image
Login / Sign Up

Berinvestasi Saham Itu Mudah dengan Hanya Ratusan Ribu Rupiah, Ini Caranya

Anggi Dwifiani

Image

Layar pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Masih banyak orang Indonesia yang belum menanamkan investasi di saham. Hal ini karena investasi terdengar seperti hanya orang kaya saja yang bisa melakukannya.

Padahal, investasi ini sangatlah menguntungkan, siapapun bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dari ditaruh di perbankan. Investasi juga bisa dilakukan dengan jumlah yang kecil, bahkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Anda dapat berinvestasi dengan minimal Rp100 ribu.

Tak perlu khawatir dengan risikonya, jika Anda belum berani untuk berisiko tinggi, cukup menanam saham dengan jumlah kecil sehingga risikonya pun kecil. Namun, sebenarnya, pilihlah saham yang pendapatannya cenderung stabil naik, meskipun tidak besar dan terkadang jatuh, itulah yang teraman!

baca juga:

Sebelum lebih jauh, ada baiknya ketahui dulu tahapan-tahapan cara menabung saham yang benar dan praktis.

Cara menabung saham bagi pemula

Kini menabung saham sudah bisa dilakukan oleh semua kalangan. Kamu gak perlu tajir-tajir banget kok buat bisa menjadi investor di perusahaan top. Tapi pasti banyak deh yang gak tahu bagaimana cara menabung saham apalagi buat kamu yang masih pemula dalam hal investasi saham. Nah berikut ini tahapan yang harus kamu lakukan sebelum menjadi investor seutuhnya.

1. Membuka rekening

Sama saja kaya menabung di bank-bank konvensional, kamu juga perlu membuka rekening saham terlebih dahulu untuk bisa mulai bertransaksi. Tapi, untuk membuka rekening ini kamu harus melalui perusahaan-perusahaan sekuritas atau broker.

Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan sekuritas yang terpercaya dan bisa kamu jadikan pilihan untuk membuka rekening. Menemukan mereka juga sangat gampang kok, biasanya sih bank-bank ternama juga memiliki anak perusahaan sekuritas, misalnya seperti BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan perusahaan sekuritas lainnya seperti Mirae Asset Sekuritas, Indo Premier Sekuritas dan masih banyak lagi.

Tapi perlu diingat kembali, pastikan kamu memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Oh iya, kamu gak perlu repot-repot datang ke kantor mereka, karena pembukaan rekening sudah bisa dilakukan secara online. Jangan lupa mempersiapkan dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan.

KTP atau paspor

Kartu NPWP

Fotokopi buku tabungan

Fotokopi kartu keluarga

Materai 6 ribu

2. Top up dana ke rekening saham untuk mendapatkan akses ke aplikasi jual beli

Membuka rekening saja gak cukup buat melakukan transaksi jual beli saham. Cara menabung saham selanjutnya yaitu melakukan top up dana ke rekening yang telah kamu buat. Tujuannya ya tentu untuk mendukung proses pembelian saham. Dana yang diisi ke rekening tersebut akan dipergunakan untuk membeli saham di bursa efek.

Setelah mengisi rekening dengan sejumlah uang, kamu akan diberikan ID sebagai akses ke aplikasi jual beli saham di perangkat pintarmu.

3. Unduh aplikasi pembelian saham

Setelah mendapatkan askes, tinggal kamu unduh aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas tempatmu membuka rekening. Biasanya aplikasi bisa digunakan di ponsel pintar atau komputer, tergantung selera kamu mau melakukan transaksi lewat mana. Lebih praktis sih lewat ponsel pintar, karena pergerakan saham bisa dipantau setiap saat dan di mana pun dengan praktis.

4. Cara membeli saham

Cara membelinya juga gak sulit kok, pastikan dulu kamu sudah menetapkan saham yang ingin dibeli. Kemudian klik buy, dan masukkan jumlah pembeliaannya yang minimal 1 lot atau 100 lembar.  

Transaksi jual beli ini ternyata juga ada waktunya lho, kamu gak bisa sembarangan beli. Layaknya pasar, mereka juga memiliki jam buka dan jam tutup. Untuk hari Senin hingga Jumat, bursa saham dibuka mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB, dan 13.30 WIB sampai 16.15 WIB.

Keuntungan dan risiko menabung saham

Setelah mengetahui cara menabung saham, ada baiknya kamu juga mengetahui keuntungan dan risikonya. Namanya menabung sih seharusnya gak ada kerugiannya ya, tapi beda kalau nabung saham, karena kamu juga berpotensi menderita beberapa kerugian.

Pertama kita akan bahas tentang keuntungannya terlebih dahulu. Ketika kamu memutuskan untuk membeli sebuah saham, akan ada dua keuntungan yang didapatkan, pertama adalah dividen, dan capital gain, apa itu?

1. Keuntungan, dividen dan capital gain

Dividen merupakan pembagian laba yang akan diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Berapapun saham yang kamu miliki, pasti akan mendapatkan bagian terhadap keuntungan yang didapatkan, tentunya pembagian tersebut bersifat proporsional dengan besaran saham.

Dividen ada dua macam, yaitu dividen tunai dan dividen saham. Sesuai namanya, dividen tunai tentu yang akan didapatkan pemegang saham adalah uang tunai yang dihitung berdasarkan jumlah satu lembar saham yang dimiliki. Sementara dividen saham, perusahaan akan membagi-bagikan keuntungan dalam bentuk saham. Jadi jumlah saham yang dimiliki oleh para pemegang saham akan bertambah dengan sendirinya.

Selain dividen, pemegang saham juga berpotensi mendapat keuntungan dari naiknya nilai saham yang disebut dengan capital gain. Jadi harga jualnya lebih tinggi ketimbang harga belinya, dan kondisi seperti ini dipengaruhi oleh aktivitas atau sentimen-sentimen perdagangan di bursa efek.

Misalnya kamu membeli saham A per lembarnya Rp 1.500 tapi kemudian kamu menjualnya dengan harga Rp 2.000 rupiah, nah berarti keuntungan capital gain yang didapatkan adalah Rp 500 perak per lembarnya. Lumayan kan kalau kamu punya 100 lembar, 500 kali 100 sudah Rp 50.000, gimana kalau punya saham ribuan lembar!

2. Risiko kerugian, capital loss dan suspend  

Ada keuntungan ada pula kerugian, itulah yang terjadi kalau kamu memutuskan untuk menabung saham. Kerugiannya yaitu capital loss dan suspend. Capital loss merupakan kebalikannya dari capital gain, yang artinya harga jual lebih rendah dibandingkan dengan harga beli.

Kalau misalnya harga jatuhnya sangat drastis dan saham yang kamu miliki sangat banyak, ya bayangkan saja betapa pusingnya menderita kerugian drastis. Kalau gak mau rugi, ya bisa saja kamu pertahankan saham tersebut sampai kondisi pasarnya kembali memulih atau paling tidak mendekati harga saat kamu beli dulu.

Sementara suspend artinya saham yang kamu miliki diberhentikan sementara perdagangannya oleh bursa efek. Akibatnya, para investor atau pemegang saham gak bisa deh menjual sahamnya ketika masa-masa suspend selesai dicabut. Pada umumnya sih sanksi seperti ini berlangsung tidak lama, sekitar satu hari tapi bisa berhari-hari lamanya. Penyebabnya adalah bisa karena harga saham turun drastis dalam waktu singkat, perusahaan pailit, atau perusahaan tidak bisa memberikan laporan keuangan ke bursa efek.

Modal awal yang dibutuhkan untuk menabung saham

1. Bagaimana cara pilih saham yang bagus

Cara menabung saham bukan hal yang asal-asalan saja, harus ada pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk menabung. Salah satunya adalah memilih saham yang bagus. Indikator penilaian saham bagus diantaranya adalah laporan keuangan perusahaan baik, prospek bisnis ke depannya potensial, manajemen perusahaan dapat dipercaya atau tidak, bisnisnya menjanjikan atau enggak.

Di Indonesia sendiri ada tiga kriteria perusahaan yang layak untuk dimiliki oleh kamu para investor, yaitu saham perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, konstruksi, dan konsumer.

2. Nominal ideal investasi saham

Untuk mengetahui besaran idealnya adalah harus disesuaikan dengan pendapatanmu per bulannya. Cara menabung saham yang ideal adalah dengan menyisihkan 10 persen pendapatan.

Jadi misalnya pendapatan kamu per bulan Rp 5.000.000 per bulan, kamu harus menyisihkan Rp 500.000 setiap bulannya. Belilah saham yang kira-kira sesuai dengan budget kamu tersebut. Tapi ingat, carilah yang bergerak di bidang perbankan, konstruksi, atau konsumer.

3.  Kapan harus membeli dan menjual saham?

Masing-masing investor tentu memiliki orientasi yang berbeda-beda. Ada yang menabung saham dalam jangka panjang, namun ada juga yang lebih memilih bermain dalam waktu yang singkat atau trader. Tapi hukumnya dalam dunia investasi adalah semakin dini menabung maka semakin bagus, sedangkan untuk menjualnya, semakin lama kamu memiliki saham itu, maka semakin bagus harga jualnya.

Untuk persoalan waktu, momen yang tepat untuk membeli saham adalah di bulan September dan Oktober, sementara untuk bulan Mei adalah waktu yang tepat untuk menjualnya. Pada bulan Mei atau musim liburan, rata-rata orang ingin menjual sahamnya, sehingga harga pasar bakalan turun. Nah untuk menyiasatinya, kamu bisa menjual saham kamu sebelum Mei.

Kalau di bulan September dan Oktober, harga saham bakal naik, yang artinya kamu bisa membelinya sebelum bulan-bulan itu.

4.  Daftar saham yang cocok untuk pemula

Setelah mengetahui cara menabung saham, tentu kamu dibingungkan dengan saham perusahaan apa yang cocok untuk dimiliki. Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu bisa menginvestasikan hartamu di perusahaan-perusahaan perbankan, konstruksi, dan konsumer.

Tapi tentunya pastikan bahwa perusahaan tersebut termasuk ke dalam saham Blue Chip, apa itu? Artinya perusahaan tersebut memiliki pendapatan yang stabil setiap tahunnya. Misalnya kalau industri perbankan kalian bisa membeli perusahaan-perusahaan besar seperti BRI, Mandiri, dan BNI. Sementara untuk perusahaan konsumer, kalian bisa membeli Indofood, Unilever, atau Mayora.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Image

Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, IHSG Malah Tak Semringah

Image

Ekonomi

Luhut: Indonesia Siap Berbagi Pengalaman Investasi Dengan Afrika

Image

Ekonomi

Bangku Anggota DPR RI Sepi Saat Paripurna Bareng Sri Mulyani Cs

Image

Ekonomi

Eksklusif Pengalaman Unik Destry, Buat Dirinya Cepat Adaptasi di BI

Image

Ekonomi

Investor Beralih Ke Saham, Emas Masih Redup

Image

News

Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Menanti Keputusan BI dan The Fed

Image

Gaya Hidup

Sstt..Begini Cara Sembunyikan Double Chin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menteri Rini Targetkan Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina Rampung September 2019

Rini dorong Pertamina untuk mempercepat penanganan atas tumpahan minyak dan ditargetkan penanganan tuntas September 2019.

Image
Ekonomi

Jawab Soal Ekspor nikel, Menko Luhut: Tak Ada Loby Meloby

Ekstrak kobalt dari sana akan jadi bahan material baterai litium dan 70 persen itu semua ada di Indonesia.

Image
Ekonomi

Begini Penampakan Penataan Ibu Kota Baru di Kaltim

Akurat.co mencoba menjabarkan mengenai gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara yang baru.

Image
Ekonomi

Jualan Pas Konsumen Puas, 3 Cara Tepat Tentukan Harga Produk

Penjualan dengan sistem paket atau bundling ini bisa dimanfaatkan karena dapat mendongkrak volume atau jumlah penjualan produk.

Image
Ekonomi

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

Alasan penurunan suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Image
Ekonomi

Mendag Klaim Kinerja Perdagangan Indonesia Semakin Membaik, Faktanya?

Mendag klaim perdagangan Indonesia mulai membaik.

Image
Ekonomi

Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

berikut ini hewan-hewan ternak unik atau aneh yang sudah ada di Indonesia.

Image
Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, IHSG Malah Tak Semringah

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019), IHSG lesu 0,22% atau 13,7 poin menjadi 6239,24.

Image
Ekonomi

SPBU Penyalur Hadir di Nusa Ceningan, Masyarakat Dapat BBM Harga Murah

Kehadiran BBM Satu harga di Pulau Nusa Ceningan ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Image
Ekonomi

Kebijakan Fed dan BI Soal Suku Bunga Buat Rupiah Bersorak

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019) naik 0,04% ke Rp14235.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ditanya Menyesal Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier: Sakit Mendengarnya!

  2. Kritik Jokowi, Ini 6 Fakta Sepak Terjang Karier Gubernur Papua Lukas Enembe

  3. Kembali Hebohkan Dunia Maya, 5 Fakta Perjalanan Kasus 'Vina Garut'

  4. Jaksa Satriawan Masih Ditemui Warga Sedang Ibadah Salat Magrib saat Hari OTT KPK

  5. Pembangunan Stadion di Lahan Sengketa Berlanjut, Gubernur Anies Dinilai Tak Hormati Proses Hukum

  6. Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

  7. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  8. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  9. Gak Jadi Diperiksa, Ternyata Nikita Mirzani Sudah Kirim Surat ke Polisi

  10. Lawan Jorgensen, Jonatan Tak Ingin Anggap Remeh

Available

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya

Image
News

Tutup Usia, 6 Fakta Pencipta Komik 'Panji Koming' Dwi Koendoro