image
Login / Sign Up

Duh, Paparan Jangka Panjang Terhadap Polusi Udara dapat Hambat Kinerja Kognitif

Karina Asta Widara

Image

Gedung-gedung bertingkat yang terhalang oleh polusi udara dilihat dari salah satu gedung bertingkat di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/8/2018). Kualitas udara di Jakarta yang semakin buruk disebabkan oleh banyak indikator salah satunya jumlah kendaraan yang selalu bertambah setiap tahunnya dimana kualitas bahan bakar yang dikeluarkan buruk. Kualitas bahan bakar Indonesia masih buruk karena masih menggunakan standar Euro 2. Sedangkan negara-negara tetangga menerapkan standar Euro 4. Negara-negara maju bahkan sudah menaikan standar bahan bakar Euro 6. Di Jakarta semua kendaraan menggunakan bahan bakar Euro 2 dengan partikel yang dihasilkan adalah debu 10 mikron. Debu-debu tersebut menyebar dengan mudah karena kondisi lalu lintas di Jakarta macet sehingga pembakaran kendaraan tidak sempurna. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Polusi udara tidak hanya buruk bagi paru-paru dan jantung kita, ternyata hal tersebut juga bisa merusak otak manusia yang berdampaknya pada kebodohan. 

Sebuah studi baru-baru ini menemukan orangtua yang tinggal di China mengalami paparan jangka panjang terhadap polusi udara, yang kemudian menghambat kinerja kognitif mereka (hal-hal seperti kemampuan kita untuk memperhatikan, mengingat kembali pengetahuan masa lalu dan menghasilkan informasi baru) dalam tes verbal dan matematika.

Dilansir dari laman Newsweek, seiring bertambahnya usia, hubungan antara polusi udara dan penurunan mental mereka menjadi lebih kuat. Studi ini juga menemukan bahwa laki-laki dan orang-orang yang kurang berpendidikan khususnya berisiko, meskipun alasan mengapanya saat ini tidak diketahui.

baca juga:

Kita sudah memiliki bukti kuat bahwa polusi udara terutama partikel terkecil yang tidak terlihat dalam polusi mampu merusak otak manusia dan hewan. Polusi lalu lintas dikaitkan dengan demensia, perilaku nakal pada remaja dan perkembangan otak terhambat pada anak-anak yang menghadiri sekolah yang sangat tercemar.

Pada hewan misalnya, tikus yang terpapar polusi udara perkotaan selama empat bulan menunjukkan penurunan fungsi otak dan respons peradangan di daerah otak utama. Ini berarti jaringan otak berubah sebagai respons terhadap rangsangan berbahaya yang dihasilkan oleh polusi.

Kita belum tahu aspek mana dari “koktail” pencemaran udara (seperti ukuran, jumlah atau komposisi partikel) yang paling berkontribusi terhadap kerusakan otak yang dilaporkan. Namun, ada bukti bahwa partikel polusi berskala nano mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

Partikel-partikel ini sekitar 2.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia, dan dapat dipindahkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah setelah dihirup. Mereka bahkan dapat mencapai otak secara langsung melalui saraf penciuman yang memberikan informasi otak tentang penciuman. Ini akan membiarkan partikel melewati penghalang darah-otak, yang biasanya melindungi otak dari hal-hal berbahaya yang beredar di aliran darah. 

Sampel otak postmortem dari orang-orang yang terpapar polusi udara tingkat tinggi saat tinggal di Mexico City dan Manchester, Inggris, menunjukkan tanda-tanda khas penyakit Alzheimer. Ini termasuk gumpalan fragmen protein abnormal (plak) antara sel-sel saraf, peradangan, dan banyak nanopartikel kaya logam (termasuk besi, tembaga, nikel, platinum, dan kobalt) di otak.

Nanopartikel kaya logam yang ditemukan dalam sampel otak ini mirip dengan yang ditemukan di mana-mana di polusi udara perkotaan, yang terbentuk dari pembakaran minyak dan bahan bakar lainnya, dan dipakai pada mesin dan rem. Nanopartikel beracun ini sering dikaitkan dengan senyawa berbahaya lainnya, termasuk hidrokarbon polyaromatik yang terjadi secara alami dalam bahan bakar fosil, dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, serta kanker.

Berulang kali nanopartikel yang ditemukan dalam polusi udara mungkin memiliki sejumlah efek negatif pada otak, termasuk peradangan kronis sel-sel saraf otak. Ketika kita menghirup polusi udara, itu dapat mengaktifkan sel-sel kekebalan otak, mikroglia. Polusi udara pernapasan dapat secara konstan mengaktifkan respons membunuh dalam sel-sel kekebalan tubuh, yang dapat memungkinkan molekul berbahaya, yang dikenal sebagai spesies oksigen reaktif, terbentuk lebih sering. Tingkat tinggi molekul-molekul ini dapat menyebabkan kerusakan sel dan kematian sel.

Kehadiran zat besi yang ditemukan dalam polusi udara dapat mempercepat proses ini. Nanopartikel kaya besi (magnetit) secara langsung dikaitkan dengan plak di otak. Nanopartikel magnetit juga dapat meningkatkan toksisitas protein abnormal yang ditemukan di pusat plak. Analisis postmortem otak dari pasien penyakit Alzheimer dan Parkinson menunjukkan bahwa aktivasi mikroglial umum terjadi pada penyakit neurodegeneratif ini.

Studi terbaru tentang keterkaitan antara polusi udara dan menurunnya kecerdasan, di samping bukti yang telah kita miliki tentang keterkaitan antara polusi udara dan demensia, membuat kasus untuk mengurangi polusi udara semakin menarik. Kombinasi perubahan teknologi, regulasi dan kebijakan kendaraan dapat memberikan cara praktis untuk mengurangi beban kesehatan akibat polusi udara secara global.

Namun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri yakni dengan mengurangi berpergian menggunakan kendaraan dan memulai dengan mencoba berjalan atau bersepeda lebih banyak dapat mengurangi polusi. Namun, yang dikhawatirkan adalah dampak terhadap anak-anak kecil termasuk yang paling rentan karena otak mereka masih berkembang. Banyak sekolah terletak dekat dengan jalan utama, sehingga pengurangan polusi udara sangat diperlukan. Menanam spesies pohon tertentu yang bagus dalam menangkap partikel di sepanjang jalan atau di sekitar sekolah dapat membantu.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Iptek

Sains

Wow, LIPI Ajukan Kebun Raya Bogor Sebagai Situs Warisan Dunia ke UNESCO

Image

Iptek

Sains

LIPI Bantah Klaim Plastik Oxium Ramah Lingkungan

Image

Iptek

Sains

LIPI Luncurkan Ruang Pamer Bertema Manusia dan Lingkungan

Image

Iptek

Sains

Geo Mitologi: Tsunami Pantai Selatan dan Mitos Nyi Roro Kidul

Image

Iptek

Tiongkok Deorbitasi Stasiun Ruang Angkasa Eksperimennya

Image

Iptek

Sains

Badan Antariksa: Lokasi Pendaratan Di Bulan Harus Jadi Cagar Budaya

Image

Iptek

Sains

Krisis Alat Simulasi Tata Surya, Planetarium Jakarta Terancam Tutup

Image

Iptek

Sains

Jakarta Kian Tak Ramah Bidang Ilmu Astronomi

Image

Iptek

Amati Gerhana Bulan Parsial, Planetarium Jakarta Kerahkan 13 Unit Teropong

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Fokus Hiburan, Porsche Hadirkan Apple Music pada Mobil Sport Taycan

Pemilik Taycan baru nantinya akan diberikan layanan enam bulan gratis untuk mengakses Apple Music

Image
Iptek

Google Stadia Hadir November Tahun Ini, Berikut Gim-gim Terkenal yang Bergabung

Dihadirkan di 14 negara termasuk dan secara bertahap ke lebih banyak negara pada tahun depan

Image
Iptek

Soal Papua, Warganet Twitter Cuitkan Pesan Damai dan Persatuan

Sebagian besar warganet mencuitkan pesan perdamaian dan persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia di jejaring sosial Twitter

Image
Iptek
eSports

Pasar idEA Jadi Wadah Bagi Para Pecinta Gim Indonesia

Selama empat hari penyelenggaraan, terdapat kompetisi game berhadiah jutaan rupiah

Image
Iptek

Pertama Kalinya, Apple Watch 5 Hadir dalam Desain Titanium

Apple Watch 5 akan menjadi device Apple pertama yang menggunakan desain titanium.

Image
Iptek

Lewat Diseminasi Teknologi, BPPT Harap Produksi Ternak dan Ikan Toraja Utara Meningkat

Dilakukan pula penyerahan pakan ternak dari BPPT ke Bupati

Image
Iptek

Palapa Ring Timur Rampung, Smartfren Siap Perluas Jangkauannya Ke Wilayah Timur Indonesia

Hingga saat ini, Smartfren baru menjangkau beberapa wilayah di Timur Indonesia, Lombok salah satunya

Image
Iptek

Khawatir Listrik Padam? Kemenperin Ciptakan 'Powerbank' 20 Ribu mAh

Powerbank yang disebut B4TPowerHouse ini diklaim tahan dari hujan

Image
Iptek

Gelar Event Camera Inovation, Realme Akrabkan Teknologi Quad Camera untuk Khalayak

Menghadirkan sesi public experience untuk para peserta agar bisa merasakan langsung teknologi kamera Realme terbaru

Image
Iptek

Manokwari Mencekam, Kominfo Batasi Akses Internet di Beberapa Wilayah Papua

Kominfo menyebut pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran hoaks yang memprovokasi atau memicu aksi

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Dikawal Ketat, Salmafina Tertunduk Malu Sambangi Polres Jakarta Barat

  2. Manokwari Mencekam, Perekonomian Lumpuh Total

  3. Banyak Kiriman Video Pendeta Hina Islam dan Minta Bantu Sebarkan, Haikal Hassan: Lapor ke Polri Bukan Sosmed!

  4. Tokoh Adat Papua: Tak Perlu Khawatir, Saya Sudah Pesan pada Masyarakat Se-Indonesia, Tolong Dijaga Anak-anak Saya

  5. PSG Tersungkur di Kandang Rennes

  6. Tengku Zul Beri Dukungan UAS hingga Yusril Sepakat GBHN Dihidupkan

  7. Dituding Kelebihan Berat, 5 Bintang Bola Ini Pamer Perut 'Roti Sobek'

  8. Paranormal Terawang Rusuh Manokwari: Apa yang Sebenarnya Terjadi, Siapa yang Tanggungjawab Jika Sudah Seperti Ini?

  9. Pernyataan Resmi Gubernur Papua Soal Insiden di Surabaya

  10. GMKI Laporkan Ustad Abdul Somad ke Mabes Polri Terkait Penistaan Agama

fokus

Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Sosok

Image
Ekonomi

Bagi-bagi Harta hingga Rp650 Triliun, 7 Biliuner Dunia Ini Dikenal Paling Dermawan

Image
News

Pesona 8 Menteri 'Srikandi' Kabinet Kerja Jokowi Tampil Cantik Kenakan Kebaya

Image
News

4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia