image
Login / Sign Up

Krisis Alat Simulasi Tata Surya, Planetarium Jakarta Terancam Tutup

Tria Sutrisna

Sains

Image

Proyektor simulasi tata surya di Planetarium Jakarta, Kamis (18/7/2019). | AKURAT.CO/Tria Sutrisna

AKURAT.CO Planetarium dan Observatorium Jakarta menjadi sarana edukasi tata surya dengan adanya pertunjukan simulasi. Kini keberlangsungannya mulai terancam karena peralatan yang semakin tua dan belum diremajakan.

Kepala Satuan Pelaksana Pertunjukan Dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta Eko Wahyu Wibowo menjelaskan bangunan yang didirikan sejak 1969 itu baru satu kali melakukan peremajaan alat simulasi, yakni pada 1996.

"Alat yang kami gunakan untuk Planetarium Jakarta saat ini pengadaannya tahun 1996, dengan lifetime-nya 15 tahun," ujar Eko ketika ditemui wartawan, Kamis (18/7/2019), di Kantornya.

baca juga:

Alat berbentuk proyektor tersebut seharusnya sudah diremajakan, mengingat masa waktu penggunaanya yang sudah lewat hampir delapan tahun. Hanya saja, dalam peremajaannya terkendala minimnya suku cadang dan pihak vendor yang menolak melayani Planetarium Jakarta.

"Terakhir itu 2018 anggarannya (peremajaan) terpaksa kita kembalikan. Karena pihak Carl Zeiss sandiri menolak untuk melayani kita," ungkapnya.

Proyektor Simulasi Tata Surya Planetarium Jakarta. AKURAT.CO/Tria Sutrisna

Carl Zeiss sendiri merupakan perusahaan asal Jerman yang memproduksi alat atau proyektor untuk pertunjukan simulasi tata surya di Planetarium Jakarta.

Eko menyebut menolaknya pihak Carl Zeiss melayani penjualan suku cadang kepada Planetarium Jakarta, ditengarai adanya sengketa dengan pihak ketiga pemenang lelang peremajaan alat simulasi tata surya pada 2013 silam.

"Pada 2013 itu kan kita mengadakan peremajaan tadi. Kita beli namanya Digital Velvet. Pada 2014 dipasang, tapi Carl Zeiss belum mau menghidupkan," tuturnya.

Dia mengatakan tidak mengetahui secara rinci permasalahan antara Carl Zeiss dengan pihak ketiga tersebut. Hanya saja hal ini berdampak pada planetarium yang akhirnya tidak bisa menggunakan alat baru tersebut.

"Saya kurang tahu ada kontrak bunyinya seperti apa antara pihak ketiga dengan Carl Zeiss, kan kita gak bisa melihat. Itu urusan mereka berdua kan, tiba-tiba Carl Zeiss-nya gak mau menyalakan," kata Eko menjelaskan.

Karena barang tersebut tidak bisa menyala, lanjutnya, pihak Planetarium Jakarta menolak untuk membayar kepada pihak ketiga lantaran prinsip anggaran bersifat fungsional, yakni "alat berfungsi, baru bayar".

Simulasi Tata Surya Plantarium Jakarta. AKURAT.CO/Tria Sutrisna

Untuk itu pihak tetap berupaya memaksimalkan alat yang ada saat ini untuk melayani dan mengedukasi masyarakat. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa proyektor tata surya tersebut acap kali mengalami kendala.

"Beberapa waktu lalu terpaksa tutup karena harus ada perbaikan. Itu waktunya tergantung berapa lama menemukan komponen yang kami cari," ungkapnya.

Saat terjadi kerusakan, Eko menceritakan pihaknya melakukan perbaikan dengan mengganti suku cadang lain yang kompatibel. Komponen tersebut disesuaikan nomor serinya dengan proyektor simulasi tata surya Planetarium Jakarta.

"Bisa ke Poncol (Pasar Senen), bisa ke glodok, bisa kemana aja yang penting kami dapat kompetibelnya. Namun cukup sulit, mengingat itu kan produk khusus," kata Eko.

Namun, karena suku cadang tersebut tidak original kemampuan dari proyektor pun terbatas. Planetarium pun mensiasati dengan mengurangi jadwal pertunjukan simulasi tata surya, agar alat yang digunakan tetap terawat dan bisa berjalan.

Mulai 2018 hingga saat ini, Planetarium Jakarta hanya melangsungkan pertunjukan dua kali dalam seminggu.

Titik Terang Simulasi Tata Surya Di Jakarta

Saat ini, masalah peremajaan alat simulasi tata surya tersebut sudah mulai menemukan titik terang. Eko mengungkapkan rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga akan menyentuh Planetarium Jakarta.

"Kemarin sudah ada kepastian dari PT Jak Pro. Bahwa kesulitan kami yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat luas akan diselesaikan pada tahun 2021," ungkap Eko.

Langkah tersebut pun disambutan baik oleh masyarakat. Guru Sekolah Tahfidz Ash Shiddiq Ciputat sekaligus pengunjung Planetarium Jakarta Rifan Ayarsha, mengatakan pergantian suku cadang dari alat simulasi memang harus dilakukan. Hal ini demi keberlangsungan Planetarium Jakarta.

"Walaupun mahal tapi ini dibutuhkan, buat anak-anak bangsa kita untuk melihat dan mempelajari angkasa luar. Mau dimana lagi kalau bukan disini gitu," ujar Rifan, Kamis (18/7/2019), di Planetarium Jakarta.

Revitalisasi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap, dan untuk penggarapan Planetarium Jakarta akan dilakukan pada tahap kedua, yakni sekitar Juni 2020. Eko pun memastikan bahwa kondisi Planetarium Jakarta pada dua tahun kedepan akan jauh lebih baik.

"Sehingga 2021 bulan Juni, Planetarium Jakarta akan lahir kembali dengan lebih modern" pungkasnya.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Iptek

Kembangkan Infrastruktur Digital di Indonesia, SoftBank Investasi 2 Miliar Dolar US Lewat Grab

Image

Iptek

Sains

Wow, LIPI Ajukan Kebun Raya Bogor Sebagai Situs Warisan Dunia ke UNESCO

Image

Iptek

Sains

LIPI Bantah Klaim Plastik Oxium Ramah Lingkungan

Image

Iptek

Sains

LIPI Luncurkan Ruang Pamer Bertema Manusia dan Lingkungan

Image

Iptek

Pasca Akuisisi Intel, iPhone 2020 Diprediksi Sudah Support 5G

Image

Iptek

Sains

Geo Mitologi: Tsunami Pantai Selatan dan Mitos Nyi Roro Kidul

Image

Iptek

Dianggap Meragukan, Operator T-Mobile Tolak Jual Galaxy Fold

Image

Iptek

Kominfo Pilih 18 Produk TIK Lokal Jadi Perwakilan di Asean ACT 2019

Image

Iptek

Kominfo Pastikan Traveloka-Tokopedia Tak Jadi Penyelenggara Umroh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Samsung Klaim Pimpin Pasar Ponsel Indonesia, Ini Tanggapan Oppo

Oppo Indonesia mempertanyakan rujukan dasar yang digunakan Samsung untuk mengklaim mereknya sebagai pemimpin pasar ponsel Indonesia

Image
Iptek

Teken Kerja Sama Baru dengan Lund University, BPPT akan Gelar Pelatihan Technopark

Penandatanganan memperbarui MoU sebelumnya yang ditandatangani pada Juni 2016 lalu

Image
Iptek

BMW Tunas Tawarkan Cicilan Rp17 Jutaan Khusus Bulan Agustus, Termasuk All New BMW 3 Series

Program ini tidak hanya untuk seri 3 namun juga untuk seri-seri Iainnya

Image
Iptek

Jual 450 Mobil, Penjualan BMW Tunas Stabil

Tulang punggung penjualan BMW Tunas ditempati seri 3

Image
Iptek

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Honda PCX dan Yamaha Nmax merupakan skutik premium yang kini banyak melintasi jalan-jalan di Indonesia.

Image
Iptek

Deretan Aplikasi Penyemangat Belajar, Satu Ini Paling Populer!

Deretan aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Play Store

Image
Iptek

Aktivitas Pengguna Lumpuh Akibat Pemadaman Jaringan T-Mobile di AS

Para pengguna T-Mobile mengeluhkan pemadaman besar tersebut di media sosial setelah jaringan kembali pulih

Image
Iptek

Cari Tanda-tanda Kehidupan, Kendaraan Ini Menuju Mars

Kendaraan ExoMars dari Badan Antariksa Eropa itu rencananya akan mendarat di Mars pada 19 Maret 2021

Image
Iptek

SAFEnet dan Mafindo: Atasi Hoaks di Papua Tak Perlu Blokir Internet

SAFEnet dan Mafindo menyebut ada cara untuk atasi hoaks di Papua selain pemblokiran akses internet

Image
Iptek

Gmail Makin Cerdas, Kini Hadirkan Fitur Koreksi Typo

Pembaruan yang dilakukan Gmail ini menggunakan kecerdasan buatan atau AI

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ditanya Menyesal Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier: Sakit Mendengarnya!

  2. Jaksa Satriawan Masih Ditemui Warga Sedang Ibadah Salat Magrib saat Hari OTT KPK

  3. Pembangunan Stadion di Lahan Sengketa Berlanjut, Gubernur Anies Dinilai Tak Hormati Proses Hukum

  4. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  5. Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

  6. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  7. Perlukah UAS Minta Maaf? Ini Dua Pandangan Berbeda Yunarto dan Budiman Sudjatmiko

  8. Diam-diam Astra Menangi Tender Pengadaan Kendaraan Menteri, Segini Nilainya

  9. Lagu 'Location Unknown' Mendadak Viral, Gading Marten: Gara-Gara Gempi

  10. Bebas 'Jajan', Ini 5 Negara yang Legalkan Prostitusi Secara Penuh

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya