image
Login / Sign Up

Duplikasi Pengaturan di RKUHP Dinilai Buka Peluang Korupsi Dagang Pasal

Muslimin

Image

Aliansi Nasional Reformasi KUHP memberikan tanggapan RKUHP yang saat ini digodok DPR | AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Aliansi Nasional Reformasi KUHP meminta DPR dan Pemerintah untuk memastikan penguatan pemberantasan korupsi dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Aktivis Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI)  FH UI, Andry S. menilai, RKUHP yang saat ini dibahas belum sepenuhnya mendukung pemberantasan korupsi. Selain itu, terdapat dua penggunaan dua Undang-Undang dengan duplikasi dan delik yang sama persis namun ancaman pidana berbeda.

Maka, kata Andry, akan membuka peluang aparat penegak hukum memperdagangkan pasal-pasal tersebut pada tersangka dan atau terdakwa, secara langsung. Hal ini bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi.

baca juga:

"Yang ada dalam RKUHP maupun di Undang-Umdang pidana korupsi sama-sama berlaku, masalahnya ancaman pidananya berbeda di RKUHP dan Undang-Undang korupsi. Inikan akan menimbulkan ruang-ruang transaksi, ini menjadi masalah yang tidak diselesaikan," katanya di Kantor ICW, Minggu (10/6).

Ia mengatakan, terdapat penentuan ancaman pidana yang bertentangan dengan logika dan asas dasar dalam hukum pidana. Pasal 588 RKUHP memiliki ancaman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dan denda minimal kategori II yakni RP100 juta dan maksimal kategori VI yakni RP150 juta. 

Sedangkan untuk korupsi kerugian negara yang tidak spesifik menggunakan sarana penyalahgunaan kewenangan, melainkan hanya sekedar dengan rumusan 'melawan hukum’ sebagaimana diatur dalam pasal 687 RKUHP, justru diancam dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan denda minimal kategori ll, RP10 juta dan maksimal kategori VI, Rp2 mlliar.

Ancaman pidana penjara yang jumlahnya sama antara penyalahgunaan wewenang dengan sekedar melawan hukum saja sudah bermasalah, apalagi ditambah dengan ancaman pidana denda yang jumlahnya leblh berat untuk pasal 687 ketimbang 688 RKUHP.

"Hal ini telah menerabas logika dan asas pidana. Sebab, dalam hukum pidana, seharusnya delik jabatan, apalagi pejabat publik, seharusnya diperberat karena yang bersangkutan telah melanggar sumpah jabatan dan selama ini sudah menikmati fasilitas negara," pungkasnya.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

News

RKUHP Dinilai Ancam Kebebsan Pers

Image

News

Kodifikasi RKUHP Dinilai Tak Jelas

Image

News

Jokowi Bahas RKUHP Bersama KPK Usai Lebaran

Image

News

Soal Pasal 729 dan 723 RKHUP, KPK: Pembahasan Dilanjut Habis Lebaran

Image

News

Tolak Pasal Tipikor dalam RKUHP, KPK Ngotot Ingin Ketemu Presiden

Image

News

Menko Polhukam: RKUHP Tidak Lemahkan KPK

Image

News

KPK: RKUHP Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Image

News

Tak Ada Wewenang KPK yang Disunat Lewat RKUHP

Image

News

KPK Diminta Baca RKUHP Secara Utuh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bawaslu Diminta Awasi Ketat Pencairan Dana PKH

Dana PKH naik signifikan.

Image
News

Muhammed Bin Salman ke Indonesia, Polri Kerahkan 307 Personel untuk Pengamanan

Polri akan mengamankan jalur yang akan dilalui rombongan MBS.

Image
News

Aktivasi Jalur Ganda Kroya-Purwokerto Akibatkan Gangguan Kedatangan KA

"Atas terjadinya gangguan perjalanan KA ini, PT Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada penumpang KA,"

Image
News

Kemenkumham Papua Perketat Penggunaan HP Bagi Warga Binaan

"Di Papua Barat kami pun sudah mulai melaksanakan razia. Lapas dan rutan kami instruksikan untuk melaksanakan pemeriksaan secara rutin,"

Image
News

Cawapres Nomor Urut 01 Ingin Ciptakan Petani Muda

"Kita akan membangun sumber daya manusia misalnya dengan menciptakan petani-petani muda,"

Image
News

Ada 16.538 e-KTP Belum Diambil Pemiliknya di Jakarta Utara

"Untuk itu kami menghimbau warga yang belum mengambil fisik KTP-e ini agar segera mengambilnya di kelurahan masing-masing,"

Image
News

10 Potret Harmonis Keluarga Ridwan Kamil yang Mencuri Perhatian

Keluarga Kang Emil terlihat dipenuhi dengan kasih sayang

Image
News

Satpel SDA Perbaiki Saluran PHB Gading Kirana

"Pengerjaan ini juga menindaklanjuti aduan warga ke Sudin. Penyebabnya hujan deras beberapa hari lalu,"

Image
News

Ganjar Jalani Pemeriksaan Bawaslu Jateng Selama 1,5 Jam

Tadi ditanya beberapa hal, apakah kegiatan itu yang mengundang saya, saya jawab iya,"

Image
News

KPAI Akan Awasi Tempat Tinggal Anak Pengidap HIV

"Anak-anak ini ditempatkan di sebuah rumah yang cukup jauh dari kampung, tapi di dalam rumah tersebut kita belum sempat datangi,"

trending topics

terpopuler

  1. CEO Bukalapak Ingin 'Presiden Baru', Abu Janda: Yawis, Kita Pengen Aplikasi Baru #UninstallBukalapak

  2. Tengku: Kalau Mau Salat Jum'at Saja Dilarang Gara-gara Umumkan Tempat, Banyak Khotib dan Kiai yang Mestinya Dilarang

  3. Aksi #UninstallBukalapak Ingatkan Boikot Sari Roti, Yunarto: yang Ngaco Mereka atau yang Memboikotnya? Pikir

  4. Indef: Pendiri Bukalapak Menyelamatkan Pengangguran, Buzzer-buzzer Itu yang Tak Berguna

  5. Tidak Pernah Disorot Media, Ribuan Warga Berbaris untuk Dukung Nicolas Maduro

  6. Alasan si Migo Kebal Hukum hingga Ganjar Minta Bawaslu Tegas terkait Pelanggaran Pemilu

  7. Ramai #UninstallBukalapak, Selebgram: Perusahaan Menghidupi Banyak Orang, Cepatlah Berakhir Pilpres!

  8. Polisi: 'Jengukin Kita Dong' Kode Kelompok Geng Motor Jakarta Barat Mencari Musuh

  9. Ganjar Pranowo Diperiksa Siang Ini

  10. Jadi Perbincangan, 10 Potret Gaya Pacaran Al Ghazali dan Alyssa Daguise

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Kejutan Debat Kedua

Image
Hervin Saputra

Al Araibi: Olahraga, Politik, atau Hak Asasi Manusia?

Image
Cosmas Kopong Beda

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Image
Cosmas Kopong Beda

The Blues (Harus) Bersabar dengan Kerja Maurizio Sarri

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
News

10 Potret Harmonis Keluarga Ridwan Kamil yang Mencuri Perhatian

Image
News

10 Potret Darma Hutomo, Putra Tommy Soeharto yang Warisi Bakat Sang Ayah

Image
News

10 Potret Zinedine Alam, Anak Ganjar Pranowo yang Jarang Tersorot