image
Login / Sign Up
Image

Herman Syahara

Tanjung Lesung, Kawasan Ekonomi Khusus, dan Jerat Kemiskinan Itu

Herman Syahara

Image

Pantai yang indah dengan latar belakang dermaga ini sering menjadi spot pemotretan favorit para turis. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Mendengar Tanjung Lesung disebut berulang-ulang sebagai kawasan paling luluh lantak dihantam tsunami yang melanda pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu malam (22/12), ingatan segera mundur ke tahun 2011 di mana penulis pernah melakukan perjalanan jurnalistik ke kawasan elok  yang berada di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten  itu.

Hampir delapan tahun lalu, tepatnya 15 dan 16 Februari 2011, penulis menyusuri hampir semua titik objek wisata yang masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) yang dijuluki  “Bali di Ujung Jawa” itu. keluar masuk  resort-resort bintang lima sampai warung-warung di pinggir pantai. Berdialog dengan pengelola hotel sampai penduduk dewasa sederhana dan anak-anak lugu  yang ditemui di jalanan.

Tak berlebihan jika daerah ini dijuluki “Bali di Ujung Jawa” karena keindahan alamnya yang relatif masih perawan  mengingatkan orang pada sejumlah daerah wisata yang   di Pulau Dewata. Belum lagi  bicara potensi lainnya  di mana daerah ini terkenal sebagai penghasil aneka jenis ikan,  kerang hijau, buah semangka, serta keindahan alam bawah lautnya. 

baca juga:

Perpaduan antara  keramah tamahan penduduk pesisir yang terbuka dan sederhana,  lambaian nyiur, pepadian, hutan-hutan dan perkebunan di  perbukitan yang berbatasan dengan alun biru jernih laut  beralas hamparan kokohnya karang-karang, dan Gunung Anak Krakatau nun di sana,  segera menggumamkan  rasa kagum bagi para pemuja keindahan di Selat Sunda ini.

Sunset di Pantai Bodur Tanjung Lesung. AKURAT.CO/Herman Syahara

Ya, Tanjung Lesung adalah sebuah puisi. Puisi tentang eksotisme alam yang perawan. 

Namun, di tengah semua pesona itu, aroma kemiskinan mayoritas penduduk Panimbang begitu kasat mata. Mata pencaharian warganya yang sebagian besar mengandalkan lahan pertanian dan  laut sebagai nelayan atau  buruh nelayan (bekerja pada kapal milik nelayan lain) yang hanya cukup  buat makan sehari-hari, tercermin dari tempat tinggal mereka yang kurang layak huni  dan penampilan mereka yang amat sederhana. Kebersihan lingkungan dan sanitasi  rumah tangga pun masih diabaikan.

Kalau mengacu ke data BPS (Badan Pusat Statistik) terbaru Kecamatan Panimbang, di mana Tanjung Lesung berada,  menjadi penyumbang angka kemiskinan yang cukup tinggi terhadap total angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang. Kabupaten Pandeglang sendiri  tercatat berada di urutan pertama termiskin dari delapan kabupaten yang ada di  Provinsi Banten.  Presentase kemiskinan di Pandeglang pada 2017  mencapai angka 9.74 persen atau naik sebesar 0.07 dari tahun lalu 2016.  Julukan sebagai daerah miskin ini agaknya tak banyak berubah sejak penulis datang delapan tahun lalu.

Kawasan Ekonomi khusus (KEK)

 Untuk merangsang  percepatan pembangunan kawasan Tanjung Lesung melalui masuknya investor, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memasukkan daerah ini ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan sektor kepariwisaatan sebagai titik utama pengembangan. Payung hukum yang digunakan adalah UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.  

Secara umum,   KEK  adalah konsep pengembangan  suatu wilayah melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, eksport, import dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional, termasuk di dalamnya sektor kepariwisataan.

Sebagai tahap awal, KEK Tanjung Lesung mencakup lahan seluas 1500 hektar yang diperuntukkan bagi pengembangan kepariwisataan. Lahan ini dikelola oleh PT Banten West Java (BWJ), grup usaha pengembang Jababeka Grup, yang  di masa orde baru dulu salah satu pemiliknya  adalah Keluarga Cendana lewat Sudwikatmono.

PT BWJ giat memasarkan kawasan kawasan ini  kepada investor yang tertarik menanamkan uangnya di sektor pariwisata seperti perhotelan berikut vasilitasnya. Jababeka Group ini mengelola kawasan resort Kalicaa Villa  dan Beach Camp. Selain itu ada pula Tanjung Lesung Beach and Resort, Hotel Blue Fish,  dan Sailing Club Resort yang masuk ke dalam kawasan seluas 1500 ha itu. Sailing Club Resort membidik pasar wisatawan yang menggemari berselancar   wind surving, sesuai dengan karakter laut daerah ini yang berangin kencang dan ombak cukup besar.

Salah satu unit villa di Kalicaa Villa yang kini telah rata dengan tanah. AKURAT.CO/Herman Syahara

Kemudian, di era Presiden Jokowi, pada 2015, Tanjung Lesung dimasukkan sebagai  Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) yang tercatat dalam 12 proyek strategi nasional. Dalam kaitan ini akan  akan  dibangun infrastruktur penunjang seperti  jalan tol, bandara, dan revitalisasi rel kereta api peninggalan Belanda.  

Bagi sebagian investor kepariwisataan, bisa jadi Tanjung Lesung kurang memiliki daya tarik dari sisi jarak dan infrastruktur. Mereka menganggap Tanjung Lesung  terlalu jauh dari Ibukota Jakarta walaupun  hanya berjarak  sekitar 170-an  km dan dengan waktu tempuh empat jam  lewat jalan tol Jakarta-Merak.  

Selain itu, sekeluarnya dari jalan tol,  jalan nasional menyempit dan bopeng-bopeng. Apalagi jika lewat jalan nontol dari Kota Serang, waktu tempuh bisa molor sampai tujuh dengan jam merambati jalan naik-turun di  perbukitan. Terkadang, lalulintas jalan terganggu oleh penduduk yang membuka pos penggalangan sumbangan tempat ibadah dengan memasang  “polisi tidur”.

Adanya hambatan aksesibilitas dan transportasi ini diakui Menteri Pariwisata Arief Yahya,”Tanjung Lesung itu critical factor-nya adalah akses," kata dia. Faktor ini pula yang dituding sebagai penyebab rendangnya realisasi investasi. Hingga September 2017, dari target sebesar Rp 2 triliun, realisasi investasi di KEK ini baru mencapai Rp 600 milyar.

Untuk mengatasi masalah aksesibilitas ini sejak 2017 pemerintah sedang membangun tol Serang-Panimbang sepanjang 83 kilometer. Untuk ini kabarnya Kementerian PUPR telah mengucurkan dana sebesar Rp 80,1 milyar.  Rencana selanjutnya, jalur rel peninggalan Belanda Rangkasbitung-Saketi-Labuan akan diaktifkan kembali,  serta membangun  bandara baru di Banten Selatan. Namun, reaktivasi rel kereta api tak jelas nasibnya. Bahkan pembangunan bandara kabarnya telah dihapus dari Proyek  Strategis Nasional.

Tentu saja, bencana alam tsunami yang menghantam Tanjung Lesung dan sekitarnya membuat banyak pihak prihatin. Karena,selain memakan korban nyawa, harta, dan hancurnya berbagai rintisan infrastruktur pariwisata di KEK seluas 1500 ha itu. Juga,  mengacaukan  harapan rakyat Pandeglang pada umumnya dan  warga Kecamatan Panimbang pada khususnya untuk lepas dari jerat kemiskinan.

Salah satu sesi pemotretan di Kalicaa Vllla Tanjung Lesung. AKURAT.CO/Herman Syahara

Lain tidak, satu-satunya jalan keluar adalah pemerintahan Jokowi yang sedang getol membangun infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia, harus segara mengalihkan perhatian ke  Lampung dan Pandeglang, termasuk ke KEK Tanjung Lesung.

Kunjungan Jokowi ke daerah bencana beberapa waktu lalu perlu  diikuti dengan langkah rehabilitasi dengan cepat dan akurat. Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung harus segera dibangun kembali. Rencana-rencana infrastruktur yang ditunda atau sempat dibatalkan dari proyek strategis  nasional, nampaknya perlu direalisasikan kembali. Peraturan dan perundangan,   perencanaan fisik yang mengutamakan keamanan dari ancaman tsunami, dan  segala hambatan yang membuat investor enggan masuk, harus dievaluasi.

Tujuannya tak lain, agar kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus seluas 1500 ha itu kelak tidak hanya dinikmati segelintir orang saja. Namun memberikan manfaat kesejahteraan yang langusng  bagi rakyat sekitar yang sekarang  hidupnya megeh-megeh dan mimpi pada  indahnya masa depan dalam kondisi   porak poranda itu. []

Editor: Erizky Bagus Zuhair

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Kenangan Tak Terlupakan: Lambaian Tangan Mungil dari Tanjung Lesung

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Tanjung Lesung Dulu Kini dan Nanti, Dirut Blak-blakan pada AkuratTravel

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Bagaimana Tanjung Lesung Berdandan Ulang Pasca Tsunami?

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Tanjung Lesung Akan Belajar Banyak dari Aceh

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Dihantam Tsunami, Bagaimana Mimpi Tanjung Lesung Samai Nusa Dua?

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Cuma Butuh Waktu 6 Bulan, Jababeka Optimis Bangun Kembali Tanjung Lesung

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Bukan Tsunami, Tanjung Lesung Ditinggal Turis Asing Karena Alasan Ini

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Tanjung Lesung Porak Poranda, Jababeka Rugi 150 Miliar

Image

Gaya Hidup

Tsunami Selat Sunda

Luluh Lantak, Pihak Pengembang Tanjung Lesung Bicara Soal Tsunami Nahas Itu

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

semoga kedepannya bisa jadi daerah yg lebih baik, kemiskinan berkurang, dan jadi daerah yang berpotensi menyumbang hal yg besar untuk negara

terkini

Image
Gaya Hidup

Ini Dia, Sejumlah Vitamin yang Bisa Cegah Jerawat Meradang

Vitamin A, C dan E sudah sejak lama diteliti manfaatnya. Vitamin-vitamin ini, salah satunya, berguna untuk mencegah tumbuhnya jerawat.

Image
Gaya Hidup

Buat yang Masih dalam Usia Puber, Ini Cara Mudah Mencegah Tumbuhnya Jerawat

Salah satu cara mudah cegah tumbuhnya jerawat adalah rajin mencuci daerah yang berjerawat dengan sabun yang bebas lemak dan parfum.

Image
Gaya Hidup

Ini Cara Simpel Agar Wartawan Tak Gampang Jatuh Sakit

Jangan terlalu banyak konsumsi gula

Image
Gaya Hidup

Seberapa Penting Cek Gula Darah Mandiri? Ini Kata Ahli

Anda bisa mengeceknya di rumah, kapan saja

Image
Gaya Hidup

Beberapa Kebiasaan Sepele Ini Akan Menurunkan Sistem Imun

Perbanyak konsumsi vitanin C

Image
Gaya Hidup

Guys, Ada Banyak Hal Simpel Bisa Kamu Lakukan untuk Perangi Polusi

Kendaraan tak perlu dipanaskan lagi

Image
Gaya Hidup

Efeknya Kemana-mana, Kurangi Makan Daging

Banyak limbah dari ternak dan daging

Image
Gaya Hidup

Tak Mau Obesitas seperti Titi Wati? Berikut Saran Kemenkes

Usahakan banyak makan makanan rumah

Image
Gaya Hidup

Ternyata Sneakers yang dipakai Bisa Mencerminkan Karakterstik Seseorang

Ada tips mudah bersihkan sepatu sneakers

Image
Gaya Hidup

Ini Gunanya Tanggal Kedaluwarsa pada Air Mineral Kemasan

Plastik berpori bisa menarik bau dan kandungan jahat lainnya dari luar ke dalam air.

trending topics

terpopuler

  1. Sebelum Menjadi Cawapres, Ternyata Sandiaga Pernah di PHK dan 'Nganggur'

  2. Ini Lima Hal yang Membuat Indonesia Tak Mudah Dijadikan seperti Suriah

  3. Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

  4. Wanita Indonesia Dibunuh di Malaysia, Empat Tetangga Korban Diamankan

  5. Kok Bupati di Provinsi Papua Tahan Gaji 12 ASN? Ini Dia Penyebabnya...

  6. Puji Jokowi Bebaskan Ba'asyir, Ma'ruf Amin: Itu Langkah Besar untuk Kemanusiaan

  7. Penghuni Jakarta Diimbau Berhati-hati dengan Cuaca Hari Ini, Berpotensi Hujan dan Petir

  8. Terpaut Usia 11 Tahun Tidak Menjadi Aral bagi Greysia/Apriyani

  9. Setelah Bebas dari Penjara, Abu Bakar Ba'asyir: Yusril Adalah Orang yang Berani

  10. Aneh, Badan Siswa SMA di Palembang ini Seperti Punya Magnet

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat