image banner ramadan
Login / Sign Up

Dari Papua, Lidia dan Adel Menjelma Srikandi Softball Indonesia

Ramadhan LQ

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

Image

Pemain Softball Putri Indonesia Lidia Anna Krey (kanan) dan Adelaide T Waromi (kiri) berpose untuk difoto usai pertandingan Asia Cup Women Softball 2019 Tokyo di Jakarta, Minggu, Minggu (5/5/2019). Lidia Anna Krey dan Adelaide T Waromi merupakan pemain kebanggaan tim Softball Putri Indonesia asal Papua yang sempat berjuang bersama di ajang bergengsi pesta olahraga Asian Games 2018. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Di Tanah Air, olahraga masih sangat populer dengan sepak bola, bulu tangkis, dan basket. Namun, seiring berjalannya waktu, olahraga dengan bola dan pemukl, softball, kini berkembang ke penjuru wilayah, salah satunya di Papua.

Akurat.co mendapat kesempatan langsung bertemu dengan duo Srikandi Mutiara Hitam, yaitu Lidia Anna Krey, 29 tahun, dan Adelaide T Waromi, 18 tahun, di Lapangan Softball Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (5/5) siang. 

Lidia adalah atlet softball yang berposisi sebagai pitcher atau pelambung bola di Tim Nasional Softball Putri Indonesia. Sedangkan Adel berposisi sebagai infielder atau penjaga lapangan dalam.

baca juga:

Dalam kesempatan tersebut, Lidia dan Adel berbicara mengenai perjalanan karier mereka sebagai atlet softball serta perkembangan softball di tanah asal mereka. Berikut petikannya:

Bagaimana awal jatuh cinta sama softball?

Lidia: Awalnya dulu kita punya senior-senior sih sebelum Papua dan Papua Barat dibagi jadi dua provinsi, kan. Ada senior kita pernah main softball dan sudah pernah masuk di pelatnas juga sih mereka. Terus kita lihat jadi tertarik dan coba ikut itu. Lama-lama ikut pertandingan, event-event, jadinya punya impian sendiri untuk main sampai di nasional.

Adel: Kalau saya pertama ikut softball diajakin sama teman, terus latihan-latihan, terus kayak mulai jatuh cinta gitu sama softball. Akhirnya sampai sekarang.

Lidia Anna Krey. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Kalau boleh tahu, siapa pemain senior yang menginspirasi kalian?

Lidia: Seniornya banyak, sih. Ada kakak Elfira Songyanan, Christine Marani. Kita anak Papua banyak juga yang masuk pelatnas waktu itu.

Dari umur berapa kalian tertarik main softball?

Adel: Saya dari umur lima belas tahun. Pas masih SMP.

Lidia: Kalau saya dari umur empat belas. Dari SMP juga.

Apakah kalian bergabung klub softball di Papua

Adel: Enggak klub, sih. Jadi langsung ikut seleksi antar provinsi gitu. 

Lidia: Kalau kita di sana tidak ada klub. Belum terbentuk klub. Jadi kita main rame-rame aja gitu, jadi langsung diambil satu provinsi, kayak Papua Barat misalnya, lalu diambil beberapa orang yang bagus, yaudah mewakili provinsi gitu. Kalau mau ikut kejuaraan antar klub, kita mendaftarkan diri langsung ke provinsi, nanti dibantu sama pihak provinsi. Soalnya klubnya belum dilantik, belum disahkan.

Ya, kita latihan yang bagus, jadi bisa dipanggil untuk mewakili provinsi. Soalnya ini permainan baru sih. Di Papua, kan, permainan softball tidak terlalu terkenal. Yang terkenal itu paling tinju, bola kaki, basket, yang kayak begitu. Kalau softball sih kurang peminatnya.

Lalu, kenapa kalian bisa jadi atlet softball?

Lidia: Awalnya kalau kita di daerah latihan aja sih. Kita punya niat, punya impian. Jadi latihan-latihan kebetulan Puji Tuhan bagus, kan, terus dipanggil. Kita emang impiannya mau main di tim nasional, kan. Akhirnya tercapai juga.

Adel: Ikut banyak kejuaraan, sih. Sempat ikut kejurnas beberapa kali dan dilihat mainnya bagus jadi ikut seleksi. 

Bagaimana dengan perkembangan softball di Papua saat ini?

Lidia: Perkembangannya Puji Tuhan sudah mulai bagus sih, sudah banyak peminatnya. Soalnya kalau dilihat kita untuk peringkat nasional, Papua sekarang sudah bisa imbangi dengan daerah Jawa. Dulunya kita jauh sekali, kan. 

Adel: Iya, kita dulu di bawah daerah Jawa.

Lidia: Nah sekarang kita dengan Jawa sudah bisa bersaing di peringkat satu dan dua nasional. Terakhir dapat perak (di PON XIX Jawa Barat 2016).

Adelaide T Waromi. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Anak-anak di sana banyak yang minat dengan olahraga softball ini?

Lidia: Banyak. Sekarang kita lagi bentuk yang kecil-kecil untuk umuran dari SD kelas satu sampai kelas enam. Kita bantu di sana. 

Untuk Adel, kamu kan paling muda di timnas ini, bagaimana perasaannya bisa gabung dengan pemain senior? 

Adel: Puji Tuhan saya bisa masuk dalam tim nasional, ya. Karena itu juga tidak gampang masuk dalam tim. Tapi karena selalu latihan, jadi dipanggil untuk seleksi dan Puji Tuhan lolos seleksi. 

Apakah ada rasa canggung?

Adel: Enggak sih. Soalnya semua udah kayak keluarga gitu. Udah berbaur, jadi udah biasa.

Bagaimana dukungan Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) di Papua?

Lidia: Dukungannya cukup baik sama kita. Karena kita juga memberikan yang terbaik kan buat daerah, jadi diperhatikan juga kita ini.

Lidia Anna Krey dan Adelaide T Waromi. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Apa kendala yang dialami selama bermain softball?

Lidia: Banyak sih. Yang pertama pasti pendidikan.

Adel: Keluarga juga. 

Lidia: Iya, keluarga. Kalau pendidikan, latihannya yang kalau sudah mewakili daerah itu masuk di TC (Training Camp), makanya harus pintar-pintar bagi waktu untuk sekolah. Soalnya kalau latihan itu bisa sampai lewat-lewat jam sekolah, jadi izin ke sekolah kadang guru ada yang terima, ada yang tidak terima, bolong-bolong ya udah masa bodoh yang penting main softball. Istilahnya itu kalau kita di Papua itu, sekolah jangan sampai ganggu softball, lah.  

Biasanya latihannya berapa lama?

Lidia: Hampir setiap hari sih kita di lapangan. Biasanya kalau sore mulai latihannya dari jam tiga sampai jam enam. Kalau pagi, kalau udah mulai latihan TC terpusatnya dari jam lima pagi sampai jam delapan, habis itu beres-beres pergi ke sekolah. 

Adel: Terus habis pulang sekolah, lanjut latihan lagi pas sore. 

Lidia: Kita liburnya cuma hari minggu, soalnya buat ibadah.[]

 

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Image

Ramadan

Softball

Timnas Softball Putri Jalani Latihan Khusus Selama Ramadan

Image

Olahraga

Asian Women Softball Cup 2019

Pelatih Indonesia Tak Menyangka Timnya Kalah Telak Lawan Korsel

Image

Olahraga

Asian Women Softball Championship 2019

Timnas Putri Indonesia Takluk di Hadapan Korsel

Image

Olahraga

Asian Women Softball Cup 2019

Menang atas Thailand, Pelatih Softball Putri: Ini Sesuai Target

Image

Olahraga

Asian Women Softball Cup 2019

Tundukkan Thailand, Indonesia Tantang Korea Selatan

Image

Olahraga

Asia Women Softball Cup 2019

Timnas Softball Putri Indonesia Sukses Benamkan Singapura

komentar

Image

1 komentar

Image
Gethya SN

Semangat terus lidia dan adelll...

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Cara Ampuh Atasi Stres di Tempat Kerja

Jangan resign dulu

Image
Gaya Hidup

Timezone dan Plat 'N' Learn, Siap Berikan Liburan Keluarga yang Sehat dan Aktif di Lippo Mall Kemang

Konsep baru yang ditawarkan yaitu elemen modern serta hadir dengan warna yang Playfull.

Image
Gaya Hidup

Ini Makanan Khas Lima Peru yang Sangat Lezat

Banyak restoran yang terkenal di Lima.

Image
Gaya Hidup

Ingin Lakukan Treatment Vampire Facial? Beberapa Hal Ini Penting Diketahui

Selama tidak dilakukan di trimester terakhir, Treatment Vampire Facial juga aman untuk ibu hamil.

Image
Gaya Hidup

Menggunakan Jarum, Treatment Ini Ampuh Hilangkan Bopeng di Wajah

Treatment ini menggunakan jarum-jarum kecil dengan jumlah kurang lebih 15 jarum.

Image
Gaya Hidup

Duh! 5 Kebiasaan Ini dapat Hancurkan Kulit Lho

Jangan-jangan kebiasaan ini Kamu lakukan juga.

Image
Gaya Hidup

Yuk Lawan Diabetes dengan Bahan Alami ini

Jangan khawatir ternyata ada beberapa pengobatan rumahan dengan bahan-bahan yang sangat sederhana.

Image
Gaya Hidup

Pesona Hailey Bieber Saat Hadiri Levi’s 501 Day

Wanita 22 tahun tersebut memamerkan perutnya yang kencang dengan celana jeans.

Image
Gaya Hidup

Yuk, Cicipi Rasa Kopi Khas Lampung di D'Savor

Kopi Lampung di D'Savor sangat nikmat, terutama bila dicampur brown sugar.

Image
Gaya Hidup

Apakah Rela Mempertaruhkan Nyawa Demi Kontestan Pemilu Termasuk Gangguan Jiwa?

Belum tentu orang yang emosional mengalami gangguan jiwa.

trending topics

terpopuler

  1. Kapolrestabes Medan: Saya Tidak Mungkin Menyakiti Kalian, Tidak Mungkin!

  2. Mantan Hakim Sebut Narasi BW Soal MK Sangat Berbahaya Sekali

  3. Jenguk Ade Komarudin, Bamsoet: Aku Selalu Merasakan Getaran Semangatmu Sampai Kini Meski Kau Terbaring

  4. Kemungkinan PAN Gabung dengan Koalisi Indonesia Kerja Makin Besar

  5. Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

  6. Menangkan Sepatu Emas UEFA, Messi Tambah Catatan Rekornya

  7. Terkejut Diundang ke Istana, Abdul Rajab Pinjam Batik Temannya

  8. Pakai Narkoba Sejak Usia 17 Tahun, Kuasa Hukum Harap Steve Emmanuel Direhabilitasi

  9. Perludem: Membuktikan Kecurangan yang TSM Bukan Hal yang Mudah

  10. Ferdinand Sambangi MK hingga Sopir Grab Singapura Dipenjara

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Wawancara

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China