image
Login / Sign Up
Image

Herman Syahara

Pentas 'Gemintang' Teater Koma, Bukti Terujinya Manajemen Kesenian Nano dan Ratna

Herman Syahara

Image

Pementasan Teater Koma. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Hari minggu (8/7) jam 13.30  adalah hari pentas terakhir setelah dimulai sejak 29 Juni lalu dengan mengusung lakon “Gemintang”. Artinya, genap 10 hari Koma menghibur penonton fanatiknya di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Layar bisa digulung, pentas bisa berakhir, namun boleh jadi ingatan pada pertunjukan  teater yang telah berusia 41 tahun itu akan kekal sampai produksi terbarunya nanti lahir. Karena itu pulalah saya ingin mengunggah  beberapa catatan kecil sebagai sebuah apresiasi.

Teater Koma dibentuk di Jakarta pada 1 Maret 1977. “Gemintang” yang kemarin disajikan adalah produksi ke 153. Sebagaimana “trade mark” Koma, naskahnya selalu kaya dengan satir-satir yang diinspirasi dari kejadian aktual sehari-hari di Tanah Air. Tentu saja, termasuk soal-soal politik dan ekonomi. Kritik-kritiknya menggellitik, jenaka, namun selalu pas mengenai jantung pelaku kekuasaan dan masyarakat.  

baca juga:

Ini boleh jadi berkat kepiawaian Nano Riantiarno dalam meramu naskah. Nalurinya sebagai bekas wartawan dalam mengendus fakta belum sirna. Namun  kali ini fakta itu direkonstruksinya ke dalam naskah drama lalu “diterbitkan” di atas panggung sebagai tontonan yang menghibur.  Lantran soal gemar mengeritik ini, di era pemerintahan Soeharto, Nano pernah mendapat teror bom dan pelarangan pentas.  Misalnya lakon “Maaf.Maaf.Maaf”  (1978), “Sampek Engtay” (1989), atau  “Suksesi”  dan “Opera Kecoa” (1990).

Teater Koma. AKURAT.CO/Herman Syahara

Di dalam “Gemintang”  penonton dapat merasakan masih pedasnya kritik itu. Laku korupsi  di berbagai tingkatan birokrat dan politisi dan akibatnya  pada diri dan  keluarga; disharmoni masyarakat akibat media sosial yang gemar mengunyah hoax; serta percintaan yang “unik” beda ruang dan waktu, tersaji dalam durasi sekitar 3 jam pertunjukan. Maka, pantaslah jika pertunjukan ini juga mereka sebut “kisah cinta di negeri tanpa cinta”.

Kritik dan sindiran yang bikin penonton tak bisa menahan tawa namun terasa tajamnya banyak disajikan dalam dialog antara tokoh Aprat Sakira (Saling Bungsu) dengan Subrat Balia (Joind Banyuwinanda). Mereka berpingpong kata-kata tentang hoax yang menimpa presidennya, hutang negara yang dimasa lalu yang lebih banyak dikorupsi  namun sekarang digunakan untuk membangun infrasrtuktur, dan isu lain sudah yang cukup akrab di telinga penonton.

Kalau ada penampilan yang terasa “baru”, itu nampak pada properti layar lebar yang hampir seluas panggung. Dari sejumlah proyektor layar itu memantulkan gambar suasana alam semesta dengan kelap-kelip planet dan pecahan meteor yang berkelebatan.  Lalu di layar depan nampak semacam  singgasana futuristik.  Ini adalah konsekuensi dari  tuntutan skenario yang mengisahkan percintaan berbeda  dimensi ruang waktu, yaitu antara Arjuna, putra seorang koruptor dengan Sumbadra  dari planet Ssumvitphphpah yang jaraknya 12 milyar tahun dari bumi.

Kebaruan lain yang menunjukkan suasana kekinian adalah adegan tampilnya sejumlah remaja  dengan busana casual penuh warna. Dipimpin seorang disc jockey mereka membawakan tari dan nyanyi  dengan iringan musik yang akrab dengan selera generasi millenial.

Teater Koma. AKURAT.CO/Herman Syahara

Untuk menyajikan kebaruan dan suasana kekinian dalam pentas “Gemintang” itu,  sebagaimana dikatakan Ratna, istri Nano Riantiarno dalam buku panduan pertunjukan, Koma melakukan rektrutmen anggota baru. Mereka kemudian diberikan pembekalan anggota teater koma (Pateko) sejak  Januari sampai akahir Maret 2018 lalu. Hasilnya, Koma pun tampil beda.

Ratna menyadari, banyak bidang yang sulit menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satunya adalah seni pertunjukan. Namun, katanya, berkat dukungan penonton, media, sponsor, kesulitan itu dapat dilalui.

Dalam hal sponsor dan jumlah penonton, Koma memang  termasuk kelompok teater yang “selalu beruntung”. Jika sejumlah kelompok pertunjukan panggung “nga-ngapan”  untuk meraih sponsor, dan penonton, tidak terlalu terasa bagi Koma.  Lihat saja dalam buku panduan pertunjukan, sejumlah logo perusahaan rokok, bank, elektronik, kosmetik, otomotif, sampai kuliner, terpampang jelas. Artinya, ada cuan yang masuk.

Demikian juga prestasinya dalam soal menarik minat penonton. Setelah Bengkel Teater di era Rendra, boleh jadi Koma  tak terpatahkan dalam membetot jumlah penonton dan lamanya hari pertunjukan.  Selama 10 hari pertunjukan “Gemintang”, dari 800 kursi kapasitas Graha Bhakti Budaya, hampir selalu terisi penuh. Padahal dari empat kelas harga karcis yang tersedia, tak bisa dibilang murah. Untuk weekend yang termahal  Rp 500 ribu dan termurah Rp  150 ribu. Pada weekday termahal Rp 400 dan termurah Rp 100. Sedangkan hari Senin termahal Rp 320 ribu  dan termurah Rp  80 ribu.

Teater lain mungkin juga  iri pada keberhasilan Koma. Namun, bila melihat dedikasi pasangan suami istri Nano-Ratna dalam menghidup-hidupkan komunitas ini, rasa iri itu rasanya perlu dibuang jauh-jauh. Nano dan Ratna  telah menyerahkan hidup dan matinya pada Koma. Pola rekrutmen anggota yang berkelanjutan, tata panggung yang megah, tata busana oleh perancang ternama, dan tentu saja pemilihan cerita dan penyutradaaran yang khas dan  total, menunjukkan manajemen kesenian Koma sudah on the track.

Bahwa kesenian harus dikelola bak sebuah entitas usaha.  Karena dalam setiap pertunjukkan yang baik selalu ada komponen biaya produksi, upah, promosi , dan biaya lain yang relatif besar. Semua itu harus ditutup dengan cara memproduksi tontonan yang “berkualitas” agar “pedagang” dan “pembeli” sama-sama untung. 

Dan bagi Koma, dalam usianya yang ke-41 pada Maret 2018 lalu, nampaknya takaran  “kualitas” itu telah mereka miliki. Pertunjukkan “Gemintang” kemarin membuktikan semua itu.[]

Editor: Erizky Bagus Zuhair

Sumber:

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

10 Pesona Nadine Waworuntu, Anak Ruth Sahanaya yang Main Film Anak Hoki

Nadine Emmanuella Waworuntu ini terkenal memiliki penampilan yang cukup nyentrik

Image
Hiburan

Raih Subscribers Terbanyak Se-Asia Tenggara, Atta Halilintar Janji Bangun Masjid Konsep Milenial

Atta Halilintar ingin anak-anak muda betah beribadah di masjid.

Image
Hiburan

Ternyata Ini Peran Jude Law di Film Captain Marvel

Misteri peran yang dimainkan Jude Law di Captain Marvel, akhirnya terjawab sudah.

Image
Hiburan

Manajer Ungkap Kepribadian Asli The Sacred Riana

Seram! Magician Riana main film layar lebar.

Image
Hiburan

10 Potret Pasangan Seleb Samuel Zylgwyn dan Franda yang Selalu Mesra

Melihat kemesraan Samuel Zylgwyn dan Franda ini jadi baper ya.

Image
Hiburan

Sejak Aura Kasih Hamil, Suaminya Jadi Sering Masak

Jenis kelamin calon bayi Aura Kasih, perempuan.

Image
Hiburan

Aktris Film Roma Ini Buka Suara Soal Komentar Rasis Tentang Dirinya

Yalitza Aparicio adalah aktris asal Meksiko yang masuk dalam nominasi Oscar ke-91.

Image
Hiburan

Posting Foto Sedang Olahraga, Salmafina Sunan Disebut Jablay

Sejak lepas hijab, Salmafina Sunan mulai berani berpenampilan terbuka.

Image
Hiburan

Richie Five Minutes Dikabarkan Berselingkuh, Ini Kata Vernita Syabila

Vernita luruskan soal tuduhan perselingkuhan.

Image
Hiburan

Raih Diamond Award, Ria Ricis Ungkap Pahitnya Jadi YouTuber

Ria Ricis pertama kali buat konten di YouTube pada 2015 lalu.

trending topics

terpopuler

  1. Akun Palsu Serang Pemerintah, Ferdinand: Saya Tidak akan Pernah Mengkritik dengan Kalimat Kasar

  2. JK Jujur Jika Bertolak Belakang Dengan Presiden Jokowi Demi Pembangunan

  3. Kubu Pendukung Prabowo Pertanyakan Pemegang Saham Mayoritas Unicorn

  4. Fahri Hamzah: Orang Ngomong Idiot Aja Dipenjara, Nih Aku Ngomong Sontoloyo!

  5. Prabowo Subianto Diminta Cabut Pernyataannya Soal Bandara Kertajati dan Minta Maaf

  6. Survei LSI: Hanya Ada 7 Parpol yang Lolos ke Parlemen

  7. Terbongkarnya Kepemilikan Lahan Kedua Kubu Capres, Siapa Terbesar?

  8. Soal Lahan HGU, Prabowo seperti Menembak Dirinya Sendiri 

  9. Balas Trump, Hillary Ungkapkan Darurat Nasional Yang Sesungguhnya

  10. Usai Bertemu Petinggi Madrid, Marcelo Putuskan Masa Depannya

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno

Image
News

10 Aksi Susi Pudjiastuti di Atas Perahu, Menantang Laut

Image
News

7 Potret Ketegaran Ani Yudhoyono Jalani Pengobatan Kanker Darah