image
Login / Sign Up

IMF: Pertumbuhan Perdagangan Global Melambat ke Titik Terendah Sejak 2012

Andi Syafriadi

Image

Ilustrasi - IMF | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Perdagangan global meningkat hanya 0,5 persen pada kuartal pertama 2019, menandai laju pertumbuhan tahun-ke-tahun paling lambat sejak 2012 di tengah tanda-tanda perlambatan yang lebih signifikan adalah mungkin, pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Selasa (23/7/2019).

IMF pada Selasa (23/7/2019) menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan global tahun ini dan selanjutnya, memperingatkan bahwa lebih banyak tarif-tarif AS-China, tarif mobil atau Brexit yang tidak teratur, lebih jauh dapat memperlambat pertumbuhan, melemahkan investasi, dan mengganggu rantai pasokan.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan kepada wartawan di Santiago, Chili, pemberi pinjaman global tidak melihat tanda-tanda resesi, tetapi memang melihat "risiko penurunan yang signifikan" untuk pertumbuhan global ke depan, termasuk meningkatnya perang perdagangan.

Gian Maria Milesi-Ferretti, wakil direktur departemen penelitian IMF, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa perdagangan yang lesu disebabkan beberapa faktor, termasuk ketidakpastian yang disebabkan oleh perang perdagangan AS-China, investasi yang lebih lemah, dan siklus pelemahan di sektor otomotif dan teknologi.

"Akhir 2018 cukup lemah," kata Milesi-Ferretti. "Anda memiliki kombinasi faktor yang berperan di sini, beberapa di antaranya bersifat sementara dan beberapa di antaranya mungkin merupakan tanda perlambatan yang lebih signifikan."

Milesi-Ferretti mengatakan perdagangan terutama didorong oleh barang-barang investasi, dan aktivitas investasi lemah di Amerika Latin, Eropa dan, yang penting, China, yang menghadapi perlambatan permintaan domestik cukup besar.

"Ketika investasi melambat di China, itu terlihat di layar radar global," katanya.

Perdagangan global juga dilanda siklus penurunan perdagangan barang dan komponen yang terkait dengan produksi produk teknologi seperti iPhone dan elektronik lainnya.

"Siklus itu telah memberikan dorongan besar bagi perdagangan global pada akhir 2017, tetapi telah berubah dan sudah sangat lemah baru-baru ini dan itu ditunjukkan angka-angka perdagangan, terutama di Asia," kata Milesi-Ferretti.

Pengurangan permintaan mobil dan gangguan pada produksi mobil di Jerman adalah faktor lain di balik perdagangan yang lesu, tambahnya.

"Ketika Anda mengalami peningkatan dalam ketidakpastian ... hal pertama yang dilakukan konsumen adalah memotong pembelian barang-barang tahan lama dan menunggu situasi untuk mengklarifikasi," kata Milesi-Ferretti.

Dia mengatakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan China juga memengaruhi rencana investasi, lebih lanjut mengurangi prospek.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada sisa 300 miliar dolar AS impor dari China yang masih bebas darinya, dan menaikkan tarif impor mobil Eropa dan Jepang hingga 25 persen. Langkah-langkah itu memicu tindakan pembalasan.

Kekhawatiran tentang tarif berarti "perusahaan mungkin berpikir dua kali sebelum mendirikan fasilitas produksi di luar negeri, sebelum memperluas produksi, karena mereka ingin tahu seperti apa lingkungan global nantinya," kata Milesi-Ferretti.

Dia mengatakan tidak jelas seberapa cepat ekonomi akan pulih setelah tarif dicabut karena akan tergantung pada apakah orang merasa resolusi yang lebih tahan lama telah ditemukan.

Ekonom IMF juga mengutip bukti anekdotal yang berkembang tentang perubahan struktural dalam rantai pasokan global yang dipicu oleh ketegangan perdagangan saat ini di seluruh dunia. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

BCA Ramal Perlambatan Ekonomi Hambat Pertumbuhan Kredit

Image

Ekonomi

Wait and See Suku Bunga BI buat IHSG Lesu

Image

Ekonomi

Standar Chartered Sarankan Perusahaan Ambil Strategi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Image

Ekonomi

Ekspor Karet Jambi Mampu Tembus 7 Negara

Image

Ekonomi

Fadli Zon Desak Indonesia Manfaatkan Peluang dari Terealisasinya Brexit

Image

Ekonomi

Indonesia Segera Kerja Sama Dagang dengan Mozambik

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Mendag Optimis Ekspor Nonmigas Meningkat 8 Persen, di Tengah Perang Dagang

Image

Ekonomi

Neraca Perdagangan RI Defisit dengan China, RR: Karena Mendag Raja Impor!

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Perang Dagang Akan Sampai 2020, Ekspor RI Bakal Terus Lesu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Ekonomi Digital Indonesia Bakal Sumbang 9,5 Persen terhadap PDB di 2025

Pasar industri pengelolaan big data di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang diperkirakan semakin berkembang.

Image
Ekonomi

Kupang Berpotensi Hasilkan Garam Industri, Pemerintah Langsung Pacu Investasi

Secara keseluruhan, potensi lahan tambang garam di NTT mencapai 60.000 ha.

Image
Ekonomi

Jaga Cadangan Batu Kapur, Semen Baturaja Investasi Lahan Tambang

Untuk memastikan cadangan batu kapur memenuhi hingga 40 tahun kedepan, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) tengah berinvestasi di Baturaja II.

Image
Ekonomi

Proyek LRT Jabodebek Biang Kerok Arus Kas Adhi Karya Negatif

Proyek LRT Jabodebek jadi salah satu penyebab negatifnya arus kas Adhi Karyadi Semester I 2019.

Image
Ekonomi

BCA Ramal Perlambatan Ekonomi Hambat Pertumbuhan Kredit

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melihat kondisi ekonomi global dan domestik yang cenderung melambat akan berampak pada kredit perbankan.

Image
Ekonomi

Sido Muncul: Relokasi Pabrik Anak Usaha Masih Dirancang

Sebab, memindahkan pabrik farmasi tidak mudah dan membutuhkan waktu.

Image
Ekonomi

Harga Emas Cenderung Naik, Antam Naikkan Target Produksi

Antam (ANTM) berencana menambah target jumlah produksi emas hingga akhir tahun.

Image
Ekonomi

Kemenkeu Ungkap Alasan Pemerintah Masih Butuh Utang

Suahasil Nazara menjelaskan alasan pemerintah masih membutuhkan utang dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Image
Ekonomi

Porsi Ekspor Capai 6 Persen, Sido Muncul Fokus ke 3 Negara Ini

Porsi ekspor hingga semester I-2019 tersebut sudah meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan dengan akhir 2018

Image
Ekonomi

HIPMI Gandeng ModalUsaha dan Baba Rafi, Beri Akses Permodalan untuk Mahasiswa

Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggandeng ModalSaham dan Baba Rafi untuk menyediakan akses permodalan bagi para anak muda.

Available
Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Ini Hewan Ternak yang Tak Butuh Modal Besar dengan Hasil Menggiurkan

  2. Kisah Ramah dan Rekatnya Kekeluargaan Masyarakat Papua pada Mahasiswa KKN, Bikin Haru!

  3. 8 Film Superhero Pewayangan Indonesia Besutan Satria Dewa Universe

  4. Startup Es Doger Gibran Jokowi Dapat Dana Rp71 M, Said Didu: Bisnis Pedagang Kaki Lima

  5. Belum 25 Tahun, 3 Founder Startup Indonesia Masuk Daftar Pengusaha Tersukses Asia

  6. Kasus Somad Dibandingkan Zakir Naik, Rustam: Seandainya Pemerintah di Sini Setegas Malaysia

  7. FKUB Papua Kecewa dengan TV: Seharusnya Gambar yang Tayang Sama dengan Berita yang Disiarkan

  8. Australia: China Dapat Kalahkan Militer AS di Asia dalam Hitungan Jam

  9. Pembunuh Satu Keluarga di Banten Ditangkap, Ternyata Kuli Bangunan

  10. Ide Beli Greenland Dianggap Konyol, 4 Wilayah AS Ini Ternyata Dibeli dari Negara Lain

Available

fokus

Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI
Ekonomi Indonesia, Merdeka?
Available

kolom

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Image
Achmad Fachrudin

Koalisi Plus-plus dan Prospek Oposisi PKS

Image
Naila Fitria

Merdeka Sejak Dalam Pikiran

Available

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Image
Iptek

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia

Image
Iptek

GIIAS 2019

Gaet Milenial Indonesia, Begini Strategi Penjualan Brand Premium BMW

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mutiara Alyzza Bilqis, Bocah Surabaya yang Bisa Hidupkan UKM dari Sampah

Image
News

Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

Image
News

Potret 6 Kepala Daerah Makan Bareng Warganya, Sederhana tapi Hangat