image banner ramadan
Login / Sign Up

Sastrawan dan Mantan Wartawan Bur Rasuanto Telah Tiada

Herman Syahara

Image

Sastrawan dan mantan wartawan Bur Rasuanto | DOKUMEN

AKURAT.CO Sastrawan dan mantan wartawan  Bur Rasuanto telah tiada. Kabar wafatnya sastrawan Angkatan 66 itu tersiar dalam unggahan salah seorang sahabatnya, penyair Waluya Dimas, Rabu (15/5).

“Baru dapat kabar dari Opung Yani bahwa cerpenis Bur Rasuanto meninggal dunia dan akan dimakamkan hari ini setelah ashar,”  tulis penulis novel antologi puisi Catatan di Bulan Ramadan itu di akun facebooknya.

Bur Rasuanto meninggal diduga karena menderira sakit stroke yang cukup lama. Menurut  rencana jenasah akan dimakamkan hari ini  di TPU Menteng Pulo.

baca juga:

Bur Rasuanto  lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 6 April 1937, dengan pendidikan terakhir  S3 Filsafat dari Universitas Indonesia.  Pada  1990 dia  pernah menjabat  Direktur PKJ-TIM menggantikan Drs. Soeparmo

Dari pernikahannya dengan Masnun dia dikaruniai dua perempuan dan satu laki-laki. Setelah menamatkan sekolah menengah umum bagian B tahun 1957, ia bekerja sebagai buruh di  kilang minyak di PT Stanvac, Sungai Gerong tahun 1960.

Sejak bekerja di perusahaan minyak itu almarhum banyak menulis cerita pendek dengan inspirasi  berbagai peristiwa di tempat kerjanya itu. Misalnya,  ia menyaksikan berbagai peristiwa dan suasana yang penuh dengan rasa iri, dendam, dan persaingan, khususnya yang terjadi di kalangan pegawai yang merasa lebih senior, tetapi bergaji kecil seperti ditulis Kompas, 22 Juni 1980. 

Kurang dikenal

Menurut Waluya Dimas kepada  Akurat.Co, Bu Rasunto adalah sastrawan generasi tua yang kemungkinan besar kurang dikenal oleh anak-anak muda sekarang sehingga berita kematiannya tidak segera meluas. 

Dia sendiri mengenal Bur Rasuanto  di Harian Indonesia Raya saat dia sering main ke koran milik almarhum Mochtar Lubis itu untuk mengunjungi kawan-kawannya seperti Bunyamin Wibisno dan Assegaf.

“Bur dulu sangat menarik perhatian dengan cerpen-cerpennya tentang  buruhyang bekerja di tambah minyak. Cerpen-cerpen  Bur ketika itu dimuat di majalah Sastra,” kata penulis  yang kini menetap di Autralia itu.

Menurut Waluya, almarhum Bur pribadi  yang menyenangkan karena sikapnya terbuka dan hangat. Orangnya selalu energetik penuh semangat serta dinamik.

“Sebelum Bur kerja di majalah Ekpress  dan Tempo kami sering ketemu di kantor koran KAMI karena aku sering jemput Ina Ratna Mariani di kantor IPMI yang bersebelahan dengan kantor harian KAMI,” kenang penulis novel Cello itu.

Kehadiran Bur dengan cerpen berlatar belakang buruh-buruh  tambang kilang minyak, kata Waluya,  membukan horison baru bagi pengarang saat  untuk menulis berbagai aspek dan kehidupan menyangkut  sosok buruh dari segi kemanusiaan tanpa berkaitan  dengan ideologi Marxist.

 “Saya kira karya-karya Bur  lebih tepat dibilang berisi  tentang manusia dalam perjoangan hidup masing-masing  untuk mengatasi persoalan-persoalan  yang menyangkut  hidup mereka,” tegasnya Dimas Walya ketika ditanya, apakah karya-karya  Bur Rasuanto termasuk intens mempejuangkan hak-hak buruh.

Di Mata Waluya, Bur juga seorang yang dermawan meskipun dalam kesulitan. Diceritakannya,  pada tahun tahun 70-an dia sedang disibukkan  mengurus bagaimana memberi  makan demonstran yang datang dan pergi ke Balai Budaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan demonstrasi mempertanyakan Untung Rugi Penanaman Modal Asing di Indonesia menjelang Peristiwa Malari itu, Waluya giat mengumpulkan  sumbangan uang dan lainnya  dari  teman-temannya agar  untuk makan para demonstran.

“Bur dengan senang hati menyumbang. Aku tak tahu waktu Itu secara ekonomi Bur sedang mengalami kesulitan setelah keluar dari majalah Tempo,” kata Waluya Dimas  dengan nada agak menyesal karena telah menyusahkan sahabatnya itu.

Berikut salah satu puisi karya Bur Rasuanto yang dipetik dari buku  H.B. Jassin Angkatan ’66 Prosa dan Puisi 2:

 

Tirani

 

Tirani adalah kata

Yang melahirkan banyak pengertian

Yang tak berkata

 

Tirani adalah pikiran

Yang dipindahkan ke dalam slogan

Yang merantai pikiran

 

Tirani adalah kebebasan

Di tengah padang tandus tak bertepi

yang melumpuhkan kebebasan

 

tirani adalah kekuasaan

yang bertahta di atas segala penggelapan

yang menimbun kekuasaan.

.

Dari : Mereka telah bangkit

.

[]

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Hiburan

In Memoriam Bur Rasuanto: Esais Andal, Wartawan Profesional, dan Sastrawan Segala Genre

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

selamat jalan..

terkini

Image
Hiburan

Aksi Anak Kecil Nyanyikan Lagu Ebiet G Ade Ini Mengundang Decak Kagum

Suara dan cengkok yang luar biasa saat menyanyikan lagu legendaris milik Ebiet G. Ade

Image
Hiburan

Aksi Bidadari Kompleks Berdendang dengan Pakaian Pocong ini Bikin Kaget Pol

Sumpah bikin kaget maksimal!

Image
Hiburan

Keliling Bangunkan Sahur, Sekelompok Pemuda Malah Disiram Air oleh Warga

Apes banget nih

Image
Hiburan

10 Pesona Manis Song Bora, Gadis Mualaf dari Korea Selatan yang Hit Abis

Tetap menginspirasi, ya

Image
Hiburan

Bikin Candu, 5 Lagu Religi yang Selalu Diputar Saat Ramadan Tiba

Penasaran lagu apa saja?

Image
Hiburan

Jadi Ibu Idaman, 10 Potret Alyssa Soebandono Momong Anak

Idaman banget!

Image
Hiburan

8 Potret Anak Arumi Bachsin dan Emil Dardak yang Lucu Abis

Arumi Bachsin dan Emil Dardak telah dikaruniai dua buah hati yang diberi nama Lakeisha Ariestia Dardak dan Alkeinan Mahsyir Putro Dardak.

Image
Hiburan

Pevita Pearce Kaget Dipanggil Tante-Tante oleh Anak-anak NTT

Film Rumah Merah Putih angkat kehidupan masyarakat di NTT.

Image
Hiburan

Diduga Banyak Petugas KPPS Meninggal Karena Racun, Christine Hakim: Itu Hoax

Christine Hakim menduga petugas KPPS yang meninggal dunia bukan karena racun tapi tekanan psikologis dan tanggung jawab.

Image
Hiburan

Cengengesan di Ruang Sidang, Majelis Hakim Tegur Kriss Hatta

Soal pernikahan, Hilda mengaku pernah pacaran dengan Kriss Hatta namun membantah telah ada pernikahan siri.

trending topics

terpopuler

  1. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  2. Tolak Undangan Stasiun TV Tanggapi Terorisme, Mustofa: Sorry, Saya Nggak Mau Ikuti Gendang Mereka

  3. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  4. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  5. Kondisi Terbaru, Ani Yudhoyono Diizinkan Pulang ke Apartemen di Singapura

  6. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

  7. Prabowo-Sandi Menang Telak Atas Jokowi-Ma’ruf di Riau

  8. Demi Tegaknya NKRI, Kematian Ratusan Petugas KPPS Diminta Diusut Tuntas

  9. Kisah Robert F. Smith, Konglomerat Negro yang Lunasi Ratusan Miliar Rupiah Utang Para Mahasiswa

  10. Di Sela 'Ketegangan' Menunggu Pengumuman KPU, Sandiaga Uno Membedah Buku Sastra 'Hikayat Suara-Suara'

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!