image pemilu
Login / Sign Up

Teknologi Pemuliaan Tanaman dengan Teknik Mutasi Radiasi

Jackobus Jack Newa

Image

AKURAT.CO mendapat kesempatan untuk mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan BATAN | AKURAT.CO/Jackobus Jack Newa

AKURAT.CO Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus melakukan penelitian pemuliaan varietas tanaman pangan nasional dengan teknik mutasi radiasi. Penyediaan varietas unggul tanaman pangan merupakan salah satu  kunci untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

AKURAT.CO mendapat kesempatan untuk mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan BATAN. Di dalam laboratorium terlihat salah seorang peneliti yang sedang merapihkan botol-botol steril (aseptik). Di dalam botol kaca tersebut terdapat sejumlah bibit atau benih tanaman. Mulai dari tanaman hortikultura hingga tanaman pangan. 

Di laboratorium ini, sejumlah bibit atau benih tanaman yang akan menjadi varietas unggul  diradiasi terlebih dahulu. Namun, tidak sembarang meradiasi, ada trik untuk melakukan radiasi sesuai target varietas.

baca juga:

Semisal, peneliti ingin memendekkan usia tanaman, memendekkan batang, atau memperbanyak produktivitas biji, maka jumlah radiasi harus diatur. Setelah diradiasi, lalu dilakukan pemuliaan benih atau memilah benih yang bagus.

Sebab, tidak semua biji benih yang diradisi menghasilkan benih baru yang diharapkan. Setelah itu, barulah masuk ke tahap pemurniaan atau perbanyakan benih atau bibit.

Teknik mutasi radiasi ini selain memperkuat upaya pemerintah dalam penyediaan varietas unggul tanaman pangan yang dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang unggul dalam rasa, berusia tanam pendek (lebih cepat panen), tahan hama penyakit,  juga berpotensi baik dalam mempertahankan keanekaragaman hayati tanaman lokal Indonesia.

Teknologi Pemuliaan Tanaman dengan Teknik Mutasi Radiasi. AKURAT.CO/Jackobus Jack Newa

Ditemui di kantor Batan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Dr. Irawan Sugoro, M.Si, Kepala Bidang Pertanian BATAN menjelaskan,  pemuliaan dengan menggunakan teknik mutasi radiasi dilakukan dengan cara memanfaatkan radiasi gamma yang dihasilkan oleh sumber radiasi Co-60 di dalam fasilitas iradiator.

Radiasi gamma yang dipancarkan ke sampel benih tanaman pangan yang akan diperbaiki sifatnya (misal gabah pada tanaman padi) akan menimbulkan efek mutasi radiasi genetik pada benih tersebut, mengubah sifat asli yang dimilikinya secara random.

Secara teknis penyinaran radiasi gamma dapat dianalogikan dengan mudah seperti penyinaran benda di bawah sinar lampu. Selama penyinaran, produk tidak bersentuhan langsung dengan lampu (sebagai sumber radiasi) dan hanya energi sinarnya yang sampai dan menembus produk serta menyebabkan mutasi genetik.

Prosedur ini tidak menyebabkan produk menjadi terkontaminasi radiasi maupun tidak menjadi radioaktif, sehingga produk pangan tidak mengandung radiasi.

Pemuliaan dengan teknik mutasi radiasi dilakukan melalui penentuan dosis radiasi efektif.

Dosis yang digunakan dalam penelitian umumnya pada rentang 0 - 500 Gray, dan pada beberapa penelitian terbukti dosis efektif antara 200-300 Gray. Proses penyinaran dapat dilakukan pada benih/biji, stek pucuk, kalus, suspensi sel (pada teknik kultur jaringan) atau protoplas, tergantung pada jenis tanaman yang akan dimuliakan.

Keunggulan teknik mutasi radiasi

Kelebihan dari teknik mutasi radiasi dibandingkan pemuliaan dengan teknik lainnya adalah teknik ini dapat difokuskan untuk memperbaiki beberapa sifat tanaman saja tanpa mengubah sebagian besar sifat tanaman induk aslinya yang sudah disukai.

“Karena tidak banyaknya sifat tanaman yang berubah, maka pemuliaan mutasi radiasi akan memerlukan waktu relatif lebih cepat dalam proses pemurnian galur (calon varietas) dibandingkan teknik pemuliaan lain seperti persilangan tanaman,” jelas Anisiyah A.Md, Pranata Nuklir, BATAN saat ditemui di Laboratorium BATAN pekan lalu.

Sebagai contoh, tanaman padi Pandan Wangi yang legendaris dari Cianjur yang memiliki sifat unggul berupa rasa dan aroma yang khas namun memiliki kelemahan pada usia tanaman yang panjang. Maka pemuliaan mutasi pada tanaman Pandan Wangi dapat difokuskan pada perubahan usia tanamnya saja, tanpa perlu mengubah sifat rasa dan aroma yang khas.

Hal ini terbukti efektif hingga mampu dihasilkan tanaman padi Pandan Puteri yang memiliki sifat rasa dan aroma relatif sama dengan Pandan Wangi, namun memiliki usia tanam yang jauh lebih singkat sehingga menguntungkan petani.

Apakah produk pangan (beras, kedelai, atau kacang-kacangan) ini aman untuk dikonsumsi ?  Produk pangan seperti beras, kedelai atau kacang-kacangan dari tanaman mutasi radiasi yang telah dilepas sebagai varietas oleh Kementerian Pertanian sangat aman dikonsumsi dan tidak memiliki perbedaan dengan produk tanaman pangan lain.

Asumsi yang banyak muncul di masyarakat bahwa produk ini mengandung radiasi adalah salah, sebab proses iradiasi hanya digunakan pada benih induk tanaman yang dilakukan hanya sekali pada awal penelitian dan menggunakan teknik penyinaran radiasi yang tidak menyebabkan benih menjadi radioaktif (atau mengandung radiasi).

Anisiyah menambahkan, produk tanaman pangan mutasi radiasi tidak mengandung radiasi yang diakibatkan dari penyinaran radiasi pada benih induknya. Proses penyinaran radiasi dilakukan dengan prosedur proteksi radiasi yang berlaku secara internasional di bawah pengawasan FAO dan IAEA.

Hingga saat ini Indonesia telah menghasilkan 43 varietas tanaman pangan dengan menggunakan teknik mutasi radiasi dengan kelebihan pada produktivitas tinggi (hasil panen lebih banyak), usia tanam yang lebih pendek (genjah), ketahanan terhadap hama penyakit lebih baik, adaptasi terhadap kondisi perubahan iklim lebih baik serta beberapa sifat unggul lainnya. Varietas tanaman pangan yang telah dihasilkan dengan teknik mutasi radiasi di Indonesia diantaranya pada tanaman padi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, sorgum, pisang serta tanaman hias bunga.

Iwan menambahkan, seluruh varietas yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian ini telah banyak digunakan oleh petani di Indonesia, melengkapi upaya penyediaan benih tanaman pangan unggul bagi petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan nasional.

Capaian rerata yang baik di beberapa lokasi menunjukkan beberapa varietas padi dapat mencapai produktivitas rerata sekitar 8 hingga 9 ton per hektar, diatas rerata produksi padi nasional yang berada dikisaran 6 hingga 7 ton per hektar. Bahkan salah satu contoh baik di Kota Semarang, salah satu kelompok tani mitra binaan Pemerintah Daerah setempat dapat menghasilkan padi Sidenuk dengan produksi mencapai 12 ton per hektar. 

Editor: Irma Fauzia

Sumber:

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek
Pemilu 2019

Lalu-lintas Jaringan Indosat Ooredoo Saat Pemilu Lebih Tinggi dari WhatsApp

Untuk menjaga performansi jaringan selama Pemilu, perusahaan memonitor jaringan lebih intensif secara nasional melalui iNOC & ISOC.

Image
Iptek

Penerapan 5G di Korea Selatan Gagal Memenuhi Harapan Konsumen, Why?

Dengan legowo Pemerintah Korea Selatan dan sejumlah operator lokal mengakui bahwa penerapan jaringan 5G dibawah ekspektasi.

Image
Iptek

LG X4 (2019) Debut di Korea, Harganya Rp3,7 Jutaan

LG Mobile belum menyerah dalam persaiangan smartphone dunia. Buktinya, LG Mobile merilis perangkat baru yang diberi nama LG X4 2019.

Image
Iptek

Taksi Listrik Blue Bird Mengaspal Mei, Argonya?

Blue Bird baru saja meluncurkan 30 armada taksi bertenaga listrik.

Image
Iptek

Ups, Sejumlah Nokia 9 PureView Alami Masalah pada Sensor Sidik Jarinya

Meski dapat acungan jempol, sejumlah unit Nokia 9 PureView memiliki masalah pada sensor sidik jari dalam layar.

Image
Iptek

Pusat Pembaruan Perangkat Lunak LG Belum Tepati Janji Tentang Pembaruan Cepatnya

Pada OS Android sering kali membuat pengguna harus menunggu cukup lama untuk pembaruan perangkat lunak.

Image
Iptek

Tesla dan BYD Jadi Taksi Listrik Pertama di Indonesia, Ini Alasannya

Sebelumnya pihak Blue Bird telah melihat hasil uji penelitian dari kedua mobil listrik tersebut.

Image
Iptek

Sampah Smartphone Terus Meningkat, Produsen Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Selain produsen, distributor sampai industri rekondisi juga bertanggung jawab untuk mengelola sampah elektronik yang dihasilkan.

Image
Iptek

Begini Cara Transfer Kontak dari Ponsel Lama ke Baru

Jika baru saja membeli telepon baru, inilah cara Anda dapat memastikan seluruh buku telepon dikloning ke telepon baru.

Image
Iptek

Kartini di Era Digital, Perempuan Indonesia Tidak Boleh 'Gaptek'

Teknologi kini kian masif dan berkembang secara dinamis.

trending topics

terpopuler

  1. Paranormal: Kalian Pikir Pak Prabowo Itu Siapa? Beliau Bukan Orang yang akan Terhinakan Hanya karena Omongan Seorang Erin

  2. Pengeboman Sri Lanka, 7 Orang Resmi Ditangkap

  3. Aktivis 98 Ingatkan Kubu 01 dan 02 Tunggu Hasil Resmi dari KPU

  4. Mahfud MD: Silakan Ribut-ribut Hasil Pemilu, Nanti akan Ketahuan Siapa yang Berbuat Curang

  5. Media Prancis Ikut Cek Fakta Hoaks 'Megawati Akui Kemenangan Prabowo'

  6. Nasib Bisnis hingga Keuanganmu di Hari Senin Berdasarkan Zodiak

  7. Video Detik-detik Pendaratan Perdana di Bandara Baru Yogyakarta, Sukses dan Mulus

  8. KawalPemilu Duga Adanya Indikasi Perusakan Data Pemilu yang Dilakukan Kubu 02

  9. Viral Tulisan Jokowi Tak Menang Pilpres 2019 meski Raih 51 % Lebih, Yusril: Itu Ngawur

  10. Empat Teroris Tewas setelah Serang Pasukan Keamanan Arab Saudi

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

5 Tokoh Politik Tanah Air yang Hobi Ngevlog

Image
News

5 Fakta Aceng Fikri, Mantan Bupati Kontroversial yang Kini Menikah Lagi

Image
Ekonomi

7 Wanita Ekonom dan Pebisnis Indonesia yang Berhasil Mendunia