image
Login / Sign Up

Bohong! Cuma Oles Krim, Lemak Bisa Hilang

Winnie Fatmawati

Image

dr. Med. Dwindi Saptania, Medical Director Evitderma | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO, Kita ketahui bersama, ketika tubuh seseorang terlalu gemuk, menjalankan diet dan olahraga tentu tidaklah mudah. Maka tak heran banyak orang yang tergiur dengan tawaran membuang lemak dengan cara yang lebih mudah dengan hasil yang cepat.

Di media sosial saat ini banyak beredar produk berbentuk krim atau gel, yang katanya bisa membuang lemak dengan cukup mengolesnya saja. Tentunya, informasi tersebut sangat menggiurkan bukan?

Namun apakah informasi tersebut bisa dipercaya dan benar adanya? Untuk menjawab kebingungan Anda, dr. Med. Dwindi Saptania, punya penjelasannya.

baca juga:

"Kalau kita sebut lemak, ada lemak yang didalam organ atau lemak di luar yang bisa dicubit-cubit. Kalau dengan krim yang dioleskan bisa menghancurkan lemak, kalau ada krim semacam itu, saya mau beli," jelasnya kepada AkuratHealth sambil tertawa, di Evitderma Aesthetic Clinic, Pondok Indah, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, tidak akan pernah bisa lemak dihancurkan hanya dengan krim. Ia menduga, pemberian krim itu akan menghasilkan efek panas, dimana panas itu bisa mengurangi atau melelehkan lemak. Namun pertanyaannya, panas yang ditimbulkan krim atau gel tersebut bisa mencapai berapa derajat sampai bisa melelehkan lemak pada tubuh?

"Sekarang gini deh, kalau kita lakukan radio frekuensi, suhu panas yang kita butuhkan itu minimal sampai 40 derajat lho, baru lemak bisa mengecil. Tidak hilang, tapi mengecil, meleleh. Nah bagaimana suatu krim bisa menghasilkan panas setinggi itu seperti teknologi, itu saja sudah tidak masuk akal," jelasnya.

"Balsem atau krim mana yang bisa sampai 40 derajat? Krim itu mungkin hanya bisa melenturkan, mengencangkan, kulit lebih kenyal, sehingga terlihatnya tidak bergelambir. Jadi bukan lemaknya yang dihancurkan, kualitas elastisitasnya membaik, jadi terlihatnya lebih baik," lanjutnya.

Suhu diatas 43 sampai 44 derajat Celcius baru bisa melelehkan lemak. Kalau dibawah itu, hanya kolagen yang terbentuk. Dirinya juga menegaskan bahwa masyarakat harus ingat, jangan pernah tergiur dengan hasil yang instan, apalagi untuk tujuan menurunkan berat badan.

Karena dengan cara yang instan, jika berhasil menurunkan berat badan, biasanya tidak akan bertahan lama jika lifestyle tidak berubah, maka kemungkinan besar akan kembali bahkan bisa lebih gemuk.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Tak Perlu Minder Punya Tubuh Gemuk, Atasan Ini Bisa Jadi Pilihan

Image

News

Fat Camp, Tempat Orang-orang 'Plus Size' Merayakan Body Positivity

Image

Gaya Hidup

Alat Lucu Ini Solusi Mudah Atasi Kenaikan Berat Badan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

4 Manfaat Bermain Game yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

Tanpa disadari, bermain game bisa bermanfaat untuk kesehatan

Image
Gaya Hidup

Bun, Bedak Tabur Ternyata Tak Baik untuk Kesehatan si Kecil

Alergi sejak kecil tak baik untuk tumbuh kembang si kecil

Image
Gaya Hidup
Harumnya Kopi Indonesia

Apakah Kompetisi Bisa Menaikkan Kualitas Kopi Indonesia?

Barista Indonesia banyak yang ikut kompetisi kelas dunia

Image
Gaya Hidup

Berhijab, Begini Shireen Sungkar Memanjakan Rambutnya

Ini perawatan rutin harian yang bisa kamu tiru

Image
Gaya Hidup

Cara Tekan Penularan TBC, Sepele tapi Malas Dilakukan Orang Indonesia

Sirkulasi udara di rumah juga sangat penting perannya

Image
Gaya Hidup
Bunga Sakura

Tak Melulu di Jepang, Amerika Serikat Mulai Punya Banyak Destinasi Bunga Sakura

Amerika punya sederet festival bunga sakura

Image
Gaya Hidup

Agar Terhindar dari Penuaan Dini, Begini Cara Pilih Produk Make Up

Makin alami makin baik!

Image
Gaya Hidup

Duh! 64% Anak Indonesia Sakit Gigi

Banyak orangtua membiarkan anak tak sikat gigi sebagai hadiah

Image
Gaya Hidup
Wisata Halal

Wisata Halal Ditargetkan Naik 30%

Destinasi wisata halal harus siapkan tempat menyusui

Image
Gaya Hidup

Punya 4 Anak, Ririn Dwi Ariyanti Belum seperti Emak-emak

Ia menerapkan metode asuh zaman dulu

trending topics

terpopuler

  1. Pertaruhkan Nyawa, Ferdinand Bakal Perangi Prabowo-Sandiaga Bila Hapus Hari Santri

  2. Seri 737 Max 8 Masih Bermasalah, Boeing Diam-diam Rilis Pesawat Terpanjang

  3. Media Vietnam Sebut Skuat Indra Sjafri "Berlimpah"

  4. Pertama Kali Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  5. Pertanyakan Proses Hukum, Pelapor Nikita Mirzani Beramai-ramai Datangi Polda

  6. Tunjuk Gusti Randa, PSSI Bisa Dihukum FIFA Lagi

  7. Swing Voters Indonesia: Sandiaga Menang Telak dari Ma'ruf Amin

  8. Soal Niswatin, DKK Sragen dan BPJS Buka Suara

  9. Tampilan Puluhan Miliar Jennifer Lopez saat Makan Malam dengan A-Rod

  10. Suhaimi Minta MRT Digratiskan "Uang Masyarakat Dikembalikan ke Masyarakat"

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan