image
Login / Sign Up

Hari Ini Kota Besar di Indonesia Alami Tanpa Bayangan

Vidyandini Agivonia

Image

Hari tanpa bayangan adalah fenomena yang terjadi setahun dua kali. | ZAKONYZENSKIE

AKURAT.CO, Salah satu kota besar di Indonesia memiliki posisi yang tepat dijalur khatulistiwa. Fenomena alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini sering terjadi, seperti supermoon, blood moon, dan lain-lain. 

Hari ini, Kamis (11/10) beberapa kota di Pulau Jawa sedang terjadi fenomena  Hari Tanpa Bayangan, seperti di Bandung,Banten, Semarang dan Surabaya. Peristiwa alam ini terjadi karena posisi dimana matahari akan berada tepat di atas ekuator atau khatulistiwa. Dimana posisi matahari ini akan tampak berada di wilayah koordinat 23.5° Lintang Utara dan 23.5° Lintang Selatan.

"Sebenernya ini fenomena biasa terjadi di Indonesia bahkan dua kali setahun. Fenomena ini terjadi pas posisi matahari tepat diatas kepala kita atau diatas equator (khatulistiwa). Karna bumi yang mengelilingi matahari, terkadang posisi matahari ada di selatan atau utara. Nah saat ini posisis matahari tepat diatas equator," tutur Mega Mardita, staf LAPAN saat dihubungi oleh tim AKURAT.CO di Jakarta, Rabu (21/3).

baca juga:

Fenomena Tanpa bayangan ini dapat dibuktikan dengan berdiri di tengah lapangan jam  12 siang. Selain itu juga dapat dibuktikan dengan melihat tidak adanya bayangan terhadap benda-benda yang posisinya vertikal seperti pagar atau tiang. Namun, pembuktian fenomena ini tidak berlaku untuk pohon dikarenakan umumnya bentuk pohon adalah seperti payung.

"Kecuali untuk pohon yaa karena kan dia bentuknya seperti payung dan pasti akan membentuk bayangan dari daun-daunnya itu," tambah Mega.

Sementara di Jakarta, Mega menganjurkan untuk melakukan eksperimen sendiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan mendirikan kayu secara vertikal atau berdiri tegak di lapangan saat jam 12 siang.

Karena fenomena ini hanya terjadi dalam satu hari, Mega menegaskan bahwa akan terjadi bayangan di hari sebelum atau sesudahnya. 

"Besoknya akan menghasilkan bayangan karena posisi mataharinya sudah berubah. Sebenarnya kan bumi yang mengelilingi matahari, jadi posisi matahari selalu berubah antara condong ke selatan atau ke utara," tambah Mega.

Berbicara bumi selalu mengitari matahari pada orbitnya, hal ini berdampak pada perubahan musim. Berhubung di Indonesia hanya memiliki dua musim saja, fenomena ini berdampak pada perubahan cuaca. Sehingga, saat ini dapat menjadi penanda bahwa Indonesia mulai mengalami pancaroba dari musim hujam ke musim kering. Dalam istilah sains, fenonema saat ini dikenal dengan equinox, adalah saat matahari berada di atas garis khatulistiwa. 

Equinox terbagi menjadi dua, yaitu Vernal Equinox (terjadi sekitar tanggal 21 Maret) dan Autumnal Equinox (terjadi sekitar tanggal 22 September). Selain itu juga dikenal dengan istilah Soltice, yaitu saat matahari berada di titik paling utara atau di titik paling selatan. Fenomena ini menandai puncaknya musim dingin atau musim panas di beberapa negara bagian selatan dan utara. Fenomena Solstice juga ada dua, yaitu Summer Solstice (terjadi sekitar tanggal 22 Juni) dan Winter Solstice (terjadi sekitar tanggal 22 Desember).

"Di Indonesia mengalami yang Vernal dan Autumnal, nah ini berpengaru dari musim hujan ke musim kering kayak sekarang ini. Makanya sekarang bisa bisa diblang udah mulai pancaroba. Kalo di beberapa negara lain yang diatas ekuator, fenomena ini sebagai penanda 4 musim. Dari musim gugur, ke musim semi, hingga ke musim salju begitu," jelas Mega.

Editor: Irma Fauzia

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

NVIDIA dan Softbank Kolaborasi Bangun Cloud Gaming

Image

Iptek

WIPO: Huawei Paling Banyak Catatkan Paten di Dunia

Image

Iptek

Wow, Tiongkok Jadi Negara dengan Merek Smartphone Terbanyak

Image

Iptek

Regulator AS Minta Pendapat Publik Untuk Atur Mobil Otonom

Image

Iptek

Tokyo 2020 Hadirkan Robot untuk Membantu Penonton dan Atlet Selama Olimpiade Berlangsung

Image

Iptek

Amazon Dominasi Cloud Pengembang Game, Microsoft Hadirkan Game Stack

Image

Iptek

Amerika Serikat dan Rusia Jalin Kerjasama di Bidang Sains

Image

Iptek

Industri 4.0, Kementerian PUPR Adopsi Robotik dalam Pembangunan Infrastruktur

Image

Iptek

Huawei: Ponsel Lipat Nantinya Lebih Murah dari Flagship

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Lionparcel MobApps, Memanggil Kurir hanya Dalam Genggaman Tangan

Tidak berapa lama setelah menekan tombol order kurir Lionparcel akan segera datang menjemput paket tersebut.

Image
Iptek

Terra Drone Indonesia Kembangkan Teknologi LiDAR dan AI

Terra Drone akan terus berinovasi terkait aplikasi drone yang dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Image
Iptek

Operator AT&T Akui Sulit Coret Huawei dari Pemasok 5G

Banyaknya penggunaan perangkat Huawei pada Jaringan 4G, mempersulit Eropa menyingkirkannya dari rantai pemasok peralatan 5G.

Image
Iptek

Google Perkenalkan Stadia, Layanan Bermain Gim Tanpa Perangkat

Pemain tidak perlu lagi mengintsal gim pada perangkatnya.

Image
Iptek

HTSnet Luncurkan Turbo Fiber, Kecepatan Internet Capai 200 Mbps

Turbo Fiber sangat cocok bagi perusahaan Small Medium Business dan Small Medium Enterprise.

Image
Iptek

Aplikasi Nelayan Nusantara Tingkatkan Produktifitas Penangkapan Ikan

Kominfo menilai adanya internet di laut untuk pemanfaatan aplikasi Nelayan Nusantara dapat meningkatkan produktifitas penangkapan ikan.

Image
Iptek

DOSS Vaganza Resmi Digelar, Berburu Kamera dan Belajar Fotografi Gratis

Diikuti oleh hampir semua pemegang merek kamera, lensa, hingga aksesoris kamera di Indonesia.

Image
Iptek

Ogah Ekosistem Platformnya Terancam Bahaya, Twitter Bakal Audit Pihak Ketiga

Pengembang yang terbukti melanggar kebijakan Twitter akan ditangguhkan dari platform.

Image
Iptek

Dukung SMK, Yamaha Sumbang 129 Unit Motor

YIMM mendukung aktivitas pendidikan vokasi yang bersifat 'link and match' SMK dengan Industri.

Image
Iptek

KA Makassar - Parepare Ditargetkan Beroperasi Akhir 2020

Kemenhub menargetkan keseluruhan proyek KA Makassar - Parepare sejauh 145 KM selesai pada 2023.

trending topics

terpopuler

  1. Buntut Pernyataan Mahfud di ILC, Rektor UIN Syarief Hidayatullah Didemo Mahasiswa

  2. Survei Litbang Kompas Berpolitik? Ini Analisis Denny JA

  3. Punya 4 Anak, Ririn Dwi Ariyanti Belum seperti Emak-emak

  4. Dirut Cantik Pertamina Tersinggung Dituduh Rugi, Pengamat: Jangan Sewot Dong!

  5. Berhasil Selamat Dari Kekerasan Berujung Maut, Ibunda Tsania Marwa Sangat Bersyukur

  6. Program OKE OCE Agak Sadis Kalau Dibilang Gagal, Misbakhun: Sebut Saja Kurang Berhasil

  7. 10 Potret Blusukan Dico Ganinduto, Suami Chacha Frederica saat Kampanye

  8. Bun, Bedak Tabur Ternyata Tak Baik untuk Kesehatan si Kecil

  9. 4 Manfaat Bermain Game yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

  10. Soal Sawit, Menko Luhut: Kami Bukan Negara Bodoh, Jangan Dikte Kami Tentang Lingkungan!

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Momen Manis Amien Rais saat Momong Cucu

Image
News

10 Momen Manis Djarot Saiful Hidayat Bersama Istri, Bak Pengantin Baru!

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu