image
Login / Sign Up

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Herman Syahara

Image

Kritikus Sastra Universiti Malaya Kualalumpur, Dr Mohamad Saleeh Rahamad | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Kritikus sastra dari Universiti Malaya, Kualalumpur, Dr Mohamad Saleeh Rahamad, berpesan kepada para sastrawan muda agar mau mempelajari karya sastra Melayu dari para pujangga atau sastrawan terdahulu. Karena karya mereka  sarat dengan pesan-pesan kearifan lokal  ataua  kepribumian yang dalam.

Berikut adalah wawancara khusus AKURAT.CO, dengan Dr Mohamad Saleeh Rahamad di Ipoh, Ibukota Perak, pekan awal Desember lalu:

Apa pendapat Anda tentang perkembangan sastra dan bahasa Melayu dewasa ini?

baca juga:

Sebagaimana diungkap  Dr Zaelani Harun yang membongkar  sejarah sastara Melayu, khasanah sastra Melayu, khususnya di Perak,   sangat tinggi mutunya. Ternyata satra Melayu itu lebih tinggi ketimbang sastra modern. Ketinggian sastra Melayu dan falsafahnya tidak dapat ditandingi oleh sastra moderen.

Anda pesismis dengan perkembangan sastra dan bahasa Melayu sekarang?

Tidak juga. Dengan adanya pembahasan oleh para ahli dan adanya kemauan generasi muda  untuk belajar, sastra Melayu akan tetap hidup.  Namun untuk mencapai ketinggian mutu seperti dahulu itu agak sukar. Tapi memang sastra moderen yang berkembang sekarang sudah berbeda sifatnya.

Apa yang harus dilakukan agar sastra bernilai tinggi itu tetap berjaja?

Generasi sekarang harus mempelajari kearifan sastrawan terdahulu. Pujangga dulu kan memili kearifan dan wisdom yang berbeda dengan. Mereka harus mempelajari dan jangan terlalu bangga dengan pencapaian masa kini yang artifisial. Karya pujangga dulu itu lebih tulen, lebih memiliki kepribumian,  dan berangkat dari akar budaya yang kuat. Kita kehilangan itu semua. Apalagi telah telah diungkap bahwa bahasa Melayu itu terdiri tiga lapis. Sekarang untuk  mencari lapis ketiga saja sudah susah.

Kenapa Negeri Perak disebut-sebut memiliki peran besar terhadap perkembangan kesusastraan Melayu?

 Sudah tentu,  karena Perak memiliki raja. Bila ada raja, maka istana menjadi penaung bagi dunia sastra jaman dulu. Orang yang mengembangkan sastra dan menulis sastra adalah kalangan istana karena istana mampu membayar. Sebab dulu kan  masyarakat Melayu buta huruf. Tidak bisa membaca dan menulis sehingga yang berkembang adalah sastra lisan.Mungkin  karena arahan pihak istana atau karena kesadaran intelektulal mereka, orang Istana yang  bisa menulis lalu menuliskan cerita sastra lisan seperti Lebai Malang, Pak Pandir, dan lain-lain.  Adanya patronisasi ini  sastra di Perak muncul dan menjadi ikon pada jamannya. Hal ini perlu dikaji oleh generasi muda sekarang.

Apakah  pendapat Anda tentang terselenggaranya Festival Puisi dan Lagu Rakyat ke-9 di Ipoh?

Walaupun acaranya disebut festival  puisi dan lagu rakyat, namun acara seminar internasional yang ada di dalamnya merupakan ajang pemaparan ilmu bukan saja besifat antarbangsa.  Hal ini akan menjadi laluan (jalan, red) untuk ilmu kita sampai ke dunia internasional karena hadirya berbagai pembicara internasional.

Mereka akan menjadi duta sastra di sini. Mereka membawa pengetahuan sastra mereka untuk dikongsikan (ditukar,red) dengan sastrawan lokal. Dunia sekarang adalah dunia global yang memerlukan gabungan ilmu untuk memantapkan pengetahuan. Masing-masing perlu mengenali budaya dan sastra dari tempat lain. Bukan hanya terkungkung dalam kepompong yang sangat sempit.[]

Editor: Erizky Bagus Zuhair

Sumber:

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Guys, Ada Banyak Hal Simpel Bisa Kamu Lakukan untuk Perangi Polusi

Kendaraan tak perlu dipanaskan lagi

Image
Gaya Hidup

Efeknya Kemana-mana, Kurangi Makan Daging

Banyak limbah dari ternak dan daging

Image
Gaya Hidup

Tak Mau Obesitas seperti Titi Wati? Berikut Saran Kemenkes

Usahakan banyak makan makanan rumah

Image
Gaya Hidup

Ternyata Sneakers yang dipakai Bisa Mencerminkan Karakterstik Seseorang

Ada tips mudah bersihkan sepatu sneakers

Image
Gaya Hidup

Ini Gunanya Tanggal Kedaluwarsa pada Air Mineral Kemasan

Plastik berpori bisa menarik bau dan kandungan jahat lainnya dari luar ke dalam air.

Image
Gaya Hidup

Geram Soal Gedung Sekolah Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba, Ini Ketegasan KPAI

KPAI menilai ini sangat berbahaya bagi peserta didik

Image
Gaya Hidup

Rayi Putra: Sneakers Bisa Dijadikan Barang Investasi, Asal...

Rayi punya koleksi 150 pasang

Image
Gaya Hidup

Agar Usaha Startup Tak Gulung Tikar, Simak Trik Mudah Ini

Jangan menyerah jika saat ini kamu sedang mengembangkan bisnis startup

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Desainnya pernah dipakai Soimah, dan dapat apresiasi dari Anne Avantie

Image
Gaya Hidup

Lindungi Kulitmu dengan Masker Tomat di Musim Hujan

Coba dicampurkan dengan madu

trending topics

terpopuler

  1. Denny Siregar: Saya Kira Prabowo Suka Joget, Ternyata Itu Bagian Terapi Emosinya

  2. Paska Debat Pertama, Andi Arief: Semalam Pak Jokowi Seperti Danjen Kopassus

  3. Prabowo Joget, Abu Janda: Apa Kita Rela RI Dipimpin Oleh yang Seperti Ini?

  4. Goenawan Mohamad: Mencalonkan Mantan Koruptor Belum Tentu Melanggar Hukum

  5. 5 Pesona Ludivinie Kadri, Istri Bacary Sagna yang Senyumnya Bikin Kamu Semangat!

  6. Gerindra Klaim Kader Wanita Terbanyak, Perindo Sebut Prabowo Bohong

  7. Punya 5 Anak, Ini Alasan Enno Lerian Ogah Pakai Babysitter

  8. Puji Jawaban Joko Widodo di Debat Pilpres 2019, Tompi Matikan Kolom Komentar

  9. Kericuhan Tanah Abang Didalangi Preman, Anies: Semua Sepekulasi Ada

  10. Kehidupan Baru Rahaf al-Qunun, Wanita Arab Saudi yang Kabur dari Keluarga

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat