image vape
Login / Sign Up

Jaga Tradisi, Anak Suku Baduy Bisa Kembangkan Diri Tanpa Teknologi

Atikah Umiyani

Transformasi Suku Baduy

Image

Saliyah, anak dari Kang Santa, Suku Baduy Dalam | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Tak bisa dipungkiri, kini industri teknologi telah berkembang pesat. Pesatnya perkembangan teknologi itu yang kemudian memanjakan manusia.

Ambil contoh, bila di masa lampau dibutuhkan waktu berhari hari hanya untuk dapat bertukar kabar dengan keluarga yang tinggal di daerah yang berbeda, namun sekarang manusia hanya bisa melakukannya dalam waktu yang singkat juga dengan cara yang mudah.

Ironi, pesatnya perkembangan teknologi tersebut nyatanya tak menyebar secara merata. Pasalnya, meski menginjakan kaki di satu negara yang sama tapi tidak semua masyarakat bisa berkawan akrab dengan teknologi. Sebab kecanggihan teknologi ini rupanya tak bisa dinikmati mereka yang bermukim di pinggiran wilayah Indonesia atau di daerah pedalaman.

baca juga:

Tampak jelas adanya perbedaan, kiranya begitu yang ada dalam benak kami Tim Akurat.co kala berkunjung ke Desa Cibeo yang terletak di perkampungan Suku Baduy Dalam, Lebak Banten.

Bila umumnya saat ini anak-anak usia dini sudah dimanjakan dengan gadget untuk aktivitas sehari-hari, dan selalu terpapar produk-produk industri komunikasi, maka tidak demikian bagi anak-anak yang tinggal di pedalaman suku Baduy Dalam ini. 

Seperti Salia, berbeda dengan anak kebanyakan. Salia tidak dibiasakan karib dengan gadget maupun alat teknologi lainnya.

Salia merupakan anak dari Kang Santa dan Teh Lilis yang tinggal di Desa Cibeo suku Baduy Dalam. Ia berusia delapan tahun dan merupakan anak pertama, kedua adiknya bernama Janirah (enam tahun) dan Jarwati (enam bulan).

Ayahandanya, Kang Santa, melarang Salia untuk bermain gadget dengan berbagai alasan. Salah satunya karena memang tradisi masyarakat baduy melarang siapapun yang tinggal di Baduy Dalam untuk tidak bersentuhan dengan teknologi seperti gadget.

Kendati demikian, dewasa ini masyarakat Baduy sebenarnya sudah bisa menggunakan telepon genggam sebagai alat komunikasi. Hanya saja, penggunaannya bisa dilakukan apabila di luar daerah Baduy Dalam.

Seperti Kang Santa, ia mengakui, dirinya memang memiliki telepon genggam yang hanya digunakan sebagai alat komunikasi. Bukan diberikan kepada Salia yang kemudian digunakan untuk bermain seperti anak lain yang tinggal di luar Baduy.

Suku Baduy Dalam. AKURAT. CO/Atikah Umiyani

"Saya ada HP, tapi saya titipkan di tempat kaka saya yang tinggal di Baduy Luar soalnya disini gaboleh bawa HP. Kalau kena razia bisa diambil HP nya," tutur Kang Santa.

Kepada penulis ia menerangkan, razia itu kerap dilakukan setahun tiga kali oleh Puun (panggilan kepada ketua adat) bersama dengan orang-orang kepercayaannya.

"Setahun bisa tiga kali, dadakan razianya. Kalo Razia gitu barang-barang teknologi dari luar baduy dikumpulin di halaman rumah kemudian bisa dibakar atau dibuang dari Baduy Dalam," paparnya. 

Anak Baduy Dalam Dilarang Bersekolah

Sepanjang perjalanan menuju baduy beberapa kali penulis mencoba mengajak berbicara Salia, namun karena bahasa yang agak berbeda maka terasa sulit bagi Salia untuk menjawab setiap pertanyaan yang penulis lontarkan.

Ya, masyarakat baduy memang memiliki bahasa sendiri untuk aktivitas sehari-hari, biasanya bahasa yang mereka gunakan yaitu bahasa Sunda (cenderung kasar). Ia tidak mengerti bahasa Sunda halus, dan oleh karenanya ia hanya menjawab pertanyaan yang sekiranya menggunakan bahasa yang ia mengerti.

Yang penulis tangkap, Salia dan anak suku Baduy Dalam juga dilarang untuk mengenyam pendidikan laiknya anak pada umumnya. Masyarakat Desa Cibeo ini menolak segala bentuk modernisasi termasuk pendidikan formal.

Bahkan diakui Kang Santa, dahulu ia belajar membaca dan mengenal huruf dengan menggunakan bungkus makanan seperti bekas bungkus Indomie. Melalui itulah kemudian ia bisa mengenal huruf dari A sampai Z.

Sementara untuk permainan, tidak hanya gadget yang dilarang untuk dimainkan oleh anak-anak di Baduy Dalam. Karena ternyata segala jenis permainan yang sekiranya tidak sesuai dengan adat istiadat leluhur juga dilarang untuk dilakukan anak yang tinggal di Baduy Dalam. Hal ini diketahui penulis saat salah seorang dari tim Akurat.co menawarkan Salia bermain bola ketika melihat anak Baduy Luar yang sedang bermain bola.

"Nte boleh main bola," ujarnya sambil berlalu.

Seketika penulis tersontak, bagaimana mungkin sejenis permainan sepakbola saja dilarang untuk dimainkan. Namun, inilah yang dinamakan tradisi. Mereka yang tinggal di Baduy Dalam memang diharuskan menuruti segala adat istiadat dan tradisi yang sudah ditetapkan oleh leluhur sejak dulu.

Kang Santa menjelaskan, hanya permainan yang dibuat orang Suku Baduy Dalam sendiri yang boleh dimainkan anak-anak yang tinggal di suku Baduy Dalam. Seperti misalnya, seluruh permainan yang dibuat dari bahan kayu ataupun bambu.

"Gak boleh main bola, bolehnya mainan yang dibikin sendiri dari bahan kayu atau bambu," jelasnya.

Dengan demikian penulis yakin, mereka yang tinggal di Suku Baduy adalah mereka yang tahan dengan keseluruhan peraturan, adat istiadat serta tradisi yang ditetapkan sejak dulu oleh para leluhur.

Mereka yang tinggal di Suku Baduy Dalam ini menjadi bukti, bahwa meskipun mereka tidak mengenal pendidikan dan teknologi tapi mereka tetap bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga sekarang seperti menjual kain tenun asli buatan mereka dan pernak-pernik lainnya kepada para wisatawan yang berkunjung ke Baduy.

Suku Baduy Dalam. AKURAT. CO/Atikah Umiyani

Bahkan tidak hanya itu, cara mereka berkata maupun bersikap terhadap penduduk luar Baduy juga sangat erat dan hangat layaknya kekeluargaan sehingga menepis anggapan bahwa masyarakat Baduy tertutup dengan masyarakat luar Baduy. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Antusias Orangtua Daftarkan Anaknya PPDB Jenjang SD di Jakarta Utara

Image

Iptek

Nintendo akan Rilis Switch Model Terbaru Produkan Asia Tenggara

Image

Iptek

LG Luncurkan Monitor Gaming Berkecepatan 1 Milisecond

Image

Iptek

CEO Huawei: Akibat Remehkan Sanksi AS, Pendapatan Perusahaan Menurun

Image

Iptek

Lakukan Reorganisasi, Amazon Game Studios PHK Sejumlah Pengemang Gimnya

Image

News

Pembukaan PPDB di Tangerang Minim Informasi, Dinas Pendidikan: Kami Mohon Maaf

Image

News

Pesan Ketum PBNU ke Kader PKB: Miliki Kemampuan Berpolitik Jangan Mudah Terjebak

Image

News

Cak Imin: Kader PKB yang Lolos ke DPR Harus Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Image

Iptek

Huawei Kurangi 60 persen Pengiriman Ponsel Global, Honor 20 Juga Kena Imbasnya!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

3 Ide Memasarkan Usaha Kecilmu dengan Biaya Murah Meriah

Menjalankan bisnis online atau toko e-commerce sejatinya memang membutuhkan banyak perhatian.

Image
Ekonomi

OJK Revisi Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Jadi 9 - 11 Persen

OJK merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9 persen - 11 persen.

Image
Ekonomi

Menteri Basuki Ikuti Pemda Terkait Trase Tol Padang-Pekanbaru

Pihaknya telah menerima surat dari Pemprov yang berisi permintaan masyarakat untuk memindahkan trase pembangunan jalan tol

Image
Ekonomi

Bank Indonesia Akui Ada Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan

Perry Warjiyo mengaku telah membuka ruang untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate.

Image
Ekonomi

Pendapatan HKMU Melesat 74 Persen Jadi Rp865 Miliar

"Perolehan ini ditopang oleh sisi perdagangan," kata Direktur Keuangan HKMU Pratama Girindra W.

Image
Ekonomi

Soal Tarif Batas Atas dan Bawah, DPR: Kami Sudah Panggil Kemenhub

Menteri Perhubungan kala itu sudah berjanji untuk menghitung kembali tarif batas atas dan bawah industri penerbangan.

Image
Ekonomi

Menperin Yakin Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Bawa Efek Berganda

Pesatnya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan akan membawa efek berganda yang luas.

Image
Ekonomi

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp2,89 Triliun, Untuk Apa Saja?

Kemenperin mengusulkan ke Komisi VI DPR tambahan anggaran sebesar Rp2,89 triliun untuk membiayai beberapa program prioritas tahun 2020.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Indonesia Bisa Tingkatkan Potensi Ekspor ke AS dengan Produk-produk Ini

"Pilihan komoditas ekspor yang tepat dan strategi diplomasi perdagangan Indonesia perlu terus dioptimalkan"

Image
Ekonomi

4 Tips Memulai Usaha Tanaman Hias, Biar Bisnismu Semringah

Bagi kamu yang berminat membuka bisnis tanaman hias berikut ini simak apa yang harus dilakukan

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 6 Bisnis Ini Tak Akan Bangkrut Ditelan Zaman

  2. Terkait Perubahan Permohonan BPN Saat Sidang, Pengamat: Hakim MK Bisa Akhiri Polemik Itu

  3. Ahli Hukum: Akan Lebih Kuat Jika MK yang Meminta Langsung Perlindungan Saksi 02 ke LPSK

  4. Warga Garut Akui Sensen Komara Sebagai Rasul dan Presiden RI, Polisi: Sudah Diamankan, Namanya Hamdani

  5. Istri Agung Hercules Minta Pihak RS Agar Merahasiakan Artis yang Menjenguk

  6. Tesla Kini Jual Model 3 Bekas di AS, Segini Harganya

  7. KLB Demokrat Upaya Hentikan Karir Politik AHY

  8. Banyak yang Dukung Adian Napitupulu Jadi Menteri, Jokowi: Saya Tidak Ingin Menyebut Nama Dulu

  9. Danyonif 755: Ternyata Mereka Tak Hanya Jago Berperang, Tapi Jago Juga Gemu Famire

  10. Ditanya soal Masa Depan, Pogba Bikin Pengakuan Mengejutkan

Available

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang
Available

kolom

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image
UJANG KOMARUDIN

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Image
Hasan Aoni

Impian Negeri Tuhan dari Teras Saidah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

8 Potret Terbaru Mantan Kepala Bareskrim Susno Duadji, Tanam Padi hingga Kopi

Image
News

6 Potret Taj Yasin Maimoen Jalankan Tugas sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah

Image
News

5 Karier Denny Indrayana, Dari Wamenkumham Hingga Kuasa Hukum Prabowo-Sandi