image
Login / Sign Up

Jelaskan Pada Anak, Ada Sunat Tanpa Suntik!

Winnie Fatmawati

Image

Rumah Sunat dr. Mahdian | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO, Menurut The American Psychiatric Association, terdapat 10 persen orang di dunia mengalami phobia jarum suntik. Penyebabnya tentu berbagai faktor, salah satunya ketika proses sunat, terutama di Indonesia.

Mengapa demikian?

Beberapa data menunjukan, Indonesia negara terbanyak nomor satu di dunia yang melalukan sunat. Posisi kedua disusul oleh China. Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, CEO Rumah Sunat membenarkan hal tersebut.

baca juga:

Dirinya juga mengatakan, proses sunat dapat berisiko besar mengakibatkan phobia atau trauma bukan saat pembedahaanya, justru pada saat proses suntik anastesinya, atau proses pemberian obat mati rasa pada bagian tubuh tertentu, dengan tujuan agar pembedahan tidak sakit.

"Saya survey menanyakan langsung, kan Rumah Sunat sudah menjalankan proses sunat banyak sekali, dalam program sunat massal, dan lainnya. Itu rata-rata memang menjawab yang bikin trauma adalah suntik anastesinya itu," katanya kepada AkuratHealth, di Handayani Resto, Jakarta Timur, Selasa, (18/6).

"Suntiknya memang cuma butuh dua kali, tapi kalau beruntung itu. Karena biasanya bisa sampai lima kali suntiknya baru berhasil. Kalau sudah berhasil kan gak terasa proses selanjutnya, jadi penyuntikannya itu yang bikin trauma, berdampak juga pada trauma pada suntikan untuk kebutuhan kesehatan lainnya nanti," lanjutnya.

Dengan fenomena trauma tersebut, Dr. Mahdian bersama Rumah Sunat miliknya mencoba memanfaatkan teknologi terkini tanpa memakai jarum suntikan lagi. Proses anastesi sunat sudah dapat dilakukan, dan bahkan lebih efektif, katanya.

"Jadi ini pemberian anastesinya menggunakan teknologi needle free injection, dengan mengantarkan cairan obat ke dalam lapisan kulit masuk ke dalam jaringan subkutan tanpa penetrasi jarum yang tajam. Ini menggunakan mekanisme pegas berkecepatan tinggi. Ini membuat anak tidak perlu takut lagi, dan juga dapat menghindari reaksi nyeri setelah penyuntikan, memar, dan bengkak," ujarnya.

"Ini alat dari Korea, disana sebenarnya populer bukan untuk sunat, melainkan untuk estetika, dan masih banyak lagi. Namun saya berfikir bahwa ini akan efisien juga untuk proses sunat. Dilakukan percobaan, ternyata benar. Dalam anastesi, proses sunat ini lebih efisien. Lebih cepat menyebar proses masuknya obat anastesi dan tidak menimbulkan rasa sakit tentunya," tutupnya.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Tak Boleh Ereksi selama 40 Hari, Ini Kerugian Sunat Saat Sudah Dewasa

Image

Gaya Hidup

Anak Masih Takut Disunat?

Image

Hiburan

Tompi Bagikan Tips untuk Sunat Anak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Hasrat Terus Menyala, 5 Zodiak Pemilik Libido Tinggi

Ada zodiakmu nggak nih?

Image
Gaya Hidup

Rugi! Minum Kopi sambil Merokok Kurangi Cita Rasa

Barista Manual Brew Kedai Kopi Tanya, Ery Sutrisno: Kamu hanya bisa mencicip 1-2 rasa saja

Image
Gaya Hidup

Kalah Canggihkah Pengobatan Kanker di Indonesia?

Yang sekarang paling baru adalah imonoterapi, juga sudah ada di Indonesia

Image
Gaya Hidup

Sederhana! Serahkan Trofi Juara Tenis Wimbledon, Kate Middleton Pakai Sepatu Murah

Kate Middleton mengenakan gaun Emilia Wickstead warna biru muda

Image
Gaya Hidup

Ribut-ribut Personel D'Masiv Viral, Ini 5 Fakta Megalomania yang Bikin Penasaran

Vokalis dan basis D'Masiv terekam kamera tengah bertengkar

Image
Gaya Hidup

Awas! Bakteri Vagina Bisa Sebabkan Kanker Ovarium

Penyebab kanker ovarium sendiri belum diketahui

Image
Gaya Hidup

Bukan di Prancis, Zuccardi Valle de Uco Jadi Kebun Anggur Terbaik di Dunia

Kebun anggur Zuccardi Valle de Uco didirikan pada 1963 mampu mengalahkan 1.500 kebun anggur dari seluruh dunia

Image
Gaya Hidup

Ini Alasan Tak Baik Membersihkan Telinga

Ada efek relaksasi dan sensasi saat membersihkan telinga dengan cotton bud

Image
Gaya Hidup

Hasil Studi: Orang yang Banyak Uang Tak Punya Waktu Berlibur

59 % pegawai mengatakan mereka masih dihantui email kantor atau panggilan telepon saat liburan

Image
Gaya Hidup

Generasi Milenial Jarang Bercinta dan Sering Tunda Menikah

Generasi milenial rata-rata menikah mendekati usia 30 tahun. Mereka juga menunda memiliki anak

trending topics

terpopuler

  1. Jurus Emak-emak Bikin Anaknya Kapok Main HP Kelamaan

  2. Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo, PAN Harap Gerindra-PKS Jadi Oposisi

  3. Jokowi Pastikan Periode Kedua Tak Ada Lagi Praktik Pungli

  4. Salmafina Sunan Mengaku Pernah Hampir Jadi Korban Poligami

  5. Inter Milan Buka Pramusim dengan Kemenangan

  6. Wilder: Ruiz? Kenapa Tidak?

  7. Jokowi: Silakan Jadi Oposisi, Asal Jangan Dendam dan Kedepankan Kebencian

  8. Sindir Iuran untuk Habib Rizieq, Denny: Sisanya Banyak, Bisa Buat Beli Rubicon

  9. Ribuan Relawan Jokowi-Ma'ruf Padati SICC Bogor

  10. Kapal Seruduk Crane Hingga Roboh di Tanjung Mas Semarang

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik