image
Login / Sign Up

Banyak yang Berobat ke Luar Negeri, Bagaimana Penanganan Kanker Anak di Indonesia?

Winnie Fatmawati

Hari Kanker Anak Sedunia 2019

Image

Ira Soelistyo Bersama Dengan Anak-anak YKAKI | Dokumen Pribadi Ira Soelistyo

AKURAT.CO, Pengobatan hingga keluar negeri tak asing lagi bagi orang Indonesia. Dalam rangka peringatan Hari Kanker Anak Sedunia setiap 15 Februari, penyakit kanker anak ini juga sering diobati di luar negeri.

Misalnya, anak penyanyi cantik, Denada, yang dikabarkan mengidap kanker darah atau leukimia, dan sampai saat ini masih menjalani pengobatan di Singapura.

baca juga:

Tentunya, hal ini menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang, apakah penanganan kanker pada anak di Indonesia masih buruk? Hingga harus menjalani pengobatan ke negara lain?

"Tentunya bagi orang yang memiliki dana, punya kemampuan, tentu mereka ingin cari yang paling terbaik untuk anaknya. Tapi, bukan artinya di Indonesia jelek. Di Indonesia, menurut saya sudah cukup baik untuk penanganannya kanker pada anak," kata Ira Soelistyo, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), kepada AkuratHealth secara eksklusif, di YKAKI, Jakarta Pusat, Senin, (11/2).

Dirinya juga mengatakan, walaupun ahli, sumber daya manusia atau dokter spesialis kanker anak masih sedikit, bukan berarti penanganan kanker anak di Indonesia tidak baik. Ira memberi contoh pada kasus leukimia, yang merupakan kanker anak terbanyak di Indonesia dan dunia. Boleh dikatakan, tingkat keberhasilannya penyembuhan kanker leulimia di Indonesia sudah 70 persen.

"Walaupun sudah cukup baik penangananya, memang harus lebih bagus lagi. Kita semua harus membantu mendorong ke arah perbaikan tersebut. Demikian saya juga mengimbau kepada pemerintah untuk harus memberikan perhatian lebih untuk kanker anak ini, supaya menyediakan lebih prasarana-sarananya untuk kanker anak," jelasnya.

Sayangnya, pengobatan pada kanker anak belum bisa dilakukan di setiap rumah sakit. Hanya rumah sakit tertentu yang bisa menangani kanker pada anak, jadi masih sangat kurang fasilitasnya.

Belum lagi, dokter dan tenaga ahli untuk kanker anak masih kurang.

Cukup memprihatikan, dokter spesialis kanker anak di Indonesia, hanya ada sekitar 70 orang.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Terlibat dalam Hari Kanker Anak, Begini Perasaan Cakra Khan

Image

Gaya Hidup

Hari Kanker Anak Sedunia 2019

Penderita Kanker Naik, Bagaimana dengan Kanker pada Anak?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Tak Hanya Cuci Darah, Penderita Gangguan Fungsi Ginjal Bisa Terapi Cuci Perut

Dapat berpergian ke belahan dunia manapun karena cairan CAPD hampir tersedia di seluruh negara

Image
Gaya Hidup

Baru Masuk Sekolah, si Kecil Bisa Tiru Trik Belajar Mikha Tambayong

Mikha Tambayong: Misalnya besok ada ujian dan baru belajar satu hari sebelumnya, aku tidak bisa kayak gitu

Image
Gaya Hidup

Unik! Perusahaan Ini Beri Layanan Rawat Tanaman di Rumah Saat Travelers Berlibur

Jika tanaman tiba-tiba layu saat dirawat Contiki, mereka akan mengganti dengan tanaman baru

Image
Gaya Hidup

Trik Khusus Stimulasi Anak oleh Orangtua yang Bekerja

Stimulasi yang pas adalah memberi mimpi, tapi jangan memaksanya

Image
Gaya Hidup

Test SkinDNA, Cara Akurat Tahu Jenis Perawatan Paling Tepat untuk Kulitmu

SkinDNA: Ini tes genetik pasien, mendeteksi DNA melalui air liur

Image
Gaya Hidup

Manfaat Hebat Baca Buku Menurut Mikha Tambayong

Anna Surti Ariani: Komentari dulu gambarnya dan ajak ngobrol anaknya. Kemudian, ajak mereka untuk bicara dan ngobrol pelan

Image
Gaya Hidup

Mengenal Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger

Setiba di bibir kawah bromo, semua hasil bumi dan ternak dibuang ke dalam kawah Bromo sebagai sesajian

Image
Gaya Hidup

Bun, Ini Akibatnya Jika Tak Menstimulasi Anak Sejak Dini

Anna Surti Ariani: Sejak dini, para orangtua mulai berikan stimulasi dan jangan terlambat dan tunggu mereka besar

Image
Gaya Hidup

Cara Awet Muda Alami ala Dokter Danu Mahandaru

Jika tak cukup, Dokter Danu Mahandaru menyarankanmu melakukan SkinDNA

Image
Gaya Hidup

KPAI Tekankan Dukung Sistem Zonasi dan Melawan Fullday School

KPAI: Kalau teman-temannya adalah teman rumahnya juga, teman mainnya juga, saya rasa tawuran berkurang

trending topics

terpopuler

  1. Belanja Iklan Hingga Rp6,32 Miliar, 7 Fakta Menarik Tabloid Monitor Pimpinan Arswendo Atmowiloto

  2. Nunung Ditangkap Polisi, Krisna Mukti: Ini Kutukan Srimulat Jangan-Jangan

  3. Terkait Kasus Narkoba, Petugas Keamanan Duga Nunung Dijebak

  4. Ramai Video Kaesang Kunjungi GIIAS 2019, Warganet Salah Fokus ke Celana

  5. Utang China Tembus 300 Persen dan Melebihi PDB-nya

  6. Pembantu Tidak Tahu Sejak 5 Bulan Nunung Konsumsi Narkoba

  7. Apple Akan Kembali Pakai Logo Jadul Perusahaan?

  8. Apollo 17: Orang Terakhir yang Berjalan di Bulan, Alergi Terhadap Debu Bulan

  9. Berniat Hindari Sanksi AS dengan Bitcoin, Iran Malah Hadapi Masalah Baru

  10. Datang dari Solo, Anak Kedua Nunung Gak Dibolehkan Bertemu

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude