image
Login / Sign Up

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Yusuf Tirtayasa

Image

Manajer Operasional Migo DKI Jakarta, Sukamdani saat ditemui di Migo Ebike HQ, kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (8/3/2019). Sukamdani meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan regulasi tentang sepeda listrik yang sedang digodok. Pemerintah juga bisa secepatnya membuat regulasi sehingga kita bisa tahu arah tujuannya itu Migo mau ke mana. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Hari itu, Jumat (8/3) siang, lalu-lintas tidak terlalu padat. Sejumlah kendaraan lalu-lalang dalam intensitas yang wajar. Tidak ada kemacetan yang berarti kala kami menuju gedung Migo Ebike HQ Jakarta yang berada di Jl. Setia Budi Selatan. Kebetulan, hari itu kami sudah atur janji untuk bertemu dengan Manager Operasional Migo.

Tak buang banyak waktu, sesampainya di tempat yang dituju, kami langsung masuk melalui koridor depan. Di dalam ruangan, ada meja resepsionis. Di balik meja itu, ada perempuan berjilbab dan beberapa pria yang mengenakan seragam berwarna kuning.

Perempuan itu menyapa kami ramah. Usai bertegur sapa, perempuan itu langsung mengerti apa maksud dan tujuan kami. Ia pun berlalu. Bergegas menaiki tangga yang ada di sebelah pintu utama.

baca juga:

Sejurus kemudian, perempuan itu kembali seraya mempersilahkan kami duduk di ruangan tunggu.

“Sebentar ya, Pak Dani sedang ada meeting. Tunggu aja di sini,” pintanya seraya tak henti mengulas senyum.

Seraya menunggu, mata kami tertuju pada dua model kendaraan roda dua yang parkir rapi di sepanjang selasar ruangan bagian dalam. Ada yang berwarna kuning, ada pula yang berwarna hijau. Yang kuning, bentuknya mirip scooter keluaran Piaggio. Sementara yang satu lagi, lebih mirip sepeda dengan desain motor klasik ala tahun 70an. Tapi dua-duanya punya kesamaan, sama-sama memiliki pedal untuk digenjot.

Baru kami ketahui belakangan, yang berwarna kuning adalah sepeda listrik Migo yang beroperasi di Jakarta. Sementara yang hijau, khusus beroperasi di Surabaya.

Migo E-Bike, sepeda listrik berbasis aplikasi yang mulai dilirik masyarakat, terutama saat momen Car Free Day. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Apa Itu Migo?

Sekelompok pemuda memasuki ruangan. Tiga orang pria, satu orang perempuan. Mereka langsung mengarahkan ponsel mereka ke plat belakang sepeda listrik yang parkir di selasar ruangan. Di plat belakang sepeda, ada semacam barcode yang bisa di-scan melalui aplikasi Migo.

Setelah terkoneksi dengan aplikasi, sepeda listrik tersebut bisa digunakan. Tak perlu kunci, tak pula perlu starter. Setelah terkoneksi, bam! Sepeda listrik siap dikendarai.

Tarifnya, Rp3000 persetengah jam. Itu khusus untuk Jakarta. Di Surabaya, Migo bisa disewa dengan harga yang lebih murah, Rp2000 persetengah jam alias 30 menit.

Untuk mendapatkan aplikasi Migo, pengguna bisa menggunduhnya di Play Store maupun App Store. Seperti biasa, diawali dengan registrasi dan login terlebih dahulu.

Menurut Sukamdani, Migo adalah startup penyewaan sepeda listrik yang ramah lingkungan, bebas emisi dan bukan kendaraan bermotor. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB. Pria yang ingin kami temui pun muncul, menuruni tangga dan langsung menghampiri kami. Dialah Sukamdani, Manager Operasional Migo.

Pria yang akrab disapa Dani itu memiliki perawakan gempal. Siang itu, ia mengenakan batik berpadu celana bahan hitam. Seraya mengulas senyum, ia lantas menjabat tangan kami dan memperkenalkan diri.

“Halo, Dani. Sorry, tadi ada meeting. So, mau ngobrol di mana?” tanyanya.

Setelah memeriksa dan menanyakan pada salah satu staff-nya, Dani langsung mengajak kami ke lantai dua. Obrolan hangat pun dimulai di sebuah ruangan berpintu kaca.

Pria yang hobi traveling ini sedikit bercerita tentang dirinya. Ia sempat berkerja selama 5 tahun di Indomart. Posisinya serupa dengan yang ia jabat saat ini. Ia memutuskan bergabung dengan Migo pada pertengahan 2018 silam.

Baginya, ranah kerja di Migo memiliki kesamaan dengan apa yang ia jalani di Indomart. Bedanya, Migo merupakan startup atau perusahaan rintisan yang tengah berkembang. Dan tentu saja, Dani menganggap bergabung dengan Migo menjadi tantangan tersendiri.

Menurut jebolan S1 Sistem Informasi di STIKOM Cipta Karya Informasi ini, Migo mulai beroperasi pada bulan Agustus 2017 di Surabaya. Melihat progress di Surabaya cukup baik, Migo pun coba ekspansi ke Jakarta. Pertimbangannya, selain ibukota, Jakarta memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak.

Alhasil, keputusan Migo ekspansi ke Jakarta tepat. Antusiasme dari masyarakat ibukota terbilang besar. Terlihat dari banyaknya masyarakat yang registrasi via aplikasi dan ingin mencoba langsung dengan cara datang ke Station Migo.

“Berdiri awalnya di Surabaya. Itu di sekitar bulan Agustus 2017. Sementara di Jakarta sendiri baru pada bulan Desember 2018,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 27 Maret 1992 ini.

Migo, katanya, mengambil inspirasi dari penyewaan sepeda listrik yang telah lebih dulu ada di Cina. Sayangnya, di Indonesia iklim penyewaan berbasis aplikasi masih belum bisa berjalan secara terbuka.

“Di Cina itu itu kan bebas, charging bisa di pinggir jalan. Di Indonesia kan belum bisa. Jadi, kita untuk charging station-nya dan menampung unit ebike-nya itu sendiri masih perlu ruangan,” beber pria yang mengidolakan Sri Mulyani ini.

Meski mencuri perhatian masyarakat, tak dapat dipungkiri bahwa belum banyak yang tahu tentang Migo. Bahkan masih banyak yang bertanya apa itu Migo.

Migo, jelas Dani, adalah sepeda listrik. Ia menegaskan bahwa Migo bukanlah motor listrik. Sebab, Migo memiliki pedal yang bisa dikayuh apabila listriknya habis.

Belakangan, banyak isu dan berita miring seputar Migo. Dani pun membenarkan tentang adanya polemik tersebut. Bahkan, termasuk stigma yang beredar di tengah masyarakat bahwa Migo itu ‘haram’.

Lebih jelas tentang apa itu Migo berikut polemik yang berkembang di belakangnya, yuk, ikuti obrolan Tim Akurat.co bersama Dani:

Sebenarnya, Migo itu motor listrik atau sepeda listrik?

Sejatinya, Migo itu sepeda listrik. Memang, banyak masyarakat yang masih menganggap Migo itu motor listrik. Padahal, bukan. Sebab, Migo itu memiliki pedal yang bisa dikayuh dan tanpa emisi. Inilah perbedaan yang paling signifikan dengan kendaraan bermotor.

Lantas, bagaimana cara mensosialisasikan bahwa Migo itu sepeda listrik?

Rencananya, kita mau adakan sosialisasi ke masyarakat. Bahkan kita akan melibatkan aparatur kelurahan hingga RT/RW untuk memberitahu bahwa Migo ini sebenarnya sepeda. Kita juga akan bikin event internal pada saat grand opening.

Migo lebih dulu ada di Surabaya, apakah berbeda dengan yang di Jakarta?

Sama. Speknya semua sama, mulai dari speed maksimal 40 Km per jam. Capacity baterainya juga sama, bisa menempuh hingga 60 Km atau digunakan selama 6 jam. Yang membedakan hanya body-nya saja.

Apakah problem di Surabaya dan di Jakarta sama?

Di Jakarta, menurut saya, tipikal orangnya mungkin lebih kritis. Di Surabaya belum ada dan relatif lebih adem. Sebab, di Suarabya itu bentuknya itu memang sepeda listrik. Di Jakarta, bentuknya memang lebih mirip skuter. Mungkin itu yang dipermasalahkan.

Apakah unit Migo dibuat di Indonesia?

Kita rakit semua di Indonesia. Kalau sparepart-nya ada beberapa yang impor karena di Indonesia belum ada yang memproduksi.

Apa kendala terbesar Migo sejak mulai beroperasi?

Banyak, baik eksternal maupun internal. Dari dalam biasanya para pengguna yang tidak menaati peraturan. Misalnya, berboncengan dan memberikan ke anak di bawah umur. Bahkan, yang lebih parah tidak menggunakan helm saat di jalan. Kalau eksternal, mungkin masih menjadi ‘something new’ aja.

Sayangnya, masih banyak penyewa sepeda listrik yang tidak menaati peraturan seperti berboncengan lebih dari datu hingga tidak mengenakan helm. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pernahkah ada kejadian sepeda listrik dibawa kabur penyewa?

Sejauh ini belum dan jangan sampai. Masing-masing sepeda kan kita berikan protect. Jadi, kita bisa pantau posisi dia. Kita kan buka kunci dan tutup kunci semua pakai aplikasi, enggak ada yang manual.

Solusi apa yang Migo ambil dalam menertibkan para pengguna yang bandel?

Selain prasyarat dan ketentuan yang sudah kita buat, saat masuk aplikasi kita pop-up kembali peraturannya. Kita juga pasang spanduk dan banner di masing-masing station dan apabila masih melanggar juga kita lakukan pemblokiran akun.

Bagaimana Migo me-maintance pengguna?

Kalau dari kita sih selalu ada yang namanya upgrade teknologi. Sebab, dari segi teknologi kita sudah based on application dan hingga kini memang belum ada yang sama seperti kita. Kita juga akan kuatkan inovasi-inovasi baru seperti promosi untuk para penggunanya dan bagaimana supaya pengguna bisa lebih dekat menggunakan Migo dengan kita membuka station station baru.

Sudah ada berapa mitra atau station?

Di Jakarta, kurang lebih 200 mitra atau station yang sudah kerjasama. Di Surabaya sama. Jadi jumlahnya sekitar 400-an mitra.

Apakah sering terjadi gesekan dengan mitra?

Memang, awal-awal kita banyak sekali, terutama soal maintenance unit. Perbaikan dan segala macam sebenarnya kita sudah kita antisipasi dengan cara maintenance rutin dari teknisi. Kita akan menjamin sparepart dan maintenance supaya sepeda listrik tersebut tetap layak jalan. Teknisi kami langsung melakukan kunjungan apabila ada kerusakan dan perlu perawatan. Mitra tanggung jawabnya hanya merawat kebersihan unit. Tapi, kadang banyak yang kurang memperhatikan hal tersebut.

Bagaimana caranya menjadi mitra?

Mitra atau bisa disebut juga station, ada dua tipe. Station A dan Station B. dilihat dari jumlah unit yang bisa ditaruh, di Station A unit yang bisa ditaruh cuma 5. Sementara untuk Station B bisa lebih dari 10 unit. Memang, para mitra ini kita lihat dulu jumlah space dan lahannya.

Bagaimana soal profit Migo sejak awal beroperasi?

Soal profit, secara keseluruhan bisa dilihat dari intensitas penyewanya. Weekday itu kita rata-rata kan sekitar 1500-1800 sewaan. Kalau weekend bisa mencapai 1800-2000 penyewa. Itu hanya di Jakarta saja ya, belum Surabaya. Jadi, bisa dilihatlah dari jumlah sewaannya.

Apakah kelak Migo akan memperjualbelikan unitnya?

Pada dasarnya Migo ini sistemnya penyewaan. Tidak dijualbelikan. Tapi tidak menutup kemungkinan apakah Migo nantinya akan dijualbelikan. Saat ini kita masih berfokus pada penyewaan saja.

Tahun ini, ungkap Sukamdani, Migo berencana menambah unit hingga 1000 kendaraan serta memperbanyak mitra/station khusus untuk wilayah Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

 

Sempat dilarang bahkan sempat disebut ‘haram’, bagaimana tanggapan Migo?

Kami berharap undang-undang secepatnya dibuat supaya kita sama-sama enak. Jadi, nggak ada lagi artikel atau berita yang bilang Migo ‘haram’ di jalan raya. Saya juga sempat rada-rada wow melihat artikelnya. Haramkan sesuatu yang tidak boleh dilakukan, kok dibawa-bawa sampai ke situ.

Apa yang Migo harapkan dari peraturan yang tengah digodok?

Kami dengar pemerintah pertengahan tahun ini akan segera merilis regulasinya. Tapi, ya, nanti kita lihat aja apakah sudah mulai ada. Kami berharap Migo punya regulasi yang jelas dan pemerintah bisa secepatnya membuat regulasi. Kalau Migo ditetapkan sebagi motor, ya, monggo. Kita akan urusi semua karena memang goal kita kan sebenarnya jangan sampai kasusnya Indonesia ini ketinggalan lagi seperti LRT-MRT. Negara lain udah punya, kita belum hanya karena soal regulasinya yang belum dibuat.

Bagaimana dengan isu razia Migo yang belakangan santer beredar?

Saya sendiri pernah datang ke Dishub, Kemenhub, dan Polda Metro. Saya datang ke sana ingin tahu. Sebab, sempet ada info razia. Saya klarifikasi, ternyata polisi sendiri bilang kita belum bisa menindak karena memang belum ada undang-undangnya. Produk hukumnya juga belum ada. Jadi, kembali ke Pasal 1 Undang-undang Dasar bahwa kita tidak bisa ditindak kalau belum ada dasar hukumnya.

Bagaimana rencana Migo ke depan?

Kalau kita melihat industri bisnis sekarang, semua berbasis application dan online. Nah, Migo sudah hadir lebih dulu. Tinggal kita bagaimana membuat sesuatu hal yang baru supaya Migo ini tetap eksis di masa mendatang. Salah satu cara yang kita lakukan pada 2019 ini adalah, akan membuka kurang lebih 500 station baru. Kita fokuskan di Jakarta dulu. Selain itu, kita akan ada penambahan unit sekitar 1000 lagi. Berarti total 2000 unit yang ada di Jakarta.

 

 

 

 

 

 

Editor: Andre Purwanto

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

Startup Titipku Raih Penghargaan Australia Awards in Indonesia Short Term 2019

Image

Iptek

Startup Bagidata Ubah Konsep SMS Spam Jadi Bisnis Ratusan Juta

Image

Iptek

Grab Berencana Kembangkan Tiga Startup di Bidang Jasa

Image

Iptek

Menkominfo: Startup Berkembang Jika Bisa Selesaikan Masalah di Masyarakat

Image

Iptek

Untuk Capai Unicorn, Startup Perlu Lihat Sisi Traction

Image

Iptek

Rambah Sektor Pertanian, Warung Pintar Akuisi Startup LimaKilo

Image

Iptek

Kominfo: Ada 3 Sektor Berpotensi Jadi Unicorn Baru Indonesia

Image

Gaya Hidup

7 Startup Dalam Negeri Siap Tembus Pasar Global

Image

Iptek

Pengamat: Startup Unicorn Jangan Hanya Fokus Target Keuntungan dan Investasi

komentar

Image

2 komentar

Image
Achmad Fauzi

mungkin kedepannya bisa di kembangkan lagi

Image
Resta Apriatami

adain di tangsel dong

terkini

Image
Gaya Hidup

4 Manfaat Bermain Game yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

Tanpa disadari, bermain game bisa bermanfaat untuk kesehatan

Image
Gaya Hidup

Bun, Bedak Tabur Ternyata Tak Baik untuk Kesehatan si Kecil

Alergi sejak kecil tak baik untuk tumbuh kembang si kecil

Image
Gaya Hidup
Harumnya Kopi Indonesia

Apakah Kompetisi Bisa Menaikkan Kualitas Kopi Indonesia?

Barista Indonesia banyak yang ikut kompetisi kelas dunia

Image
Gaya Hidup

Berhijab, Begini Shireen Sungkar Memanjakan Rambutnya

Ini perawatan rutin harian yang bisa kamu tiru

Image
Gaya Hidup

Cara Tekan Penularan TBC, Sepele tapi Malas Dilakukan Orang Indonesia

Sirkulasi udara di rumah juga sangat penting perannya

Image
Gaya Hidup
Bunga Sakura

Tak Melulu di Jepang, Amerika Serikat Mulai Punya Banyak Destinasi Bunga Sakura

Amerika punya sederet festival bunga sakura

Image
Gaya Hidup

Agar Terhindar dari Penuaan Dini, Begini Cara Pilih Produk Make Up

Makin alami makin baik!

Image
Gaya Hidup

Duh! 64% Anak Indonesia Sakit Gigi

Banyak orangtua membiarkan anak tak sikat gigi sebagai hadiah

Image
Gaya Hidup
Wisata Halal

Wisata Halal Ditargetkan Naik 30%

Destinasi wisata halal harus siapkan tempat menyusui

Image
Gaya Hidup

Punya 4 Anak, Ririn Dwi Ariyanti Belum seperti Emak-emak

Ia menerapkan metode asuh zaman dulu

trending topics

terpopuler

  1. Rhoma Irama: Korupsi Partai Bersimbol Islam Melukai Hati Umat

  2. Yuli yang Ditangkap Densus Meninggal di RS Polri, Suami Pilih Kuburkan di DKI Ketimbang Ditolak di Klaten

  3. Mulai Sekarang, Jauhi Minuman Manis Jika Tak Mau Mati Muda

  4. Alissa Wahid: Kalau Kelompok Ini Berkuasa, dengan Sistem Sentimen yang Dibangun akan Hilangkan Kesetaraan

  5. Amankan Bandar Narkoba di Kampung Bahari, Polisi Disambut Tembakan Warga

  6. Program OK OCE Dianggap seperti Konsep Khilafah hingga Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  7. Duh, Selama Live Streaming Aksi Teror Selandia Baru Tak Ada yang Lapor

  8. Rustam: Tampaknya Anies telah Jadi Follower Presiden Jokowi dalam Pembangunan Infrastruktur

  9. Terlalu Fokus Sama Karir, Kelima Zodiak Ini Kerap Lupa dengan Pasangan Cintanya

  10. 5 Fakta Penting Kiai Anwar yang Jasadnya Utuh meski Terkubur 31 Tahun

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan