image
Login / Sign Up

Dicap 'Bajak Laut' yang Sengsarakan Nelayan, Begini Fakta-fakta Kinerja Menteri Susi

Denny Iswanto

Image

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat akan memberikan keterangan mengenai penangkapan empat kapal ikan ilegal yang membawa narkoba di gedung Kementerian KKP, Gambir, Jakarta, Rabu (27/2). Keempat kapal itu ditangkap karena diduga menyelundupkan narkoba itu adalah KM Sunrise Glory ditemukan 1 ton narkoba, kapal kedua MV Min Lian Yu Yuan disita 81 karung berisi 1,6 ton sabu sedangkan Kapal ketiga dan keempat MV Win Long BH dan MV Fu Yu BH 2916 masih dilakukan pencarian narkoba. Pihak KKP akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk menjatuhi hukuman yang paling berat terhadap kapal tersebut agar bisa ditenggelamkan | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Beberapa waktu ini, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, menjadi sorotan masyarakat, lantaran Faizal Asegaf selaku mantan anggota Presidium Alumni 212, menyematkan gelar 'Bajak Laut' pada Menteri nyentrik ini.

Bukan tanpa sebab, gelar Bajak Laut itu disematkan. Pasalnya Faizal Assegaf menilai kinerja Menteri Susi jauh dari apa yang selama ini digembar-gemborkan. Faizal menyatakan bahwa di samping penenggelaman kapal-kapal yang selalu ramai dibicarakan, ternyata sektor kelautan Indonesia hanya menyumbang Rp 1 triliun pendapatan negara per tahun. Apalagi banyak nelayan yang masih menderita.

Bukan itu saja, Faizal juga pernah menyebut Menteri Susi pernah menjadi buronan polisi lantaran mencuri BBM sebelum menjabat jadi Menteri di kabinet Joko Widodo periode pertama ini.

baca juga:

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pun mendukung pernyataan Faizal dengan mengatakan bahwa Menteri Susi hanya besar di cerita saja, kinerjanya 'kosong' dan nelayan menjerit.

Lantas apa benar kinerja Susi Pudjiastuti selama ini 'kurang', seperti yang dilontarkan Faizal Assegaf secara terus-menerus di sosial media. Bahkan sesekali Twit War langsung dengan Menteri Susi.

Berikut fakta-fakta singkat kinerja Susi Pudjiastuti saat menukangi Kementerian Kelautan dan Perikanan selama lebih dari 4,5 tahun ini, yang dikumpulkan Akurat.co:

1. KKP Laporkan Kinerja Memuaskan pada Semester Pertama

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2019. Menteri Susi Pudjiasuti menyampaikan, sepanjang semester I 2019 ini pihaknya telah mendapatkan berbagai capaian manis dari ketegasan Indonesia dalam menangani illegal fishing selama 4,5 tahun terakhir.

Peningkatan itu antaranya dibuktikan dengan naiknya nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan dan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Nilai PDB Perikanan naik dari Rp58,97 triliun pada TW I-2018 menjadi Rp62,31 triliun pada TW I-2019.

Sementara itu, NTN yang berada pada angka kurang dari 106 persen pada tahun 2014 naik mencapai 113,08 persen pada Mei 2019.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, KKP juga telah memberikan 1.048.000 premi asuransi untuk nelayan sepanjang 2016-2018.

KKP juga terus menunjukkan ketegasannya secara konsisten dalam bidang pengawasan kelautan dan perikanan.

Hingga Juni 2019, KKP telah melakukan penangkapan kapal ilegal sebanyak 67 kapal yang tediri dari 17 kapal Malaysia, 15 kapal Vietnam, 3 kapal Filipina, dan 32 kapal Indonesia. Sejak Oktober 2014-Juni 2019 KKP juga sudah menenggelamkan 516 kapal.

2. Gubernur Bank Indonesia Memuji Kinerja Menteri Susi

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengapresiasi kinerja Menteri Susi Pudjiastuti yang dapat terus meningkatkan potensi perikanan di Indonesia.

"Saya kira kita terima kasih kepada Bu Susi, bahwa ikan di Indonesia semakin banyak. Sudah berkembang, banyak anak-anaknya, banyak cucu-cucunya," kata Perry, saat ditemui pekan lalu di Jakarta.

Menurut dia, Menteri Susi juga menjaga dan mendidik agar nelayan bisa menangkap ikan dengam cara yang ramah lingkungan.

"Banyak produk hasil fishery yang tentu saja kalau kita lakukan tranformasi, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

3. Bappenas Menilai Program Menteri Susi Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian PPN/Bappenasmenyebutkan program Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bappenas terhadap efektivitas belanja kementerian/lembaga pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo, peningkatan pada belanja barang di kementerian ternyata memiliki elastisitas atau daya dongkrak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi, ketimbang belanja modal.

4. Menteri Susi Kurang Perhatian pada Daya Saing Nelayan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang menjabat pada periode 2001-2004, Rohkmin Danuri, menilai, selama 5 tahun terakhir, sektor perikanan tidak banyak mengalami kemajuan. Menurutnya ini karena kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti yang tak memberikan dampak yang positif bagi perekonomian.

Rokhmin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sektor perikanan berada dalam tren turun sejak angka tertinggi di tahun 2015 yaitu 7,89 persen menjadi 5,20 persen di tahun 2018. Posisi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan Indonesia pada 2018 terakhir berkisar pada Rp150-200 triliun.

Sebenarnya potensi ekonomi dari sebelas sektor kelautan mencapai USD 1,33 triliun per tahun dan nilai itu setara dengan 1,3 kali PDB nasional saat ini atau 5 kali lipat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Menurut Rokhmin, masalah ini terlihat dari bagaimana penanganan Susi yang lebih peduli meledakkan kapal ketimbang mendorong nelayan lokal untuk bersaing dengan nelayan asing. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemarau Panjang, Perry Optimis Inflasi Tepat Sasaran Hingga Akhir Tahun

Image

Ekonomi

Kaltim Benar-benar Jadi Ibu Kota? Jokowi: Masih Tunggu 1-2 Kajian

Image

Ekonomi

Begini Penampakan Penataan Ibu Kota Baru di Kaltim

Image

Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Image

Ekonomi

Menimbang Keunggulan dan Kelemahan Kaltim Sebagai Ibu Kota Baru RI

Image

Ekonomi

Persiapan Jadi Ibu Kota, Ini Cara Gubernur Kaltim 'Sikat' Spekulan Tanah

Image

Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Menjadi 5,5 Persen

Image

Ekonomi

Ibu Kota Ternyata Pindah ke Kaltim

Image

Gaya Hidup

Serunya Menginap di Kapal Bajak Laut Sambil Menyusuri Sungai Mississippi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Investor Tunggu Kepastian Penurunan Suku Bunga, Emas Belum Berkilau

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 7,2 dolar AS menjadi ditutup pada 1.508,50 dolar AS per ounce.

Image
Ekonomi

Gerindra Desak Pemerintah Segera Pisahkan DJP Dari Kemenkeu

Gerindra meminta pemerintah untuk merealisasikan pemisahan DJP dari Kemenkeu yang sudah tertuang dalam RUU KUP.

Image
Ekonomi

Pembangunan Underpass Bandara NYIA Capai 74,3 Persen

Hingga pertengahan Agustus 2019, progres konstruksi underpass sepanjang 1,3 km yang dibangun di bawah bandara tersebut mencapai 74,3 persen.

Image
Ekonomi

Australia Kebanjiran Pengungsi 'Kaya' dari Hongkong

Australia melihat ada minat tinggi dalam program visa khusus millionaire dari penduduk kaya Hong Kong

Image
Ekonomi

Kemarau Panjang, Perry Optimis Inflasi Tepat Sasaran Hingga Akhir Tahun

Inflasi hingga akhir tahun 2019 tetep dalam sasaran yakni titik tengah di bawah 3,5 persen.

Image
Ekonomi

Pengusaha Bakal Rugi Rp50 Triliun Jika Pemerintah Kekeuh Segerakan Larangan Ekspor Bijih Nikel

Hal itu berpengaruh terhadap progres pembangunan fasilitas smelter dan dipastikan akan menjadi mangrak.

Image
Ekonomi

FKSPI Sebut Pengawas Intern Mampu Dukung Pencegahan Korupsi di BUMN

FKSPI dukung upaya pencegahan berbagai bentuk tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN dengan mengembangkan whistleblowing system.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

China Peringatkan AS Tak Tambahkan Tarif Bulan Depan

Kementerian Perdagangan China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan perang perdagangan lebih lanjut.

Image
Ekonomi

Gelar Pertemuan Bilateral, Menko Luhut Tawarkan Peralatan Militer Hingga Sawit

Kedua pemimpin juga berbagi pengalaman dalam menghadapi diskriminasi sawit dari Uni Eropa.

Image
Ekonomi

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Pemerintah dinilai perlu mendorong kreativitas pelaku ekonomi agar menghasilkan produk yang bersaing

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lagi di Singapura, Uya Kuya Sedih Blackpink Meninggal Dunia

  2. Video Vulgar Tersebar, Duo Semangka Jelaskan Kronologinya

  3. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  4. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  5. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  6. Alasan Simon McMenemy Panggil Bomber Timnas U-19

  7. Tyson Fury Akui Pukulan Wilder Mematikan

  8. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  9. Lebih Sering Mager, 5 Zodiak Ini Dikenal Hobi Bermalas-malasan

  10. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya