image sungai 6
Login / Sign Up

Mahasiswa IPB Ciptakan Drone Laut Tuk Jaga Perairan Indonesia

Vidyandini Agivonia

Image

'Swarm-ship' Ciptaan Mahasiswa IPB | IPB.AC.ID

AKURAT.CO, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan inovasi "Swarm-Ship" yakni kapal outonomous atau tanpa awak yang diprogram secara khusus mampu berkomunikasi satu dengan yang lainnya berfungsi untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Swarm-ship dirancang oleh tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, yakni Chaidar Aji Nugroho, Ahya Mudah Siti Rohmawati, dan Ahmad Vidura, di bawah bimbingan Prof Indra Jaya.

“Kapal Swarm-Ship yang kami rancang ini berbeda dengan kapal pengintai lainnya. Sistem pengintaiannya tanpa menggunakan awak kapal. Sehingga menurunkan resiko jatuhnya korban,” terang Chaidar dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/7).

baca juga:

Melalui program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018, Ahmad dan kawan-kawan mengenalkan inovasi ini, sehingga mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ahmad menjelaskan, 'Swarm-ship' sudah dikenal di banyak negara, termasuk Indonesia. Kapal tanpa awak ini digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk pengintai, pemantau, maupun pertahanan. Bedanya 'Swarm-ship' yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa IPB ini dilengkapi program terbaru yakni partical swarm optimization yakni membuat kapal mampu berkomunitas dengan sesama outonomous lainnya. Dengan teknologi ini, 'swarm-ship' rancangan mahasiswa IPB ini dapat digunakan untuk melakukan formasi, baik itu penyergapan, pengepungan, maupun pertahanan.

"Swarm ship dilengkapi dengan sistem swarm intelligence, kami merancang berbeda dengan kapal pengintai yang sudah ada," katanya.

Selain bisa digunakan untuk pertahanan keamanan di laut, swarm ship ini juga bisa digunakan untuk keperluan riset, yakni mendeteksi parameter fisik kimia laut, bahkan bisa juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal tenggelam, seperti kejadian di Danau Toba. Konsep kerja kapal ini, menggunakan tipologi 'star' (bintang) terdiri dari tiga kapal. Satu kapal berfungsi sebagai kapal instruktur, dan lainnya sebagai kapal pendukung. Kapal-kapal tersebut terprogram melalui komputer mini yang terpasang di tiap-tiap kapal.

Cara komunikasi kapal, setiap kapal dilengkapi GPS, kapal pendukung akan memberikan informasi lokasi mereka, kepada kapal instruktur. Kapal instruktur akan mengetahui jumlah mereka, dan dapat menginstruksikan untuk melakukan formasi yang diprogramkan.

"Komunikasinya kapal ini bisa bergerak sendiri, dan bisa saling berkomunikasi antar kapal," katanya.

Ia mengatakan, komunikasi antar kapal ini bisa bertindak membuat formasi, apabila terjadi kasus di lapangan. Misalnya kapal asing masuk, kapal akan memberikan peringatan, atau mengepung melakukan pertahanan.

"Kapal ini dirancang bisa dilengkapi dengan alat pelindung, kalau dalam ukuran besarnya bisa dipasang alat pertahanan seperti rudal atau lainnya," ujar Ahmad.

Menurut dia, latar belakang inovasi ini tercipta karena maraknya pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal asing diperairan Indonesia.

Selain itu, banyaknya jalur tikus di perairan Indonesia mengisiasi terciptanya inovasi tersebut.

"Selama ini kita terkendala teknis, dan SDM di lapangan. Kalau kita bisa bikin kapal yang bisa bergerak sendiri, bisa berkomunikasi, membuat formasi dan membentuk pertahanan. Bisa membantu melakukan penjagaan di perairan kita" kata Ahmad.

Chaidar Aji Nugroho, rekan Ahmad, menambahkan, saat ini timnya telah menyelesaikan tiga buah Swarm-ship yang terdiri atas satu kapal instruktur, dan dua kapal pendukung.

Untuk dapat mengetahui apakah kapal yang dirakit berfungsi atau tidak, kapal ini telah melakukan pengujian di darat dan di perairan yakni di Situ Guede.

"Kami berharap inovasi ini menjadi salah satu solusi bagi Indonesia, khususnya di bidang pertahanan dalam menghadapi maraknya pencurian ikan," kata Chaidar.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Iptek

Setelah Huawei, Kini AS Tambahkan Lima Perusahaan Tiongkok dalam Daftar Hitam

Image

Iptek

Bukalapak, Blibli.com dan Traveloka adalah Tiga Startup Teratas di Indonesia versi Startup Ranking

Image

Iptek

FedEx Tolak Pengiriman Paket Ponsel Huawei Ke Amerika Serikat

Image

Iptek

Untuk Pengawasan Barang dan Kerja Karyawan, Amazon Gunakan Drone

Image

Iptek

Huawei Klaim Telah Memproduksi 100 Juta Smartphone pada 2019

Image

Iptek

Volvo Prediksi Penjualan Bus Akan Meningkat Pada 2019

Image

Iptek

Volvo Luncurkan Teknologi VDS, Sistem Kemudi Terbaru untuk Truk

Image

Iptek

Perusahaan Teknologi AS Sepakat Tolak Usulan Pajak Produk Tiongkok

Image

Iptek

Apple Pindahkan Sebagian Produksinya dari Tiongkok ke Asia Tenggara

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek

Hyundai Pasok 2.000 Ioniq ke Perusahaan Transportasi Singapura

Mobil hybrid Ioniq akan dioperasikan sebagai taksi.

Image
Iptek

DFSK Glory 560 Mengaspal di Palembang

Pasar otomotif secara keseluruhan diprediksi oleh berbagai pihak akan mengalami stagnan di kisaran 1,1 juta unit.

Image
Iptek

Google Duo Segera Memungkinkan Pengguna Kirim Foto Satu Sama Lain

Tampaknya fitur pengiriman foto untuk Duo akan mirip dengan Snapchat.

Image
Iptek

Robot ‘Bebek’ Ini Dapat Membantu Petani Jaga Lahan dari Gulma

Seorang insinyur yang bekerja di produsen mobil Jepang Nissan telah menciptakan robot tersebut.

Image
Iptek

Skandal Diesel Jatuhkan Laba Induk Mercedes-Benz

Daimler memprediksi laba untuk 2019 akan mendekati level tahun lalu.

Image
Iptek
Sains

Peneliti Ungkap Kemungkinan Pendirian Bank Sperma di Ruang Angkasa

Sampel sperma beku pada kondisi micro gravity dan sampel di tanah mempertahankan karakteristik serupa.

Image
Iptek

Pengawas Pencucian Uang Global Akan Atur Penyelenggaraan Cryptocurrency

Hal tersebut guna mencegah penyalahgunaan uang digital seperti Bitcoin untuk melakukan pencucian uang.

Image
Iptek

Netflix Uji Coba Fitur Pop-up Player, Bisa Nonton Sambil Buka Aplikasi Lain

Aplikasi streaming Netflix dikabarkan tengah melakukan ujicoba fitur Pop-up Player. Bisa nonton video sambil buka aplikasi lain diperangkat.

Image
Iptek

Teknologi Mahal, Pengamat Transportasi Pesimis Bus O-Bahn Bisa Diadakan

Regulasi untuk menerapkan O-Bahn belum ada, sehingga akan menjadi masalah baru

Image
Iptek

Setelah Huawei, Kini AS Tambahkan Lima Perusahaan Tiongkok dalam Daftar Hitam

Departemen Perdagangan AS mengungkapkan telah menambahkan Sugon dan tiga anak perusahaannya serta satu lembaga Tiongkok dalam daftar hitam.

trending topics

terpopuler

  1. Deddy Corbuzier Mualaf, Bebi Romeo: Dia Bukan Sembarang Orang yang Mudah Pindah Keyakinan

  2. Resmi Dibuka, Saloka Theme Park Jadi Magnet Baru Pariwisata Jawa Tengah

  3. Mualaf, Deddy Corbuzier Bebaskan Putranya Memilih Keyakinan

  4. Jokowi: Saya Ingin Bicara Sebagai Satu Keluarga, Berterus Terang, untuk Kebaikan Semua

  5. 5 Trik Efektif Agar Tokomu Ramai Pengunjung

  6. Cak Imin Harap Kursi Menteri PDTT Tetap Jatah PKB

  7. Berusaha Selamatkan Diri, Dua Pelaku Begal Sempat Lawan Anggota TNI Sebelum Ditangkap

  8. Untuk Pengawasan Barang dan Kerja Karyawan, Amazon Gunakan Drone

  9. Jakarnaval 2019, Pesta Kemeriahan HUT Jakarta Belum Usai

  10. Prediksi Akademisi: Kubu Prabowo Gagal Buktikan Kecurangan TSM, MK akan Tolak Gugatan

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Kesibukan Menteri Pertanian Andi Amran, Panen Padi hingga Beternak

Image
News

Raih IPK 3,4, Ini 5 Momen Wisuda Arumi Bachsin Didampingi Emil Dardak

Image
Ekonomi

Pemikir Ekonomi

Mengenal Adam Smith, Bapak Ekonomi Pencetus Teori Tangan Tuhan