image
Login / Sign Up

Puisi Diharapkan Mengobati 'Luka-luka' Pasca Pilpres

Herman Syahara

Image

Diksusi Peluncuran Buku Pengantin Puisi karya Yoevita Soekotjo. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Sebagai sebuah karya seni sastra, puisi diharapkan memiliki kekuatan sebagai wahana untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan  “mengobati luka-luka” akibat adanya perbedaan pilihan pada  Pilpres 2019 yang baru lalu.  

Demikian kesimpulan yang dapat direntang dari wawancara Akurat.co dengan sejumlah penyair yang dijumpai dalam berbagai  acara sastra dan peluncuran antologi puisi yang akhir-akhir kian marak di Jakarta.

Sepanjang minggu kedua Juni lalu saja di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin berlangsung berbagai acara peluncuran antologi puisi. Di antaranya,  Pada 21 Juni penyair  dan aktivis teater Yoevita Soekotjo dari  Dapur Sastra Jakarta meluncurkan antologi Pegantin Puisi  yang menghadirkan sejumlah pembicara.   

baca juga:

Esoknya,  22 Juni, disusul oleh pembacaan puisi perdamaian World Festival of  Poetry oleh 25 penyair Indonesia dengan Tema  “No War – Hug Peace” yang digagas oleh World Festival of Poetry Coordinator Indonesia, Lily Siti Multatuliana.  Pada waktu yang sama acara ini juga serentak diselenggarakan di  100 negara lain di dunia.

Kemudian pada 22 Juni, penyair Irawan Sandhya Wiraatmadja, atau dikenal juga sebagai Mustari Irawan yang menjabat Kepala Arsip Nasional, menggelar perhelatan megah untuk peluncuran buku puisi ke tujuhnya,  Vu Berbilang Akar-Akar Kecubung, yang dihadiri ratusan tamu undangan di kantornya di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Belum lagi peluncuran buku puisi yang digelar dalam acara Temu Sastra Nusantara, di Muntilan, Jawa Tengah pada 23-26 Juni,  dan sejumlah agenda sastra lainnya di Kudus, Banten, Banjarbaru (Kalsel), dan daerah laun yang melibatkan ratusan penyair dari berbagai penjuru daerah di Indonesia dan mancanegara.

Dr Sunu Wasono dan penyair Yoevita Seokotjo.. AKURAT.CO/Herman Syahara

Kekuatan puisi

Di mata Dr Sunu Wasono, Ketua Program Studi Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dengan segala kelebihannya yang menyentuh, puisi memiliki kekuatan untuk mempersatukan. 

“Dengan demikian,  sejumlah  pihak yang berbeda bisa terwadahi untuk kembali disatukan, “ ujarnya di Jakarta, Selasa (26/6).

Menurut Sunu, bertolak dari realita yang ada, potensi puisi sebagai “obat” dari perpecahan bangsa yang lebih luas,  itu ada dan nyata.

“Lihat saja pada acara berbagai peluncuran buku puisi dan acara sastra. Saya tahu yang hadir dalam acara itu punya pilihan yang berbeda, tapi pada acara itu mereka bisa asyik ngobrol,” katanya.

Kalangan penyair dan pelaku seni, di mata pengamat sastra itu,  sejatinya hampir tidak  pernah sepi dari konflik. Tapi konflik merek bertalian denga soal seni. Ada konflik yang sengit, ada yang biasa.

“Konflik semacam  itu punya nilai positif ketika dipentaskan di arena polemik. Namun menjadi tidak positif kalau menjurus atau beralih ke sentimen pribadi,” tegasnya.

Karena itu, tambah dia, bila ada perbedaan pandangan, lebih baik dibawa ke ranah diskusi dan debat lewat seminar. Pandangan disuarakan lewat tulisan baik esai, ktitik, opini, atau  seperti yang pernah dilakukan sastrawan, budayawan, dan kaum intelektual pada tahun 1930-an, Sutan Takdir Alisjahbana dan kawan-kawan.

“Jika penyair sering bertemu dalam suatu forum, kemungkinan mereka akan terbiasa dengan perbedaan. Harap dipahami bahwa  perbedaan tidak identik dengan permusuhan,” kata Sunu mengingatkan.

Perbedaan pandangan politik memang bisa berpengaruh terhadap kehidupan seni. Politik juga punya pengaruh pada seni.

“Namun sejauh kita tidak menjadikan politik sebagai alat mengekang atau bahkan menekan kebebasan berkreasi dan mencipta, saya pikir tidak ada masalah,” paparnya.

Penyair dan Ketua ANRI Mustari Irawan bersama peny. AKURAT.CO/Herman Syahara

Sunu menambahkan, secara faktual,  dalam benak kita bersemayam macam-macam pandangan hidup,  keyakinan/agama, orientasi politik, "selera" dan mazhab seni, Dan kita harus  pandai-pandai mengelola itu.

‘Dalam arti bisa menerapkannya sesuai dengan konteks dan situasi. Saat diskusi puisi, misalnya, sebisa mungkin yang kita gunakan perangkat pemikiran yaneg relevan dengan puisi. Jangan dibawa atau ditarik ke urusan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi,” urai Sunu.

Hal senada disampaikan oleh perempuan  penyair Ewith Bahar. Katanya, puisi   juga dapat dijadikan  sebagai  wahana pengajaran dan pembentukan karakter. Syaratnya, puisi tidak ditulis secara “gelap”. Puisi punya kekuatan melembutkan hati kalau cara berkomunikasi puisi itu jelas dan bisa ditangkap pembacanya.

“Kalau puisi diharapkan dapat diterima masyarakat maka puisi harus  menyentuh semua lapisan. Bagaimana hal ini bisa terjadi kalau puisi hanya dimengerti oleh penyairnya saja,” tegas penyair yang sering tampil sebagai MC di  berbagai acara sastra dan televisi ini.

Maka, tepatlah kiranya, jika salah seorang Ketua Penyelenggara Hari Puisi Indonesia, penyair Asrizal Nur, dalam sambutan pembukaan acara World Festival of  Poetry yang baru lalu mengutip kata—kata bijak Presiden Amerika Serikat John F Kennedy:  “Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya.” []

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Hiburan

Penyair Ungkap Kenangan dan Keprihatinan pada Dunia Pertanian Lewat Puisi

Image

Hiburan

Bendera Sepenuh Tiang, Antologi Puisi Bersama yang Suarakan Kedamaian Berbangsa

Image

Hiburan

Puisi Herman Syahara

Para Penyair dan Bangsa Burung-Burung

Image

News

Soal Jabatan Presiden Delapan Tahun, Habib Novel: Sangat Berbahaya Usulan Hendropriyono

Image

News

Andre Rosiade: Saya Tidak Menuduh Pendukung Prabowo Buzzer

Image

Hiburan

Nafa Urbach Ajak Masyarakat Hormati Putusan MK terkait Pilpres

Image

Hiburan

Puisi Herman Syahara

Setelah Ramadan Ini

Image

Hiburan

Syukuran Sukses Pilpres, Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Bagikan 10.000 Tumpeng

Image

Hiburan

Puisi Herman Syahara

Mungkin Seseorang Harus Menuliskan Kematian Itu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

7 Artis Bollywood Ini Miliki Fobia yang Unik, Ada yang Takut dengan Tawanya Sendiri

Kamu punya fobia juga nggak nih?

Image
Hiburan

Dapat Kecupan Ibu-ibu Hingga Lipstik Menempel, Sarwendah Tan: Kenangan Terindah

Sarwendah baru saja menggelar jumpa fans untuk mempromosikan album barunya di kawasan Pamulang.

Image
Hiburan

Selamat, Asta RAN - Nurul Aziza Resmi Menikah

Mas kawin logam mulia 90 gram.

Image
Hiburan

Usia Kehamilan 4 Bulan, Syahnaz Sadiqah Gelar Pengajian di Rumah Raffi Ahmad

Syahnaz hamil anak kembar.

Image
Hiburan

Naik Pitam, Nikita Mirzani Sebut Elza Syarief Pembohong

Nikita Mirzani mempersoalkan pernyataan Elza Syarief yang dinilai bohong.

Image
Hiburan

Peduli Penyanyi Cilik, Raffi Ahmad-Nagita Slavina Gelar Konser 'Mimpiku Jadi Nyata'

Konser ini digelar untuk mengobati kerinduan anak-anak agar bisa menikmati konser yang penyanyinya seusia mereka.

Image
Hiburan

Bidadari Bidadara Sukses Buat Anak Muda Terpukau Melihat Pagelaran Budaya

Teriakan penonton pagelaran teater musikal Bidadari Bidadari yang didominasi oleh anak-anak muda terdengar riuh.

Image
Hiburan

Sapa Penggemar di Pamulang, Sarwendah Tan Senang Albumnya Laris Manis

Sarwendah baru saja meluncurkan album barunya berjudul Aku Kamu Kita.

Image
Hiburan

Video Dugemnya Viral, Barbie Kumalasari: Udah Izin Sama Galih Ginanjar Kok

Belum lama ini video Barbie Kumalasari saat berada di tempat hiburan malam viral di media sosial.

Image
Hiburan

Wow! BTS Kembali Raih Serifikat Emas RIAA Lewat Maps of The Soul: Persona

Map of the Soul: Persona resmi menerima sertifikasi emas setelah menjual lebih dari setengah juta unit di Amerika Serikat.

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Uki: Jika UAS Tak Mau Minta Maaf, Maka Ijinkan Saya Minta Maaf kepada Umat Kristiani

  2. Pengakuan Suami yang Kalap: Mereka Sudah Selingkuh Selama Enam Tahun

  3. Innalillahi, Seorang Pelajar SMK Tewas Terlindas dan Terseret Truk Minyak di Depok

  4. Pengamen Bergaya Mirip Shah Rukh Khan Hebohkan Malang, Aksinya Bikin Nagih

  5. Akun IG Doddy Sudrajat Diblokir, Warganet Sebut Vanessa Angel Anak Durhaka

  6. Unggah Isi Grup Chat Yan Widjaya, Amarah Aura Kasih Memuncak

  7. Mahfud MD: Tak Ada Jalan Bagi Papua untuk Referendum dari Indonesia

  8. 5 Tradisi Pubertas Lelaki yang Bikin Merinding, Ada yang Kunyah Kulup Sunat

  9. Bocorkan Masa Lalu Jessica Iskandar, Raffi Ahmad Sebut Sosok Oscar

  10. Fungsionaris Golkar Minta Jokowi Copot Airlangga Hartarto dari Jabatan Menperin

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Rozi Kurnia

Bagaimana Masa Depan Spider-Man Pasca Keluar MCU?

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Peksi Cahyo, Perekam Visual Olahraga

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Sosok

Image
News

Jadi Sorotan karena Bela UAS, 5 Fakta Sosok Ustaz Yahya Waloni

Image
News

Dapat Gelar ‘Mama Papua’, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Image
News

5 Kontroversi Aceng Fikri, Mantan Bupati Garut yang Kena Razia Satpol PP