image angkutan jadul
Login / Sign Up

Penipu Milyaran Rupiah di Ambon Divonis 3,5 Tahun Penjara

Bayu Primanda

Image

Ilustrasi | AKURAT.CO/Lukman

AKURAT.CO Majelis hakim Pengadian Negeri Ambon menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara terhadap Suhaya Tuhepaly (37), terdakwa yang melakukan penipuan terhadap mantan Wakil Bupati Buru, Bakrie Lumbessy senilai Rp1,858 miliar.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 378 KUH Pidana dan dijatuhi pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan," kata Ketua Majelis Hakim PN setempat, Esau Yatisetou di Ambon, Rabu(11/7).

Yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya telah merugikan orang lain dan yang bersangkutan juga pernah dihukum.

baca juga:

Sedangkan yang meringankan berupa sikap terdakwa yang sopan dalam persidangan, menyesali perbuatan serta berjanji tidak mengulanginya dan yang bersangkutan sudah mengembalikan sebagian uang kepada saksi korban, kemudian sisanya akan diganti secara cicilan.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku, Awaludin yang dalam persidangan sebelumnya meminta terdakwa dihukum empat tahun penjara.

Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya Abdusyukur Kaliki menyatakan menerima.

Munculnya kasus penipuan ini berawal dari terdakwa bertemu Bakrie Lumbessy selaku saksi korban pada salah satu apartemen di Jakarta tahun 2017, lalu terdakwa mengatakan ada pekerjaan pengadaan barang yang dibiayai oleh Bank Dunia.

Untuk meyakinkan korban, terdakwa meyakinkannya dengan memperlihatkan contoh kontrak RAB dan mengajak Lumbessy untuk ikut berinvestasi jika memang berminat.

Kemudian 10 April 2017, Lumbessy yang merupakan mantan Wakil Bupati Buru dan Kadis Kominfo Maluku ini datang ke Ambon dan menemui terdakwa di kantor LKSE di kawasan Galala, Kecamatan Sirimau.

Lumbessy menyerahkan dokumen-dokumen CV Risula sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut, lalu terdakwa memerintahkan sekretarisnya Rani Maharani membuat surat perjanjian kerja sebanyak tiga buah untuk pengadaan bahan pokok di Kota Ambon tahun 2017.

Besaran nilai masing-masing kontrak adalah Rp292,5 juta dalam waktu penyelesaian selama 30 hari kerja.

Tanggal 12 April 2017, saksi korban dengan terdakwa kembali membuat empat surat kontrak kerja baru, masing-masing untuk kontrak alat pertukangan dua paket senilai Rp306,5 juta dan satu paket lainnya Rp177,125 juta, ditambah dua paket bantuan pengadaan alat nelayan masing-masing senilai Rp1,525 miliar.

Selanjutnya pada 13 April 2017, terdakwa dengan saksi kembali membuat kontrak kerja senilai Rp177,125 juta untuk paket pengadaan alat pertukangan.

Ketika kedua pihak selesai membuat perjanjian kerja, saksi korban pada tanggal 18 April 2017 menyerahkan bahan pokok kepada terdakwa sesuai nota pembelian diantaranya 2.700 kg tepung terigu, 57 karton susu kental manis, 5.400 bungkus mentega, 1.350 Kg gula pasir, 1.350 sak beras, serta 1.350 cerigen minyak goreng.

Sedangkan alat pertukangan diserahkan saksi kepada terdakwa pada tanggal 15 Mei 2017 diantaranya berupa 40 unit mesin plamer, 40 unit mesin bor, dan 40 unit mesin gergaji, ditambah penyerahan paket bantuan nelayan.

Namun hingga berakhirnya masa kontrak, saksi korban belum menerima uang dari terdakwa karena selalu berbelit-belit bahwa Bak Dunia belum mencairkan dana, hingga masalah teknis seperti perubahan nama perusahaan milik terdakwa.

Karena selalu didesak saksi, terdakwa akhirnya menerbitkan lima lembar Bilyet Giro BNI Cabang Ambon yang tanggal dan nilai ceknya berbeda-beda, tetapi total keseluruhannya mencapai Rp2,376 miliar.

"Sayangnya ketika hendak dicairkan di BNI Cabang Ambon, dana tersebut ternyata kosong, lalu saksi menghubungi terdakwa dan dijawab dananya sudah dialihkan ke BCA," kata JPU.

Saksi juga mendatangi kantor BCA cabang Ambon tetapi nyatanya dana tersebut kosong sehingga terdakwa akhirnya dilaporkan ke polisi.

Di luar ruang sidang, baik JPU maupun PH mengatakan kalau korban penipuan terdakwa masih banyak dan ada yang juga membuat laporan resmi ke polisi.[]

Editor: Iwan Setiawan

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Rasuna, Polisi Masih dalam Perjalanan ke Lokasi

Image

News

Lari dari Kejaran Petugas, Pengedar Narkoba Tewas Bersimbah Darah di Rumah Warga

Image

News

Tudingan Anggota DPR Soal Dugaan Peredaran BBM Ilegal Dibantah Pelaku Usaha dan Polisi

Image

News

Dua Jambret di Duren Sawit Dibekuk Lantaran Panik Saat Melihat Petugas

Image

News

Polda Kalsel Ingatkan Masyarakat Agar Waspada Terhadap Calo Penerimaan Polisi

Image

News

Respon Fadli Zon Tahu Karyawan Hotel Dibawa ke Kantor Polisi karena Pose 2 Jari

Image

News

Diduga Terlibat Tawuran, Polisi Amankan Dua Pemuda di Kalibata Utara

Image

News

Polisi Masih Dalami Cara Kerabat Prabowo Dapat Mesin ATM Pembobol Bank

Image

Hiburan

Umay Shahab Akui Pandangannya Terhadap Polisi Berubah Sejak Main Pohon Terkenal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kiai Ma`ruf Ajak Warga Banten Coblos Baju Putih

mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan, masyarakat agar mencoblos baju putih pada 17 April mendatang.

Image
News

Dari Lari hingga Senam, 10 Potret Bima Arya Sugiarto Saat Berolahraga

Tampaknya olahraga telah menjadi gaya hidup dari Bima Arya

Image
News

DOR! Polres Tangerang Selatan Tembak Bandar Narkoba

BS pun tewas ketika timah panas mengenai tubuhnya.

Image
News

Pemerkosa Anak Di Aceh Di Cambuk 174 Kali

Tiga orang terpidana merupakan pelaku jarimah atau pemerkosaan terhadap anak dengan cambuk paling sedikit 100 kali dan terbanyak 174 kali

Image
News

Air Kali Ancol DIteliti Petugas Sudin LH Jakarta Utara

pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran di Kali Ancol.

Image
News

BNN: Tidak Ada Satupun Negara Yang Melegalkan Ganja

Penggunaan kata legalisasi dianggapnya tidak tepat.

Image
News

Bawaslu Dilematis Soal Uang Transport ke Simpatisan

Pemberian uang transport dalam bentuk nontunai diakuinya dilematis,

Image
News

Gelar Rapimnas, Seluruh Kepala BNNK Se- Indonesia Padati Hotel Bidakara

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat BNN baik dari kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Image
News

Sarat Nilai Sejarah, Pulau Bidadari 'Digarap" Pihak Ancol

Wisata bahari dan resort akan dikelola diatas tanah seluas enam hektar persegi.

Image
News

Siswa SMP Maha Prajna Sawer Guru, Sudin Pendidikan Jakarta Utara: Siswa Tidak Dikeluarkan Dari Sekolah

Aksi siswa yang direkam sembari mengelilingi guru dan menyawer membuat sejumlah pihak angkat bicara.

trending topics

terpopuler

  1. 7 Foto Editan Kocak saat Idola Sepakbola Dunia Tinggal di Indonesia, Ronaldo Ditilang!

  2. Ayo Daftar, Front Pembela Rakyat Mencari Jutaan Relawan!

  3. Eks GRPG: Saya Mohon Maaf ke Tim Prabowo, Kita Resmi Mendukung Jokowi

  4. Bagaimana Cara Ruth Permatasari Menjalani Pola Hidup Sehat?

  5. Prabowo: Hallo Pers, Hallo Media, How Are You Today, Kira-kira kita Diliput Nggak Ya?

  6. Xavi: Saya Minta Maaf Tak Bisa Membela Katalunya

  7. Indra Sjafri Tak Terima Marinus Dikartu Merah Setelah Laga Usai

  8. Tya Ariestya Bakal Jaga Ketat Asupan Makan Pasca Melahirkan

  9. Harapan Ahok Usai MRT Diresmikan Presiden Jokowi

  10. Rupiah Digebuk Dolar AS

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru

kolom

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
News

Dari Lari hingga Senam, 10 Potret Bima Arya Sugiarto Saat Berolahraga

Image
Hiburan

Cara Pedagang Makanan Keliling Tarik Perhatian Pembeli Ini Bikin Ngakak

Image
News

7 Potret Kedekatan Bambang Soesatyo dengan Cucu, Hangat Banget!