image pemilu
Login / Sign Up

Minus 3 Hari, Capaian Imunisasi MR di Baubau Baru 69 Persen

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan imunisasi difteri kepada seoranga mahasiswi di Rumah Sakit UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (27/12). | ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Capaian imunisasi campak rubella atau measles rubella (MR) selama tiga bulan terakhir di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, baru mencapai 69 persen.

"Dari awal kita kesulitan karena banyaknya penolakan dari sekolah dan masyarakat bahkan posisi kita paling bawah dari 17 kabupaten/Kota di Sultra. Namun saat ini sudah bisa melampaui tujuh daerah," kata Kadis Kesehatan Kota Baubau, Edy Natsir, melalui pesan WhatsApp dari Kendari, Rabu, (31/10).

Ia mengatakan, terhitung sejak pencanangan fase pertama Agustus-akhir September 2018, Dinkes baru menyasar 42 persen dari total 49.353 anak usia di bawah 15 tahun.

baca juga:

Sementara fase kedua mulai 1 Oktober hingga akhir pekan lalu baru 69 persen. Padahal, target dalam fase ini seharusnya 95 persen anak terimunisasi.

Dengan sisa waktu tiga hari, ia telah menginstruksikan seluruh petugas Puskesmas agar bekerja optimal dan dapat mengejar target 31 persen sisa anak yang belum tervaksin.

"Cakupan kita sampai kemarin bari 69 persen lebih. Mudah-mudahan tiga hari ini kita bisa capai target dan saya sudah instruksikan agar Puskesmas kerja ekstra, paling tidak kalau kita bisa mencapai 80 persen akan sedikit aman kita dari virus MR ini," kata Edy.

Ia mengatakan, seluruh sekolah yang sebelumnya menolak telah dijadwalkan ulang pemberian imunisasinya sejak awal Oktober lalu. Jika suatu daerah aman dari virus campak dan rubella, harusnya capaian imunisasinya minimal 95 persen.

"Petugas kami sudah mendatangi tiga hingga empat kali, namun kadang masyarakat masih menolak karena sebelumnya sudah terprovokasi. Kan kasihan petugas kami," keluh Edy.

Namun demikian, ia berharap orangtua yang anaknya belum mendapat vaksin secepatnya membawa anak-anaknya ke layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu, karena ini gratis.

Ia juga menambahkan, penyakit rubella ini penyakit permanen. Anak-anak akan cacat kalau sudah terserang virus ini dan sulit untuk kembali normal lagi," tutupnya.[]

Editor: Andre Purwanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Setengah Juta Anak-anak Inggris Tidak Divaksin Campak

Image

Gaya Hidup

Pencurian Satwa di Taman Nasional Togean Terus Berlangsung

Image

News

Mendagri Angkat Suara Soal Bentrok Satpol PP vs Pendemo di Sultra

Image

News

KPK Apresiasi Pemkab Baubau sebagai Daerah dengan Perencanaan Terbaik di Sultra

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Jokowi Sebut Suara Pemilihnya Naik 4 Persen di Jawa Barat

Image

News

Gempa Berkekuatan 4,6 SR Guncang Wilayah Kolaka Sulawesi Tenggara

Image

News

Anak-Anak di Filipina Diserang Campak Akibat Tidak Diimunisasi

Image

News

Wilayah Buton Utara Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan 4.0 SR

Image

News

Pedagang: Saya Bersyukur Pak Yusril Datang, Ikanku Hampir Habis Diborong dan Tidak Menawar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Duh! Jangan Biarkan Anak Berlama-lama Menangis

Tak semua yang diminta harus dituruti

Image
Gaya Hidup

Cara Mudah Tuntaskan Masalah Telapak Tangan yang Kasar dan Kapalan

Sering mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dengan menggunakan deterjen dan bahan kimia lainnya?

Image
Gaya Hidup

Pasutri Ini Pilih Liburan Keliling Dunia dan Tinggalkan Pekerjaan

Pilihan itu dipilih setelah Kylie dan Mike mengaku tekanan pekerjaan membuat mereka tidak nyaman.

Image
Gaya Hidup

Senyum Bisa Menjadikan Kamu Lebih Bahagia

Tim peneliti dari Amerika Serikat menganalisis data ekspresi wajah selama 50 tahun lalu.

Image
Gaya Hidup

Keringkan Rambut Secara Alami Labih Baik? Begini Kata Ahli

Sebaiknya disisir setelah kering

Image
Gaya Hidup

Tanggapan dan Harapan Maudy Ayunda soal Kasus Bullying Anak

Salah siapa?

Image
Gaya Hidup

Jarang Hujan, Tempat Wisata Mata Ie Kering

Padahal, kolam yang digunakan PDAM Tirta Montala untuk menyuplai air ke rumah warga dan menjadi tempat favorit.

Image
Gaya Hidup

Teh dan Coklat Jadi Obat Atasi Migrain

Nah, ini ada beberapa cara untuk bisa mengatasi migrain.

Image
Gaya Hidup

Lintah Bisa Obati Sakit Punggung Lho

Peneliti menyatakan lintah bisa menyembuhkan nyeri dan merileksasi otot karena mengandung bahan kimia aktif biologis yang alami.

Image
Gaya Hidup

Patut Dicoba, Ini 5 Cara Alami Putihkan Gigi

Pada dasarnya, gigi kuning disebabkan oleh kebiasaan pola hidup yang nggak sehat

trending topics

terpopuler

  1. Tokoh Tionghoa: Komando Sudah Diberikan, Lawan Kecurangan

  2. Usai Menikah Secara Hindu, Berikut Suasana Pernikahan Ajun Perwira-Jennifer Hari Kedua

  3. Kalah Hitung Cepat, 4 Kandidat Presiden Ini Ucapkan Selamat atas Kemenangan Rivalnya

  4. 5 Anak Legenda Sepakbola Ini Coba Ikuti Jejak Sang Ayah, Siapa Bakal Sukses?

  5. Edy Rahmayadi: Siapa Cepat Menghadap Allah, Dialah yang Paling Bahagia

  6. Benarkah Hair Styling Bikin Rambut Rontok?

  7. Ketika Tokoh Tionghoa Pekik Takbir di Acara Syukuran Prabowo-Sandiaga

  8. Media Dilarang Meliput Pidato Prabowo di Acara Deklarasi Kemenangan

  9. Yunarto: Quick Count dan Real Count Abal-abal Akan Terjawab

  10. Bom Paskah Sri Lanka, Istri dan Anak Pelaku Ikut Ledakkan Diri

fokus

Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019
Revolusi Museum

kolom

Image
Ujang Komarudin

Saatnya Rekonsiliasi

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

5 Potret Yane Ardian, Istri Wali Kota Bogor Bima Arya yang Curi Perhatian

Image
Hiburan

10 Potret Nadine Kaiser, Anak Menteri Susi yang Bikin Susah Kedip

Image
News

5 Potret Keseruan Sesi Foto Menteri Susi Pudjiastuti saat Dijepret Darwis Triadi