image
Login / Sign Up

BI Lakukan Intervensi Cegah Berlanjutnya Pelemahan Rupiah

Siti Nurfaizah

Image

Teller Bank BNI menghitung pecahan uang kertas seratus ribu rupiah di Gedung BNI Pusat, Jakarta, Senin (23/7/2018) .PT Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,44 triliun pada Semester Pertama 2018 atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit Makro dan Mikro. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mengaku sudah melakukan intervensi di pasar spot dan pasar domestik mata uang valas berjangka (Domestic NDF) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi terhadap dolar AS akibat sentimen pelaku pasar global setelah anjloknya nilai mata uang Peso Argentina.

"Kami melihat pasar terkejut terutama dengan peristiwa politik di Argentina," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah dilansir dari Antara di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Bank Sentral sudah menstabilisasi nilai tukar mata uang "Garuda" di spot dan DNDF agar depresiasi sejak pagi tidak merosot terlalu jauh.

BI juga bersiap intervensi di pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) setelah hasil lelang SBN diumumkan terutama jika banyak investor asing yang melepas SBN dan dapat melemahkan nilai tukar rupiah.

baca juga:

"Untuk menyikapi market surprise (kejutan di pasar) yang sifatnya temporer kami tentu tidak ingin menimbulkan dampak terhadap mata uang rupiah," ujar Nanang.

Gejolak di pasar finansial global hari ini terutama negara-negara berkembang, timbul setelah depresiasi tajam mata uang Argentina, peso hingga 14,5 persen menjadi 53 peso per dolar AS pada Senin (13/8).

Anjloknya peso Argentina terjadi pasca-pemilihan presiden putaran pertama Argentina yang menghasilkan suara dengan kemungkinan terbesar untuk kemenangan pemimpin oposisi Alberto Fernandez. Pasar bereaksi negatif karena pemimpin opisisi itu dikenal sebagai tokoh pengusung rezim pengendalian devisa (capital control) di Argentina.

Naik daunnya Fernandez juga menguatkan proyeksi bahwa krisis ekonomi Argentina dapat semakin memburuk dan berdampak pada negara-negara latin lainnya seperti Brazil.

Olah karena gejolak itu, Nanang mengatakan tidak hanya rupiah yang melemah, namun juga seluruh mata uang negara-negara berkembang atau emerging markets. 

Dengan kepanikan itu, terjadi aksi investor melarikan modalnya ke aset yang lebih aman atau flight to quality.

Tercatat, won Korea Selatan, dolar Singapura, yuan China, Ringgit Malaysia, Peso Filipina, dan rupe India juga melemah.

Tekanan pada mata uang rupiah dan negara-negara lain di kawasan juga timbul dari unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang menimbulkan proyeksi bahwa pemerintah China akan melakukan intervensi politik.

Hingga 14.55 WIB atau sekitar satu jam menjelang penutupan, rupiah semakin melemah hingga ke level Rp14.322 per dolar AS di pasar spot. Namun, rupiah tidak sendiri, ruppe India, dan peso Filipina juga melemah masing-masing ke level depresiasi 0,64 persen dan 0,9 persen.

Pada pagi tadi, rupiah dibuka sudah melemah melemah 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp14.280 per dolar AS dibanding posisi penutupan sebelumnya Rp14.250 per dolar AS.

Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga melemah 63 poin menjadi Rp14.283 per dolar AS dibanding Senin (12/8) yang sebesar Rp14.220 per dolar AS.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Setelah Kivlan Zen, Giliran Berkas Habil Marathi Diserahkan ke Kejaksaan

Image

Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Image

News

Roy Suryo Sarankan Menteri Jokowi Pakai Mobil Rental

Image

Ekonomi

Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

Image

Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, IHSG Malah Tak Semringah

Image

News

Fadli Zon Sebut Pertemuan World Bank di Bali Lebih Boros Ketimbang Mobil Baru

Image

Ekonomi

Kebijakan Fed dan BI Soal Suku Bunga Buat Rupiah Bersorak

Image

News

HUT ke-74 RI

FOTO Peringatan HUT ke-74 RI di KRI Bima Suci

Image

News

Korea Utara Sebut Uji Coba Rudal AS Picu Perang Dingin, Tegaskan untuk Berdialog

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menteri Rini Targetkan Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina Rampung September 2019

Rini dorong Pertamina untuk mempercepat penanganan atas tumpahan minyak dan ditargetkan penanganan tuntas September 2019.

Image
Ekonomi

Jawab Soal Ekspor nikel, Menko Luhut: Tak Ada Loby Meloby

Ekstrak kobalt dari sana akan jadi bahan material baterai litium dan 70 persen itu semua ada di Indonesia.

Image
Ekonomi

Begini Penampakan Penataan Ibu Kota Baru di Kaltim

Akurat.co mencoba menjabarkan mengenai gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara yang baru.

Image
Ekonomi

Jualan Pas Konsumen Puas, 3 Cara Tepat Tentukan Harga Produk

Penjualan dengan sistem paket atau bundling ini bisa dimanfaatkan karena dapat mendongkrak volume atau jumlah penjualan produk.

Image
Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Alasan penurunan suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Image
Ekonomi

Mendag Klaim Kinerja Perdagangan Indonesia Semakin Membaik, Faktanya?

Mendag klaim perdagangan Indonesia mulai membaik.

Image
Ekonomi

Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

berikut ini hewan-hewan ternak unik atau aneh yang sudah ada di Indonesia.

Image
Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, IHSG Malah Tak Semringah

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019), IHSG lesu 0,22% atau 13,7 poin menjadi 6239,24.

Image
Ekonomi

SPBU Penyalur Hadir di Nusa Ceningan, Masyarakat Dapat BBM Harga Murah

Kehadiran BBM Satu harga di Pulau Nusa Ceningan ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Image
Ekonomi

Kebijakan Fed dan BI Soal Suku Bunga Buat Rupiah Bersorak

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019) naik 0,04% ke Rp14235.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ditanya Menyesal Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier: Sakit Mendengarnya!

  2. Kritik Jokowi, Ini 6 Fakta Sepak Terjang Karier Gubernur Papua Lukas Enembe

  3. Kembali Hebohkan Dunia Maya, 5 Fakta Perjalanan Kasus 'Vina Garut'

  4. Jaksa Satriawan Masih Ditemui Warga Sedang Ibadah Salat Magrib saat Hari OTT KPK

  5. Pembangunan Stadion di Lahan Sengketa Berlanjut, Gubernur Anies Dinilai Tak Hormati Proses Hukum

  6. Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

  7. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  8. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  9. Gak Jadi Diperiksa, Ternyata Nikita Mirzani Sudah Kirim Surat ke Polisi

  10. Lawan Jorgensen, Jonatan Tak Ingin Anggap Remeh

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya

Image
News

Tutup Usia, 6 Fakta Pencipta Komik 'Panji Koming' Dwi Koendoro