image
Login / Sign Up

Kesimpulan PK, Anas Nilai Ada Kekhilafan Hakim Dalam Memutus Perkaranya

Yudi Permana

Image

Anas Urbaningrum | nawacita.co

AKURAT.CO, Terpidana perkara kasus korupsi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menuding adanya kekhilafan dan kekeliruan yang dilakukan majelis hakim di tingkat pertama di pengadilan Tipikor, Jakarta, yang memutus perkara korupsi pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang (P3SON) dan tindak pidana pencucian uang. 

 "Kekeliruan yang nyata dari putusan (majelis hakim) sebelumnya, secara rinci kami sampaikan, dan kami uraikan dalam naskah kesimpulan yang sudah kami sampaikan pada Majelis Hakim Yang Mulia," kata Anas saat membacakan pokok kesimpulan permohonan PK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/7). 

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai bahwa putusan majelis hakim merupakan bentuk ketidakadilan yang menimpa dirinya. Sehingga Anas berharap dengan mengajukan PK ini mendapat keadilan menurut pemahaman dalam menegakan hukum. 

baca juga:

"Kami yakin Yang Mulia penegakkan hukum itu dimaksudkan untuk menghasilkan orang-orang mendapat hukuman. Tapi menegakkan hukum itu dimaksudkan untuk tegaknya hukum dan keadilan. Hukum yang tegak tapi mencecerkan keadilan, itu mencederai hukum itu sendiri," ujarnya.

Putusan majelis hakim yang memvonis selama 14 tahun hukuman penjara, kata Anas merupakan sesuatu yang zalim karena adanya skandal hukum antara penegak hukum. 

"Mohon maaf menurut kami itu jadi skandal keadilan. Putusan yang zalim itu bukan hanya skandal hukum, tapi putusan yang zalim juga skandal keadilan dan juga skandal kemanusiaan," tuturnya. 

Diketahui Anas merupakan terpidana kasus korupsi pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang dan tindak pidana pencucian uang. 

Dalam mengajukan Kasasi pada waktu itu, Mahkamah Agung (MA) memvonis Anas Urbaningrum dengan hukuman selama 14 tahun penjara atas perbuatannya tersebut. Tidak hanya itu, Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp57, 5 miliar.

Sebelumnya dalam pertimbangan vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor, Anas dinilai terbukti mendapatkan bantuan dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, melalui Grup Permai sebesar Rp 30 miliar dan 5,225 juta dolar AS. Bantuan tersebut digunakan untuk pemenangan Anas saat mencalonkan sebagai Ketua Umum Demokrat saat kongres tahun 2010.

Namun, uang tersebut tersisa sebesar 1,3 juta dolar AS dan Rp 700 juta. Uang sisa itu selanjutnya disimpan kembali oleh mantan sekretaris Nazaruddin,  Yulianis. Yulianis juga sebelumnya menjadi saksi untuk Anas dalam sidang PK yang digelar sebelumnya. 

Kesaksian Yulianis di persidangan karena adanya barang bukti baru yang dimilikinya menjadi dasar pengajuan permohonan PK. Salah satunya terkait adanya keterangan dari Yulianis dan Marisi Matondang, dan mantan petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus M. Noer dapat membantu dirinya agar terbebas dari jeratan hukuman. 

"Yang tiga-tiganya telah menyampaikan testimoni secara tertulis, dan kemudian dilegalisasi oleh notaris. Dan keduanya hadir secara langsung memberikan kesaksian di muka persidangan," ucapnya. 

Berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan, bahwa ada bukti baru berupa pernyataan yang dulu tidak pernah tersampaikan, baik dihadapan penyidik maupun di persidangan tingkat pertama. 

"Dari saksi yang menyampaikan testimoni itu sudah sangat jelas adanya novum yang belum pernah disampaikan pada persidangan ketika di Pengadilan Negeri (Tipikor)," tandasnya. []

Editor: Bismarc Lesmana

Sumber:

berita terkait

Image

News

Nama Menpora Mencuat dalam Sidang Kasus Suap Hibah untuk KONI

Image

News

Ini Alasan Jaksa KPK Tidak Cabut Hak Politik Idrus Marham

Image

News

Dituntut Lima Tahun Penjara, Idrus Tidak Terima

Image

News

Minta Dipindah ke Lapas Kedungpane, Taufik Kurniawan Diduga Hendak Pengaruhi Saksi

Image

News

KPK Harap Lucas Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara

Image

News

KPK Terima Putusan Hakim atas Vonis Eddy Sindoro

Image

News

Mantan Kabais Soleman Ponto Ungkap Peran Irwandi Yusuf di Perjanjian Helsinki

Image

News

Dituntut 12 Tahun, Lucas Nilai Jaksa KPK Dendam

Image

News

KPK Tegaskan Tak Ada Dendam dalam Tuntutan atas Terdakwa Pengacara Lucas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kronologi Suap Pengadaan Barang dan Jasa di PT KS

Kontruksi hukum suap direksi Krakatau Steel.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

5 Ribu Kader PKPI Cianjur Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019

"Melihat antusiasme kader seperti ini, tentu kita makin optimis akan kiprah PKP Indonesia"

Image
News

Selain Direktur Krakatau Steel, KPK Juga Tetapkan 3 Orang Lainnya sebagai Tersangka

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka"

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ma'ruf Amin: Tidak Lagi Pakai Kiasan, Langsung pada Sasaran

"Nusuk, jadi tidak lagi pakai kiasan, pakai muter-muter, jadi langsung saja pada sasaran-sasaran"

Image
News

Andi Arief: Kalau PSI Mau Berdebat dengan Demokrat, Kader Kami Siap 7 Hari 7 Malam

KPU sedang mengkaji usulan tersebut.

Image
News

Jaga Kelestarian Satwa Liar, Personel Puslatpur Kodiklatad Rilis Ular Piton 8 Meter

"Saat alat berat bekerja dan melakukan pembersihan, tiba-tiba terlihat seekor ular yang sangat besar dan panjang"

Image
News

KPK Tetapkan Direktur Krakatau Steel sebagai Tersangka

Kuncuro diduga menerima suap.

Image
News

Jokowi Lempar Jaket ke Pendukungnya, Warganet: Alhamdulilah, Capresku Gak Telanjang

Sebagian warganet bertanya-tanya siapa yang berhasil mendapatkan jaket Jokowi.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

JAMAN Siapkan Ribuan Relawan di Setiap Kampanye Terbuka Paslon 01

JAMAN berharap kampanye terbuka diisi dengan kegembiraan rakyat.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Ini Alasan TKN Pilih Banten Sebagai Awal Kampanye Terbuka

"Ini adalah momentum yang sangat baik untuk Jokowi-Ma'ruf untuk memulai di sebuah tempat yang dalam konteks kesejarahan begitu luar biasa"

trending topics

terpopuler

  1. Pesan Terakhir Ketua Umum Seknas Jokowi Sebelum Wafat: Berjuang untuk Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

  2. Sudah Bayar PDP Rp364 Miliar, Garuda Indonesia Bakal Negosiasi Ulang Dengan Bos Boeing

  3. Hasil Lengkap Pertandingan Sepakbola Internasional Hari Ini

  4. Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

  5. Survei Litbang Kompas Menengah Atas Dukung Prabowo, Ini Alasannya

  6. Fokus Infrastruktur dan SDM Langkah Tepat Bawa Indonesia Keluar Dari Jebakan Middle Income Trap

  7. Seharusnya Thailand Bisa Cetak Banyak Gol ke Gawang Indonesia

  8. Buron 5 Tahun, Musmulyadi Ditangkap tanpa Ada Perlawanan

  9. Ronaldo Mandul, Ukraina Paksa Portugal Bermain Imbang

  10. Terciduk Ngobrol di Pesta Ultah BCL, Ariel 'Noah' dan Luna Maya Didoakan Balikan

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Sosok

Image
News

Sibuk Kampanye, 8 Potret Hangat Sandiaga Uno saat Luangkan Waktu Bersama Anak

Image
News

Serius Berpolitik, 10 Gaya Blusukan ala Dina Lorenza

Image
News

8 Potret Penampilan Mufidah Kalla yang Tetap Modis di Usia 76 Tahun