image
Login / Sign Up

Ini Lho yang Bikin Kamu Bakal Kangen Ngopi di Kedai Kong Djie

Andre Purwanto

Jelajah Indonesia

Image

Kong Djie, kedai kopi tertua di Belitung | AKURAT.CO/Alkemangi

AKURAT.CO Obrolan hangat seputar kopi masih berlangsung hingga gelap merayap. Kala itu, Kamis (15/11), jarum jam telah menunjukan pukul 19.00 WIB. Bukan tambah sepi, kedai Kong Djie justru makin ramai.

“Di sini, jam ramainya pagi. Kemudian, petang hingga malam seperti ini. Kebetulan kami tutup jam 10 malam. Tapi biasanya lewat dari itu karena suka ada yang ngajak ngobrol,” katanya kepada AkuratTravel.

Tidak hanya pelanggan yang tinggal di Belitung yang kerap datang ke kedai Kong Djie. Sejumlah turis, pelancong dan bahkan penikmat kopi kerap jauh-jauh datang untuk merasakan sendiri rasa dan atmosfer kedai. Ada pula di antara mereka yang ingin bebincang-bincang dengan sang pemilik.

baca juga:

“Ada yang memang benar-benar ingin ngopi. Ada pula yang hanya ingin ngobrol sama saya. Tak jarang mereka ngajak foto bareng. Banyak di antara turis atau wisatawan yang kemudian datang lagi ke sini,” ungkapnya seraya terkekeh riang.

Terlintas pertanyaan dalam benak kami, apa yang membuat kedai kopi Kong Djie begitu ‘ngangenin’? Dan bagaimana mendapat citarasa kopi yang begitu lekat dengan lidah para pengunjungnya?

Ismed tak sungkan berbagi cerita. Pertama, katanya, membuat rasa yang bisa diterima oleh semua orang. Dan itu sudah ia miliki semenjak sang ayah masih hidup.

Untuk mendapatkan citarasa universal, sang pemiliki mem-blend sendiri kopi Arabika dan Robusta.. AKURAT.CO/Alkemangi

“Meski mahal dan dari kualitas kopi terbaik, belum tentu bisa diterima sama lidah orang secara umum. Nah, untuk mendapatkan rasa yang universal itu, kami mencoba melakukan blending yang resepnya sudah ditemukan ayah saya,” bebernya.

Seperti diketahui, Pulau Belitung bukan penghasil komoditi kopi. Kalaupun ada yang menanamnya, bisa dipastikan tidak enak. Untuk mendapatkan biji kopi sesuai kebutuhan, Ismed mendatangkannya dari Lampung.

“Saya memakai teknik blending dengan cara mencampur bubuk kopi Arabika dengan Robusta. Komposisinya, 20% Arabika dan 80% Robusta,” ungkapnya.

Komposisi itu, menurutnya, bukan jaminan menghasilkan kopi yang enak. Siapapun bisa melakukan blending sesuai selera.

“Soal cara masak juga bukan jaminan. Kalau dulu sudah ada gas, mungkin ayah saya akan menggunakan gas untuk memasak air. Tapi, karena dulu hanya ada arang, maka kami pakai arang. Dan kenapa sekarang kami pakai arang? Ya, itu tadi, konsistensi. Memang, ada sedikit aroma yang tidak didapat apabila menggunakan bahan bakar selain arang. Tapi dasarnya, kami berusaha mempertahankan apa yang sudah ayah saya buat,” jelasnya.

Soal lokasi, Ismed sebut jadi bagian yang tak kalah penting dari perjalanan Kong Djie selama lebih dari tujuh dekade. Lokasi kedai yang berada tepat di pertigaan membuat kedai Kong Djie begitu strategis.

Kedai Kong Djie kebetulan tepat berada di hook. Jadi, kami bisa memiliki dua muka. Memang, awalnya bukan di sini. Pindah ke sini pada sekitar tahun 1950an,” kenangnya.

Penyajian kopi masih sangat sederhana dan penuh dengan rasa 'tempo dulu'. AKURAT.CO/Alkemangi

Mengapa memilih persimpangan jalan? Sebab, lanjutnya, orang yang naik kendaraan pasti akan melambat manakala mendekati persimpangan jalan. Dari situlah, kedai Kong Djie bisa dilihat orang.

Selain faktor tempat dan produk, ada satu faktor lagi yang menyebabkan kedai yang dikelola Ismed cepat naik daun. Pelayanan yang ramah dan membumi adalah kuncinya.

“Ini kan termasuk promosi. Dengan banyak bertemu orang dan membuka obrolan seperti ini, orang jadi terkesan,” katanya.

Ismed yang mengaku ke mana-mana naik ojek online ini kerap mengajak driver-nya mampir di kedai. Bahkan ia mempersilahkan mereka minum kopi secara cuma-cuma. Alhasil, mereka jadi kerap nongkrong di kedai Kong Djie kala sedang menunggu ‘tarikan’.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Lebih Dekat dengan Kong Djie, Kedai Kopi Tersohor di Belitung

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Festival Tanjung Kelayang Buka Jalan untuk Penerbangan Internasional

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Festival Tanjung Kelayang Dongkrak Peningkatan Ekonomi Kreatif Warga Belitung

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Sejumlah Fakta Unik di Pulau Belitung

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Desa Terong, Peristirahatan Berkonsep Kolam Alami

Image

Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Welcome to Belitung

Image

Olahraga

Bangka Belitung Masters 2018

Ikuti Jejak Anthony, Ihsan Maulana Juara di Bangka Belitung

Image

Olahraga

Bangka Belitung Masters 2018

Rinov/Pitha Rengkuh Gelar di Bangka Belitung

Image

Olahraga

Bangka Belitung Masters 2018

Pebulutangkis Muda Indonesia Bersiap Raih Gelar di Bangka Belitung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Mari ke Pulau Kembang, Surga para Kera yang Jahil

Jangan lupa bawa kacang, ya!

Image
Gaya Hidup

Kenali Tanda-tanda Asma pada Bayi Anda

Bila Anda mendengar suara yang keras pada pernafasan bayi, segera bawa ke dokter. Bisa jadi si kecil kena asma.

Image
Gaya Hidup

Ada 2 Kesalahan yang Sering Kamu Ulangi Saat Berkeramas

Bagaimana cara kamu memakai sampo saat keramas?

Image
Gaya Hidup

Anak Alami Obesitas, Begini Cara Mengatasinya

Masalah berat badan kerap menjadi momok bagi anak. Karena itu, perhatikan pola makan anak.

Image
Gaya Hidup

Buka Flagship Store, Eiger Hadirkan Climbing Wall Khusus Pecinta Alam

Sekaligus disandingkan dengan Eiger Coffee

Image
Gaya Hidup

Jenis Perawatan Kulit Ini Tak Bisa Ditinggalkan Donita

Aktris seni peran Donita tidak bisa tidak menggunakan tiga jenis perawatan kulit untuk ia aplikasikan setiap hari.

Image
Gaya Hidup

Pelaihari Punya Bukit Cantik yang Bisa Saingi Sumba

Jalan ke bukitnya lumayan menantang

Image
Gaya Hidup

Donita Beritahu Cara Kembali Langsing Pasca Melahirkan

Memberi ASI juga bisa bikin langsing

Image
Gaya Hidup

Ini Manfaat Jika Anak Sering Berkunjung ke Kebun Raya

Jepang punya kebiasaan ini

Image
Gaya Hidup

Padang Pariaman Luncurkan 'Sabermas' Atasi Masalah Kesehatan

Buang air besar sembarangan masih jadi masalah

trending topics

terpopuler

  1. Arungi Piala Indonesia, Persib Diarsiteki 2 Pelatih Sekaligus

  2. Rusia dan Suriah Sepakat Singkirkan Dolar AS

  3. Hafiz/Gloria dan Tommy Tersingkir, Indonesia Tanpa Wakil di Semifinal

  4. Heboh! Abang Ojol Beli Mini Cooper Seharga Rp12.000 Saat Harbolnas

  5. Pemerintah Rayu 60 Investor Norwegia Berinvestasi di Indonesia

  6. Penembakan Pegawai Istaka Karya Dilatarbelakangi Masalah Kesejahteraan

  7. Mahfud MD: Mengapa Harus Meributkan Orang yang Ingin Mencitrakan Dirinya Baik?

  8. Polisi Ringkus Residivis Spesialis Bobol ATM yang Kedapatan Gondol Uang Rp200 Juta

  9. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Ditargetkan Hingga 65 persen di Sumatera Utara

  10. Apa Kabar Luis Milla?

fokus

Kaleidoskop 2018
Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI