image
Login / Sign Up

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Dian Eko Prasetio

Eko Yuli Irawan (3)

Image

Atlet angkat besi Eko Yuli saat menunjukan medali yang diraihnya dalam kejuaran dunia usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). Di kejuaraan dunia Eko bertanding di nomor baru, yaitu kelas 61 kilogram. Ia berhasil melakukan angkatan clean and jerk 174 kilogram dan snatch 143 kilogram. Total angkatannya menjadi 317 kilogram. Dengan total angkatan itu, Eko juga mencatatkan rekor baru di kelas 61 kilogram. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Setelah emas Asian Games dan gelar juara dunia, Eko Yuli Irawan kini sedang memikirkan senjakala karirnya sebagai lifter. Masih ada Olimpiade 2020 sebagai ajang sasaran bagi Eko sebelum menutup perjalanannya sebagai ikon angkat besi nasional.

Dalam seri terakhir wawancara eksklusif dengan Eko, peraih perunggu Olimpiade London 2o12 ini tak menutupi kegundahannya tentang generasi pelapis yang bisa berbicara banyak membawa nama Indonesia di dunia internasional, kepedulian pemerintah, dan penghargaan status PNS yang harus disesuaikan dengan level prestasi.

Olimpiade Tokyo masih 2020, masih ada jeda setahun buat mencapai peak performance. Apa yang Anda lakukan?

baca juga:

Saat ini kita belum bisa bicara di sana, kita hanya bisa menargetkan bisa sampai sana. Kita enggak tahu perjalanan nih, alhamdulillah kalau kita sehat terus, enggak ada cedera, yang kita inginkan kan itu biar peak-nya bisa sampai dapat di sana. Tapi yang namanya perjalanan kan enggak tahu.

Dan mereka pun, lawan-lawan kita persiapan juga, mungkin persiapan mereka lebih bagus dari kita. Jadi kita tetap pantau, tahun kemarin sekian, tahun ini mereka naikkan enggak sih. Ini mesti diwaspadai, karena persiapan kejuaraan dunia sama persiapan Olimpiade itu berbeda. Pelatnas Olimpiade sama pelatnas Asian Games  pasti beda. Mereka (China) yang biasa-biasa aja juara dunia, apalagi yang buat Olimpiade, ‘gitu loh.

Ok saat 2020 udah otomatis lolos umpamanya, pasti tim utamanya jangan terlalu banyak event. Event lainnya kasih yang junior, junior atau pelapisnya kalau China pelapisnya satu, dua, tiga hampir sama. Kan semuanya mau nurunin siapa aja masih bisa bersaing, tapi utamanya di 2020, itu terjun hanya di Olimpiade saja.

Eko Yuli menargetkan ikut Olimpiade Tokyo 2020. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Jadi mereka lebih siap, enggak kekuras tenaganya pas pertandingan atau apa. Umpama 2019 akhir kita sudah pastikan nih enggak kegeser poinnya menuju Olimpiade. Ya udah kita fokus 2020, dari Januari ke Agustus nanti difokusin pembinaan yang bagus tadi. Mungkin untuk event hanya satu kali buat mengasah mental bertanding, atau di latihan simulasi pertandingan terus agar bisa mematangkan teknik agar lebih siap. Karena sekali terjun, ya hanya di situ (Olimpiade).

Bagi temen-temen yang poinnya masih belum mencukupi, maka dia harus turun di event-event di 2020 itu, supaya memantapkan lolosnya ke Olimpiade, ‘gitu loh. Nanti semua negara seperti itu.

Kali ini lebih ke pertanyaan pribadi, boleh tahu berapa hadiah yang didapatkan jika menang kejuaraan regional atau internasional? Apakah bisa seorang atlet angkat besi itu mengandalkan hidupnya dari olahraga ini?

‘Gini, kalau masalah bonus, kita sama-sama cabang yang lain masalah regional kita ada bonus. Itu saat PON banyakan yang multi event, single event, kejuaraan dunia pun masih belum ada. Tapi memang dari kemarin, alhamdulillah dari Kemenpora ada, itu pun harus emas dulu. Perak mana ada? Nah, kalau mau yang perak, perunggu dapat (bonus) itu di multi event, ‘gitu loh.

Kalau masalah menggantungkan hidup kita di angkat besi bisa atau enggak, itu tergantung juara atau enggak-nya. Kalau berpikiran ‘saya mau terjun di angkat besi pasti bisa hidup’, ya belum tentu. Kalau mereka enggak bisa nunjukin juaranya ‘gimana mau hidup. Kita cabang olahraga yang enggak populer lagi, kalau cabang yang populer runner-up pun pasti mendapat price-nya di event. Setiap event pun, mereka itu kan pro, mau event nasional mau event internasional pasti di tempatnya (penyelenggara) itu ada kan (hadiah uang). Lah kita kan enggak ada, di kejuaraan itu enggak ada, mereka hanya memfasilitasi penyelenggaraan pertandingan saja, kita single event putus.

Makanya kemarin bersyukur kita pulang dapat emas, diterima Presiden lagi. Nah hanya itu, kalau kita enggak dapat emas mana ada? Selama saya ikut angkat besi, baru ini kan medali emas di kejuaraan dunia untuk tingkat senior, baru ini. Tingkat junior 2007 ada, cuma besarannya enggak seperti yang senior. Karena ya kita tahu juga, yang junior enggak boleh dikasih hadiah yang terlalu. Nanti takutnya mereka akan terlena dan tidak akan bisa mempertanggungjawabkan prestasinya.

Cuma di tingkat junior enggak bisa dibandingkan dengan tingkat senior untuk besarannya, nanti kalau disamakan takutnya akan terlena. Kecuali multi event, karena di multi event kan enggak ada batasan umur. Kalau yang junior bisa ngalahin senior, hadiahnya sama, itu yang terjadi kalau tadi kita ngomong masalah menggantung kan hidup di olahraga di angkat besi. Kalau dia enggak juara, enggak akan dapat, apalagi kita mengandalkan multi event, dan itu pun harus dapat medali. Medali pun harus pilih-pilih.

Eko Yuli Irawan dalam saat menghadapi media setelah diundang Presiden Joko Widodo di Istana Negara usai memecahkan rekor dunia, 8 November silam. AKURAT.CO/Sopian.

Kayak umpama saya dulu dua kali perunggu (Olimpiade), hadiahnya di kisaran 40-50 juta, itu perunggu. Nah, tahun ini, perunggunya Rp 250 juta, saya pikir dua kali perunggu kayak ‘gini lumayan. Tapi alhamdulillah, tahun ini medali emas dapat yang berlipat-lipat lagi, kita bersyukur, enggak mungkin kan kita minta perunggu lagi. Alhamdulillah dapat medali emas, ada perbaikan, kita harus menargetkan medali kalau enggak ada medali? Dan bersyukur, Kemenpora saat ini bagus, yang enggak dapat medali pun dapat tabungan.

Berarti pemerintah Indonesia sekarang lebih peduli dengan atlet?

Mereka menghargai perjuangan, walaupun (untuk) mereka (yang) enggak dapat medali, karena mereka sudah berjuang (dapat tabungan). Cuma jangan disalahartikan, tapi itu kan enggak dianggarkan setiap multi event yang enggak dapat medali juga dapat bonus. Itu kan spontanitas, kalau itu jadi anggaran selesai.

Enggak ada yang berani masang tinggi, enggak dapet (medali) juga enggak kenapa-kenapa, yang penting kasarannya ikut. Akhirnya nanti yang nakal PB-nya, ‘siapa yang mau ikut kejuaraan?’ Umpama Olympic, mereka dapat tiket, udah ‘gantian kamu yang ikut, jadi Olympian, padahal dapatnya wild card karena tampil di kualifikasi. Nah, akhirnya buat ganti-gantian buat mereka jadi Olympian. Padahal di sana, prestasinya enggak tahu, karena enggak dapat medali juga dapat bonus. Nah, kalau itu terjadi, bakalan seperti itu, karena kemarin spontanitas. Cuma kalau kemarin dari awal (pemerintah) ngomongin yang enggak dapat medali akan dapat bonus juga, (atlet) mungkin enggak akan ngotot seperti kemarin.

Akhirnya enggak dapet (medali) juga enggak apa-apa lah, dapat (bonus) ini, makanya hadiah PNS ini untuk tunjangan hari tuanya harusnya ada perbedaan. Level SEA Games dan sebagainya. Nah, kalau pensiunan yang Olympic sama seperti SEA Games, enggak usah berburu medali di Olimpiade, di SEA Games saja sama kok.

Dia mengandalkan ijazahnya malah pangkatnya lebih tinggi daripada kita walau level olahraga kita Olympic, mereka S2, ya level kita di bawah mereka pensiunan-nya. Nah, maksudnya ok, tim SEA Games dapat PNS, Asian Games dapat juga, tapi apa grade-nya? Biar lebih tinggi, tim Olimpiade bagaimana yang dapat medali?

Jadi mereka daripada empat tahun sekolah-latihan, sekolah-latihan, difokuskan latihan. Umpama naik jabatan, karena pensiunnya beda, anggarannya nanti di tingkat Olimpiade apa lagi? Apa di luar itu punya untuk tunjangan hari tua sendiri, yang nominalnya berbeda dengan yang lain (SEA Games/Asian Games)? Apalagi Olimpiade kan grade tertinggi. Nah, harus dibedakan juga, harus ada prioritas, grade-nya harus ada.

Di Indonesia medali emas Olimpiade ada berapa orang sih? Paling bisa dihitung dengan jari. Dulu 2016 sudah tembus, perunggu dapat pensiunan Rp 10 juta, perak Rp 15 juta, emas Rp 20 juta tiap bulannya. ‘Gimana caranya itu bisa tembus lagi? Karena buat ‘nembus Olimpiade saja sudah susah, apalagi dapat medali. Kita di Indonesia ada berapa sih? Paling 30 orang. Nah, itulah tujuannya anggota dewan yang di Senayan supaya bisa ‘nembus ini-itu.

Berarti memang target atlet kita harus bisa meraih medali di Olimpiade?

Nah, ‘gimana caranya supaya bisa yang seperti itu? Kan kita ngorbanin segalanya buat dapat (medali) Olimpiade. Sekarang atlet bulutangkis ada yang dapat emas, sekolahnya lulusan SMA saja sudah bagus, cuma prestasinya kan tetap tinggi. Setelah lulus SMA dia akan lebih fokus ke event yang lebih gede. Coba kalau dia harus fokus sekolah-latihan, sekolah-latihan yang tiap hari seperti itu. Bisa dilihat, siapa yang S3 (ijasahnya) terus medali Olimpiade, ada enggak? Pasti kan mereka memilih salah satu jalannya.

Sekarang sekolah tinggi, kerja, dapat duit makan. Nah, sekarang kita juga punya pilihan, olahraga, punya target juara, dapat bonus, makan juga. Sekarang dikasih pekerjaan, ujung-ujungnya makan-makan juga. Pilih salah satu jalur, mau sekolah atau mau olahraga? Kalau sekolah udah ketahuan ilmunya bisa buat dapat penghasilan. Olahraga? Kita tahunya latihan, kita hanya bisa ‘ngasih prestasi. ‘Gimana biar bisa membalas prestasi ini.

Nah, sekarang makanya pemerintah ‘ngasih PNS. Itu juga buat acuan adik-adik ini agar bisa tembus minimal SEA Games dulu. Tapi kan kalau ada acuan di atas SEA Games ini kan grade-nya (bonus berbeda) acuan mereka ke Olimpiade. Kalau persaingannya udah tinggi bisa enggak? Belum bergelut dengan cedera, apa motivasinya masih tinggi? Paling ‘udahlah, udah dapat SEA Games ini, udah dapat PNS cukup’. Kemungkinan yang dapat medali emas Asian Games pensiun, dia fokus kerja aja. Akhirnya ke depan? Akan turun grade medalinya.

Kuatnya Eko Yuli saat mengangkat dua wanita di hadapan Menpora Imam Nahrawi. AKURAT.CO/Sopian.

Karena mungkin ya kurang sanggup ditargetkan emas di Asian Games, ke depan belum tentu mau ditargetkan lagi. Karena apa? Setelah emas kebanyakan pingin pensiun, karena dia enggak mau ditargetkan lagi untuk medali emas, mungkin mereka tahu latihan di cabang-nya, seperti apa persaingannya, bakal seperti apa momen-momen saat pensiun. Kalau kalah lagi kan enggak bakal dikenang. Saat dia pensiun saat mendapat emas pasti dia dikenal orang, makanya kebanyakan setelah emas Olympic pensiun.

Bicara pensiun, Anda sendiri sudah memikirkan pensiun atau terus mau berkarier?

Setelah Olympic kalau bisa medali emas kemungkinan, tapi setelah pensiun saya mau ngelanjutin lagi.

Jadi pelatih atau seperti apa?

Bukan (pelatih). Yang ngelanjutin tradisi medalinya angkat besi siapa kalau saya pensiun? Sudah ada? Siapa yang akan naikin olahraga angkat besi ke tingkat internasional, buat medali. Itu yang masih saya pikirin, saya target medali emas, cita-cita saya tercapai, ok lah ini waktunya saya pensiun, umur juga udah 31, ok istirahat.

Saat saya istirahat, Asian Games ke depan 2022, ada yang bisa dapat medali enggak? Apalagi emas angkat besi dari siapa? Pelapisnya saja belum ketahuan. Siapa yang bisa ke tingkat itu? Yang selama ini Olimpiade dari tahun 2000 sampai sekarang tradisi medalinya enggak putus, saya pensiun putus enggak? Kan kita harus pikirin ke situ. Itu yang bikin saya antara mau udahan atau terus.

(Tahun) 2020 ok, mungkin saya terakhir 2022 setelah Asian Games. Setelah itu? Kita lihat lagi ada enggak pelapisnya? Kalau enggak ada apakah kita harus pensiun? Masih lanjut 2024, ya nanti kalau memang enggak ada, mau enggak mau karena usia kita enggak bisa pungkiri. Fisik enggak bisa dipungkiri, mungkin mempertahankan kita masih sanggup, cuma kalau mengejar mungkin enggak susah.

Eko Yuli di sela latihan di Mess Kwini Marinir Jakarta, 3 November silam. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto.

Saya juga kadang malu, tiap bertanding paling tua sendiri. Cuma bagi saya, mau tua mau muda, kalau belum bisa dikalahin ngapain? Bodo amat. Jadi intinya, kita bisa jadi acuan buat yang muda-muda supaya ngalahin yang senior. Jangan sampai dia naik karena yang senior pensiun, kalahin dulu dong yang senior. Saya aja bisa masuk pelatnas karena ngalahin yang senior kok.

Apakah kira-kira saat ini sudah ada atlet angkat besi yang bisa menggantikan peran Anda?

‘Gini. Kalau gantiin, satu-dua tahun masih belum. Tapi kalau memang fokus empat tahun ke depan, dibina enggak ada putusnya insyaallah ada. Walaupun belum medali emas, mungkin bisa tembus medali perunggu atau perak mungkin bisa.

Nah, ini gimana caranya supaya remaja, junior, senior ini pelatnas semua. Jadi pelatnasnya tiga lapis. Umpama di Asian Games kemarin, berapa nomor sih yang di pertandingin? Ya nomor itu aja yang di-pelatnas-kan. ‘Gimana caranya semua nomor itu di pelatnas-kan, tiga lapis.

Umpama angkat besi ada sepuluh nomor, putra-putri. ‘Gimana caranya jadi 30 putra, 30 putri, tapi senior, junior dan remaja, 10, 10, 10 itu di pelatnas semua, dengan jangka waktu yang lama. Itu yang terjadi di bulutangkis.

Kenapa pelatnas? Karena di daerah enggak ada pembinaan yang seperti pelatnas. Karena pusat punya anggaran sendiri buat cabang olahraga, kalau daerah kan tergantung daerahnya. Daerah besar anggarannya pasti besar, kalau daerahnya kecil?[]

 

 

Editor: Hervin Saputra

Sumber:

berita terkait

Image

Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Image

Olahraga

Eko Yuli Irawan (1)

"Asian Games Membuat Olahraga Bukan Hanya Sepakbola dan Bulutangkis"

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Guys, Ada Banyak Hal Simpel Bisa Kamu Lakukan untuk Perangi Polusi

Kendaraan tak perlu dipanaskan lagi

Image
Gaya Hidup

Efeknya Kemana-mana, Kurangi Makan Daging

Banyak limbah dari ternak dan daging

Image
Gaya Hidup

Tak Mau Obesitas seperti Titi Wati? Berikut Saran Kemenkes

Usahakan banyak makan makanan rumah

Image
Gaya Hidup

Ternyata Sneakers yang dipakai Bisa Mencerminkan Karakterstik Seseorang

Ada tips mudah bersihkan sepatu sneakers

Image
Gaya Hidup

Ini Gunanya Tanggal Kedaluwarsa pada Air Mineral Kemasan

Plastik berpori bisa menarik bau dan kandungan jahat lainnya dari luar ke dalam air.

Image
Gaya Hidup

Geram Soal Gedung Sekolah Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba, Ini Ketegasan KPAI

KPAI menilai ini sangat berbahaya bagi peserta didik

Image
Gaya Hidup

Rayi Putra: Sneakers Bisa Dijadikan Barang Investasi, Asal...

Rayi punya koleksi 150 pasang

Image
Gaya Hidup

Agar Usaha Startup Tak Gulung Tikar, Simak Trik Mudah Ini

Jangan menyerah jika saat ini kamu sedang mengembangkan bisnis startup

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Desainnya pernah dipakai Soimah, dan dapat apresiasi dari Anne Avantie

Image
Gaya Hidup

Lindungi Kulitmu dengan Masker Tomat di Musim Hujan

Coba dicampurkan dengan madu

trending topics

terpopuler

  1. Puji Jawaban Joko Widodo di Debat Pilpres 2019, Tompi Matikan Kolom Komentar

  2. Dibebaskan Jokowi, Abu Bakar Ba'asyir Pilih Habiskan Waktu Bersama Keluarga

  3. Kehidupan Baru Rahaf al-Qunun, Wanita Arab Saudi yang Kabur dari Keluarga

  4. Masuk ke Mesin Daur Ulang Plastik, Hanya Bagian Kaki yang Tersisa dari Pria Ini

  5. Media Australia: Debat Calon Presiden Indonesia seperti Robot

  6. Debat Pilpres Perdana Usai, Nafa Urbach Ingatkan Masyarakat Tetap Damai

  7. Lupa Copot Plat Nomor Korban Sebabkan Dua Pelaku Pencurian Ditangkap Polisi

  8. BPJS Kesehatan : Banyak Masyarakat Indonesia Hanya Mampu Bayar Iuran Kelas Tiga

  9. Marak Ritel Terpuruk, IKEA Tawarkan Promo Produk Hingga 70 Persen

  10. Terkenal Konyol, 10 Komedian Wanita Ini Ternyata Bisa Tampil Anggun

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat