image angkutan jadul
Login / Sign Up

Dua Catatan Penting Terkait RKUHP Versi LBH Masyarakat

Deni Muhtarudin

Image

Komisi III DPR menggelar rapat kerja bersama Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin) RUU KUHP dan Tim Pemerintah | AKURAT.CO/Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat memiliki dua catatan krusial terkait dimasukkannya tindak pidana khusus seperti korupsi, narkotika dan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Analis Gender LBH Masyarakat, Arinta Dea, mengungkapkan bahwa dua catatan tersebut muncul sehubungan dengan keberadaan tindak pidana khusus di dalam RKUHP dan memperhatikan dinamika pembahasan RKUHP baru-baru ini, yang sepertinya luput dari perhatian dan percakapan publik.

"Pertama, rumusan ketentuan pidana di dalam RKUHP, khususnya tindak pidana khusus, belum memperhatikan elemen gender. Di dalam sistem hukum yang corak patriarkismenya masih dominan seperti Indonesia, penting memiliki RKUHP yang mengandung unsur pengakuan gender yang kuat," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (5/6).

baca juga:

Menurut Arinta, hal ini berarti bahwa hukum Indonesia akan bisa mengakui, melihat dan memahami bahwa keterlibatan perempuan di dalam sebuah tindak pidana khusus mengandung karakteristik yang khusus terjadi karena peran gendernya.

"Perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang terdampak atas dimasukkannya rumusan tindak pidana khusus dalam RKUHP. Pada praktiknya, perempuan seringkali dimanfaatkan dan dieksploitasi untuk terlibat dalam tindak pidana dengan memanfaatkan faktor kerentanan yang mereka miliki," ujarnya.

Arinta mengatakan, dalam tindak pidana narkotika misalnya, perempuan kerap dimanfaatkan untuk menjadi kurir oleh pasangan intim mereka yang merupakan bagian dari sindikat gelap narkotika. Komnas Perempuan juga sudah menyatakan bahwa terdapat dugaan kuat adanya unsur perdagangan manusia pada proses rekrutmen perempuan menjadi kurir.

"Beberapa tahun belakangan, kita menyaksikan meningkatnya tren perempuan sebagai pelaku peredaran gelap narkotika. Dalam tindak pidana terorisme, baru-baru ini kita melihat fenomena perempuan yang melakukan peran aktif sebagai pelaku aksi terorisme, padahal sebelumnya perempuan baru sebatas memegang peran pendukung," katanya.

Arinta menyampaikan, keterlibatan mereka di tindak pidana khusus tersebut akan memperdalam stigma dan diskriminasi terhadap perempuan. Rumusan KUHP sekarang dan RKUHP yang sekarang digodok bersama oleh DPR dan Pemerintah belum menggunakan pendekatan yang sensitif gender dan tidak memperhatikan dimensi gender di dalam terjadinya sebuah tindak pidana.

"Pendekatan yang digunakan selama ini adalah kriminalisasi tanpa melihat lebih dalam karakteristik khusus keterlibatan perempuan dalam tindak pidana. Meletakkan tindak pidana khusus dalam RKUHP akan menghilangkan kemungkinan aparat penegak hukum dalam melihat persoalan khusus perempuan dalam kejahatan-kejahatan tersebut," ujarnya.

Karena RKUHP adalah legislasi yang bersifat umum (generalis), Arinta menegaskan, maka sebenarnya keberadaan peraturan khusus seperti UU Narkotika, UU Terorisme, UU Korupsi dan UU Pengadilan HAM dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi negara untuk melihat elemen perempuan dalam tindak pidana dan memberikan perlindungan kepada perempuan yang sesungguhnya menjadi korban.

Catatan Kedua, Arinta menyebutkan, fakta bahwa masih terdapat penolakan dari berbagai lembaga negara seperti Komnas HAM, KPK dan BNN terkait penempatan tindak pidana khusus di dalam RKUHP menunjukkan bahwa pembahasan RKUHP tidak perlu dikebut. Di samping itu, penolakan tersebut juga hendaknya dibaca sebagai penyangkalan atas pernyataan DPR dan Pemerintah bahwa RKUHP hampir rampung.

"DPR dan Pemerintah seharusnya membuka ruang diskusi yang luas, partisipatoris dan bermakna, dengan masukan dari lembaga negara tersebut. Apalagi kalau RKUHP dipaksakan selesai di Agustus 2018 sebagai kado kemerdekaan. Penyelesaian pembahasan produk legislasi, terlebih yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti RKUHP, tidak sepatutnya dimanfaatkan untuk perayaan simbolik. Memaksakannya selesai di tengah derasnya penolakan masyarakat sipil dan sejumlah lembaga negara memperlihatkan kepada publik akan watak DPR dan Pemerintah yang mengejar ego dan bukannya menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan politik sesaat," katanya.[]

Editor: Iwan Setiawan

Sumber:

berita terkait

Image

News

RKUHP Dinilai Ancam Kebebsan Pers

Image

News

Kodifikasi RKUHP Dinilai Tak Jelas

Image

News

Duplikasi Pengaturan di RKUHP Dinilai Buka Peluang Korupsi Dagang Pasal

Image

News

Jokowi Bahas RKUHP Bersama KPK Usai Lebaran

Image

News

Soal Pasal 729 dan 723 RKHUP, KPK: Pembahasan Dilanjut Habis Lebaran

Image

News

Tolak Pasal Tipikor dalam RKUHP, KPK Ngotot Ingin Ketemu Presiden

Image

News

Menko Polhukam: RKUHP Tidak Lemahkan KPK

Image

News

KPK: RKUHP Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Image

News

Tak Ada Wewenang KPK yang Disunat Lewat RKUHP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bawaslu Dilematis Soal Uang Transport ke Simpatisan

Pemberian uang transport dalam bentuk nontunai diakuinya dilematis,

Image
News

Gelar Rapimnas, Seluruh Kepala BNNK Se- Indonesia Padati Hotel Bidakar

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat BNN baik dari kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Image
News

Sarat Nilai Sejarah, Pulau Bidadari 'Digarap" Pihak Ancol

Wisata bahari dan resort akan dikelola diatas tanah seluas enam hektar persegi.

Image
News

Siswa SMP Maha Prajna Sawer Guru, Sudin Pendidikan Jakarta Utara: Siswa Tidak Dikeluarkan Dari Sekolah

Aksi siswa yang direkam sembari mengelilingi guru dan menyawer membuat sejumlah pihak angkat bicara.

Image
News

Lieus Sungkharisma: Jokowi Sudah Berubah 180 Derajat

"Kalau presidennya curhat sama rakyat, terus rakyatnya mau curhat sama siapa?"

Image
News

Masyarakat Kepri Dukung Abdul Basyid Has Perjuangkan UU Provinsi Kepulauan

Sudah masuk Prolegnas sejak 2017.

Image
News

Tiga Wanita Menumpang Truk Petikemas, Polisi :Kembali ke Kesadaran Masing-masing

Foto yang kemudian menjadi viral dijagat maya mendapat respon dari Kasat Lantas Wilayah Jakarta Utara, AKBP Agung Pitoyo.

Image
News

Mucikari Ini Hubungi WTS Lewat Fitur Chat Game Clash of Clans

Aldar malah menggunakan fitur in game chat di sebuah game strategi, Clash of Clans.

Image
News

Lewat Situs Semprot.org, Aldar Jajakan Para Angel Bertarif Jutaan Rupiah

Aldar menggunakan situs tersebut untuk menunjukan kemolekan para pekerja seks komersil yang dijajakannya.

Image
News
Debat Pilpres 2019

Debat Keempat, KPU Pilih 9 Panelis dari Kalangan Akademisi dan Praktisi

Salah satu panelis adalah Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf.

trending topics

terpopuler

  1. 7 Foto Editan Kocak saat Idola Sepakbola Dunia Tinggal di Indonesia, Ronaldo Ditilang!

  2. Menggetarkan, Ini Sejumlah Fakta Kampanye Akbar Perdana Jokowi di Banten

  3. TKN Sebut Prabowo-Sandi Didukung Eks HTI

  4. Ayo Daftar, Front Pembela Rakyat Mencari Jutaan Relawan!

  5. Eks GRPG: Saya Mohon Maaf ke Tim Prabowo, Kita Resmi Mendukung Jokowi

  6. Bagaimana Cara Ruth Permatasari Menjalani Pola Hidup Sehat?

  7. Indra Sjafri Tak Terima Marinus Dikartu Merah Setelah Laga Usai

  8. Xavi: Saya Minta Maaf Tak Bisa Membela Katalunya

  9. Prabowo: Hallo Pers, Hallo Media, How Are You Today, Kira-kira kita Diliput Nggak Ya?

  10. Tya Ariestya Bakal Jaga Ketat Asupan Makan Pasca Melahirkan

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru

kolom

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
Hiburan

Cara Pedagang Makanan Keliling Tarik Perhatian Pembeli Ini Bikin Ngakak

Image
News

7 Potret Kedekatan Bambang Soesatyo dengan Cucu, Hangat Banget!

Image
News

Anto Purnomo, Sosok di Balik Sukses Evakuasi KRL 1722 di Bogor