image pemilu
Login / Sign Up

Kearifan Ekonomi Baduy dalam Gempuran Industrialisasi

Denny Iswanto

Transformasi Suku Baduy

Image

Transformasi sosial ekonomi suku Baduy dalam | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Suku Baduy, apabila mendengar hal tersebut maka yang tersirat adalah sebuah persepsi bahwa mereka suku yang terisolir dari dunia luar. Ini memiliki arti bahwa mereka sangat jauh dari keramaian modernisasi dan industrialisasi bahkan cenderung menutup diri dengan kemajuan teknologi.

Tapi ternyata persepsi yang hadir di masyarakat memang perlu diluruskan, mereka (masyarakat suku Baduy) sebenarnya memiliki aturan yang sangat fleksibel terhadap hal baru yang hadir di tengah kondisi sosial mereka.

Suku Baduy sendiri memang terbagi menjadi dua, yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Secara budaya, suku Baduy dalam lebih teguh memegang adat istiadat suku mereka. Di lain pihak, suku Baduy luar memang masih harus tetap menjaga budaya dan tradisi, tapi hukum adat yang ditetapkan bagi mereka bisa dibilang lebih fleksibel. Suku Baduy luar pun bisa secara leluasa mencicipi kemajuan di masyarakat.

baca juga:

Singkatnya bila masyarakat melihat orang-orang Baduy luar itu seperti halnya kita melihat kondisi orang-orang yang biasa mereka temui setiap hari. Suku Baduy ini menggunakan kendaraan, teknologi, ponsel, pakaian umum dan bahkan bekerja seperti kalayak umum, tidak ada bedanya.

Selanjutnya bila menengok ke masyarakat Baduy dalam secara sekilas semua orang akan mendapatkan realitas yang 180 derajat berbeda. Mereka tidak mau bahkan melarang teknologi, hanya memakai baju adat dan tidak mau menggunakan baju umum, tak mau memakai sabun, kompor, dan alas kaki. Bahkan menggunakan kendaraan merupakan salah satu pantangan mereka yang menyebabkan kemana-mana mereka harus berjalan kaki.

Saat tim Akurat.co mencoba berdiskusi tentang pola kehidupan ekonomi masyarakat Baduy dalam, dan melemparkan wacana bahwa dunia juga sudah memasuki revolusi industri ke empat (red: industri 4.0), ternyata mereka masih setia menekuni hidup dengan bercocok tanam, sebagian lagi berkebun di ladang, berburu di hutan, bahkan ada yang berjualan madu hingga turun ke jalanan kota-kota besar.

Suku Baduy Dalam. AKURAT.CO/Aji Nurmansyah

"Kami biasa menanam padi, umbi-umbian, dan melihara ayam. Kadang di waktu-waktu tertentu kami juga berburu binatang seperti kancil karena masih banyak di hutan ini. Kalau belum waktunya bercocok tanam ya kita cari pisang atau buah-buahan yang ada di sekitar sini. Kami juga menjaga pohon-pohon disini. Saat kami membuka ladang kami tanami lagi dengan pohon yang baru," kata Kang Santa, masyarakat Suku Baduy dalam yang bersedia memandu tim Akurat.co saat melakukan ekspedisi peliputan.

Industrialisasi yang Merangsek Masuk

Tapi ada yang menarik dari realitas kehidupan suku Baduy dalam, yang selama ini terkesan tidak tersentuh oleh industrialisasi. Mereka (Baduy dalam, Red) sedikit demi sedikit juga memanfaatkan produk-produk dari hasil industri.

Seperti penggunaan wadah penyimpan air minum bersih, masyarakat Baduy dalam ternyata menggunakan botol besar hasil pabrikan kota Serang, Banten. Mereka tidak menggunakan Kendi (wadah air dari tanah liat), meskipun gelas-gelas suku Baduy dalam ini masih terbuat dari bambu.

Menariknya lagi mereka juga tidak kalah oleh masyarakat luar untuk menggunakan piring dan sendok hasil pabrikan.

"Kita ambil botol ini dari pabrik di Serang sih. Biasanya pesan dulu ke warga Baduy luar. Lalu nanti kita ambil. Kita banyak menggunakan ini mas. Kalau piring, sendok dan garpu kita beli waktu di luar daerah Baduy dalam," ungkap Kang Santa.

Untuk baju tradisional Baduy dalam yang serba putih, meski mereka membuat sendiri pakaiannya dengan cara menenun, tapi mereka mendapatkan benang tenunnya dari luar.

"Jadi ada pabrik penjual kapas, ya kita beli disitu," ucap Kang Santa, yang membuat penulis tergugah pikirannya, ternyata sedikit banyak mereka memanfaatkan kemajuan industrialisasi.

Yang membuat penulis sangat tersentak, Suku Baduy dalam juga rata-rata memiliki ponsel yang mereka titipkan di keluarga besar mereka di wilayah Baduy luar, yang notabene boleh menggunakan secara bebas teknologi dan modernisasi tanpa terikat tradisi.

Kang Santa mengaku memanfaatkan penggunaan ponsel untuk tetap menjalin relasi dengan masyarakat luar. Pasalnya ia juga sebagai pemandu wisata Baduy dalam dan juga penjual madu hutan asli Baduy. Sehingga eksistensi pekerjaan dia bisa terus berjalan dengan baik.

"Saya ada HP, tapi dititip di tempat kakak saya di Baduy Luar. Nggak boleh bawa masuk (Baduy Dalam). Kalau kena razia, diambil HP-nya. Ya sudah, disita sama kepala desa ngga bisa balik lagi," terangnya sembari tersenyum simpul.

Bahkan kang Santa juga tidak ragu mengkonsumsi makanan pabrikan, seperti mie instan atau kue-kue kering kemasan. Ia menuturkan bahwa anaknya sangat suka mengkonsumsi makanan tersebut saat ikut bapaknya turun ke masyarakat luar.

Tetap Arif Manfaatkan Produk Industri

Dari sedikit banyak masyarakat Baduy dalam, menggunakan hasil produk industri, mereka selalu memikirkan dampak dan manfaat terhadap alam serta tradisinya. Suku Baduy tetap kekeuh untuk tidak menggunakan Sabun mandi atau sabun cuci hasil industri karena bisa merusak alam.

"Ya.. kami mencuci piring, sendok dan garpu dengan air saja digosok batu di sungai. Kalau pakai sabun nanti merusak sungainya," tutur Kang Santa.

Suku Baduy dalam mempunyai perhitungan sendiri agar tradisi, alam dan aturan sosialnya tetap lestari. Mereka sangat arif dalam merespon industrialisasi, mereka tidak silau, dan selalu menggunakan aturan adat sebagai pijakan. Semuanya ini dilakukan agar norma-norma adat, tanah ulayat dan tradisi tetap tumbuh subur di tengah-tengah kehidupan mereka. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekonomi China Bangkit dari Keterpurukan di Kuartal I

Image

Ekonomi

AMMDes Diklaim Mampu Pacu Pemerataan Ekonomi

Image

Ekonomi

Pemilu 2019

Moody's Sebut Hasil Quick Count Dukung Stabilitas Ekonomi RI

Image

Ekonomi

Indepth

Benarkah Indonesia Masuk Perangkap Deindustrialisasi

Image

Ekonomi

Indepth

Koperasi Mantan Napi Terorisme Gerakkan Perekonomian di Pesantren-pesantren

Image

Ekonomi

Ekonomi Turki dalam Bahaya Akibat Partai Erdogan Minta Pemilu Ulang

Image

Ekonomi

Pemilu 2019

Berhasil Jaga Ekonomi, Media Asing Soroti Kemenangan Jokowi Layaknya Obama

Image

Ekonomi

Pemilu 2019

Stabilitas Ekonomi Makro Terjaga Selama Pemilu

Image

Ekonomi

Menteri Bambang: Manfaat Bonus Demografi Sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Memuncak di 2030

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Eropa Akan Merespon Jika AS Sanksi Investasinya di Kuba

Eropa akan merespon jika Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi terhadap investasinya di Kuba.

Image
Ekonomi

Curhat Pengelola Bumdes dan Petani PisangĀ Soal Manfaat AMMDes

Dengan adanya AMMDes penjernih Air, mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa.

Image
Ekonomi

Ekonomi China Bangkit dari Keterpurukan di Kuartal I

Pertumbuhan ekonomi China kuartal I 2019 menguat 6,4 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi daripada perkiraan 6,3%.

Image
Ekonomi

AMMDes Diklaim Mampu Pacu Pemerataan Ekonomi

Pengembangan AMMDes memiliki perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal.

Image
Ekonomi

Takut Kena Sanksi AS, Repsol Hentikan Bisnis Minyaknya dengan Venezuela

Repsol Spanyol telah menghentikan pertukaran produk olahannya dengan minyak mentah dengan perusahaan Venezuela.

Image
Ekonomi

Mitshubishi Jepang Mulai Rambah Industri Penerbangan

Jepang Mitsubishi berencana akan terjun dalam dunia industri aviasi.

Image
Ekonomi

Menperin Beberkan 4 Hal Penting dalam Implementasi Industri 4.0

Setidaknya ada empat hal penting dalam implementasi industri 4.0.

Image
Ekonomi

Implementasi Industri 4.0 Dongrak Efisiensi dan Produktivitas Sampai 40 Persen

Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya.

Image
Ekonomi

Bali Smesco Festival Ajang UMKM Unjuk Gigi

Bali Smesco Festival segera digelar di Gedung Smesco Indonesia pada 20-21 April 2019 untuk mempromosikan produk usaha kecil menengah (UKM) B

Image
Ekonomi
Indepth

B100 Solusi Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa?

Dalam mengatasi pelarang impor sawit Uni Eropa pemerintah dan jajaran kementriannya memutuskan untuk mengembangkan energi biofuel dari sawit

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Ini 9 Parpol yang Dipastikan Melenggang ke Senayan

  2. Jangan Coba-coba Mobilisasi Massa, Kapolri: Kita akan Bubarkan!

  3. Doa Lewat Puasa dan Salat Malam, Jadi Kekuatan untuk Kemenangan Jokowi dari Sang Ibunda

  4. Kubu Prabowo Gelar Acara di Monas, Anak Buah Anies: Semoga Nggak Ada yang Datang

  5. Priyo Budi Jawab Keheranan Said Didu Paslon 01 Tidak Menyatakan Kemenangannya

  6. Hasil Quick Count Jokowi-Ma'ruf Unggul, Abu Janda: Semoga Prabowo Sudah Lebih Ikhlas

  7. Kubu 02 Masih Galau Soal Aksi di Monas Jumat Malam

  8. 5 Potret Atlet Tanah Air Seusai Nyoblos, Taufik Hidayat Paling Ramai

  9. Ini Tujuh Parpol yang Tidak Lolos Pemilu

  10. Keok di Quick Count, 5 Ucapan Para Caleg PSI yang Menyentuh Hati

Available

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Image
Muhammad Adnan RS

Pegon Dalam Pilpres 2019

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Gemas, 8 Potret Kedekatan Prabowo Subianto dengan Bobby The Cat

Image
News

Pakai Baju Couple, 10 Potret Adu Gaya Agus-Annisa versus Ibas-Aliya Yudhoyono Saat Nyoblos

Image
News

10 Potret Pasangan Capres-Cawapres 02 Saat Nyoblos, Kompak Pose 2 Jari