image
Login / Sign Up

Batasan Usia Minimal Perkawinan Anak Masih Kontroversi, Ini Sudut Pandang KPAI

Abdul Haris

Image

Seminar sinergitas mencegah Perkawinan Usia Anak di Hotel Aryaduta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, (12/3) | AKURAT.CO/Abdul Haris

AKURAT.CO Peninjauan kembali Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 terkait Perkawinan yang dilakukan Mahkamah Konstitusi memberikan kelegaan. Hal ini menjadi langkah serius untuk menekan angka perkawinan usia anak yang masih banyak terjadi di Indonesia.

Pasalnya, usia Perkawinan pada Undang-Undang di atas hanya memberikan batasan umur minimal 19 tahun bagi pria serta 16 tahun bagi perempuan. Batasan usia tersebut dinilai masih terlalu riskan untuk membangun sebuah rumah tangga, salah satunya, kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga kekerasan dan lain sebagainya.

Sejumlah pihak dari berbagai lembaga hingga Kementerian masih terus melakukan pembahasan mengenai batas usia minimal perkawinan yang tepat, terutama bagi perempuan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi salah satu lembaga yang berupaya untuk menaikkan batas minimal usia perkawinan.

baca juga:

Meski begitu, penetapan batasan minimal usia perkawinan perlu pertimbangan matang-matang serta hati-hati.

"Pertama kita sedang mengumpulkan masukan karena tidak bisa masalah ini didekati secara parsial. Karena ini korelasi dengan usia pendidikan kematangan psikologis," jelas Ketua KPAI, Susanto saat ditemui AkuratParenting dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa, (12/3).

Lebih lanjut KPAI juga merasa perlu ada pertimbangkan beberapa faktor lain yang untuk menjadi tameng kuat.

"Tentu itu menjadi pertimbangkan, apalagi tujuan pernikahan Sakinah Mawadah Waramah, ini ikatan suci, sehingga tentu kami terus menerima berbagai masukan baik itu dari yang moderat dari yang agak kanan kiri dan sebagainya. Ini perspektif yang kita telaah agar menjadi pertimbangan fundamental agar kokoh," tambahnya.

Susanto juga memberikan ancar-ancar batas usia minimal perempuan agar bisa naik minimal dua tahun dari batas usia perempuan yang ada di Undang-Undang.

"Misal menimbang nimbang katakanlah 18 tahun, itu sudah dari berbagai hal, karena tidak boleh terlalu tinggi, nanti dikhawatirkan masyarakat mengajukan dispensasi. Ini dari segi norma juga tidak efektif, makanya harus proporsional," lanjutnya.

Lebih lanjut, penetapan batas usia minimal perkawinan harus diputuskan lebih cepat demi menghindari pelanggaran hak anak.

"Upaya pendewasaan usia perkawinan perlu, penting, dan mendesak untuk dilakukan sebagai upaya mitigasi dan preventi atas tingginya pelanggaran hak anak," tutupnya.

Editor: Andre Purwanto

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

11 Dampak Kesehatan pada Perempuan yang Lakukan Perkawinan pada Usia Anak

Image

Gaya Hidup

Ini Kunci Yogyakarta Berhasil Meredam Perkawinan Anak

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Dinkes Siapkan 202 Jenis Obat untuk Korban Banjir Sentani

Mereka membagi korban pengungsi dalam 10 klaster

Image
Gaya Hidup

ISPA Mulai Serang Korban Banjir Sentani

Diare juga kini menyusul

Image
Gaya Hidup

Sampai ke Bali, Perempuan Ini Manfaatkan Cuti Hamil untuk Keliling Dunia

Hingga ke Selandia Baru

Image
Gaya Hidup

Hotel Kampi yang Kekinian, Akomdasi Instagramble Kaum Milenial

Kamu juga bisa pilih paket bulan madu

Image
Gaya Hidup

Tren Milenial Tolak Menikah dan Punya Anak Makin Meningkat

“Anak-anak itu orang paling egois"

Image
Gaya Hidup

KPAI Sebut Pemberitaan Terkait Kekerasan Anak Makin Masif

Jumlah pemberitaan kasus anak terus naik tiap tahun

Image
Gaya Hidup

Siapa Bilang Tuli Bawaan Lahir Tidak Bisa Sembuh?

Bisa ditindak sejak bayi berusia 6 bulan

Image
Gaya Hidup

Pasangan Milenial Suka Wedding Party Seperti Apa?

Instagramable itu wajib

Image
Gaya Hidup

10 Besar Kota Dunia Berbiaya Hidup Termahal, Singapura Juara 1

Tel Aviv di Israel juga masuk 10 besar

Image
Gaya Hidup

Media Harus Lindungi Hak Anak dalam Pemberitaan

Sayang, masih banyak media yang melanggar

trending topics

terpopuler

  1. Menperin: IKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional

  2. PSSI Pede Bisa Mainkan Ezra di Kualifikasi Piala Asia U-23

  3. Hazard: Saya Tidak Selevel dengan Salah

  4. Koeman Ingin Belanda Bermain Sempurna

  5. Menpora dan Menag Terseret Korupsi, Ferdinand: Saya Dukung Jokowi Berhentikan Dua Menteri Tersebut

  6. 5 Zodiak Ini Diramal Bakal Sukses Tahun Ini, Apa Zodiakmu?

  7. 11 Parpol Batal Ikut Pemilu, ICW Apresiasi Ketegasan KPU

  8. 6 Fakta Mencengangkan Kareena Kapoor, Menggaji Baby Sitter Puluhan Juta tapi Hidupnya Sederhana

  9. Sindir Sandiaga Uno, Menteri Susi: Pemimpin Tidak Memiliki Visi Keberlanjutan, No Way!

  10. Peneliti Sarankan Sejak Umur 25 Sudah Menyisihkan 10 Persen Tabungan untuk Pensiun

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

8 Potret Penampilan Mufidah Kalla yang Tetap Modis di Usia 76 Tahun

Image
News

Curi Perhatian, 10 Potret Gubernur Jatim Khofifah saat Terjun ke Lapangan

Image
News

5 Potret Blusukan ala Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Memesona