image banner ramadan
Login / Sign Up

Pameran Perupa Gimbal Amien Kamil, Potensi Besar di Tengah Cekaknya Modal

Herman Syahara

Image

Pameran Lukisan Aktor, Perupa, Penyair Amien Kamiel. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Lukisan-lukisan  itu terkesan baru saja selesai lalu langsung digantungkan di dinding. Tak ada bingkai  atau spanram yang biasanya dipakai perupa untuk “mengemas”  sebuah karya lukisan  sehingga tampil lebih “catching” dalam sebuah pameran.

Yang nampak agak “istimewa” --karena posisinya diletakkan di tengah ruang pamer sehingga menyita perhatian,  adalah sebuah karya instalasi berjudul Altar For Girl III. Sebuah meja dua tingkat berangka besi dengan alas kaca,  menyangga sebuah radio tua, buku yang terbuka, dan taburan bunga kamboja. Di belakang meja terentang lukisan, juga tanpa bingkai, dengan model seseorang  dalam posisi menghormat dan motif-motif abstrak lainnya.

Demikianlah, perupa, penyair, dan teaterwan Amien Kamil mempresentasikan 20-an karyanya yang antara lain berjudul Nightmare, Egg, On Between, Dart from USA, dan Stones from Another Space, dalam pameran bertema He(Art): Reflection of Nightmare, di  gedung Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Menteng Jakarta Pusat, yang berlangsung mulai  2 sampai 9 Mei 2019.

baca juga:

Pembukaan yang berlangsung di halaman Balai Budaya itu dilakukan dengan cara yang cukup khas, yaitu dengan iringan tiupan saxophone Sudjiwo Tedjo sebagai pengganti pidato kebudayaan yang semula “didaulatkan” Amien Kamil kepadanya.

“Saya nggak punya ide pidato kebudayaan. Saya main saxophone saja, terus pintu dibuka, saya masuk. Kalian ikut masuk. Saya akan main di dalam sambil nonton lukissan,” usul  Sudjiwo seraya mengutip teks lagu lama kesukaannya, Summertime yang populer dibawakan Ella Fitzgerald.

Maka, sambil mengalunkan lagu Barat itu, seniman yang mantan wartawan ini lalu masuk ke ruangan yang pintunya dibukakan oleh perupa Amien Kamil. Diikuti oleh para tamu undangan, Sudjiwo  terus meniupkan sax-nya seraya mengelilingi setiap lukisan yang dipamerkan sampai kembali keluar ruangan. Sebuah sajian yang langka dalam sebuah acara pameran lukisan lukisan.

Pameran Lukisan Aktor, Perupa, Penyair Amien Kamie. AKURAT.CO/Herman Syahara

Kritik sosial

Di mata kurator pameran, budayawan Rada Panca Dahana, meskipun kemasan pameran Amien Kamil ini nampak bersahaja, namun di dalam keduapuluh karyanya dia melihat tersimpan potensi gagasan-gagasan besar perupanya.

“Apa yang ditampilkan  Amien Kamil ditembok-tembok itu adalah sebuah organisasi kerja pikiran, perasaan, bahkan badan yang tidak sederhana. Yang kurang cuma satu: modal. Saya percaya, kalau punya modal dia mampu melakukan hal itu lebih baik. Yang ada dalam diri amin adalah potensi yang sangat kuat,” kata pria yang sudah 30 tahun bersahabat dengan Amien itu.

Soal cekaknya modal, tanggap Radar, nampak dari ketidakmampuan Amien menggunakan spanram. Spanram adalah  benda dari kayu atau bahan lainnya berbentuk segi empat yang digunakan untuk membentangkan material kain atau kanvas sebagai medium lukisan atau karya seni lainnya.

Kalau diperhatikan dengan saksama, lanjut dia, lukisan-lukisan Amien menyajikan berbagai kritik terhadap kenyataan politik, sosiologis, agamis, dan lainnya, walaupun tema pameran  ini tidak mengindikasikan ka arah itu.

Menurut Radar, dalam pameran seperti ini yang penting adalah tumbuhnya harapan bahwa senimannya tidak selesai sampai di sini. Tetap bekerja lebih jauh lagi.

“Dan bagaimana pun  dia memiliki fungsi tidak hanya secara estetika dan artistik, tapi juga secara sosial, kultural,  dan bahkan akademik, politik, dan spiritual,” katanya.

Radar berharap, Amien yang belakangan penjelajahan dan wacananya makin lumayan, akan semakin matang dan melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pameran Lukisan Aktor, Perupa, Penyair Amien Kamie. AKURAT.CO/Herman Syahara

Diiringi saxophone Sutedjo Jiwo

Acara pembukaan pameran Amien Kamil berlangsung hangat dan menunjukkan luasnya pergaulan sang pelukis. Di samping sambutan dari kurator Radar Panca Dahana pembukaan oleh  Sudjiwo Tedjo,  hadir perupa  Cak Kandar, Sri Warso Wahono, pengelola Balai Budaya Syahnagra, teaterawan Imam Maarif, Aidil Akbar, dan sejumlah seniman lainnya.

Lahir di Jakarta pada 1963, ini merupakan pameran tunggal Amien Kamil  yang kedua setelah pada 2009 menggelar pameran lukisan dan  instalasi “World Without Word” di Newseum Café.  Amien sebenarnya lebih “bercita  rasa” sebagai orang teater dan film. Dia pernah kuliah di Jurusan Sinematografi  di Institut Kesenian Jakarta pada 1986-1996. Kemudian  terlibat dalam berbagai pementasan Bengkel Teater Rendra terlibat di kota-kota besar di Indonesia.

Pengalaman mentasnya di luar negeri sudah cukup panjang, di samping pernah menjadi sutradara pementasan, pemateri workshop teater,  dan lighting design. Antara lain pada 1988 ikut serta dalam “The First New York International Festival Of The Arts”, sempat juga mengikuti workshop di “Bread & Puppets Theatre” di Vermont, USA. Pada 1990  ikut pentas di Tokyo dan  Hiroshima, Jepang. Lalu   1999 ikut Tour Musik Iwan Fals di Seoul, Korea.

Amien pernah menjadi Lighting Design untuk konser musik Iwan Fals hingga tahun 2002 dan ikut pentas keliling kota besar di Indonesia. Kemudian pada 2003-2005 menjalin kolaborasi dengan penyair Jerman Brigitte Oleschinski serta pentas multimedia di Berlin, Koln, Bremen dan Hamburg. Selain itu dia juga memberikan workshop teater di Universitas Hamburg, Leipzig dan Passau.

Sebagai penyair, pada 2007 Amien telah menerbitkan antologi puisi “Tamsil Tubuh Terbelah” dan masuk dalam 10 besar buku puisi terbaik Khatulistiwa Literary Award 2007. pada Maret 2019 lalu meluncurkan antologi puisi berisi CD musik-puisi berjudul Elegi Untuk Pramoedya Ananta Toer - Catastrophe 1965, yang diresmikan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, pelataran  di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

“Saya melukis setiap hari dan main drama 24 jam. Mungkin ini sudah adicct (kecanduan), atau bagaimana,” kata lelaki berambut gimbal yang selalu selalu berpenampilan cuek tentang proses kreatifnya itu. []

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Millen Cyrus Operasi Payudara, Ashanty: Biarin Aja, Dia yang Dosa

Milen Cyrus operasi payudara, Ashanty gak peduli.

Image
Hiburan

Christian Sugiono Pilih Didik Anak Lewat Kegiatan Outdoor Dibanding Berikan Gadget

Begini cara Christian Sugiono membentuk karakter anak ke arah yang baik.

Image
Hiburan

Ingin Tambah Anak, Ringgo: Udah Gue Buat, Tau Jadi Apa Enggak

Ringgo Agus Rahman bangga istrinya minta dihamilinya.

Image
Hiburan

Kritik Prabowo-Sandi, Glenn Fredly Malah Disebut Provokator

Glenn sempat hapus postingannya yang mengaitkan kerusuhan massa dengan Prabowo-Sandi.

Image
Hiburan

Ingin Aktingnya Ditonton Anak, Christian Sugiono Terima Bintangi Film Koki Koki Cilik 2

Dalam film Koki Koki Cilik 2, Christian Sugiono jadi seorang Chef profesional.

Image
Hiburan

Gempita Menangis di Panggung, Begini Penjelasan Gading Marten

Gempita minta maaf ke Gading Marten karena di panggung menangis.

Image
Hiburan

Sehun EXO Kirim Truk Kopi Tuk Park Min Young, Warganet Puji Kekompakan Pemain Busted

Sehun dan Park Min Young menjalin pertemanan usai bermain bersama dalam serial Netflix Busted.

Image
Hiburan

10 Potret Shakira Jasmine, Finalis The Voice Kids Indonesia yang Makin Eksis

Shakira telah memiliki satu single musik

Image
Hiburan

Pengalaman Bekerja di Restoran, Christian Sugiono Tak Kesulitan Jadi Chef di Film Koki Koki Cilik 2

Christian Sugiono pernah bekerja di restoran di Jerman.

Image
Hiburan

Bikin Ngakak, 11 Hasil Editan James Friedman, Ahli Photoshop Idola Netizen

Editannya bikin ngakak

trending topics

terpopuler

  1. 02 Gugat ke MK, Andi Arief: Pihak yang Kalah Harus Ucapkan Selamat Satu Jam Setelah Hasil Putusan

  2. Romi Keluhkan Dispenser Jorok, KPK: Berharap Tinggal di Rutan Itu Nyaman Ya Nggak Pernah Bisa

  3. Kumandang Azan Mengubah Keyakinan Agama Roger Danuarta

  4. Berburu Kuliner di Bogor, Coba ke D'Savor

  5. Lakukan Serah Terima Jabatan, Hinsa Siburian Resmi Jadi Kepala BSSN

  6. HUT ke-54, Ade Komarudin Didoakan Sembuh dari Penyakitnya

  7. Bawa-bawa Islam dan Polisi PKI, Begini Kritik Pedas Abdillah Toha kepada Amien Rais

  8. 5 Presiden Amerika Serikat yang Pernah Cicipi Ganja, Ada yang Sampai Punya Lahan Pertanian

  9. Ekonomi Lumpuh, Pembatasan Komunikasi Media Sosial Dianggap Ampuh

  10. 10 Potret Hijab Pastel ala Hamidah Rachmayanti, Inspirasi di Segala Acara

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Wawancara

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China