image
Login / Sign Up

Obat Dihapus, Penderita Kanker Bakal Gugat BPJS Kesehatan dan Jokowi

Deni Muhtarudin

Image

Petugas melayani warga yang mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan di Bandung, Jawa Barat, Senin (5/3). BPJS Kesehatan menargetkan kepesertaan Badan Usaha terpenuhi melalui strategi canvassing dan penegakan kepatuhan, untuk mewujudkan Universal Health Coverage pada 2019. | ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama/18

AKURAT.CO, Penderita Kanker Payudara HER 2 Positif beserta keluarganya akan menggugat Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Presiden Jokowi terkait penghentian pembiayaan atas obat kanker Herceptin atau Trastuzumab.

Edy Haryadi yang merupakan suami dari penderita kanker payudara bernama Juniarti tersebut mengungkapkan bahwa masalah muncul Apoteker RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, menolak resep Herceptin atau Trastuzumab tersebut. Alasannya, sejak 1 April 2018 lalu, obat Trastuzumab dihentikan penjaminannya oleh BPJS Kesehatan.

"Belakangan kami baru tahu penjaminan itu dihentikan BPJS atas dasar pertimbangan Dewan Pertimbangan Klinis BPJS yang menganggap obat itu tidak bermanfaat secara medis," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (16/7).

baca juga:

Padahal, Edy mengatakan, Trastuzumab adalah obat yang aman, bermutu dan berkhasiat yang perlu dijamin aksesbilitasnya dalam rangka pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium Nasional 2018 yang ditetapkan pada 28 Desember 2017.

Edy menyebutkan, di halaman 66 pada poin 43 keputusan itu menyebutkan secara tegas bahwa Trastuzumab diberikan pada pasien kanker payudara metastatik dengan HER 2 positif (+++) dan wajib dijamin ketersedian obatnya oleh BPJS Kesehatan. Bahkan, menurut Edy, obat Trastuzumab memang sudah terbukti efektif memperpanjang usia penderita kanker HER 2 positif. Contoh hidupnya adalah Ketua Umum Cancer Information Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli Putri, yang juga seorang penderita kanker payudara HER 2 positif yang sudah bertahan hidup selama 15 tahun lebih berkat Trastuzumab atau Herceptin.

"Kebetulan istri saya dan Aryanthi Baramuli sudah berteman lama. Menurut kami, BPJS menghentikan penjaminan Trastuzumab karena obat itu terlalu mahal. Obat itu memang mahal. Harganya di pasaran Rp25 juta. Sementara seorang penderita kanker HER 2 positif minimal harus menjalani 8 sesi dari 16 sesi pengobatan dengan Trastuzumab. Tapi, apakah karena mahalnya harga obat tersebut menyebabkan penderita kanker payudara HER 2 positif mengalami diskriminasi untuk mendapat pengobatan terbaik?," ujarnya penuh tanya.

Di samping itu, Edy pun mengaku yakin dengan dugaannya atas alasan dihentikannya pembiayaan Trastuzumab oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya, dari pertemuan dengan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady dan Ketua Dewan Pertimbangan Klinis BPJS Kesehatan Agus Poerwadianto pada Selasa (3/7) di kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, alasan mereka menghentikan penjaminan obat Trastuzumab masih samar-samar dan mengambang.

"Pada pertemuan itu kami juga baru memperoleh salinan surat Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Maya Amiarny Rusady Nomor 2304/III.2/2018 tertanggal 16 Februari 2018 yang ditujukan ke Kepala Cabang BPJS di seluruh Indonesia untuk menghentikan penjaminan terhadap Trastuzumab sejak 1 April 2018. Celakanya, istri saya justru baru terdeteksi sebagai penderita kanker payudara HER 2 positif di bulan Mei 2018," katanya.

Edy menyampaikan bahwa ia pun telah meminta kebijaksanaan dari BPJS Kesehatan untuk memberikan keringanan penggunaan Trastuzumab kepada istrinya. Namun hingga kemoterapi pertama berlangsung, obat Trastuzumab itu tidak diberikan. Menurut Edy, di saat istrinya menjalani kemoterapi pertama tanpa Trastuzumab, ia ditelepon kembali oleh Humas BPJS Kesehatan yang menyatakan kasusnya tengah diproses.

Namun, menurut Edy, prosesnya terkesan lebih pada mengaudit dokter di RS Persahabatan mengapa memberikan obat Herceptin atau Trastuzumab. Saat dirinya menanyakan bagaimana dengan permintaan tentang Transuzumab, pihak BPJS Kesehatan pun menyatakan tidak akan menjamin. Hal itu dikarenakan Direksi BPJS Kesehatan percaya masih ada 22 obat kanker di luar Trastuzumab yang bisa digunakan.

"Tapi BPJS tidak pernah menyebutkan obat apa di luar Trastuzumab yang telah terbukti secara ilmiah, medis dan empiris memperpanjang usia penderita kanker payudara HER 2 positif," ungkapnya.

Oleh karena itu, Edy menegaskan, pihaknya bersama dengan keluarga akan menggugat Direksi BPJS Kesehatan dan juga Presiden Jokowi secara hukum atas penghapusan obat lini pertama Trastuzumab. Menurutnya, BPJS Kesehatan seolah-olah tengah membisniskan perkara nyawa seseorang.

"Mengapa Presiden Jokowi turut digugat? Karena menurut UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, Direksi BPJS Kesehatan bertanggungjawab langsung pada Presiden RI. Hanya Presiden yang bisa memberhentikan Direksi BPJS. Presiden ikut digugat karena dia bertanggungjawab atas pembiaran terhadap aksi sepihak Direktur BPJS Kesehatan yang menghapus obat Trastuzumab yang amat dibutuhkan penderita kanker payudara HER 2 positif," ujarnya.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Menguntungkan, Siloam Tambah 7 RS Layani BPJS Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Peserta Mandiri Tidak Bayar, BPJS Kesehatan Kalbar Rugi 72 Miliar

Image

Gaya Hidup

BPJS Kesehatan Belum Bayar Klaim RSMM Timika

Image

Gaya Hidup

Tetap Lanjut, 24 RSU di Maluku Masih Mitra BPJS Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Ini Alasan BPJS Putuskan Kerjasama dengan Beberapa Rumah Sakit

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Defisit Triliunan, Kubu Prabowo: Kita Perbaiki BPJS di 2019

Image

News

Pembiayaan Trastuzumab Dihentikan, DPR Akan Panggil BPJS Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Bila Trastuzumab Tak Digunakan, Harapan Hidup Pasien Ini Hanya 2 Tahun Saja?

Image

Gaya Hidup

Obat Trastuzumab Seharga Rp29 Juta Tak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Gading Ditemukan, Pelaku Pembunuh Bunta Dihukum 4 Tahun Penjara

Rencananya gading Bunta untuk sementara akan disimpan di Kantor BKSDA Aceh sesuai dengan amar pengadilan yang telah ditetapkan.

Image
News

Perawat Dipolisikan usai Hamili Pasiennya yang Lumpuh

Korban telah melahirkan anak hasil perbuatan Sutherland pada 29 Desember lalu.

Image
News

Jujur, Berani dan Cerdas, I Wayan Sudirta: Generasi Kita Boleh Contoh Ahok

Di mata I Wayan, Ahok merupakan pribadi yang jujur, berani, cerdas dan tidak pernah mengeluh ketika melayani masyarakat.

Image
News

Miris, Perawat Ini Hamili Pasiennya yang Derita Lumpuh

Korban telah melahirkan pada 29 Desember lalu

Image
News

Prajurit TNI Berhasil Damaikan Pertikaian Antar 2 Suku di Kongo

Pertikaian antara Suku Bantu dan Suku Twa di Desa Kabwela, Tanganyika, Kongo, sudah terjadi sejak Desember 2018.

Image
News

Guntur Romli: Ahok Adalah Korban Buni Yani

"Sayangnya Buni Yani sampai sekarang masih bebas berkeliaran bahkan menjadi bagian Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno."

Image
News

Amerika Serikat Bentuk NATO Arab untuk Hadapi Iran

AS akan berdiplomasi untuk menghimpun kekuatan dengan negara-negara lain untuk melawan Iran

Image
News

Momen Kebersamaan Ahok dan Djarot pasca Bebas

Ahok berfoto dengan Djarot dan beberapa keluarga lainnya.

Image
News

Kisah Budi Sikumbang dan Air Mata Penyu, Berbuah Semangat Konservasi Tukik

keputusan dirinya terjun ke dunia konservasi dimulai sejak tahun 2000 silam. Air mata Penyu menjadi ihwal awal.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

PPP Akui Basis Massanya Terbelah Dua di Pilpres 2019

"Tapi kami yakin nanti di sisa waktu ini terus mengecil. Target kami memang di angka 80-an (persen memilih Jokowi-Ma'ruf)"

trending topics

terpopuler

  1. Pergantian Komjen Arief Sulistyanto Dipertanyakan, Yunus Husein: Ini Kurang Lazim

  2. Debut Manis Kolev Bawa Persija Berpesta Gol

  3. BNPB Bakal Minta 1.000 Prajurit ke Mabes TNI, Buat Apa?

  4. Disangka Berpihak Salah Satu Pasangan Capres, Citra Scholastika Diteror

  5. Hanya Beberapa Saat Jelang Diperkenalkannya Piatek Sebagai Pemain Milan

  6. Holeless Phone, Ponsel Baru Meizu yang Bikin Heboh!

  7. Harapan Ahsan/Hendra untuk The Minions

  8. Besok Ahok Bebas, Dewi Perssik: Aku Suka Sama Sosoknya

  9. Citra Scholastika Antusias Tunggu Ahok Bebas

  10. Masih Banyak yang Salah, MPASI Berkontribusi Besar Sebabkan Anak Stunting

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Ujang Komarudin

Kritik JK dan Nasib Bangsa

Image
Achmad Fachrudin

Antisipasi Kecurangan Pemilu 2019

Image
Hendra Mujiraharja

Edy Mundur, Joko Driyono Meragukan?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Perdana Pilpres Tontonan Paling Memalukan

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
Ekonomi

Menteri Susi Masuk Daftar 100 Pemikir Global

Image
News

Abdul Hadi: Kami Tak Minta Dikasihani, Kami Hanya Butuh Pengakuan dan Kesempatan

Image
News

Megawati Soekarnoputri, Sosok Ibu Pembimbing dan Pemimpin yang Berkarakter Kuat