image
Login / Sign Up

4 Tren Teknologi yang Memicu Pertumbuhan Transformasi Digital Perusahaan

Yusuf Tirtayasa

Image

Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia dalam diskusi media di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019). | AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa

AKURAT.CO Di era digital saat ini, terobosan atas pertumbuhan data yang sangat pesat terus bermunculan. Untuk dapat mengikuti laju perubahan yang begitu cepat, organisasi dan perusahaan berinvestasi pada transformasi digital demi mendapatkan kemampuan untuk dapat beradaptasi dengan cepat dan mulus, demi mengungguli para pesaing mereka.

Mereka ini adalah data thriver, yakni para pemimpin bisnis yang dapat mengumpulkan dan memanfaatkan data untuk mendapatkan insight atau wawasan yang dapat membantu membuka berbagai kesempatan bisnis baru.

Perusahaan manajemen data untuk cloud hybrid, NetApp, mengidentifikasi setidaknya terdapat empat tren teknologi utama yang dapat memicu pertumbuhan transformasi digital bagi perusahaan, dan menjadi data thriver di 2019.

baca juga:

Pertama, cloud akan mendorong perkembangan Artificial Intelligent (AI). AI akan menjadi hal yang umum di Asia Pasifik, dengan 55 persen dari organisasi di Asia Pasifik yang sudah mengimplementasi atau tengah berekspansi untuk memanfaatkan AI pada tahun ini.

"Organisasi dan perusahaan diperkirakan akan semakin mengerahkan software dan layanan AI berbasis cloud di tahun 2019, untuk memastikan bahwa aplikasi AI memberikan performa dan skalabilitas yang baru, baik secara on-premise maupun bukan, dan mendukung banyak protokol akses data dan berbagai variasi format data yang baru," kata Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia dalam diskusi media di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Kedua, perangkat edge computing akan semakin pintar. Asia Pasifik diperkirakan akan memiliki 8,6 miliar perangkat Internet of Things (IoT) pada 2020, dan menjadi wilayah 5G terbesar di dunia dengan perkiraan 675 juta koneksi 5G pada 2025. Untuk memanfaatkan pertumbuhan ledakan data, organisasi dan perusahaan akan membutuhkan kemampuan untuk memproses data dari ujungnya atau edge, untuk dapat menyaring wawasan dan insight dengan cepat dan membuat keputusan secara real-time.

Oleh karena itu, terang Ana, semakin banyak perangkat dan aplikasi IoT akan tiba dengan layanan-layanan yang sudah tertanam di dalam perangkat tersebut seperti data analisis dan data reduction.

"Hal ini akan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih pintar tentang data mana yang memerlukan tindakan langsung dan data mana yang perlu dikirim ke komputasi pusat atau ke cloud, dan bahkan data mana yang dapat dibuang," imbuhnya.

Ketiga, hybrid multi-cloud akan menjadi standar arsitektur TI untuk mayoritas organisasi besar. Ana menuturkan, organisasi kecil akan memilih simplisitas dan konsistensi dari satu penyedia layanan cloud tunggal.

"Pada tahun 2024, 90 persen dari organisasi dalam daftar G1000 akan memitigasi vendor lock-in melalui teknologi hybrid multi cloud. Dengan memanfaatkan berbagai teknologi seperti platform container dan data fabric, organisasi ini akan dapat memindahkan beban kerja mereka dengan fleksibel dan mudah di berbagai lingkungan selagi tetap memegang kendali penuh," tukasnya.

Terlepas dari manfaat hybrid multi cloud, urai Ana, tidak akan menjadi standar arsitektur TI untuk organisasi dan perusahaan yang lebih kecil.

"Hal ini karena data yang mereka bisa jauh lebih kecil dan ringkas dibandingkan dengan sumber daya komputasi dan aplikasi," ucapnya.

Terlebih lagi, Ana menyatakan, sebagian layanan cloud yang ada hanya dihadirkan eksklusif untuk penyedia layanan cloud tertentu, yang berarti layanan-layanan tersebut tidak dapat di-porting ke lingkungan lain.

"Jalur apapun yang ditempuh, tiap organisasi dan perusahaan akan perlu mengembangkan kebijakan-kebijakan dan praktik pendukung untuk dapat memaksimalkan manfaat dari adopsi cloud," sebut dia.

Keempat, layanan data akan tidak terlihat dan aplikasi tidak lagi perlu dipindah-pindah.

Hal itu seiring dengan pertumbuhan tren platform container yang akan mendorong para arsitek TI untuk merancang data dan pemrosesan data serta untuk membangun hybrid multi cloud dengan data fabric daripada sekedar data center.

"NetApp memperkirakan bahwa tren ini akan terus berlanjut karena tools seperti ini dapat membantu mempermudah pengelolaan aplikasi dalam container, yang mana hal ini juga akan terus bertumbuh mengingat platform container dan hybrid multi cloud yang semakin menjadi hal yang umum di kalangan perusahaan," pungkas Ana.

Editor: Irma Fauzia

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

Solusi Tantangan Transformasi Digital bagi Perusahaan di Indonesia

Image

Iptek

Berhasil Lakukan Transformasi Digital di Era Disruption, Pegadaian Dapat Penghargaan

Image

Iptek

Lenovo dan NetApp Bekerjasama dalam Akeselerasi Transformasi Digital

Image

Iptek

Beda Pemahaman Transformasi Digital Buat Indonesia Sulit Bicara Banyak di Industri Teknologi Dunia?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Nusantara Satu Sudah Mengorbit, Kecepatan Internet Bakal Meningkat

Satelit telekomunikasi Nusantara Satu yang dikelola Pasifik Satelit Nusantara res diterbangkan, Jumat (22/2), menggunakan roket Falcon 9.

Image
Iptek

Garap Sektor Ride-Hailing, Daimler-BMW Berinvestasi Sebesar 1 Miliar Euro

Layanan berbagi mobil Daimler, Car2Go, akan digabung dengan bisnis DriveNow, ParkNow dan ChargeNow milik BMW.

Image
Iptek

PSN: Kecil Kemungkinan Nusantara Satu Gagal Mengorbit

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengklaim kecil kemungkinan Satelit Nusantara Satu gagal mengorbit, dan posisi orbit dinilai minim gangguan.

Image
Iptek

Redmi 7 Pro Rilis 28 Februari, Harganya Rp3,3 Jutaan

Redmi 7 Pro akan mendarat di India terlebih dahulu. Setelah itu, bisa dibeli di diseluruh Asia dengan harga Rp3,3 jutaan.

Image
Iptek

Navigasi Google Maps AR Kini Bisa Digunakan di Eropa, Mulai dari Jerman

Google Maps AR merupakan fitur navigasi baru Google yang sudah diuji coba di sejumlah tempat. Hari ini, Google Maps AR diuji di Jerman.

Image
Iptek

Satelit Nusantara Satu Diprediksi Mulai Beroperasi Lima Minggu Pasca Peluncuran

PSN prediksi satelit Nusantara Satu akan sampai ke titik orbit dua minggu setelah peluncuran dan siap digunakan tiga minggu setelahnya.

Image
Iptek

Data Penjual Tokopedia Bocor? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Tokopedia mengklaim bahwa data yang dikira bocor itu adalah data para pedagang yang memang di-publish untuk kepentingan 'jualan'.

Image
Iptek

Pop-up Kamera Vivo V15 Hanya Kamera Depan, Kenapa?

Vivo V15 baru saja diperkenalkan sebagai smartphone Vivo pertama yang mengusung desain pop-up camera.

Image
Iptek

EcoBox, Wadah Unik untuk Kelola Sampah Elektronik

Selain mencemari lingkungan, sampah elektronik juga berisiko membahayakan kesehatan seseorang.

Image
Iptek

Vivo Belum Jamin Ponsel iQOO Masuk Indonesia

Untuk iQOO, belum ada riset dan pengembangan dari Vivo Indonesia.

trending topics

terpopuler

  1. Sudirman Said Diramal Bakal Berakhir Seperti Ratna Sarumpaet

  2. 32 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Hary Tanoesoedibjo dan Istri

  3. 8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja

  4. Terkait Surat Ahmad Dhani, Ma'ruf Amin: Dia Tahu Apa Tentang NU? Dia Kan Nggak Paham NU

  5. Siswa yang Melawan Gurunya di Yogyakarta, Ternyata Pernah Tidak Naik Kelas

  6. 5 Fakta Perjalanan Karier Sudirman Said, dari Aktivis Antikorupsi hingga Tuai Kontroversi

  7. Tak Ada Pagar, Peserta Munajat 212 Injak Rumput di Sekitar Monas

  8. 15 Camat Dukung Jokowi, Mardani: KPK dan Bawaslu Harus Ingatkan Kembali Larangan Pelibatan ASN

  9. Sakit Kanker Paru, Sutopo Purwo Nugroho Pakai Barang ini Setiap Hari

  10. Simeone: Leg Kedua akan Menjadi Penderitaan bagi Atletico

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Image
News

5 Pejabat Ini Rajin Sempatkan Berolahraga di Sela Kesibukan Urus Negara

Image
News

10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian