image
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Rame-rame Jadi Caleg

Image

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat usai mendaftakan Bacaleg ke Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/7) | AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Menjadi Caleg (Calon Anggota Legislatif) DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota merupakan dambaan seluruh rakyat Indonesia. Walaupun masih menjadi calon, belum tentu terpilih. Hati sudah berbunga-bunga dan berharap-harap cemas, karena memiliki harapan menjadi wakil rakyat yang terhormat yang berkantor di Senayan yang nyaman.

Fenomena pencalegan zaman now dihiasi oleh dinamika politik yang gegap gempita, betapa tidak, karena pencalegan kali ini ditandai oleh banyaknya selebritis yang mencoba keberuntungan bertarung di Dapil (Daerah Pemilihan) untuk memperebutkan kursi di DPR RI. Ditambah lagi dengan para Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK yang juga maju menjadi calon anggota DPR RI. Tak ketinggalan, sosok pengacara Habieb Rizieq Shihab, Kapitra Ampera yang menjadi Caleg dari PDIP.

Artis menjadi calon anggota legislatif memang bukan sesuatu yang aneh. Fonemena artis-artis yang populer menjadi Caleg sudah terjadi pada Pemilu-pemilu sebelumnya. Ada yang beruntung dan terpilih, dan ada juga yang terhempas. Ada yang menikmati menjadi pejabat negara, dan ada juga yang masuk penjara. Ada yang amanah dalam bekerja, ada juga yang sibuk sambil menjadi host, bintang iklan, dan main sinetron.

baca juga:

Popularitas artis memang sangat dibutuhkan oleh partai politik. Bahkan partai politik berebut artis hanya untuk sekedar menjadikannya sebagai Caleg. Bukan hanya itu saja, partai politik tertentu juga sampai membajak artis yang sudah menjadi anggota DPR RI dari partai lain. Dengan mengiming-imingi akan diberi dana untuk sosialisasi dan kampanye untuk pencalegan, beberapa artis rela untuk pindah perahu.

Bajak membajak adalam politik merupakan hal yang lumrah dan biasa. Termasuk bajak membajak terhadap artis yang memiliki popularitas tinggi dan teruji pernah lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI. Popularitas saja tidak cukup. Perlu didukung dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang tinggi pula. Jadi, artis yang sangat populer belum tentu menang dan terpilih menjadi anggota DPR RI.

Namun popularitas dalam politik Indonesia sudah menjadi modal dan bekal politik. Ya, menjadi modal dan bekal politik. Popularitas merupakan langkah awal menuju keterpilihan dan mendekati kemenangan. Karena kita tahu, untuk menjadi populer saja seseorang harus berjuang siang-malam dan banyak mengeluarkan uang. Yang harus diingat, popularitas memang penting, namun popularitas tanpa didukung dengan usaha dan kerja keras mendatangi dan menyapa rakyat, maka akan sia-sia belaka.

Populer tidak dilarang. Terkenal boleh saja. Namun jika popularitas tidak dibarengi dengan elektabilitas akan mati tak berarti. Akan kalah tak berbekas. Dan akan malu bak bunga putri malu yang tumbuh di pinggir sungai. Popularitas memang yang teratas, namun belum tentu teruji dan dicintai. Popularitas memang harus disyukuri dan dinikmati. Popularitas juga harus dijaga jangan sampai menjadi celaka dan berbahaya. Popularitas yes, elektabilitas juga yes.

Karena pentingnya popularitas yang dimiliki selebritis Indonesia. Partai-partai politik seolah berlomba untuk rame-rame mengusung para artis untuk menjadi Caleg. PAN (Partai Amanat Nasional) bahkan sejak lama pernah dijuluki sebagai Partai Artis Nasional. Seolah mengikuti jejak PAN, Partai Nasdem, PDIP, Partai Golkar, dan partai lainnya rame-rame manjadikan artis menjadi Caleg di Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 nanti.

Partai politik memang membutuhkan para artis. Dan para artis pun membutuhkan partai politik. Jadi kedua belah pihak saling membutuhkan. Ditambah lagi dengan sistem Pemilu terbuka dengan perhitungan suara menggunakan Metode Sainte Lague Murni, maka mengarah kepada “the winner takes all”, pemenang akan meraih banyak kursi. Oleh karena itu dibutuhkan orang-orang yang populer dalam hal ini artis untuk menjadi vote getter (pendulang suara).

Tidak sampai hanya pada artis-artis yang populer. Partai-partai politik juga menjadikan Menteri-menterinya untuk dijadikan Caleg. Seperti kita tahu, Menteri juga merupakan tokoh yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sebut saja ada Imam Nahrawi, Eko Putro Sandjoyo, Hanif Dhakiri dari PKB, Puan Maharani dan Yasonna Laoly dari PDIP, Lukman Hakim Saifuddin dari PPP, dan Asman Abnur dari PAN. Para Menteri tersebut juga menjadi pendulang suara bagi partainya masing-masing.

Diluar kedua figur artis dan menteri.  Partai politik juga mengajukan para pengusaha untuk bertarung menjadi Caleg. Penguasaha merupakan orang yang memiliki basis finansial yang kuat. Oleh karena itu, tidak heran, jika perpolitikan di republik ini juga diisi dan dipenuhi oleh para pemilik modal. Dengan politik liberal ala Indonesia seperti saat ini, para pengusaha terkadang menjadi rebutan partai-partai politik. Karena dari para pengusaha tersebut, partai politik mendapatkan sumbangan dana untuk menjalankan roda organisasi yang mahal dan menguras pundi-pundi kas partai.

Bagaimana dengan masyarakat biasa seperti kita, para aktivis, intelektual, nelayan, petani, kepala desa, sales, pedagang, asisten rumah tangga, dan profesi lainnya bisakah menjadi Caleg. Tentu bisa, asalkan didukung partai politik dan siap menang dan juga siap kalah. Kontestasi demokrasi yang terlalu liberal seperti saat ini mengharuskan para Caleg memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, juga harus berkantong tebal. Jika tidak, maka kekalahan akan menghadang di depan mata.

Pada Pileg-pileg sebelumnya, banyak Caleg yang gagal dan menyisakan banyak hutang, bahkan sampai gila. Jangan sampai Anda menjadi gila karena kalah dalam Pileg. Menjadi Caleg adalah merupakan suatu kehormatan. Kehormatan karena diberi kesempatan untuk berjuang sekuat tenaga untuk merebut hati rakyat demi berkantor di Senayan. Kehormatan karena jika terpilih nanti menjadi wakil rakyat yang mudah-mudahan bisa mendengar dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang sudah memilihnya.

Pileg memang bukan sekedar popularitas dan uang. Pileg sejatinya merupakan pesta demokrasi yang bertujuan untuk menghasikan wakil rakyat yang berkualitas dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap konstituennya.

Selamat menjadi Caleg. Semoga Anda terpilih....!

Editor: Melly Kartika Adelia

Sumber:

berita terkait

Image

News

Ratusan Kader Hanura Tuntut KPU Loloskan OSO Jadi Calon Tetap DPD

Image

Hiburan

Ditabrak Truk, Yukie Pas Band Alami Patah Kaki

Image

News

Spanduk Caleg Kotori Wajah Ibu Kota

Image

News

Raih Piala Adipura, Kerja Keras Pemerintah Deli Serdang Jaga Lingkungan Diapresiasi

Image

Hiburan

Yukie 'Pas Band' Alami Kecelakaan Saat Ingin Berdakwah

Image

Hiburan

FOTO Berparas Cantik, Caitlin Halderman Tak Punya Kiat Khusus

Image

Hiburan

FOTO Laura Basuki Miliki Angan Bermain di Film Horor Sejak Kecil

Image

Hiburan

FOTO Main di Keluarga Cemara, Nirina Zubir 'Tertampar'

Image

Hiburan

FOTO Maudy Koesnaedi Dituduh Pelakor

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bamsoet Yakin Badan Legislasi Nasional Tak Kurangi Kewenangan DPR

Mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi peneliti dan ahli hukum di Indonesia.

Image
News

Fifi Jawab Rencana Pernihakan Ahok: Aneh, Kok Keluarga Nggak Ada yang Tahu!

"Kalau ada acara atau kegiatan apapun di keluarga kami pada tanggal 15/2, harusnya kami keluarga tahu ya."

Image
News

Diberi Kisi-kisi Pertanyaan Ribut, Tak Diberi Ribut, Saran Paranormal: Selfie dan Pelukan Sejam

KPU menyatakan terbuka dan siap menerima masukan dari publik untuk pelaksanaan debat calon presiden.

Image
News

Gelombang Tinggi Melanda Perairan Riau, BMKG: Bukan Pengaruh Supermoon

Sedangkan angin berhembus dari arah Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan 09-27 kilometer per jam.

Image
News

Soal Pembebasan Tanpa Syarat Ustaz Ba'asyir, TPM: Mekanisme Hukum Tanyakan ke Yusril

TPM akan melakukan kajian jika sudah menerima putusan pembebasan Ustaz Ba'asyir.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Pastikan Keamanan Surat Suara, Polri Kerahkan Sepertiga Jumlah Personelnya

Polisi dan TNI akan kawal ketat hingga ke TPS-TPS.

Image
News

Guntur Bela Jokowi dari Sindiran Dahnil Anzar

"Cukur rambut di Garut, bawa tukang cukur dari Jakarta,"

Image
News

Taman Nasional Komodo Bakal Ditutup Setahun, Apa Kata Peneliti Zoologi?

"Delapan bulan baru menetas telurnya dan ada kemungkinan hanya 25 persen saja yang berhasil menetas," kata Evy.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ma'ruf Amin: Penunjukkan Kiai Jadi Cawapres Bukti Jokowi Cinta Ulama

Jokowi orang baik, tetapi dibilang anti Islam.

Image
News

Taman Nasional Komodo Bakal Ditutup Setahun, Apa Tak Jadi Masalah?

Dia mengatakan sebagai otoritas yang membawahi kawasan konservasi KLHK akan mempelajari masalah itu.

trending topics

terpopuler

  1. Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Ruhut Sitompul Ungkap Kebanggaanya pada Jokowi

  2. Cerita Mahfud MD Ditawari Jadi Endorse, Sekali Cuit Dibayar Rp4,5 Juta

  3. Jokowi Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir, Karding Ingatkan Nasihat Gus Dur

  4. Erick Thohir akan Pimpin TKN Jokowi-Ma'ruf Bertemu dengan 21 Dubes Uni Eropa

  5. Bandung Raya Masuk Zona Merah, Paslon 01 Siap Rebut Suara Prabowo

  6. 10 Potret Manis Persahabatan Tantri dan Chua Kotak yang Selalu Kompak

  7. Hanura Persoalkan Tiga Pernyataan Prabowo pada Debat Perdana

  8. Seorang Anak Perempuan Ditemukan Warga Sedang Menggigil di Sekitaran Kali Ciliwung

  9. Bisnisnya Disebut Jokowi Pisang Goreng, Saran Warganet: Mas Kaesang Mending Pindah Tata Surya

  10. Revitalisasi Taman-taman di Jakarta, Anies Gelontorkan Anggaran Rp145 Miliar

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Hendra Mujiraharja

Edy Mundur, Joko Driyono Meragukan?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Perdana Pilpres Tontonan Paling Memalukan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat