image
Login / Sign Up

Tak Sama, Diet Golongan Darah Berbeda dengan Diet DNA

Winnie Fatmawati

Image

dr. Siaka Damayanti, S.Si, M. Farm | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO, Dari sekian banyak jenis diet, pasti kamu familiar dengan istilah diet golongan darah atau juga biasa disebut diet DNA. Tapi tahukah kamu, kedua istilah tersebut ternyata berbeda, loh! Dokter Siska Damayanti, S.Si, M. Farm, mengatakan, diet golongan darah dan diet DNA, memiliki metode diet yang sama sekali tidak bisa disamakan.

"Tentunya beda diet golongan darah dan diet DNA. Kalau diet golongan darah hanya mengelompokkan diet golongan darah A, AB, O, atau B. Tapi kalau itu dia sejauh ini hanya berdasarkan pengalaman, pengelompokkan," katanya kepada AkuratHealth, di Sogo Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (25/6).

baca juga:

"Misalnya, kecenderungan orang yang golongan darah A, itu dia makannya apa yang cocok. Tapi kalau diet DNA atau kita sebut Nutrigenomic ini sudah jelas, misalnya genetik ini dia bisa mengolah metabolisme kopi yang jelas, genetik saya apa variasinya, jadi lebih tepat. Tidak hanya gambaran general aja pengelompokannya," jelasnya.

Nutrigenomik sendiri adalah ilmu atau sebuah metode yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang dimakan, yang bertujuan untuk mengetahui secara dini perubahan apa yang akan terjadi setelah makanan itu masuk ke dalam tubuh. Menurut Dokter Siska, diet DNA akan lebih efektif dalam mewujudkan hidup sehat sesuai kebutuhan masing-masing orang.

"Nutrigenomik tidak hanya fokus pada penurunan berat badan, tapi juga untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, penyakit metabolik. Yang kita tahu penyakit metabolik itu kan komplikasinya banyak. Nah, itu salah satunya karena makanan yang tidak tepat, olahraga yang tidak tepat," ujarnya.

"Banyak ditemukan salah diet, kaya misalnya OCD, atau diet keto yang banyak dilakukan. High protein, itu biasanya kalau tidak tepat, tidak cocok. Dia akan mengalami gangguan di ginjal, kemudian di kolorektal bagian usus. Karena banyak kejadian kanker usus itu karena kurang serat. Nah, itu semua lebih banyak kalau kanker kolorektal itu karena makanan yang tidak tepat, hanya sekedar ikutan. Maka dari itu, Nutrigenomik adalah solusinya," tutupnya.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Offie Dwi Natalia, Pediet dengan Daging dan Telur Ayam

Image

Gaya Hidup

Ingin Sehat, Jangan Hilangkan Jam Makan Pada Diet Anda!

Image

Gaya Hidup

Konsumsi Ikan Cegah Risiko Serangan Jantung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Ke Comic-Con International, Scarlett Johansson Pamer Heels Transparan Belasan Juta

Image
Gaya Hidup

Benarkah Minyak Ikan Bagus Untuk Kesehatan Otak? Ini Kata Ahli

Minyak ikan baik untuk otak, asal gaya hidup sehat tatap dijaga.

Image
Gaya Hidup

Hotel ini Menjadi Favorit Turis Asing untuk Menyalurkan Hobi Plan Spotting

Plane Spotting kini menjadi 'jualan' baru bagi turis asing.

Image
Gaya Hidup

Gokil! Kapal Pesiar Ini Bisa Dikontrol Pakai Smartphone

Harus ada tren tuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Saya pikir superyachts akan harus terlihat seperti ini di masa depan," kata Shuttlewort

Image
Gaya Hidup

Wow, Banyak Interaksi Sosial Bikin Fungsi Otakmu Lebih Baik

Interaksi sosial dan apapun yang kamu kerjakan, harus selalu dilakukan dengan senang. Happy

Image
Gaya Hidup

Tak Sekedar untuk Transit, Hotel Dekat Bandara Soeta Ini Sangat Mewah dan Instagramable

FM7 Resort Hotel sudah berdiri sejak 12 tahun lalu

Image
Gaya Hidup

Tak Hanya Cuci Darah, Penderita Gangguan Fungsi Ginjal Bisa Terapi Cuci Perut

Dapat berpergian ke belahan dunia manapun karena cairan CAPD hampir tersedia di seluruh negara

Image
Gaya Hidup

Baru Masuk Sekolah, si Kecil Bisa Tiru Trik Belajar Mikha Tambayong

Mikha Tambayong: Misalnya besok ada ujian dan baru belajar satu hari sebelumnya, aku tidak bisa kayak gitu

Image
Gaya Hidup

Unik! Perusahaan Ini Beri Layanan Rawat Tanaman di Rumah Saat Travelers Berlibur

Jika tanaman tiba-tiba layu saat dirawat Contiki, mereka akan mengganti dengan tanaman baru

Image
Gaya Hidup

Trik Khusus Stimulasi Anak oleh Orangtua yang Bekerja

Stimulasi yang pas adalah memberi mimpi, tapi jangan memaksanya

trending topics

terpopuler

  1. Nunung Ditangkap Narkoba, Indro Warkop: Buat Gua yang Seperti Itu Banci

  2. Cibiran Teddy Gusnaidi ke Anies: Prestasinya ketika Dia Tidak Melakukan Apa-apa

  3. Kritik Ridwan Kamil, Tengku: Jika Banyak Pengangguran, Perbaiki Mutu dan Ciptakan Pekerjaan, Kok Malah SMK Mau Dibubarkan?

  4. Syamsuddin Haris: Amien Rais Tidak Pernah Konsisten dengan Ucapannya, Ujungnya Minta Bagi Kekuasaan

  5. Dihadiri Presiden Jokowi, 7 Potret Momen Pernikahan Anak Sudjiwo Tejo

  6. Balas Donald Trump, Michelle Obama: Negara Kita Besar berkat Keberagamannya

  7. Polemik Baru Setelah Anies Bongkar Instalasi Bambu Setengah Miliar Rupiah

  8. Lima Pernyataan Kontroversial Amien Rais, Mulai Perang Badar hingga Pembagian 55-54

  9. Bela Anies Baswedan, Habiburokhman: Soal Bambu Saja Diserang, Berarti Gak Ada Bahan Lagi Buat Diserang

  10. Kecewa, Indro Warkop Tak akan Bantu atau Jenguk Nunung

fokus

Menuju Negara Ketiga
Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude