda Devry diminta tolong oleh saudara Geri"

Image
News
Debat Pilpres 2019

TGB Minta Produksi Fitnah terhadap Jokowi Dihentikan

TGB berharap seluruh pihak dapat menerima Jokowi dengan kebesaran hati.

Image
News

Kisah Orangtua Beri Nama Anaknya Joko Widodo Ma'ruf: Spontan Saja

Joko Widodo Ma’ruf merupakan anak ketiga. Anak pertama mereka Seto Hanavi (20), anak kedua bernama Akbar Fauzan (10).

Image
News

Kebijakan Anies Soal Pengelolaan Apartemen Didukung Politisi Partai NasDem

Selama ini banyak penghuni apartemen mengeluh telah ditindas oleh pengembangnya

Image
News

Seorang Santri Tewas Dikeroyok, Polisi Gali Keterangan Pihak Pesantren

17 santri ditetapkan sebagai tersangka.

trending topics

terpopuler

  1. Prabowo Sebut Tanah Indonesia Dikuasai Segelintir Orang, Cak Lontong: Ternyata Itu Pamer

  2. Jubir PSI: Kita Curiga Nyapres Ini Kemudian Bila Terpilih untuk Incar Tanah Lagi Ribuan Hektar

  3. Cemas dengan Pernyataan Moeldoko, Tengku: Mau Pemilu Kok Pakai Kalimat Perang? Total Lagi

  4. Dari Gadis Desa hingga Diva, 5 Fakta Perjalanan Karier Siti Nurhaliza

  5. Dede: Bicara Masyarakat Menderita tapi Kuasai Tanah Luasnya 5 Kali Lipat Jakarta, Blangsak!

  6. Di Tangan Jokowi, Infrastruktur Selama 25 Tahun Sekadar Rencana Bisa Terealisasi

  7. Dosen UI Sindir Jokowi, Bagi-bagi Sertifikat Tanah Butuh Waktu Lama

  8. Prabowo Prioritaskan Masyarakat Miskin Daripada Unicorn, Pengamat: Unicorn Memang Perlu Diwaspadai

  9. Fahri Hamzah: Debat Berikutnya, KPU Cukup Kasih Tema, Nggak Usah Urus Konten

  10. Kalah Debat, Kubu Prabowo-Sandi Disebut Gunakan Politik Kambing Hitam

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Rajin Jaga Kesehatan, 10 Potret Sandiaga Uno Berolahraga

Image
News

10 Potret Jalaluddin Mannagalli, Putra Khofifah yang Keren Abis

Image
News

7 Potret Bobby Nasution Momong Sedah Mirah, Kebapakan Banget!