image sungai 3
Login / Sign Up

Kemewahan Baduy Minus Infrastruktur dan Transportasi Terintegrasi

Denny Iswanto

Transformasi Suku Baduy

Image

Potensi Wisata di daerah suku Baduy, Lebak, Banten | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Suku Baduy, Banten, memang memendam suatu pesona alami tersendiri yang membuat kalayak umum tertarik untuk mengunjungi dan melihat secara langsung, sebenarnya bagaimana kehidupan mereka secara nyata.

Berbekal rasa penasaran dan haus akan informasi, wisatawan yang datang mengunjungi suku ini adalah orang-orang yang ingin membuktikan kebenaran secara utuh adat dan budaya mereka --masyarakat Baduy--. Pasalnya ramai diperbincangkan bahwa suku ini adalah suku yang terisolir dari perkembangan zaman.

Kampung wisata Suku Baduy ini terletak di Desa Cibeo Kabupaten Lebak, Banten, yakni sekitar 40 km dari Rangkasbitung. Objek wisata ini merupakan wisata alam sekaligus budaya yang bisa dijelajahi tanpa membosankan.

baca juga:

Memang tidak begitu sulit untuk mengunjungi Suku Baduy ini, karena kehadiran Commuter Line atau Kereta KRL yang saat ini memiliki rute sampai Rangkasbitung dari tujuan Jakarta, bisa memangkas waktu perjalanan. Belum lama ini tim ekonomi Akurat.co merasakan langsung bagaimana mudahnya perjalanan ke Rangkasbitung menggunakan KRL.

Hanya butuh waktu satu setengah jam tim Akurat sudah bisa mencapainya dengan biaya hanya Rp6.000. Memang ekspansi rute yang dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) hingga Rangkasbitung sangat memudahkan mobilitas warga Banten. Pasalnya selama ini mereka hanya mengenal transportasi bus atau kereta api yang sangat terbatas jadwal keberangkatannya apalagi ketepatan waktu sampainya.

Kendati demikian, saat tim ekspedisi Akurat telah keluar dari stasiun Rangkasbitung, ternyata tidak ada lagi angkutan yang terintegrasi sampai ke pintu masuk wilayah Baduy. Tidak terintegrasi ini dalam artian tidak ada manajemen khusus untuk membawa wisatawan sampai hingga ke tempat tujuan dengan moda transportasi tertentu, bahkan juga tidak ada kepastian tarif atau harga untuk menjadi acuan.

"Memang kalau mau ke Baduy harus naik angkot dulu mas, paling Rp5.000 per orang, sampai terminal Aweh. Habis itu naik mobil elf omprengan. Ya tawar menawar deh kalau naik itu, tapi biasanya tarif per orang naik itu Rp25.000 sampai Ciboleger (pintu masuk Baduy)," kata Ibu penjual nasi warteg di sekitaran stasiun Rangkasbitung.

Ternyata disana juga banyak sekali calo yang memanfaatkan keuntungan dengan datangnya wisatawan. Para calo gerak cepat untuk menawarkan jasa travel dengan tarif yang melambung tinggi sekitar Rp600-700 ribu per perjalanan yang mengantarkan wisatawan hanya sampai Ciboleger. Tarif ini sangat tinggi daripada apa yang diceritakan oleh ibu penjual nasi warteg.

Akhirnya dengan negosiasi selama hampir 30 menit dengan para calo tim ekonomi Akurat akhirnya menemukan moda transportasi angkot dengan biaya Rp450 ribu sampai ke Ciboleger. Memang agak memaksakan untuk menggunakan moda ini karena kami harus memberikan uang pelicin jalan ke Dinas Perhubungan Terminal Aweh sebesar Rp30.000 karena mengambil rute mobil omprengan.

Perjalanan ke Ciboleger dari Rangkasbitung pun ditempuh dalam kurun waktu 2 jam. Selama perjalanan yang cukup lama tersebut kami juga mengamati bahwa infrastruktur jalan raya juga belum sepenuhnya layak untuk digunakan. Karena jalanan raya seperti jalan yang baru saja jadi secara fungsional, tidak ada garis jalan, lampu jalan bahkan rambu-rambu lalu lintas. Sangat berbahaya melakukan perjalanan untuk masyarakat yang belum mengenal baik daerah tersebut.

"Memang seperti ini mas pembangunannya, padahal ini jalan provinsi. Sekarang ini baru dibeton dulu mah ga ada kayak gini," ucap Supir angkot yang kita tumpangi.

Minimnya Infrastruktur Penunjang Wisata

Setibanya di Ciboleger, tim kami juga tersentak dengan minimnya penunjang wisata Baduy yang sangat terkenal seantero negeri. Di pintu masuk wilayah suku Baduy ini kami hanya menemukan satu mini market minus ATM, padahal wisatawan banyak yang berkunjung disana rata-rata ingin menambah uang cash untuk perbekalan menuju Baduy luar dan Baduy dalam.

Rumah makan juga tidak semewah tempat wisata seperti layaknya tempat wisata suku Sasak Sande di Lombok. Hanya ada beberapa warung kopi dan warteg yang ada, dan dikelola oleh penduduk setempat. Belum adanya sentra kuliner khas makanan Baduy membuat Ciboleger minus ikon tersendiri untuk diingat oleh pengunjung.

Apalagi sentra oleh-oleh yang sangat terbatas dan tidak tertata secara rapih membuat para turis yang datang terkadang bingung mau membeli souvernir dimana.

Tempat Ibadah, Masjid, juga hanya ada satu dan tergabung di dalam perkampungan warga Ciboleger. Itupun juga banyak yang kurang terurus untuk sekelas tempat wisata. Bahkan disana juga belum mempunyai fasilitas penginapan yang memadai untuk menambah nilai tambah ekonomi, warga setempat.

Banyaknya calo yang menawarkan jasa guide secara tidak jelas, juga membuat para wisatawan kebingungan. "Memang itu yang yang membuat kita resah mas, kita juga ga bisa berbuat apa-apa karena khawatir terjadi konflik dengan mereka. Ada soalnya rombongan yang kena tipu. Memakai jasa calo malah mereka tidak diantarkan ke Baduy Dalam," ungkap Kang Santa, guide tim Akurat yang kita minta bantuan dan salah satu Anggota Suku Baduy Dalam.

Perlu Perhatian Pemerintah dengan Dana Desa

Masyarakat komunitas Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memang telah memperoleh bantuan pembangunan desa sebesar Rp2,1 miliar di tahun 2018.

"Bantuan pembangunan desa itu melalui alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD)," kata Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Lebak, Rusito dikutip dari Antara.

Kendati demikian, selama ini masyarakat Baduy menolak pembangunan infrastuktur jalan, jembatan, penerangan listrik, kesehatan, pendidikan, penyedian air bersih dan sanitasi MCK. Penolakan masyarakat Baduy terhadap pembangunan infrastuktur karena keputusan adat leluhur mereka.

Namun, dana pembangunan desa dialokasikan untuk pagar pembatas wilayah tanah hak ulayat Baduy. Selain itu juga pembangunan selasar atau jalan dari Terminal Ciboleger menuju gerbang pintu kawasan masyarakat Baduy. Dana juga akan dialokasikan untuk pembangunan rumah singgah dan pembelian benang yang nantinya dibagikan kepada perajin tenun Baduy.

"Kami berharap dana pembangunan desa masyarakat Baduy dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya menjelaskan.

Suku Baduy Dalam. AKURAT. CO/Atikah Umiyani

Menurut Rusito, pembangunan desa di Kabupaten Lebak tahun 2018 mencapai Rp361 miliar terdiri dari dana desa Rp238 miliar, alokasi dana desa Rp115 miliar dan dana hasil desa Rp710 juta.

Pengalokasian dana pembangunan desa secara akumulasi terjadi penurunan dibandingkan tahun 2017. Namun, pengalokasian dana pembangunan desa dinaikkan untuk kategori desa tertinggal.

Misalnya, kata dia, dana pembangunan masyarakat Baduy tahun lalu Rp1,2 miliar,namun tahun ini menembus Rp2,1 miliar. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Tarik Investasi Sektor Infrastruktur, Pemerintah Pangkas Pajak Obligasi 5 Persen

Image

Ekonomi

Jepang Kalahkan China Soal Pembiayaan Infrastruktur di Asia Tenggara

Image

Ekonomi

Tiba-tiba, AS Umumkan Investasi USD50 Miliar untuk Perdamaian Palestina

Image

Gaya Hidup

Guru Harus Jadi Agen Promosi Pariwisata Daerah

Image

Ekonomi

Jokowi Kesal Investasi Tak Sesuai Harapan, Indef: Ramuannya Kurang Komprehensif!

Image

Ekonomi

Perang Dagang

ASEAN Sepakat Akan Gunakan RCEP untuk Lawan Perang Dagang

Image

Ekonomi

Kemenkop Terus Dorong Peningkatkan Kualitas SDM Koperasi

Image

Ekonomi

Presiden Bank ADB Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Contoh Baik di Asia Tenggara

Image

Iptek

Kemenperin yakin E-Commerce Jadi Gerbang Transformasi Digital Wirausaha

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

semoga kedepannya pemerintah lebih memperhatikan lagi supaya makin berkembang daerahnya

terkini

Image
Ekonomi

7 Alasan Bangun Pagi Bikin Rezeki Tak Lagi Dipatok Ayam

Ada banyak keuntungan jika kamu rajin bangun pagi

Image
Ekonomi

Begini Keunggulan Konsep Buy The Service Dibanding Smart City Transportasi

Pemda belum mau menerima konsep itu lantaran regulasi untuk menerapkannya belum ada.

Image
Ekonomi

Tarik Investasi Sektor Infrastruktur, Pemerintah Pangkas Pajak Obligasi 5 Persen

Pendapatan obligasi akan menjadi sedikit lebih tinggi karena pajaknya diturunkan dan membayar pajak pun akan lebih rendah.

Image
Ekonomi

Legislator Nilai Dipersempitnya Asumsi Rupiah Jadi Dasar Bauran Kebijakan Stabilkan Ekonomi

Dipersempitnya asumsi nilai tukar Rupiah menjadi dasar yang cukup bagi pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Butuh Perantara untuk Salurkan Dana Bergulir UMKM

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyebutkan perlu ada lembaga perantara.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

AS Pertimbangkan Aturan Domestik Larang Teknologi 5G dari China

Amerika Serikat tengah mempertimbangkan aturan domestik terbaru yang melarang penggunaan teknologi seluler generasi 5G berasal dari China.

Image
Ekonomi

Karyawan Giant Benarkan Adanya PHK dan Pesangon

Karyawan Giant membenarkan bahwa tanggal 28 Juli 2019 merupakan hari terakhir ia dan rekan lainnya bekerja di sana.

Image
Ekonomi

Giant Cuci Gudang, Pengunjung: Ah Cuma 5 Persen!

Pemgunjung tadinya berekspektasi diskon mencapai 50 persen bahkan lebih.

Image
Ekonomi

Pemerintah Bagikan 50 Ribu Konverter Pada Nelayan-Petani 2020

Sebanyak 50.000 paket perdana konkit akan disalurkan kepada para nelayan dan petani kecil di tahun 2020.

Image
Ekonomi

Misbakhun Pertanyakan Kelayakan UU Pasar Modal Ke BEI

Mukhamad Misbakhun menanyakan kelayakan Undang-Undang Pasar Modal yang menjadi payung hukum operasional Bursa Efek Indonesia (BEI).

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Seruan Habib Rizieq Turun ke MK, Ferdinand: Percuma, Rakyat Sudah Bosan

  2. Media Inggris Ungkap Rencana Jokowi Perketat Kenaikan Pangkat PNS Islam Garis Keras

  3. Orang yang Tikam Ramos Horta Soares Hingga Meninggal Belum Dideportasi

  4. Habib Rizieq Kembali Serukan Aksi Kawal Sidang MK 26 Juni 2019

  5. Puluhan Sopir Proyek Tol Protes, Berbulan-bulan Uang Makan Tak Dibayar

  6. 7 Fakta Penting Kesalahpahaman Orang Indonesia dalam Memandang Bangsa Arab

  7. Seruan Turun ke Jalan Demi Keadilan, Habib Novel: Kami Desak Jokowi-Ma'ruf Didiskualifikasi

  8. Viral, Video Perolehan Poin Tenis Meja yang Membuatmu Tak Cukup Nonton Sekali

  9. IMB Anies dan Saham Pengembang yang Laris Manis

  10. Pengakuan Karyawan Gudang Elektronik di Bekasi yang Jadi Korban Penyekapan

Available

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Kesibukan Menteri Pertanian Andi Amran, Panen Padi hingga Beternak

Image
News

Raih IPK 3,4, Ini 5 Momen Wisuda Arumi Bachsin Didampingi Emil Dardak

Image
Ekonomi

Pemikir Ekonomi

Mengenal Adam Smith, Bapak Ekonomi Pencetus Teori Tangan Tuhan