image sampah 3
Login / Sign Up

Apakah Rela Mempertaruhkan Nyawa Demi Kontestan Pemilu Termasuk Gangguan Jiwa?

Winnie Fatmawati

Image

Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJSH), dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ, MKK, | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO Kericuhan pasca pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden yang terjadi pada Rabu, 22 Mei 2019 di beberapa titik ibukota tentunya masih menyisihkan tanda tanya mendalam. Berkumpulnya ribuan orang ini bermula dari ketidakterimaan para pendukung pasangan calon presiden nomor urut dua, dengan hasil akhir yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum.

Aksi sempat berjalan lancar. Namun memanas, hingga berujung kericuhan. Adanya senjata tajam, petasan, senapan, dalam kericuhan ini, memakan korban luka-luka hingga meninggal.

Kericuhan ini bukan hanya menimbulkan ketakutan banyak orang, terutama warga Jakarta, banyak yang mengalami kerugian. Nah, pertanyaan yang tersisa hingga kini, bagaimana bisa seseorang rela mati demi membela seseorang -sebut kontestan Pemilu-.

baca juga:

Ya, umumnya berangkat dari rasa sulit menerima kekalahan. Alhasil, sulit menerima kekalahan terkadang mengakibatkan gangguan emosi pada seseorang yang akhirnya membuat orang itu melakukan hal di luar kendali.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJSH), dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ, MKK, menjelaskan fenomena sosial tersebut dari kacamata kedotekteran.

"Kita tidak bisa menilai seseorang mengalami gangguan jiwa atau tidak hanya dengan interpretasi perilaku di satu momen saja," katanya kepada AkuratHealth di RSJSH, Jakarta Barat, Jumat (24/5)

"Kalau disebut gangguan atau tidak, kita nggak bisa jawab. Antara orang yang yakin dengan orang yang alami gangguan jiwa itu kan susah membuktikannya. Kita tidak bisa katakan itu gangguan jiwa," lanjutnya.

Menurutnya, seseorang bisa saja memiliki masalah emosi yang muncul ketika tidak bisa menerima kekalahan. Tapi, yang harus diingat, belum tentu orang yang emosional mengalami gangguan jiwa.

"Para pahlawan juga rela bertaruh nyawa demi negara kan. Tentu bukan berarti para pahlawan memiliki gangguan emosi atau jiw yang menyebabkan hingga rela mempertaruhkan nyawanya," ujarnya.

Peristiwa seperti ini, sambungnya, sudah memiliki begitu banyak framing dan cerita. Padahal, belum tentu cerita aslinya sama seperti persepsi yang dibuat masing-masing orang. Jadi, yang juga penting diingat, ada banyak faktor eksternal yang bisa mendorong seseorang melakukan hal di luar kendalinya. []

Editor: Andre Purwanto

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Pasca Kericuhan Pemilu 2019, Pembeli Baju Lebaran Thamrin City Mall Menurun

Image

Hiburan

Usai Pengumuman KPU, Tompi Ucapkan Selamat untuk Jokowi

Image

Hiburan

Sempat Rusuh, Tompi Ingatkan Pendemo Belajar Menerima Hasil

Image

Iptek

Kominfo: Jelang Pengumuman Resmi Pemilu 2019, Tak Ada Penanganan Khusus di Medsos

Image

News

Pemilu 2019

Petugas KPPS Sebut Tes Kesehatan Hanya Formalitas

Image

Gaya Hidup

Begini Pandangan Dokter Ahli Penyakit Dalam Terkait Meninggalnya Petugas KPPS

Image

Iptek

Pemilihan Kepala Desa Secara Elektronik, Seperti Apa?

Image

Gaya Hidup

Pemilu 2019

Pemilu 2019, Investor Asing Tak Berani Berinvestasi Lebih di Sektor Pariwisata

Image

Iptek

Pemilu 2019

Kominfo Temukan 209 Hoaks Politik Selama April 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Biar Syantik, Ini Seluk Beluk Sambung Bulu Mata Palsu

Mata sayup bisa lebih tajam

Image
Gaya Hidup

Benar! Kopi Bisa Hilangkan Sakit Kepala

Jangan mengopi kalau punya riwayat maag

Image
Gaya Hidup

Unik! Para Penari Cilik Telusuri Jejak Topeng Malang Gagrak Semeru

Digelar dalam cara Sonjo Deso

Image
Gaya Hidup

Udara Ibukota Makin Berbahaya, Greenpeace Imbau Kemenkes Lebih Serius

Hampir 3 kali lipat ambang batas WHO

Image
Gaya Hidup

Gemas! Yuk Main Bersama Kung Fu Panda dan Kawan-kawan di KouKou Factory

Ada es serut Indonesia berukuran raksasa

Image
Gaya Hidup

Hidup Sehat ala Donna Agnesia

Pikiran positif jadi kunci jauhi stres

Image
Gaya Hidup

Tua-tua Keladi, Madonna bak ABG

Memang ABG banget, sih!

Image
Gaya Hidup

Rusak Parah! Udara di Jakarta Sehat Hanya 34 Hari dalam Setahun

196 hari rusak berat

Image
Gaya Hidup

5 Sikap Bikin Ilfil yang Patut Kamu Hindari Saat Kencan Pertama

Mengecap, rakus, makan terlalu cepat, makan yang berantakan, atau hal-hal kurang elok lainnya ketika makan perlu kamu hindari

Image
Gaya Hidup

Jelaskan Pada Anak, Ada Sunat Tanpa Suntik!

Indonesia juara satu orang disunat di dunia

trending topics

terpopuler

  1. Percaya Tak Percaya, 5 Zodiak Ini Bakal Tajir Melintir Kalau Berani Wirausaha

  2. Wiranto Pastikan Aksi di MK Bukan dari Kubu Prabowo

  3. Kutip Ayat dalam Permohonannya, Ini Jawaban Telak Yusril kepada Tim Hukum Prabowo-Sandi

  4. KPU: Bukti Soal Pembukaan Kotak Suara yang Diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandi Tidak Jelas

  5. Lagi di Bali, Mau Makan 25 Kuliner Khas Pulau Dewata?

  6. Segini Denda Grab, Jika Kamu Batalkan Perjalanan

  7. KPU Minta Jumlah Ahli dalam Sidang PHPU Pilpres Bisa Ditambah

  8. Jadi Korban Kecelakaan Tol Cipali, Begini Sosok Mantan Ketua RT di Mata Tetangga

  9. Rustam Tunggu Keputusan Gila Jokowi Buat Pastikan Semburan Kebohongan Pada Periode Kedua Tak Ada

  10. Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Ungkap Kubu Prabowo-Sandi Gunakan Strategi Firehose of Falsehood

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang

kolom

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

5 Momen Baby Gaia Hibur dan Temani 'Pepo' di Rumah

Image
Sosok

FOTO Saifudin, Sudah 24 Tahun Melakoni Pekerjaan Perahu Eretan

Image
News

7 Potret Kompak Ganjar Pranowo dan Gus Yasin saat Jalankan Tugas sebagai Kepala Daerah