image
Login / Sign Up

Anggaran Subsidi Rumah Murah di 2019 Terlalu Minim?

Dhera Arizona Pratiwi

Indepth

Image

Anak-anak bermain dikawasan perumahan tapak bersubsidi di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/6/2019). Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Daniel Djumali, mengatakan kuota pembiayaan rumah subsidi yang mencakup proyek Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisi Bunga (SSB) akan segera habis dalam 2 bulan-3 bulan ke depan (sekitar Agustus-September 2019). Hal ini juga bisa menyebabkan banyaknya akad KPR subsidi yang menggantung. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Sejak Juni, sejumlah pengembang mulai resah. Pasalnya, sisa kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk membangun rumah subsidi sudah hampir habis. Padahal saat itu, baru memasuki pertengahan tahun. 

Seperti diketahui, BTN yang menjadi salah satu bank pelaksana yang memperoleh kuota rumah subsidi sebanyak 127.104 unit. Terdiri atas 28.744 unit yang dibiayai dari dengan skema FLPP dan 98.360 unit selisih suku bunga (SSB).

Adapun total anggaran bantuan pembiayaan perumahan tahun anggaran 2019 untuk Kementerian PUPR adalah sebesar Rp11,51 triliun. Dengan rincian FLPP Rp7,1 triliun, SSB Rp3,453 triliun, SBUM Rp948 miliar, dan BP2BT Rp453 miliar. 

baca juga:

Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata pun beberapa waktu lalu berharap kepada pemerintah agar segera menambah kuota FLPP. Pasalnya, kondisi saat ini, kuota anggaran rumah subsidi sudah habis.

"Sehingga pertama kalinya dalam sejarah pembiayaan rumah subsidi program sejuta rumah mengalami stuck," ujarnya.

Menurutnya, tahun ini kuota anggaran FLPP hanya untuk membangun 168 ribu unit. Namun, jika disetarakan dengan peningkatan harga anggaran, itu hanya mampu membangun 155 unit.

Menurut sejarah studi empiris, rumah subsidi itu rata-rata kenaikannya 30-40 ribu per tahun. Pada 2018 itu ada 256 ribu unit, berarti harusnya tahun ini sekitar 286 ribu unit. 

"Tahun ini kok ada penurunan jadi 168 ribu unit, atau kalau diasumsikan harga baru hanya 155 ribu unit," ujarnya.

Pada Mei 2019 saja, kata Eman, sisa kuota rumah subsidi hanya tinggal 50 ribu unit. Sementara hingga Juli 2019, sisanya tinggal 20 ribu unit lagi. Jatah tersebut pun diperkirakan akan habis hanya dalam jangka waktu sebulan.

Kementerian PUPR sendiri, kata Eman, memang sudah mengajukan tambahan anggaran FLPP sebesar Rp8,66 triliun. Angka itu setara 70-80 ribu unit tambahan kuota.

"Jika per Juli sisa 20 ribu unit, maka jika ditambah dengan tambahan anggaran itu bisa ada tambahan 100 ribu unit," terang Eman.

Saat ini, kata Eman, banyak proyek perumahan subsidi yang tak jelas nasibnya. Rumah sudah dibangun namun tidak bisa akad lantaran belum adanya kejelasan terkait tambahan kuota FLPP.

Ia pun khawatir jika tidak ada tambahan kuota maka rumah subsidi yang tak jelas nasibnya justru memberikan dampak negatif. Pengembang tak bisa membayar kredit pembangunan ke bank dan efeknya kredit bermasalah perbankan akan meningkat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Penyediaan Perumahan pun mengakui, kuota penyaluran FLPP oleh BTN saat ini sudah habis. Namun, untuk 24 bank penyalur lainnya masih tersedia.

"Jadi, yang habis itu jatah untuk BTN, tapi bank lain masih ada. Kita akan evaluasi kalau bank lain nanti lambat (penyalurannya)," ucap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

Menurutnya, evaluasi realisasi penyaluran FLPP oleh 25 bank penyalur akan segera dilakukan. Namun, terlebih dahulu akan dikoordinasikan dengan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur yang akan membuat laporannya kemudian diteruskan ke Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

"Kira-kira laporan dari PPDPP itu nanti kita akan evaluasi, apakah kuota yang dikasihkan ke bank lain efektif apa enggak. Kalau enggak, ya harus segera dimanfaatkan, daripada kosong," paparnya.

Kemudian, kata Khalawi, pihaknya juga akan mempertimbangkan tambahan anggaran subsidi FLPP jika masih dibutuhkan. Pada langkah ini, harus dibicarakan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Meski demikian, Kementerian PUPR menegaskan anggaran bantuan atau subsidi perumahan sebenarnya belum habis secara keseluruhan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, hingga saat ini, capaian kinerja FLPP baru sekitar 70 persen. Artinya, masih ada sisa 30 persen yang bisa diproses.

"Kalau teman-teman selama ini sering menuliskan, mungkin data dari pengembang bahwa bantuan perumahan subsidihabis, sebetulnya tidak demikian. FLPP itu capaian kinerjanya masih sekitar 70 persen, jadi masih ada 30 persen yang kita bisa proses," ucapnya.

Kemudian untuk SSB, sampai saat ini realisasinya masih 0 persen dari targetnya untuk 100 ribu unit. Namun, kata Heri, permintaan penagihan untuk SSB sudah banyak yang masuk yakni sekitar 60an ribu.

"Kalau diproses dan disetujui semua, maka SSB kinerjanya sekitar 60 persen. Berharap Agustus ini capaian itu bisa tercapai," jelasnya.

Meski demikian, kata Heri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun sudah mengirimkan surat pengajuan untuk tambahan anggaran subsidi perumahan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hal ini merupakan langkah awal guna mengantisipasi jika anggaran tersebut habis sebelum akhir tahun ini.

"Ke depannya bagaimana, nanti kita akan lihat lagi. Untuk sementara, Menteri PUPR sudah kirimkan surat ke Menkeu untuk antisipasi bila ada kekurangan subsidi," ucap Heri.

Heri berharap, pengajuan tambahan anggaran tersebut bisa direalisasikan. Namun, diyakini kemungkinan penambahannya akan terjadi di akhir tahun.

Meski begitu, ia juga berharap pembangunan rumah subsidi pada tahun ini diharapkan akan cukup didanai oleh anggaran yang sudah disiapkan sejak tahun kemarin.

"Kita berharap produksi rumah akan cukup didanai anggaran yang sudah disiapkan tahun kemarin," katanya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemenkop: Koperasi Mampu Eksis di Era Revolusi Industri 4.0

Image

News

Tidak Mengetahui Anggaran Gabion Secara Detail, PSI Kritik Kepala Dinas

Image

News

Anggaran Menurun, Ketua LPSK Minta Bantuan Ketua DPR RI

Image

News

Hasto Atmojo Suroyo: Pemerintah Kurang Perhatian Terhadap Anggaran LPSK

Image

Ekonomi

Bank BTN Percepat Penyaluran KPR untuk ASN, TNI dan Polri di Palembang

Image

News

Anggaran 2020 Turun Menjadi Rp54 M, LPSK Ingin Jadi Lembaga Mandiri

Image

News

LPSK Keluhkan Jatah Anggaran yang Menurun Terus

Image

Hiburan

Efek Rumah Kaca Persembahkan Lagu 'Merdeka' di Acara Playfest 2019

Image

Hiburan

FOTO Efek Rumah Kaca Meriahkan Playfest 2019 di Kompleks GBK

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kenyal Hitam dan Mendunia, 5 Fakta Menarik Bisnis Bubble Tea

Bubble tea atau boba sangat terkenal di Indonesia

Image
Ekonomi

Tergerus Arus Kecerdasan Buatan, 5 Profesi yang Segera Tergantikan Robot di Masa Depan

Salah satu penyebabnya adalah adanya artificial inteligence atau kecerdasan buatan

Image
Ekonomi

Setelah Link and Match dengan Industri, Pemerintah Kini Bidik Perguruan Tinggi

Pemerintah kini sedang membidik kolaborasi peningkatan kompetensi SDM antara perguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi top dunia

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Tak Terlalu Nyaman Dengan Pertumbuhan 5 Persen

Defisit APBN menurutnya sangat rentan terhadap perekonomian nasional Indonesia.

Image
Ekonomi

PLN Janjikan Kinerja Baik Pasca Pemadaman Listrik Massal

PLN janjikan kinerja yang lebih baik pasca blackout di hampir setengah pulah Jawa pada 4 Agustus lalu.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

AS-Jepang Akhirnya Sepakati Perjanjian Perdagangan

Kesepakatan itu dapat mendinginkan sengketa perdagangan antara dua sekutu.

Image
Ekonomi

Rupiah Ikut-ikutan Lesu Karena Perang Dagang

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (23/8/2019) lesu 0,39% atau 55 poin ke Rp14.268.

Image
Ekonomi

IHSG Lesu Terkena Imbas Perang Dagang  

Pada pembukaan perdagangan Jumat (26/8/2019), IHSG lesu 1,34% atau 84,1 poin menjadi 6171,48.

Image
Ekonomi

Kalian Punya Pasangan Berzodiak Ini Beruntung, Karena Pandai Menabung

Banyak masyarakat modern sekarang ini, mengalami kesulitan dalam mengatur gaji setiap bulan yang diterima.

Image
Ekonomi

DPR Minta Akses Permodalan Ekonomi Kreatif Dipermudah Demi Pertumbuhan Ekonomi

Popong Otje Djundjunan menginginkan akses permodalan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif dapat dipermudah.

Available

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Perjuangan Aktivis Tionghoa Pulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia

  2. Jika Isu Referendum Papua Jadi Agenda PBB, Sebaiknya Jokowi Nyatakan Berhenti Sebagai Presiden

  3. Apresiasi Pencopotan Polwan Berikan Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Berharap Tidak Menjadi Persoalan Baru

  4. Arya Sinulingga Sindir Sandiaga Uno sebagai Tokoh yang Kurang Kerjaan

  5. BPIP Jawab Sindiran Habib Rizieq, Teddy Gusnaidi: Orang yang Nggak Berani Pulang, Jangan Ditanggapi

  6. Ferdinand: Dinas Kehutanan Tidak Tahu Jenis Batu dalam Instalasi Gabion, Ini Pemda atau Makelar yang Pesan?

  7. Yunarto: Saya Dukung Mas Anies Gantikan Habib Rizieq Urus FPI Sebelum Mau Pulang

  8. Rohingya di Myanmar Terperangkap Perang Baru Antara Militer dan Tentara Arakan

  9. Kuasa Hukum Minta Perkara Rizieq Dihapus, Ferdinand: Mestinya Dulu Jangan Kabur, Lawan Aja!

  10. 7 Tuntutan Warga Sorong dan Manokwari, Termasuk Pembubaran Banser, Layak Ditolak

Available

fokus

Pro Kontra
Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
Available

kolom

Image
Rozi Kurnia

Bagaimana Masa Depan Spider-Man Pasca Keluar MCU?

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Available

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Oscar Motuloh, Tiga Kali Kena 'Jebakan Batman'

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Peksi Cahyo, Perekam Visual Olahraga

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Sosok

Image
News

Jadi Anggota DPRD Termuda Kota Malang, Ini 5 Fakta Menarik Gagah Soeryo Pamoekti

Image
Gaya Hidup

Awalnya Iseng, Pria ini Bikin Aplikasi yang Sangat Bermanfaat bagi Aktivitas Akademik

Image
News

Jadi Sorotan karena Bela UAS, 5 Fakta Sosok Ustaz Yahya Waloni