image
Login / Sign Up

FOTO Menengok Balon Google Mengudara Sebar Jaringan Internet

Balon internet Loon, yang membawa peralatan jaringan seluler bertenaga surya terbang di Selandia Baru, 27 Juni 2019. Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

Pekerja berdiri di dekat balon Loon di dalam sebuah bangunan di Moffett Federal Airfield Mountain View, California, AS, 27 Juni 2019. Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

Hanggar Loon tempat panel surya dan peralatan lainnya disimpan di Puerto Riko 27 Juni 2019. Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

Pekerja memeriksa peralatan dan muatan yang akan dipasang ke balon Loon di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019. Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

">

Balon internet Loon, yang membawa peralatan jaringan seluler bertenaga surya terbang  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

">

Balon internet Loon, yang membawa peralatan jaringan seluler bertenaga surya terbang  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

">

Balon internet Loon, yang membawa peralatan jaringan seluler bertenaga surya terbang  di Winnemucca, Nevada, AS, 27 Juni 2019.  Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi. Balon udara raksasa Google ini bernama Project Loon yang bertugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. Balon ini dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. Courtesy Loon/Handout via REUTERS

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Rizki Ahmad

komentar

Image

0 komentar

trending topics

terpopuler

  1. 5 Kisah Pembunuhan Kejam Sepanjang Sejarah, Ada Mayat yang Dijadikan Hidangan

  2. BPBD Jawa Tengah Peringatkan Warga Soal Bahaya Tsunami di Empat Wilayah Ini

  3. Nikita Mirzani Ditetapkan Sebagai Tersangka, Tessa Mariska: Selamat Ya Kamu

  4. Di Luar Negeri, Anies Bisa Kendalikan Sistem Pemerintahan Jakarta Lewat Aplikasi Chatting

  5. Gugatan Ditolak, Seorang Pengacara Sabet Kepala Hakim Pakai Ikat Pinggang

  6. Meski Diremehkan, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos dari Grup G

  7. Jika Garbi Jadi Parpol, Pengamat: Bakal Menambah Perpecahan di PKS

  8. 7 Potret Aksa Uyun, Anak Sulung Soimah yang Baru Beranjak SMA

  9. Rupiah Bersorak Akhirnya BI Pangkas Suku Bunga

  10. Viral Lagi, Aplikasi FaceApp Ternyata Berbahaya

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik